Anda di halaman 1dari 3

1.

TUJUAN PERCOBAAN
Praktikum Pasir Cetak bertujuan untuk
mengetahui sifat-sifat pasir cetak dan
hubungannya dengan proses penuangan logam 2.3 Grafik Kekuatan Geser 2.3.3 Kekuatan Geser terhadap Aditif
cair. Adapun sifat-sifat dari pasir cetak yang akan 2.3.1 4
diamati, meliputi: 4
Distribusi besar butir pasir 2.2.2 3
Kadar air atau kadar aditif dalam pasir cetak 30 3
2
Hubungan antara permeabilitas, kekuatan Kekuatan Geser (lb/inch2) Gr
2
geser dan kekuatan tekaan terhadap kadar air 20 Kekuatan Geser (lb/inch2) Green 1 Dr
serta bahan aditif dalam pasir cetak 1 Dry
Green 0 Ho
Mampu bentuk (flowability) dari pasir cetak Kekuatan Tekan (lb/inch2)
10 0 Holding 5
Perbedaan karakteristik antara pasir basah Dry
(green sand), pasir kering (dry sand) dan 4
0 Holding % Aditif
pasir kering tanpa pemanasan (holding sand) % Air
5
2. % Bentonit
100 77.3 Kekuatan Geser terhadap Air
80
60 Kekuatan Tekan terhadap Bentonit
40
%Massa
20 0.20.11.612.3 0.65.11.73.70.2
0

Nomor Sieve
2.4 Grafik Flowability
2.2.3 2.4.1
GRAFIK
2.1 Grafik Distribusi Pasir 30 20
2.3.2 Kekuatan Geser terhadap Bentonit 14 15
2.2 Grafik Kekuatan Tekan 15
2.2.1 20 3
30 10 7
Kekuatan Tekan (lb/inch2) Green 2 %Flowability
10 5
Dry
20 Kekuatan Geser (lb/inch2) Green
0 Holding 1 0
Kekuatan Tekan (lb/inch2) Green Dry
10 5 4 5 6
Dry 0 Holding
% Aditif 5 % Air
0 Holding
4 % Bentonit
% Air Kekuatan Tekan terhadap Aditif Flowability terhadap Air

Kekuatan Tekan terhadap Air

Tanggal: 27 April 2016Nama: LaurensiaPeringatan:


Skala: 1/1NPM: 1306405673
Praktikum Pasir CetakKelompok: 8
LABORATORIUM METALURGI PROSESLAPORAN AKHIR PRAKTIKUM
3.1 Analisa Distribusi Pasir Cetak GFN = dengan kadar di bawah (4%) dan di atas
Distribusi ukuran butir pada pasir cetak
berpengaruh terhadap sifat-sifat dari pasir
(W n S n) =
42421
=82.53
(6%) dari 5%, kekuatan tekan pasir menjadi
lebih rendah, kecuali pada data holding sand
2.4.2 Flowability terhadap Bentonit cetak itu sendiri yang juga mempengaruhi Wn 514 yaitu lebih rendah daripada kekuatan tekan
25 21 kualitas produk hasil pengecoran. Distribusi dengan kadar air 6%. Hal ini dapat
pasir cetak dapat No. Massa Ayakan disebabkan oleh perbedaan waktu holding
20 15 mempengaruhi sifat Wn Sn Wn x Sn pasir cetak karena data merupakan data
13 Sieve Sebelum Sesudah
15 permeabilitas, kelompok lain yang melakukan pengujian di
%Flowability 10 collapsibility maupun #16 490.5 491.5 0.5 16 16 waktu yang berbeda. Secara umum, hasil
kekuatan dari cetakan. #20 518 518.5 0.5 20 10 pengujian telah sesuai dengan literatur, yaitu
5
Umumnya persyaratan penambahan air dapat meningkatkan
0 #40 264 272 8 40 320
yang harus dimiliki kekuatan dari pasir cetak, namun jumlah air
5 6 7 untuk pasir cetak adalah #50 285 346.5 61.5 50 3075 yang ditambahkan memiliki titik optimal
pasir terdistribusi secara #80 217.5 604 386.5 80 30920 tertentu, dimana pada penambahan
% Bentonit
merata dan ukurannya #100 253 256 3 100 300 selanjutnya kekuatan akan kembali
seragam. menurun.
#120 255 280.13 25.5 120 3060 Pengaruh Bentonit. Berdasarkan data
Pada pengujian #140 251 259.5 8.5 140 1190 pengujian kekuatan tekan terhadap variabel
distribusi pasir cetak, #180 176 194.5 18.5 180 3330 bentonit, secara umum dapat diketahui
praktikan menggunakan bahwa kadar bentonit optimal berada pada
Dasa
campuran campuran dari N/A 480 1 200 200 kadar 6% dengan kekuatan tekan pada green
r
pasir silika dan pasir sand, dry sand dan holding berturut-turut
Total WnxSn =
RCS dengan komposisi Total Wn = 514 adalah 4.25 lb/inch2, 20.1 lb/inch2, dan 7.2
42421
masing-masing, yaitu lb/inch2. Bentonit 6% dikatakan optimal
Menurut literatur, untuk melakukan
58.8% dan 25.2% pada total massa sistem 3 karena dengan kadar di bawah (5%) dan di
pengecoran aluminium, idealnya GFN
kg. Pengujian menggunakan 10 ayakan atas (7%) dari 6%, kekuatan tekan pasir
berada pada nilai sekitar 130-140. Hal ini
dengan berbagai nomor sieve dari #16 menjadi lebih rendah, kecuali pada data dry
menandakan bahwa GFN pasir cetak yang
hingga #200 yang disusun mulai dari nomor sand yaitu lebih rendah daripada kekuatan
2.4.3 Flowability terhadap Aditif digunakan pada praktikum kali ini kurang
terbesar di bagian bawah dan dilanjutkan tekan dengan bentonit 5% dan 7%. Hal ini
sesuai sehingga memerlukan adanya
20 dengan nomor yang lebih kecil di bagian dapat disebabkan oleh perbedaan lama
15 perbaikan atau penggantian pasir cetak yang
14 atasnya. pemanasan pasir cetak di furnace. Secara
15 digunakan agar dapat digunakan secara
umum, hasil pengujian telah sesuai dengan
optimal pada pengecoran aluminium.
10 Data dari pengujian distribusi pasir cetak literatur, yaitu penambahan bentonit hingga
%Flowability 5 yang dilakukan adalah sebagai berikut. titik optimalnya dapat meningkatkan
5 3.2 Analisa Kekuatan Tekan
kekuatan dari pasir cetak karena mampu
Kekuatan tekan dari pasir cetak dipengaruhi
Menurut literatur, distribusi pasir yang paling baik adalah mengikat pasir dengan lebih baik meskipun
0 oleh beberapa variabel, yaitu kadar air,
jika 2/3 dari total pasir yang digunakan (66.67%) berada berarti mengurangi sifat permeabilitas dari
5 6 3 nomor sieve7 bentonit dan aditif. Pengujian kekuatan
pada yang berurutan. Namun, dari data di pasir cetak tersebut.
tekan pada kelompok praktikan
atas
% Aditif terlihat bahwa distibusi pasir paling besar berada Pengaruh Aditif. Berdasarkan data
menggunakan pasir cetak dengan komposisi
pada 1 nomor sieve saja yaitu 77.3% pada sieve nomor pengujian kekuatan tekan terhadap variabel
58.8% pasir silika, 25.2% pasir RCS, 5%
80. Data tidak menunjukkan adanya dominasi di 3 nomor aditif, secara umum dapat diketahui bahwa
bentonit, 5% air, dan 6% molases. Data yang
sieve yang berurutan namun hanya pada 1 sieve sehingga kadar aditif optimal berada pada 6% dengan
diperoleh praktikan kemudian dibandingkan
dapat disimpulkan bahwa distribusi pasir tidak merata kekuatan tekan pada green sand, dry sand
dengan kelompok lain dengan 4 variabel
dengan baik. dan holding berturut-turut adalah 2.5
bebas di atas.
lb/inch2, 25 lb/inch2, dan 4.75 lb/inch2. Aditif
Dari data yang didapatkan, dapat dihitung 6% dikatakan optimal karena dengan kadar
Pengaruh Air. Berdasarkan data pengujian
nilai GFN (Grain Fine Number) di bawahnya, yaitu 4% dan 5% memiliki
kekuatan tekan terhadap variabel air, secara
menggunakan rumus berikut. kekuatan tekan yang lebih rendah, kecuali
umum dapat diketahui bahwa kadar air
pada data holding sand yaitu paling rendah
optimal berada pada kadar air 5% dengan
daripada data lainnya. Hal ini dapat
kekuatan tekan pada green sand, dry sand
disebabkan oleh jumlah optimal aditif yang
dan holding berturut-turut adalah 2.5
ditambahkan bergantung juga pada kadar
lb/inch2, 25 lb/inch2, dan 4.75 lb/inch2.
bentonit dan air. Karena bentonit dan air
3. ANALISA Kadar air 5% dikatakan optimal karena

Tanggal: 27 April 2016Nama: LaurensiaPeringatan:


Skala: 1/1NPM: 1306405673
Praktikum Pasir CetakKelompok: 8
LABORATORIUM METALURGI PROSESLAPORAN AKHIR PRAKTIKUM
pada ketiga data juga berbeda, artinya aditif pengujian telah sesuai dengan literatur, yaitu dengan 5% aditif pada dry sand dan 1.7 penambahan ketiga bahan tersebut memiliki
bukan satu-satunya variabel bebas sehingga penambahan air dapat meningkatkan lb/inch2 dengan 4% aditif pada holding sand. titik optimal.
nilai optimalnya kurang dapat dipastikan kekuatan dari pasir cetak, namun jumlah air Hal ini dapat disebabkan oleh jumlah
dengan tepat. yang ditambahkan memiliki titik optimal optimal aditif yang ditambahkan bergantung 4. KESIMPULAN
tertentu, dimana pada penambahan juga pada kadar bentonit dan air. Karena Distribusi pasir yang ideal adalah jika
3.3 Analisa Kekuatan Geser selanjutnya kekuatan akan kembali bentonit dan air pada ketiga data juga 2/3 dari total pasir (66.67%) berada
Serupa dengan pengujian kekuatan tekan, menurun. berbeda, artinya aditif bukan satu-satunya pada 3 nomor sieve yang berurutan.
nilai kekuatan geser dari pasir cetak juga Pengaruh Bentonit. Berdasarkan data variabel bebas sehingga nilai optimalnya Kekuatan tekan dan geser dari pasir
dipengaruhi oleh beberapa variabel, yaitu pengujian kekuatan geser terhadap variabel kurang dapat dipastikan dengan tepat cetak dipengaruhi oleh kadar air,
kadar air, bentonit dan aditif. Pengujian bentonit, diketahui bahwa data memiliki bentonit dan aditif. Penambahan
kekuatan tekan pada kelompok praktikan nilai yang fluktuatif dan tidak membentuk 3.4 Analisa Flowability komposisi memiliki nilai optimum
menggunakan pasir cetak dengan komposisi kecenderungan kadar bentonit yang optimal Flowability merupakan kemampuan pasir untuk mencapai kekuatan tertinggi dan
58.8% pasir silika, 25.2% pasir RCS, 5% karena pada setiap jumlah kadar terdapat untuk mengisi celah-celah yang ada pada apabila melewati titik optimal akan
bentonit, 5% air, dan 6% molases. Data yang nilai tertinggi yang berbeda di setiap jenis cetakannya. Pada pengujian ini, nilai menurunkan kembali nilai kekuatan.
diperoleh praktikan kemudian dibandingkan perlakukan pemanasan, yaitu nilai kekerasan flowability diperoleh dengan Kekuatan pasir cetak juga dipengaruhi
dengan kelompok lain dengan 4 variabel geser tertinggi berada pada 0.3 lb/inch2 membandingkan hasil pengukuran panjang oleh perlakuan pemanasan karena
bebas di atas. dengan 5% bentonit pada green sand, 2.5 sampel (setelah ditambah 3mm) dengan pemanasan dapat menguatkan ikatan
lb/inch2 dengan 7% bentonit pada dry sand grafik flowability, dimana semakin rendah antar pasir dan meningkatkan kekuatan
Pengaruh Air. Berdasarkan data pengujian dan 2.6 lb/inch2 dengan 6% bentonit pada tinggi sampel maka nilai flowability akan sehingga kekuatan pasir cetak dari yang
kekuatan geser terhadap variabel air, secara holding sand. Hal ini dapat disebabkan oleh meningkat. Berdasarkan literatur, nilai paling tinggi, berturut-turut adalah dry,
umum dapat diketahui bahwa kadar air perbedaan perlakuan dan pengamatan pada flowability cenderung akan meningkat holding dan green sand.
optimal berada pada kadar air 5% dengan masing-masing kadar dilakukan oleh seiring dengan bertambahnya kadar air, Nilai flowability cenderung akan
kekuatan tekan pada green sand, dry sand kelompok praktikan yang berbeda. bentonit dan aditif sampai dengan titik meningkat seiring dengan bertambahnya
dan holding berturut-turut adalah 0.3 Pengaruh Aditif. Berdasarkan data optimum tertentu. Dari data pengujian kadar air, bentonit dan aditif sampai
lb/inch2, 2 lb/inch2, dan 0.45 lb/inch2. Kadar pengujian kekuatan geser terhadap variabel terhadap varibel air, bentonit dan aditif, dengan titik optimum tertentu.
air 5% dikatakan optimal karena dengan aditif, diketahui bahwa data memiliki nilai diperoleh bahwa flowability terbaik, yaitu
kadar di bawah (4%) dan di atas (6%) dari yang fluktuatif dan tidak membentuk 15% dengan kadar air 5%, 21% dengan 6% 5. LITERATUR
5%, kekuatan tekan pasir menjadi lebih kecenderungan kadar aditif yang optimal bentonit dan 15% dengan 6% aditif. Modul Praktikum Metalurgi Proses.
rendah, kecuali pada data dry sand yaitu karena pada setiap jumlah kadar terdapat Tahun Ajaran 2015/2016
lebih rendah daripada kekuatan tekan nilai tertinggi yang berbeda di setiap jenis 3.5 Analisa Akhir Metallurgy Processing Laboratory
dengan kadar air 4%. Hal ini dapat perlakukan pemanasan, yaitu nilai kekerasan Hasil pengujian menunjukkan bahwa
disebabkan oleh perbedaan lama pemanasan geser tertinggi berada pada 0.3 lb/inch2 komposisi air, bentonit dan aditif
pasir cetak di furnace. Secara umum, hasil dengan 6% aditif pada green sand, 3 lb/inch 2 berpengaruh pada sifat pasir cetak dan

Tanggal: 27 April 2016Nama: LaurensiaPeringatan:


Skala: 1/1NPM: 1306405673
Praktikum Pasir CetakKelompok: 8
LABORATORIUM METALURGI PROSESLAPORAN AKHIR PRAKTIKUM