Anda di halaman 1dari 8

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT)

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kimia organik II


yang Diampuh oleh Bapak Suleman Duengo, S.Pd, M.Si

oleh
Steven Gunardi
NIM 821415062
Kelas B
Semester III

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


JURUSAN FARMASI
FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2016
ALAT DAN BAHAN KLT

NAMA GAMBAR FUNGSI

Plat KLT Sebagai fase diam dan


eluen

Chromatography Digunakan dalam


chamber proses kromatografi
kertas

Sebagai bejana yang


digunakan untuk
Jar menjenuhkan eluen
pada pengujian zat
warna

Sebagai penampung
sample / bahan
Gelas Beker sementara, atau bisa
digunakan sebagai
penyimpan zat
sementara.
Sebagai penanda batas
atas dan batas bawah
fase diam (yang akan
dilalui eluen)
digunakan pensil,
Pensil
karena pensil
mengandung senyawa
karbon yang tidak larut
dalam eluen.

Untuk membuat
Mistar batasan pada plat klt

Pipa kapiler digunakan


agar penotolan ekstrak
Pipa kapiler
pada plat dapat tertotol
dengan baik.
Untuk melarutkan
bahan bahan utama
seperti binder, filler/
pigment, dan additive.
bahan solvent juga
Solvent
digunakan sebagai
bahan mengencerkan
cat sebelum di
aplikasikan ke barang.

Untuk melihat noda


Uv Lamp pada plat KLT (melihat
jarak yang ditempuh
pelarut dan fase
geraknya)

PENGERTIAN KLT

Kromatografi lapis tipis (KLT) adalah salah satu metode pemisahan


komponen menggunakan fasa diam berupa plat dengan lapisan bahan adsorben inert.
KLT merupakan salah satu jenis kromatografi analitik. KLT sering digunakan untuk
identifikasi awal, karena banyak keuntungan menggunakan KLT, di antaranya adalah
sederhana dan murah. KLT termasuk dalam kategori kromatografi planar, selain
kromatografi kertas. Kromatografi juga merupakan analisis cepat yang memerlukan
bahan sangat sedikit, baik penyerap maupun cuplikannya. KLT dapat digunakan
untuk memisahkan senyawa-senyawa yang sifatnya hidrofobik seperti lipida-lipida
dan hidrokarbon yang sukar dikerjakan dengan kromatografi kertas. KLT juga dapat
berguna untuk mencari eluen untuk kromatografi kolom, analisis fraksi yang
diperoleh dari kromatografi kolom, identifikasi senyawa secara kromatografi, dan
isolasi senyawa murni skala kecil (Gandjar et al, 2008).

CARA PENGGUNAAN KLT YANG BAIK

PERSIAPAN PLATE
Ukuran plat yang digunakan tergantung dari analisa. Jika ingin memonitor reaksi
kimia, digunakan slide mikroskop yang baik sekali untuk analisa cepat.tetapi plate
ukurn 20x20x0,3 cm paling banyak digunakan untuk analisa kualitatif.
Sebelum digunakan plate harus dibersihkan dulu dengan :
1. Pencucian dengan air, kemudian dikeringkan.
2. Pencucian dengan aseton
3. Jika mengandung lemak cuci dulu dengan asam kromat, atau larutan detejen
panas, kemudian dikeringan.
Untuk pembuatan lapis tipis dan aktifasinya lakukan langkah-langkah berikut :
1. Siapkan 5 plate dengan ukuran 20 x 20 x 0,3 cm pada papan aplikator dan
pada bagian ujung (tempat aplikator) tempatkan plate ukuran 20 x 20 x 0,3
cm.
2. Buat slurry adsorban, yaitu dengan mencampurkan 30 gr adsorban dengan
80 ml air. Aduk dengan batang pengaduk atau magnetik stimer selama 10
menit.
3. Tuangkan slurry adsorban kedalam aplikator yang telah distel untuk
menghasilkan ketebalan lapis tipis 0,25 mm. aplikator ini ditempatkan pada
plate 20 x 5 x 0,3 cm (di ujung) sebaagai tempat start.
4. Jalankan aplikator dengan tangan dengan kecepatan sedang dan konstan
sepanjang papan aplikator (tidak boleh berhenti). Palt yang baik yaitu bila
lapis tipis adsorban yang terbentuk merata di seluruh bagian plate dan tidak
banyak mengandung bintik-bintik (terbentuk akibat adanya udara yang
terperangkap dapat dicegah dengan membuat slurry sehomogen mungkin).
5. Keringudarakan plate pada suhu ruang selama 2 jam, kemudian aktifkan
dengan memanaskan plate pada suhu 130c (dalam oven) selama 2 jam,
sesudah itu biarkan dingin di udara.
6. Bagian pinggir plate diratakan dengan spaatula.
7. Jika ingin disimpan, simpan dalam deksikator atau tempat penyimpanan plate
yang telah berisi silika gel (sebagai pengering) jika akang digunakan,
panaskan pada oven 130c (dalam oven) selama jam, kemudian dinginkan
sebelum digunakan.

APLIKASI SAMPEL
1. Titikan sampel dan standar (larutan 1%) pada plate dengan bantuan pipet
mikro, syringe atau tabung kapiler. Garsi start berjarak 1,5 cm dari dasar dan 3
cm dari sisi, masing-masing spot berjarak 1,5 - 2 cm. jika ada lebih muda
menggunakan alat bantu untuk menitikkan spot ini (berupa plastik transparan
yang telah dilubangi dengan jarak dan besar tertentu pada bagian bawahnya
untuk kedudukan menitikan spot). Gunakan pelarut volatil agar spot cepat
mengering.diameter spot tidak boleh lebih besar dari 3 mm.
2. Kering udarakan spot sebelum tahap pengembangan (developing)

PENGEMBANGAN PLATE
1. Tempatka pelarut yang cocok kedalam kromatografi setinggi 0,5 1,0 cm.
2. Selembar kertas whatman No.1 dicelupkan kedalam pelarut dan ditempelkan
ke sisi bejana. Bejana ditutup, biarkan selama 30 menit sampai terjadi
keseimbangan. Dimana atmosfir bejana jenuh dengan pelarut.
3. Masukkan dua buah plate yang telah diaktifkankedalam bejana masing-
masing tempatkan pada posisi berseblahan dengan posisi miring (ujung bawah
berada hampir ditengah bejana, ujung atas menempel dinding lebar bejana).
Jaga jangan sampai spot terendam pelarut. Tertutup rapat bejana.
4. Biarkan kuran lebih 30 menit (bisa lebih lama) sampai pelarut mecapai 10-15
menit pada plate. Beri tanda finish pelarut pada plate sebelum plate
dikeluarkan dari bejana.
5. Kadang-kadang tahap pengembangan perlu dilakukan2-3 kali atau perlu
dilakukan pengambang 2 dimensi untuk memperbiki rseolusi komponen.

DETEKSI KOMPONEN
1. Angkat dan keringkan plate.
2. Semprotkan larutan pendeteksi pada plate, spot akan muncul (jika diperlukan,,
panaskan plate pada oven 105c untuk memunculkan spot).
3. Hitung Rf spot, bandingkan dengan standar.
jarak yang ditempuh noda
Rf = jarak yang ditempuh eluen

CONTOH UJI KLT


Penyiapan lempeng KLT dan penjenuhan chamber
Penyiapan lempeng silika gel :
1. Lempeng silika gel F254 yang berukuran 20 x20 cm, dipotong dengan ukuran
7 cm x 1 cm (untuk satu ekstrak).
2. Lempeng diberi garis penotolan menggunakan pensil 2B pada bagian bawah
dengan jarak 1 cm dengan garis batas elusi 0,5 cm dari bagian atas.
Penjenuhan chamber :
1. Disiapkan 2 buah chamber yang bersih lengkap dengan tutupnya.
2. Chamber (1) dan chamber (2) diisi dengan eluen dengan kepolaran yang
berbeda.
3. Kemudian dimasukkan potongan kertas saring yang panjangnya lebih dari
tinggi chamber kemudian ditutup.
4. Eluen dibiarkan hingga naik melalui kertas saring hingga melewati penutup
kaca (chamber dianggap telah jenuh).
Penotolan sampel pada lempeng :
1. Disiapkan alat adan bahan yang akan dibutuhkan.
2. Ekstrak n-heksan/eter (dilarutkan dalam kloroforom), ekstrak metanol/etanol
(dilarutkan dalam campuran CHCl dan methanol dengan perbandingan 1:1)
serta ekstrak n-butanol (dilarutkan dengan metanol).
3. Ekstrak diambil dengan menggunakan pipa kapiler, kemudian ditotolkan hati-
hati pada lempeng.
4. Lempeng yang telah ditotol diangin-anginkan sebentar untuk menguapkan
pelarutnya lalu dimasukkan kedalam chamber yang telah dijenuhkan.
5. Bila eluen telah mencapai batas atas dari lempeng silika gel, maka lempeng
tersebut dapat dikeluarkan.
6. Amati secara langsung dan dengan menggunakan penampak bercak UV254,
UV366 dan asam sulfat 10 % (foto semua hasil pengamatan dan hitung Rf).

DAFTAR PUSTAKA
Gandjar, Ibnu Gholib dan Abdul Rahman. 2008. Kimia Farmasi Analisis.
Yogyakarta : Pustaka Pelajar.