Anda di halaman 1dari 4

Contoh 4

Tentukan kelengkungan elips x=cos t , y =2 sint . Pada titik dengan


t=0 dan t=
2 yaitu masing masing (3,0) dan (0,2). Gambarlah

elips itu dan lingkaran kelengkungan di titik tersebut.

Penyelesaian :

Dari persamaan

x ' =3 sin t y ' =2cos t

'' ''
x =3 cos t y =2sin t

Kita peroleh :

x' y' ' y ' x ' ' 6 sin 2 t+6 cos2 t


k =k t =
( ) 3
= 3

[ x ' 2+ y' 2 ] 2 [ 9 sin 2 t+ 4 cos 2 t ] 2

6
3
2 2
[ 5 sin t+4 ]

Sehingga :

6 3
k (0)= =
3
2
4
4

k ( 2 )= 96 = 29 3
2

1 2 3

k
Perhatikan bahwa k (0) melebihi 2 , yang cocok dengan

kenyataan. Pada gambar diatas dapat dilihat lingkaran


4
kelengkungan di (3,0) yang beradius 3 dan di (0,2) dengan

9
radius 2

Contoh 5


Hitunglah lengkungan y = ln |cos x| pada x =
3

Penyelesaian :

Kita gunakan rumus kedua dari teorema A, dengan


memperhatikan bahwa sekarang bilangan-bilangan primanya
menunjukkan diferensiasi terhadap x. Karena y = tan x dan y=
sec 2 x

2 2
sec x sec x
k= 3
= 3
=|cos x|
2 2 2 2
( 1+ tan x ) ( sec x )

1
Pada x= , K=
3 2

KOMPONEN NORMAL DAN TANGENSIAL PERCEPATAN


Andaikan P=P(t ) sebuah titik pada sebuah kurva yang mulus.

Andaikan N=N (t ) yang dinamakan vektor normal satuan di P.


Kita defenisikan N sebagai berikut :

dT
ds 1 dT
N= =
K ds
| |
dT
ds

Sehingga :

dT
=kN
ds

Oleh karenaT =cos i+sin j dan seterusnya

j
d
sin i+ cos
ds
dT dT d
= =
ds d ds

Jadi, T. N = 0. Dengan demikian, N adalah vektor satuan yang


ditegak luruskan pada T dan mengarah ke bagian cekung kurva
tersebut.

Kita ingin menyatakan vektor percepatan a dalam T dan N ; yaitu


kita ingin menguraikan a menjadi komponen singgung dan
komponen normal kurva. Oleh karena vektor kecepatan v
memenuhi:

ds
v =|v|T = T
dt

Maka :
dv d 2 s ds dT
a= 2
= 2 T+
dt dt dt dt

d2 s ds dT ds
2
T+
dt dt ds dt

Sehingga :

d2 s ds 2
a= 2 T +
dt dt ( )
kN