Anda di halaman 1dari 7

Ujian Akhir Semester Gasal 2016 - 2017

Mata Kuliah : Struktur dan Konstruksi Bangunan 4


Tanggal : 05 Januari 2017
Jam : 08.00 12.00
Ruang : Studio 03
Dosen Pengampu : Ir.M.Nadjib Massikki,MM.
Hatifa,ST.MT.

NAMA : MUH. TAKDIR


F 221 14 073

Soal :

1. Faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi sistem struktur, sebutkan


dan jelaskan.
2. Sebutkan ciri-ciri bangunan berlantai banyak.
3. Jelaskan fungsi dilatasi, core dan berapa % luas yang syaratkan pada
bangunan berlantai banyak
4. Saudara diminta merancang/pemilihan sistem struktur dan konstruksi
bangunan berlantai banyak ( bnagunan vetikal ) sesuai kelompok tugas
dengan penyajian :
a. Denah Lantai 1 18 (termasuk atap/top floor).
b. Gbr Potongan minimal 2 buah.
c. Dapat disajikan lantai typical sesuai usulan ide anda.
d. Skala 1 : 100 (denah,potongan) dan skala 1 : 20 (detail tidak
mengikat).
e. Usulan desain maksimal 12 unit/lantai
f. Core dan utilitas termasuk transportasi vertical disesuaikan denah
pembanding.
g. Ukuran per-lantai disesuai perhitungan tugas masing masing.
h. Hasil rancangan di buat folder UJIAN SKB 4 (DALAM BENTUK
PDF,JPG,PNG)
dan hasil rancangan di copy ke CD/DVD RW.
JAWABAN
1. Faktor faktor yang mempengaruhi system struktur adalah jenis jenis
pembebanan yang diterima oleh bangunan tersebut. Agar dapat bertahan
bangunan bertingkat tinggi harus mampu menahan berbagai macam
beban yang diterima.
Struktur adalah sebuah sistem, artinya gabungan atau rangkaian dari
berbagai macam elemen-elemen yang dirakit sedemikian rupa hingga
menjadi satu kesatuan yang utuh.
Adapun beban yang dimaksud ialah sebagai berikut.
a. Beban Mati
Beban mati dapat dinyatakan sebagai gaya statis yang disebabkan oleh berat
setiap unsur di dalam struktur. Gaya gaya yang menghasilkkan beban mati
terdiri dari berat unsur pendukung beban dari bangunan, lantai, penyelesaian
langit, - langit, dinding partisi tetap, penyelesaian fasad, tangki simpan,
system distribusi mekanis, dan seterusnya.
b. Beban Hidup
Beban hidup berbeda dengan beban mati karena sifatnya : beban ini berubah
ubah dan sulit diperkirakan. Beban yang disebabkan oleh isi benda- benda
di dalam atau di atas suatu bangunan dinamai beban penghunian (occupancy
load).
c. Beban Konstruksi
Unsur struktur pada umumnya dirancang untuk beban mati dan beban hidup;
akan tetapi unsur tersebut dapat dibebani oleh beban yang jauh lebih besar
dari beban konstruksi dan merupakan pertimbangan yang penting dalam
rancangan unsur struktur.
d. Beban Hujan, dan cuaca lainnya.
Sesungguhnya unsur beban air jarang diperhitungkan ketika membuat
perhitungan beban hidup, faktor ini harus diperhatikan ketika sedang
merancang.
e. Beban Angin
Pencakar - pencakar langit yang pertama tidak rentan terhadap akibat
akbiat aksi lateral yang rumit yang disebabkan ole hanging. Untuk
memahami angina dan memperkirakan perilakunya secara ilmiah yang tepat
mungkin mustahil.Aksi angin pada bangunan bersifat dinamis dan
dipengaruhi oleh faktor faktor lingkungan seperti kekasaran dan bentuk
permukaan, bentuk kerampingan dan tekstur fasad struktur itu sendiri serta
peletakan bangunan yang berdekatan.
f. Beban seismic
Kerak bumi tidak statis, ia selalu bergerak konstan. Hal ini merupakan salah
satu unsur yang mempengaruhi suatu struktur bangunan bertingkat tinggi.
g. beban tekanan air dan tanah
struktur di bawah permukaan tanah cenderung mendapat beban yang
berbeda dengan beban di atas tanahh. Sub struktur sebuah bangunan harus
memikul tekanan lateral yang disebabkan oleh tanah dan air tanah.
h. Beban yang diakibatkan oleh perubahan volume bahan yang terkekang.
Perubahan volume bahan ditimbulkan oleh pengarush sudut, rangkak,d an
suhu. Apabila perubahan alamiah suatu unsur bangunan terkekang pada
bagian ujung atau batas, terjadilah beban.Hal inilah yang mempengaruhi
suatu system struktur.
i. Beban dampak dan dinamik
Suatu bangunan akan dibebani berbagai beban nonstatik. Sesungguhnya
semua beban kecuali beban mati dapat berubah.Beban yang demikian juga
salahs satu yang mempengaruhi struktur.
j. Beban Ledakan
Bangunan tidak harus hanya menahan gaya eksternal, tetapi juga gaya
tekanan internal yang terjadi karena ledakan. Hal ini juga salah satu yang
mempengaruhi struktur.

Pertimbangan Umum perencanaan bangunan bertinkgat tinggi.


a. Pertimbangan umum ekonomi.
Dengan memahami aspek aspek ekonomi dalam proses merancang, ia dapat
meningkatkan kemungkinan untuk menciptakan arsitektur yang lebih baik.
b. Kondisi tanah
Penampilan suatu bangunan bergantung pada kekuatan daya dukung tanah di
bawahnya.
c. Rasio tinggi lebar suatu bangunan
Dengan meningkaatnya rasio minimum tinggi terhadap lebar suatu bangunan.
d. Pertimbangan fabrikasi dan pembangunan
Perencanaan prosedur fabrikasi dan pembangunan merupakan faktor faktor yang
penting dalam mempertimbangkan pilihan system struktur, bahkan faktor faktor
ini dapat menjadi pertimbangan yang menentukan metode konstruksi prefab.
e. Pertimbangan mekanis.
Sistem mekanis - terdiri dari system HVAC (Heating, Ventilating, dan Air
Conditioning,) lift listrik, pipa air dan pembuangan sampah rata rata
menghabiskan sepertiga dari keselurhan biaya bagunan tinggi.
f. Pertimbangan tingkat bahaya kebakaran
Pada bangunan tinggi, api menjadi pertimbangan penting karena dua hal. Pertama
karena hamper semua lanai berada di luar jangkauan tangga pemadam kebakaran,
upaya pemadam dan penyelamatan hanya mungkin dilakukan dari dalam
bangunan. Kedua evakuasi darurat yang menyelurh mustahil dilakukan dalam
waktu yang sangat singkat.
g. Pertimbangan setempat
Setiap kota mempunyai persyaratan khusus tertentu. Pertauran zoning dan
bangunan akan mengharuskan persyaratan yang akan mempengaruhi pemilihan
system konstruksi.
h. ketersediaan dan harga bahan konstruksi utama

Lokasi bangunan bias dekat dengan sumber sumber bahan konstruksi tertentu.
2. Ciri ciri bangunan berlantai banyak.
Unsur unsur struktur dasar bangunan bertingkat tinggi adalah sebagai berikut :
a. Unsur Linear.
Kolom dan Balok. Mampu menahan gaya aksial dan gaya rotasi.
b. Unsur permukaan.
Dinding. Bisa berlubang atau berangka, mampu menahan gaya gaya aksial dan
rotasi.
Plat. Padat atau beruas, ditumpu pada rangka lantai, mampu memikul beban di
dalam dan tegak lurus terhadap bidang tersebut.
c. Unsur spasial
- Pembungkus fasad atau inti (Core), misalnya dengan mengikat bangunan agar
berlaku sebagai suatu kesatuan.
- Dinding pendukung sejajar (Parallel bearing walls)
Sistem ini terdiri dari unsur unsur bidang vertikal yang diratekan oleh berat
sendiri, sehingga menerap gaya aksi lateral secara efisien.
- Inti dan dinding pendukung fasad (Core dan Faade bearing walls)
Unsur bidang vertikal membentuk diding luar yang mengeliling sebuah struktur inti.
- Boks berdiri sendiri (Self supporting boxes)
Boks merupakan unit tiga dimensi perfabrikasi yang menyerupai bangunan dinding
pendukung.
- Plat terkantilever (Cantilevered slab)
Pemikulan system lantai dari sebuah inti pusat akan memungkinkan ruang
bebas kolom yang batas kekuatan platnya adalah batas besar ukuran
bangunan.

Plat rata (Flat Slab)


Sstem bidang horizontal pada umumnya terdiri dari plat lantai beton tebal rata yang
ditumpu pada kolom.

Interspasial (Interspatial)
Struktur rangka tinggi selantai yang terkantilever diadakan pada setiap lantai
antara untuk memungkinkan ruang fleksibel di dalam dan diatas rangka.
Gantung (Suspension)
Sistem ini memungkiknan penggunaan bahan secara efisien degnan menggunakan
penggantung sebagai pengganti kolom untuk memikul beban lantai.

Rangka selang seling (Staggered truss)


Rangka tinggi selantai disusun sedemikian rupa sehingga setiap lantai bangunan
menumpang di bagian atas suatu rangka dand dibawah rangka di atasnya.

Rangka Kaku (Rigid Frame)


Sambungan kaku digunakan antara susunan unsur linear untuk membentuk bidang
vertikal dan horizontal.

Rangka kaku dan inti (Rigid frame dan core)


Rangka kaku bereaksi terhadap beban lateral.

Ragka trussed (Trussed frame)


Gabungan rangka kaku kaku (atau bersendi) dengan rangka geser vertikal akan
memberikan peningkatan kekuatan dan kekauan struktur.

Rangka belt trussed dan inti (Belt trussed frame dan Core)
Kolom dan balok eksterior ditempatkan sedemikian rapat sehingga fasad
menyerupai didning yang diberi pelubangan (untuk jendela).

Kumpulan tabung (bundled tube )


Sistem kumpulan tabung dapat digambarkan sebagai suatu himpunan tabung -
tabung terpisah yang membentuk tabung multisel.
3. a. fungsi dilatasi adalah
Dilatasi adalah sebuah sambungan atau pemisahan pada bangunan karena sesuatu
hal memiliki sistim struktur berbeda. Hal ini dilakukan agar pada saat terjadinya
beban (gaya vertikal dan horizontal, seperti pergeseran tanah atau gempa bumi)
pada bangunan tidak menimbulkan keretakan atau putusnya sistem struktur
bangunan tersebut.
b. Inti Bangunan (Core)
Inti bangunan digunakan sebagai bagian struktur yang memperkaku bangunan,
terutama untuk menahan gaya lateral, seperti tiupan angina atau guncangan akibat
gempa bumi. Ruangan ruangan yang dibuutuhkan untuk transportassi vertikal
dan distribusi arah vertikla bagi jaringan mekanikal dan eletrikal perlu dirancanga
sejalan dengan rancangan structural dan optimasi ruangan yang dapat
dimanfaatkan untuk fungsi bangunan.
Perbedaan fungsi bangunan akan berpengaruh pada pola tata letak inti bangunan.
Pada bangunan tinggi, luas lantai bersih, sirkulasi dan jaringan utilitas, serta
pemanfaatan pencahayaan alamiah menjadi pertimbangan bagi letak inti
bangunan.
Penempatan letak inti bangunan akan memberikan pengaruh pada bangunan.

Dalam inti bangunan terdapat sejumlah ruangan yang diatur sedemikian rupa
sehingga jumlah keseluruhan luas inti bangunan tidak melebihi 20% luas tipikal
yang ada. Di samping itu 80% luas tipikal masih perlu dikurangi dengan jalur
sirkulasi horizontal (Koridor)m sehingga luas efektif bangunan menjadi berkurang.

Sekitar 4% dari luas tipikal digunakan untuk lubang utilitas bagi system Mekanikal
dan Elektrikal yang umumnya dibagi atas dua zona distribusi.Pemisahan lubang
lubang bagi ventilasi dan pengkondisian udara dimaksudkan agar tidak terjadi
konflik atau persilangan antar saluran udara (ducting).