Anda di halaman 1dari 25

KOMPRESOR DAN POMPA VAKUM

1. Fan digunakan hingga tekanannya mencapai 3% (12 inc. air), blower

digunakan hingga tekanannya kurang dari 40 psig, dan kompresor untuk

tekanan yang lebih besar, tetapi batasan penggunaan blower secara umum

termasuk ke dalam batasan penggunaan kompresor.

2. Pompa vakum : untuk tipe reciprocating piston tekanannya turun sekitar 1

Torr; rotary piston sekitar 0.001 Torr; twolobe rotary piston sekitar 0.0001 Torr:

steam jet ejector, untuk 1 stage turun sekitar 100 Torr, untuk 3 stage sekitar 1

Torr, dan untuk 5 stage sekitar 0.05 Torr.

3. Ejector yang memiliki 3 stage membutuhkan 100 lb steam/lb udara untuk


menjaga tekanan 1 Torr.

3
4. tergantung tekanan absolut, Torr, dan volum peralatan, V (ft ), dimana w =
2/3
kV lb/jam, dengan k = 0.2 untuk P bernilai lebih dari 90 Torr, 0.08 3
untuk P = 20 Torr, dan 0.025 untuk P kurang dari 1 Torr.

a
5. THP (Theoritical adiabatic Horse Power) = [(SCFM)T1 / 8130a] [(P2/P1) 1],
O
dimana T1 adalah suhu inlet ( F+460) dan a = (k1)/k, k=Cp/Cv.
a
6. Suhu outlet T2 = T1(P2/P1)
O
7. Untuk mengkompres udara yang memiliki temperatur 100 F, k = 1.4, rasio
3
kompresi = 3, daya teoritis yang dibutuhkan = 62 HP/juta ft /hari, suhu
O
outletnya sekitar 306 F.
O
8. Temperatur keluaran sebaiknya tidak melebihi 350400 F; untuk gas
diatomik (Cp/Cv = 1.4) rasio kompresi = 4.

9. Di dalam unit multistage, rasio kompresi untuk setiap stage sebaiknya


1/n
sama, rasio = (Pn/P1) , dengan n = stage.

10. Efisiensi reciprocating compressor : 65 % untuk rasio kompresi 1.5, 75 %


untuk rasio kompresi 2, dan 8085 % untuk rasio kompresi 36.

11. Efisiensi centrifugal compressor (6000100,000ACFM pada suction) : 7678%


12. Rotary compressor memiliki efisiensi 70 %, kecuali tipe liquid liner sekitar 50
%.

CONVEYOR UNTUK PARTIKEL PADATAN

1. Screw conveyor cocok digunakan untuk memindahkan padatan abrasif pada


O
up incline 20 . Conveyor ini dapat digunakan hingga berjarak 150 ft
Conveyor jenis ini yang berdiameter 12 inc. ini dapat menangani laju alir
3
sebesar 10003000 ft /jam dengan kecepatan antara 40 s.d. 60 rpm.

2. Belt conveyor digunakan untuk kapasitas tinggi dan jarak jauh (1 mil, tetapi
O
hanya beberapa ratus ft dalam sebuah plant), up incline maksimal 30 .
3
Conveyor jenis ini yang memiliki lebar 24 inc. dapat membawa 3000 ft /jam
dengan kecepatan 100 ft/menit, tetapi untuk kecepatan lebih besar dari
600 ft/menit cocok digunakan untuk beberapa bahan. Konnsumsi
energinya relatif rendah.

3. Bucket elevator : untuk transportasi bahanbahan abrasif dan sticky secara


vertikal. Dengan kapasitas conveyor jenis ini sekitar 20 x 20 inc., dapat
3
membawa 1000 ft /jam dengan kecepatan 100300 ft/menit.

4. Dragtype conveyor (Redler) cocok digunakan untuk jarak dekat. Kapasitas


2
jenis ini antara 319 in dengan laju 30 ft/menit (fly ash) hingga 250
ft/menit (grain). Kebutuhan energinya tinggi.

5. Pneumatic conveyor : digunakan untuk kapasitas tinggi, jarak dekat (400 ft),

dan tranportasi secara simultan dari beberapa sumber ke beberapa tujuan.

Baik tekanan vakum maupun rendah (612 psig) dioperasikan dengan batasan

kecepatan udara antara 35120 ft/detik tergantung tekanan dan


3 3
material,kebutuhan udara sekitar 17 ft /ft padatan yang dipindahkan.

COOLING TOWER

1. Air yang kontak dengan udara di bawah kondisi adiabatis akhirnya dingin
pada temperatur wetbulb.
2. Pada unit komersil, 90 % penjenuhan udara dapat dikatakan layak.

3. Ukuran relatif cooling water sensitif terhadap perbedaan antara


temperatur wet bulb dan keluaran :

O
T ( F) 5 15 25

Volum 2.4 1.0 0.55


relatif

4. Pengisian tower memiliki struktur terbuka untuk meminimisasi pressure


drop, secara standart maksimum nilainya sekitar 2 in air.

5. Laju sirkulasi air sekitar 14 gpm/ft2 dan laju udara sekitar 13001800 lb/
(jam)(ft2) atau 300400 ft/menit.

6. Tower berjenis aliran udara alami Chimneyassisted berbentuk hiperboloid


karena jenis ini memiliki kekuatan yang lebih besar untuk ketebalan yang
diberikan; tower yang memiliki tinggi 250 ft memilki tembok beton
dengan ketebalan 56 in. Cross section yang diperluas pada bagian puncak
membantu dalam dispersi udara lembab keluar ke atmosfir.

7. Tower berjenis aliran udara terinduksi secara countercurrent paling banyak


digunakan di dalam industri. Tipe ini mampu untuk mendinginkan air
O
hingga 2 F dari wetbulb.

8. losses dari evaporasi adalah 1% dari sirkulasi tiap 10 F rata-rata


pendinginan. Windage atau drift losses dari draft tower mekanik adalah
0.1-0.3%. blowdown 2.5-3% dari sirkulasi adalah penting untuk mencegah
penumpukan garam yang berlebihan.

CRYSTALLIZATION FROM SOLUTION

1. Padatan yang dilarutkan yang telah dipulihkan didapatkan dari evaporasi,


namun hanya untuk komposisi eutektik dengan pengeringan. Pemulihan
dengan pelelehan kristal juga terbatas oleh komposisi eutektik.
2. Kecepatan pertumbuhan dan ukuran terakhir dari kristal dikontrol dengan
membatasi tingkat kejenuhan setiap saat.
3. Rasio S=C/C... dari pengaturan konsentrasi untuk konsentrasi saturasi dijaga
dalam kisaran 1.02-1.05
4. Dalam kristalisasi dengan pengeringan, temperatur larutan dijaga pada 1-2oF
dibawah temperatur saturasi.
5. Kecepatan pertumbuhan kristal dalam kondisi baik adalah dalam kisaran 0.1-
0.8mm/jam. Pertumbuhan kira-kira sama dalam setiap kondisi
6. Kecepatan pertumbuhan berpengaruh besar dalam adanya pengotor dan
beberapa zat tambahan yang mengubah kondisi.

DISINTEGRASI
1. Persentase material lebih besar dari 50% dari ukuran maksimum adalah 50%
dari rolls,15% dari tumbling mills dan 5% dari jalur tertutup ball mils.
2. Jalur tertutup grinder menggunakan klasifikasi ukuran eksternal dan kembali
ke ukuran semula akan di dihaluskan kembali. Aturan untuk Pneumatic
Conveying digunakan untuk desain dari classifier. Jalur tertutup biasa nya
digunakan pada ball dannroller mills.
3. Jaw Crusher mengambil gumpalan dari beberapa feet pada diameter dibawah 4
in. Keceepatan gerakan adalah 100-300/menit. Feed rata-rata yang digunakan
8-10 gerakan sebelum menjadi cukup kecil dan mudah untuk
dikeluarkan.Gyratory crusher disejajarkan dengan feed dan membuat lebih
banyak produk yang berbentuk bulat.
4. Roll Crusher dibuat tidak halus atau dengan gigi. Setiap 24in gigi pada roll
dapat menerima umpan 14 in. Efek dari pengecilan ukuran menggunakan roll
halus memilki rasio lebih dari 4. Kecepatannya adalah 50-900 rpm.
Kapasitasnya adalah 25% dari tujuan maksimal untuk jalur kontinu dari
material yang melewati rolls.
5. Hammer mills menghancurkan material sampai menjadi cukup kecil untuk
melewati saringan yang berada dibawah casing. Rasio reduksi adalah 40.
Lebar dari unit operasi pada 900 rpm, dan untuk ukuran kecil yaitu 16,000
rpm. Untuk material yang memiliki serat , penyaring digunakan harus tajam.
6. Rod mills mampu mengambil feed sebesar 50 mm dan memperkecil ukurannya
sampai 300 mesh, tapi normalnya rata-rata produknya adalah 8-65 mesh.
Diameter Rod adalah 25-150 mm. Rasio dari panjang Rod ke diameter mill
adalah sekitar 1.5. sekitar 45% dari volume mill ditempati oleh Rod. Rotasinya
pada 50-60% kritikal.
7. Ball mill lebih cocok dibanding Rod Mills untuk hal penggilingan yang baik. Isi
dari keduanya adalah sama berat, dari 1.5, 2 dan 3 in. Ball mill lebih baik untuk
menggiling. Volume yang ditempati oleh Ball adalah 50% dari volume mill.
Kecepatan rotasinya adalah 70-80% kritikal. Ball Mills memiliki panjang
sampai rasio diameter pada range 1-1.5. Tube Mills memiliki rasio 4-5 dan
mampu untuk menggiling dengan baik. Pebble Mills memiliki unsur
penggiling keramik, digunakan ketika kontaminasi dengan metal yang mana
harus dihindari.
8. Roller Mills menggunakan silinder atau permukaan yang runcing yang mana
menggulung sepanjang permukaan datar dan partikel yang dihancurkan.
Produknya yang dihasilkan sekitar berukuran 20-200 mesh.

DISTILASI DAN ABSORBSI GAS

1. Distilasi merupakan metode pemisahan liquid yang paling ekonomis

dibandingkan dengan metode pemisahan lainnya seperti ekstraksi,

adsorpsi, dan kristalisasi.

2. Untuk campuran ideal, relative volatility adalah rasio tekanan uap 12 =


P2/P1.

3. Tekanan operasi tower sering ditentukan oleh temperatur kondenser, 100


O
120 F jika air pendingin; atau dengan temperatur maksimum reboiler
O
yang diperbolehkan, 150 psig steam, 366 F.

4. Secara ekonomis, rasio reflux (R) optimum =1.2 x Rmin.

5. Secara ekonomis, jumlah tray (N) optimum mendekati 2 x Nmin.

6. Jumlah tray minimum dapat ditentukan dengan persamaan Fenske


Underwood :

Nm = log {[x / (1x)]ovhd / [x/(1x)]btms} / log

7. Reflux minimum (Rm) untuk campuran biner atau pseudobiner dapat

ditentukan dengan persamaan berikut, dimana xD = 1 dan D/F adalah

rasio laju produk overhead dan umpan :


RmD/F = 1/(1), dimana kondisi umpan berada pada bubble point,

(Rm+1)D/F = /(+1), dimana kondisi umpan berada pada dew point.

8. Dianjurkan menambahkan faktor keamanan 10 % untuk jumlah tray yang


dihitung.

9. Pompa reflux dibuat 25 % dari ukuran akhir.


10. Ukuran tray spacing yang dibuat 2024 in.
1/2
11. Efisien puncak tray adalah pada harga vapour factor FS = u (v) pada
3 1/2
range 11.2 (ft/detik)(lb/ft ) . Range FS ini menentukan diameter tower.
Kecepatan linier sekitar 2 ft/detik pada tekanan sedang dan 6 ft/detik
pada kondisi vakum.

12. Nilai optimum faktor absorbsi KremserBrown, A = K(V/L), adalah antara


1.252.

13. Pressure drop per tray sekitar 0.1 psi.

14. Efisiensi tray untuk distilasi hidrokarbon ringan dan larutan cair adalah
60 90 %; untuk proses stripping dan absorbsi gas adalah 1020 %.

15. Sieve tray memiliki ukuran diameter hole sekitar 0.255.0 in, luas hole 10 %
dari cross section aktif.

16. Valve tray memiliki ukuran diameter hole 1.5 in dan masingmasing
2
dilengkapi dengan sebuah liftable cap, 1214 cap/ft cross section aktif. Valve
tray biasanya lebih murah dari sieve tray.

17. Bubblecap tray hanya digunakan ketika ketinggian cairan yang diinginkan

harus dijaga pada rasio turndown yang rendah; dan dapat dirancang untuk

pressure drop yang lebih rendah dibandingkan dengan sieve dan valve tray.

18. Tinggi weir sekitar 2 in, panjang weir sekitar 75 % dari diameter tray,

maksimum laju liquid sekitar 8 gpm/in weir; susunan multipass digunakan

pada laju liquid yang tinggi.

19. Packing random cocok digunakan untuk tower yang memiliki diameter
kolom di bawah 3 in dan pressure drop rendah.
20. Untuk laju gas sebesar 500 cfm gunakan packing yang berukuran 1 in; untuk

laju gas sebesar 2000 cfm atau lebih gunakan packing yang berukuran 2 in.

21. Rasio diameter tower dan packing sebaiknya 15 : 1.


22. Karena faktor deformabilitas, packing yang berasal dari bahan plastik

digunakan untuk kedalaman kolom 1015 ft (unsupported), untuk logam

20 25 ft.

23. Liquid redistributor dibutuhkan untuk setiap 510 diameter tower dengan
2
pall ring atau setiap 20 ft. jumlah aliran liquid sebaiknya 35/ft dalam
tower yang memiliki diameter lebih besar dari 3 ft (beberapa ahli
2
mengatakan 9 12/ft ), dan lebih banyak untuk tower yang berdiameter
lebih kecil.

24. HETP (Height Equivalent to a Theoritical Plate) untuk untuk kontak uapcair

bernilai 1.31.8 ft untuk jenis pall ring yang berdiameter 1 in dan 2.53.0

untuk pall ring yang berdiameter 2 in.

25. Packed tower sebaiknya dipoerasikan kirakira 70 % dari laju flooding yang
diberikan oleh korelasi Sherwood, Lobo, d.l.l.

26. Reflux drum biasanya diletakkan horizontal, dengan waktu liquid holdup 5

menit.untuk fasa liquid kedua, misalnya sistem hidrokarbonair, kecepatan

linier fasa tersebut 0.5 ft/detik, dengan diameter minimal 16 in.

27. Untuk tower yang berdiameter 3 ft, tambahkan 4 ft pada bagian atas untuk

melepaskan uap dan 6 ft pada bagian bawah untuk mengatur tinggi cairan

dan umpan yang berasal dari reboiler.

28. Ukuran ketinggian tower maksimal 175 ft karena pertimbangan pondasi


dan faktor angin. Selain itu nilai L/D harus kurang dari 30.

DRIVER DAN PERALATAN RECOVERY ENERGI

1. Nilai efisiensi lebih besar didapatkan pada mesin yang berukuran lebih

besar. Efisiensi motor 8595 %; steam turbine 4278 %; gas engine dan gas

turbine 2838 %.
2. Untuk daya di bawah 100 HP, motor listrik hampir digunakan secara
terpisah/eksklusif dan dapat menggerakan alat hingga berdaya 20,000 HP.

3. Motor induksi sangat terkenal. Synchronous motor dibuat untuk kecepatan

rendah sekitar 150 rpm dan cocok digunakan untuk reciprocating

compressor yang memiliki kecepatan rendah, tetapi tidak dibuat untuk

ukuran lebih kecil dari 50 HP.

4. Steam turbine untuk daya lebih besar dari 100 HP. Kecepatannya dapat
dikontrol. Sering dioperasikan sebagai alternatifpada kasus power failure.

5. Combustion engine dan turbine dapat digunakan terbatas pada lokasi yang
terpencil.

6. Gas expander untuk recovery energi dapat dibenarkan pada kapasitas

beberapa ratus HP; sebaliknya reduksi tekanan yang dibutuhkan di dalam

proses dipengaruhi oleh throttling valve.

DRYING PADATAN

1. Range waktu pengeringan adalah beberapa detik pada spray dryer hingga

satu jam atau kurang pada rotary dryer dan beberapa jam atau beberapa

hari pada tunnel shelf atau belt dryer.

2. Continous tray dan belt dryer untuk material yang berukuran kecil (granural)

atau pellet yang berukuran 315 mm memiliki waktu pengeringan antara

10 200 menit.

3. Rotary cylindrical dryer beroperasi dengan kecepatan superficial udara sekitar 1

10 ft/detik, kadangkadang lebih dari 35 ft/detik jika materialnya kasar.

Waktu tinggal (residence time) nya sekitar 590 menit. Holdup padatannya

sekitar 78 %. Cross section 85 % untuk tujuan perancangan. Pada aliran


O
countercurrent, temperatur gas keluar sekitar 1020 C di atas padatan.
Kecepatan putar yang digunakan sekitar 4 rpm, tetapi untuk produknya
sekitar 15 rpm dengan diameter sekitar 25 ft.
4. Drum dryer untuk pasta dan slurry beroperasi dengan waktu kontak sekitar
312 detik, menghasilkan kepingan/flake dengan ketebalan 13 mm dengan
2
laju evaporasi 1530 kg/m .jam. Diameternya sekitar 1.55.0 ft; laju
rotasinya sekitar 210 rpm. Kapasitas evaporasi terbesarnya sekitar 3000
lb/jam pada aplikasi industri.
5. Pneumatic conveying dryer secara normal digunakan untuk partikel yang
berdiameter 13 mm tetapi dapat pula digunakan untuk ukuran partikel
yang berdiameter lebih dari 10 mm ketika kebanyakan uap (lembab)
berada di atas permukaan. Kecepatan udaranya 1030 m/detik. Waktu
tinggal (single pass) sekitar 0.53.0 detik, tetapi normalnya waktu tinggal
ratarata termasuk recycle sekitar di atas 60 detik. Kebutuhan udaranya
beberapa SCFM/lb produk kering/jam.
6. Fludized bed dryer beroperasi paling baik untuk ukuran partikel berdiameter

sekitar 10 mm, tetapi untuk diameter lebih dari 4 mm telah diproses.

Kecepatan gas yang dua kali kecepatan fluidisasi minimum memenuhi aturan

keamanan proses. Pada operasi kontinyu, waktu pengeringan sekitar 12

menit cukup, tetapi untuk proses pengeringan secara batch, beberapa produk

farmasi dioperasikan dengan waktu pengeringan sekitar 23 jam.

7. Spray dryer: uap (lembab) yang berada di atas permukaan dihilangkan

selama 5 detik, dan kebanyakan pengeringan selesai selama kurang dari 60

detik. Aliran paralel udara dan stock umumnya banyak digunakan.

Atomizing nozzle memiliki bukaan 0.0120.15 in dan beroperasi pada

tekanan 3004000 psi. Kecepatan putar roda atomizing spray sekitar 20,000

rpm dengan kecepatan periferal sekitar 250600 ft/detik. Untuk nozzle,

panjang rasio diameter dryer sekitar 45; dengan roda spray, rasionya 0.5

1.0. Untuk perancangan akhir, para ahli berkata, pada pilot test dalam

sebuah unit sebaiknya dibuat berdiameter 2 meter.


EVAPORATOR

1. Long tube vertical evaporator dengan sirkulasi alami maupun paksa sangat

terkenal. Diameter tubenya sekitar 1963 mm dan panjang tube sekitar 12

30 ft.

2. Pada sirkulasi paksa, kecepatan linier di dalam tube sekitar 1520 ft/detik.

3. Tingginya boiling point oleh padatan terlarut menghasilkan perbedaan 3


O
10 F antara larutan dan uap jenuh.

4. Jika kenaikan tidik didih cukup besar, jumlah evaporator yang dipasang
secara seri 46 dengan umpan diletakkan di depannya.

5. Jika kenaikan tidik didih kecil, biaya minimum diperoleh dengan


evaporator yang dipasang secara seri 810.

6. Pada backward feed, larutan yang lebih terkonsentrasi dipanaskan oleh steam

yang bertemperatur paling tinggi sehingga pemanasan permukaan

dikurangi, tetapi larutan harus dipompa diantara stage.

7. Steam yang ekonomis untuk jumlah Nstage sekitar 0.8N lb evaporasi/lb lb


steam keluaran.

8. Tekanan steam interstage dapat didorong oleh steam jet compressor dengan
efisiensi 2030 % atau dengan kompresor mesin dengan efisiensi sekitar 70

75 %.

EKSTRAKSI, LIQUID LIQUID

1. Fasa terdispersi sebaiknya berada dalam satu fasa yang memiliki laju volumetrik
yang lebih besar kecuali pada peralatan backmixing yang juga berada dalam satu
fasa tetapi memilki laju volumetrik yang lebih kecil. Karena holdup fasa kontinyu
biasanya lebih besar, maka fasa tersebut sebaiknya dibuat dari material yang
kurang berbahaya dan cukup murah.

2. Tidak ada aplikasi komersial yang diketahui dari proses refluks ke ekstraksi,
meskipun secara teori diinginkan (Treybal).
3. Pengaturan mixer-settler dibatasi hingga lima stages. Mixing terlaksana dengan
impeler yang berputar atau pompa sirkulasi. Settler didesain pada asumsi bahwa
ukuran droplet sekitar 150m diameter. Pada vessel terbuka, waktu tinggal 30-60
menit atau kecepatan supervicial sekitar 0.5-1.5 ft/min diadakan di vessel. Efisiensi
stage ekstraksi biasanya diambil 80%.

4. Spray tower meski tingginya 20-40 ft tidak dapat dianggap memiliki fungsi lebih
dari satu stages.

5. Packed tower digunakan bila 5-10 stages mencukupi. Pall ring dengan ukuran 1-
1.5 in. adalah terbaik. Loading fasa terdispersi tidak boleh melebihi 25 gal/(min)
(sqft). HETS 5-10 ft dimungkinkan. Fasa terdispersi harus didistribusikan kembali
setiap 5-7 ft. Packed tower tidak memuaskan ketika tegangan permukaan lebih dari
10 dyn/cm.

6. Sieve tray tower hanya memiliki diameter lubang 3-8 mm Kecepatan yang melalui
lubang dijaga dibawah 0.8 ft/sec untuk menghinadri pembentukan drop yang kecil.
Redispersi kedua fasa pada tiap tray dapat didisain. Tray spacing adalah 6-24 in.
Efisiensi tray ada pada rentang 20-30%.

7. Pulsed packed dan sieve tray tower dapat beroperasi pada frekuensi 90
siklus/menit dan amplitudo 6-25 mm. Pada tower dengan diameter besar, HETS
sekitar 1m telah diselidiki. Tegangan permukaan sebesar 30-40 dyn/cm tidak
memiliki efek yang merugikan.

8. Reciprocating tray tower dapat memiliki diameter lubang 9/16 in. , 50-60 area
terbuka, panjang stroke 0.75 in., 100-150 strokes/min, plate spacing biasanya 2
in.tetapi pada rentang 1-6 in. Pada tower dengan diameter 30 in., HETS adalah 20-
25 in. dan aliran keluar adalah 2000 gal/(hr)(sqft). Daya yang dibutuhkan lebih
kecil daripada yang dibutuhkan pulsed tower.
9. Rotating disk contactor atau rotary agitated tower lainnya merealisasi HETS pada
rentang 0.1-0.5 m. Efisiensi Kuhni terutama dengan cakram pelubang dari 40 %
luas permukaan bebas memiliki HETS 0.2 m dan kapasitas 50 m3/m2hr.

FILTRASI

1. Proses diklasifikasi oleh laju pembentukan cake di sebuah laboratory vacuum leaf

filter: cepat 0.110.0 cm/sec; medium, 0.110.0 cm/ min; lambat, 0.110.0 cm/hr.
2. Filtrasi secara kontinu tidak boleh dicoba jika cake dengan ketebalan 1/8 in.
tidak dapat dibentuk kurang dari 5 menit.

3. Filtrasi secara cepat terlaksana dengan belts, top feed drums, atau sentrifuge
jenis pusher.

4. Filtrasi dengan laju medium terlaksana dengan sentrifuge tipe vacuum drum
atau disks atau peeler.

5. Filtrasi sluri yang lambat ditangani dalam filter bertekanan atau sentrifuge
sedimentasi.

6. Penjelasan dengan pembentukan cake yang tidak dapat diabaikan terlaksana


dengan cartridge, drum berlapis, atau filter pasir.

7. Tes laboratorium disarankan ketika permukaan filter diharapkan melebihi

beberapa meter persegi, ketika pencucian cake yang kritis, ketika pengeringan

cake menjadi masalah, atau pelapisan mungkin diperlukan.

8. Untuk bijih dan mineral tanah yang baik, laju filtrasi rotary drum sekitar 1500
lb/(day)(sqft), pada 20 rev/hr dan 1825 in. Hg vakum.

9. Padatan kasar dan kristal dapat difiltrasi pada laju 6000 lb/(day)(sqft) pada 20
rev/hr, 26 in. Hg vakum.

FLUIDISASI PARTIKEL DENGAN GAS

1. Yang termasuk properti dari partikel yang membantu untuk melancarkan

fluidisasi : bentuk bulat atau halus, kekuatan yang cukup untuk menahan

kikisan, ukuran pada rentang diameter 50500 m, spektrum ukuran dengan

rasio terbesar dan terkecil dalam rentang 1025.

2. Katalis perengkahan adalah anggota dari kelas yang luas yang

dikarakterisasikan oleh diameter 30150 m, densitas 1.5 g/mL atau lebih,

ekspansi bed yang dapat diterima sebelum fluidisasi berlangsung, kecepatan

gelembung minimum lebih besar dari kecepatan fluidisasi, dan pelepasan

gelembung yang cepat.


3. Partikel fluidisasi secara halus lainnya dilambangkan dengan pasir kasar dan

beads kaca yang keduanya telah diteliti di kebanyakan laboratorium. Ukuran

mereka pada rentang 150500 m, densitas 1.54.0 g/mL, ekspansi bed yang

kecil, kirakira sama dengan magnitude dari kecepatan gelembung minimum

dan kecepatan fluidisasi minimum, dan juga memiliki pelepasan gelembung

yang cepat.

4. Partikel kohesif dan partikel dengan besar 1 mm atau lebih tidak terfluidisasi
dengan baik dan biasanya diproses dengan cara lain.

5. Hubungan kasar telah ditemukan antara kecepatan fluidisasi minimum,

kecepatan gelembung minimum, dan tinggi pelepasan. Lagi pula pakar

menyarankan bahwa desain sebenarnya akan berdasarkan atas kinerja pilot

plant.

6. Operasi praktis dilakukan pada kecepatan fluidisasi minimum kelipatan dua

atau lebih. Dalam reaktor, material yang keluar diperoleh kembali dengan

siklon dan dikembalikan ke proses. Pada dryers, partikel yang bagus kering

paling cepat sehingga material yang keluar tidak direcycle.

PENUKAR PANAS

1. Ambil aliran berlawanan arah yang nyata dalam shell and tube exchanger
sebagai basis.

2. Tube standar memilki OD 3/4 in. triangular spacing 1 in., dan panjang 16 ft;

shell dengan diameter 1 ft mengakomodasi 100 sqft ; diameter 2 ft, 400 sqft ;

diameter 3 ft, 1100 sqft.

3. Sisi tube untuk fluida yang menyebabkan korosi, fouling, scaling dan fluida
bertekanan tinggi.

4. Sisi shell untuk fluida yang kental dan untuk mengkondensasi fluida.

5. Pressure drop adalah 1.5 psi untuk mendidihkan dan 39 psi untuk keperluan
lain.
0 0
6. Temperatur minimum mendekati 20 F dengan pendingin normal, 10 F atau
lebih kecil dengan refrigeran.

0 0
7. Temperatur air masuk adalah 90 F, temperatur keluaran maksimum 120 F.
0
8. Koefisien pertukaran panas untuk tujuan estimasi, Btu/(hr)(sqft)( F) : air ke
cairan, 150 ; kondenser, 150 ; cairan ke cairan, 50 ; cairan ke gas, 5 ; gas ke gas,
5 ; reboiler, 200. Fluks maksimum dalam reboiler, 10,000 Btu/(hr)(sqft).

9. Doublepipe exchanger kompetitif pada kerja yang membutuhkan 100200 sqft.

10. Compact (flate and fin) exchanger memiliki 350 sqft/cuft, dan kirakira empat
kali transfer panasnya dari unit shell and tube per cuft.

11. Plate and frame exchanger cocok untuk operasi yang bersih, dan lebih murah 25
50% ddalam konstruksi baja daripada unit shell and tube.

12. Air cooler : OD tube adalah 0.751.00 in. total permukaan berfin 1520 sqft/sqft
0
permukaan terbuka, U = 80100 Btu/(hr)(sqft permukaan terbuka)( F), daya
0
masukan kipas 25 HP/(Mbtu/hr), mendekati 50 F atau lebih.
13. Fired heaters : laju radiasi, 12,000 Btu/(hr)(sqft) ; laju konveksi, 4000 ; kecepatan

minyak dingin di tube, 6 ft/sec ; mendekati transfer panas yang sama dalam dua
0
bagian ; efisiensi termal 7075% ; temperatur flue gas 250350 F diatas
0
masukan umpan ; temperatur stack gas 650950 F.

INSULASI

0
1. Sampai 650 F, kebanyakan digunakan 85% magnesia.
0
2. Sampai 16001900 F, digunakan campuran asbes dan tanah diatomik.

3. Refraktori keramik pada temperatur yang lebih tinggi.

0
4. Perlengkapan kriogenik (200 F) bekerja untuk insulasi dengan poripori
yang baik dimana akan memerangkap udara.

0
5. Ketebalan optimum bervariasi dengan temperatur : 0.5 in. pada 200 F, 1 in.
0 0
pada 400 F, 1.25 in. padaa 600 F.
6. Pada kondisi berangin (7.5 miles/hr), dibenarkan untuk menambah ketebalan
1020%.

PENCAMPURAN DAN PENGADUKAN

1. Agitasi yang ringan dicapai dengan mensirkulasikan cairan dengan impeler

pada kecepatan superfisial sebesar 0.10.2 ft/sec, dan agitasi intensif sebesar

0.7 1.0 ft/sec.

2. Intensitas dari agitasi dengan impeler dalam tangki berpenghalang diukur


oleh masukan daya, HP/1000 gal, dan kecepatan tip impeler :

Operasi HP/1000 gal Tip speed


(ft/min)

Pencampuran 0.20.5

Reaksi Homogen 0.51.5 7.510

Reaksi dengan Pertukaran 1.55.0 10.15


Panas

Campuran cairancairan 5 1520

Campuran cairangas 5.10 1520

Slurry 10

3. Proporsi relatif tangki berpengaduk terhadap diameter D : ketinggian cairan =

D; diameter impeler turbin = D/3 ; ketinggian impeler diatas dasar = D/3 ;

lebar bilah impeler = D/15 ; empat penghalang vertikal dengan lebar = D/10.

4. Balingbaling dibuat maksimum 18 in., impeler turbin sampai 9 ft.

5. Gelembung gas muncul di dasar vessel akan terjadi di agitasi ringan pada
kecepatan superfisial gas 1 ft/min, agitasi yang berat pada 4 ft/min.
6. Suspensi padatan dengan settling velocity sebesar 0.003 ft/sec dilaksanakan

baik dengan impeler turbin atau impeler balingbaling, tetapi jika settling

velocity diatas 0.15 ft/sec diperlukan agitasi intensif dengan balingbaling.

7. Daya untuk mencampurkan gas dan cairan bisa lebih kecil 2550% daripada
daya yang diperlukan untuk mencampurkan cairan saja.

8. Inline blender memadai ketika waktu kontak kedua atau dua mencukupi,
dengan masukan daya 0.10.2 HP/gal.

PEMBESARAN UKURAN PARTIKEL

1. Metode utama dari pembesaran ukuran partikel adalah : kompresi menjadi

butiran, diekstrusi (dibentuk dengan mengeluarkannya melalui lubang kecil)

melalui cetakan dilanjutkan dengan pemotongan atau pemecahan menjadi

ukuran yang diinginkan, pembutiran material cair diikuti dengan solidifikasi,

aglomerasi dibawah kondisi berputar atau bisa juga pada kondisi teraduk

dengan atau tanpa bahan pengikat.

2. Rotating drum granulator memiliki rasio panjang dan diameter 23, kecepatan

1020 rpm, sudut sebesar 100. Ukuran dikendalikan oleh kecepatan, waktu

tinggal, dan jumlah pengikat; pada umumnya berdiameter 25 mm.

3. Rotary disk granulator menghasilkan lebih banyak produk yang hampir

seragam dibanding drum granulator. Fertilizer dibuat 1.53.5 mm ; bijih besi

berdiameter 1025 mm.

4. Pemadatan bergulung dan pembriketan dilakukan dengan penggulung

berkisar dari diameter 130 mm dengan lebar 50 mm hingga diameter dengan

lebar 550 mm. Ekstrudat dibuat dengan ketebalan 110 mm dan dikurangi

hingga ukuran yang diperlukan oleh proses manapun seperti umpan mesin

pembuat tablet atau ke dryer.

5. Tablet dibuat di mesin rotary kompresor yang mengkonversikan bubuk dan

butiran menjadi seragam ukurannya. Diameter maksimum umumnya sekitar


1.5 in., tetapi ukuran khusus hingga diameter 4 in. mungkin saja. Mesin

beroperasi pada 100 rpm atau sekitar itu dan membuat hingga 10,000

tablet/min.

6. Ekstruder mebuat pelet dengan memaksa bubuk, pasta, dan lelehan melalui

cetakan dlanjutkan dengan pemotongan. Screw 8 in. memiliki kapasitas 2000

lb/hr dari plastik cair dan dapat mengekstrudat pipa tabung pada 150300

ft/min dan untuk memotong hingga sekecil pencuci pada 8000/min.

Penggiling ekstrusi ring pellet memiliki diameter lubang 1.632 mm. Laju

produksi mencakup rentang 30200 lb/(hr)(HP).

7. Prilling tower mengkonversikan material cair menjadi droplet dan

memungkinkannya untuk tersolidkan dengan mengontakkan dengan aliran

udara. Digunakan tower setinggi 60 m. Secara ekonomi proses menjadi

kompetitif dengan proses pembutiran lain ketika kapasitas mencapai 200400

ton/day. Sebagai contoh prill amonium nitrat berdiameter 1.6.5 mm pada

rentang 595%.

8. Pembutiran dengan fluidized bed dilakukan di bed yang dangkal sedalam 1224
in. pada kecepatan udara 0.12.5 m/s atau tiga kali kecepatan minimum
2
fluidisasi, dengan laju evaporasi 0.0051.0 kg/m sec. Satu produk memiliki
rentang ukuran diameter 0.72.4 mm.

PEMIPAAN

1. Kecepatan jalur dan pressure drop, dengan diameter jalur D dalam inci;

discharge pompa cairan, (5+D/3) ft/sec, 2.0 psi/100 ft; suction pompa cairan,

(1.3+D/) ft/sec, 0.4 psi/100 ft; steam atau gas, 20D ft/sec, 0.5 psi/100 ft.

2. Control valve membutuhkan setidaknya 10 psi drop untuk kontrol yang bagus.

3. Globe valve digunakan untuk gas, diperlukan kontrol dan penutup ketat
dimanapun.

4. Gate valve digunakan untuk keperluan lainnya.


5. Fitting dengan sekrup ddigunakan hanya jika ukuran 1.5 in. dan yang lebih
kecil dari itu, bisa juga dengan flange atau pengelasan.

6. Flange dan fitting dibuat peringkat 150, 300, 600, 900, 1500, atau 2500 psig.

7. Nomor schedule pipa mendekati = 1000P/S, , dimana P adalah tekanan


internal psig dan S adalah tegangan kerja yang diperbolehkan (sekitar 10,000
0
psi untuk A120 baja karbon pada 500 F). Pada umumnya schedule 40.

POMPA

1. Daya untuk memompa cairan; HP = (gpm)(psi difference)/1714)(fractional

efficiency).

2. Normal pump suction head (NPSH) dari pompa harus melebihi dari angka

tertentu, tergantung pada jenis pompa dan kondisinya, jika ingin

menghindari kerusakan. NPSH = (tekanan pada mata impelertekanan uap)/

(densitas). Rentang yang umum adalaah 420 ft.

0.5 0.75
3. Kecepatan spesifik Ns = (rpm)(gpm) /(head in ft) . Pompa mungkin rusak
jika melewati batas tertentu dari N s, dan efisiensi terbaik pada beberapa
rentang.

4. Pompa sentrifugal ; Single stage utnuk 15000 gpm, head maksimum 500 ft ;

multistage untuk 2011,000 gpm, maksimum head 5500 ft. Efisiensi adalah 45%

pada 100 gpm, 70% pada 500 gpm, 80% padaa 10,000 gpm.

5. Pompa aksial untuk 20100,000 gpm, head 50,000 ft, efisiensi 5080%.
6. Rotary pump untuk kapasitas 1-5000 gpm, 50000 ft head, efesiensi 50-80%.
7. Pompa reciprocating untuk 1010,000 gpm, head maksimum 1,000,000 ft.

Efisiensi 70% pada 10 HP, 90% pada 500 HP.

REAKTOR
1. Laju reaksi dalam setiap tahap awal harus dilaksanakan di laboratorium, dan

waktu tinggal atau space velocity dan distribusi produk pada saat yang sama

harus ditemukan dalam pilot plant.

2. Dimensi partikel katalis adalah 0.1 mm dalam fluidized bed, 1 mm dalam slurry
bed, dan 25 mm dalam fixed bed.

3. Proporsi optimum dari reaktor tangki berpengaduk adalah dengan tinggi

cairan yang setara dengan diameter tangki, tetapi pada tekanan tinggi

proporsi yang lebih ramping adalah ekonomis.

4. Masukan daya ke tangki reaksi homogen berpengaduk adalah 0.51.5


HP/1000 gal, tetapi tiga kali dari jumlah ini ketika panas akan ditransfer.

5. Sifat CSTR (Continous Stirred Tank Reactor) ideal digunakan sebagai

pendekatan ketika waktu tinggal ratarata 510 kali dari waktu yang

dibutuhkan untuk mencapai homogenitas, yang dilakukan dengan 5002000

revolusi dari pengaduk yang didisain mencukupi.

6. Reaksi batch dilakukan dalam tangki berpengaduk untuk laju produksi harian

yang kecil atau jika waktu reaksi lama atau jika beberapa kondisi seperti laju

umpan atau temperatur harus diprogram dengan suatu cara.

7. Reaksi cairan dan slurry yang relatif lambat dilakukan di tangki yang diaduk

kontinu. Empat atau lima baterai yang disusun seri adalah yang paling

ekonomis.

8. Reaktor tubular flow cocok untuk laju produksi tinggi pada waktu tinggal yang

sebentar (detik atau menit) dan dibutuhkan transfer panas yang substansial.

Kemudian digunakan konstruksi tube yang dapat disisipkan atau shell and tube.

9. Pada reaktor packed katalis butiran, distribusi waktu tinggal sering tidak lebih
baik daripada lima stage baterai CSTR.

10. Untuk konversi dibwah sekitar 95% dari kesetimbangan, performa dari lima
stage baterai CSTR mendekati plug flow.
REFRIGERASI

1. Satu ton refrigerasi adalah memindahkan 12,000 Btu/hr panas.

0
2. Pada ketinggian temperatur yang bervariasi : 050 F, garam dingin dan larutan
0 0
glikol ; 5040 F, amonia, freon, butane ; 150 50 F, ethane atau propane.

0
3. Refrigerasi terkompresi dengan kondenser 100 F memerlukan HP/ton
0 0
berikut pada berbagai ketinggian temperatur : 1.24 pada 20 F ; 1.75 pada 0 F ;
0 0
3.1 pada 40 F ; 5.2 pada 80 F.
0
4. Dibawah 80 F, diperlukan cascade dari dua atau tiga refrigeran.

5. Pada kompresi single stage, rasio kompresi dibatasi hingga 4.

6. Pada kompresi multistage, ekonomi ditingkatkan dengan flashing dan recycling


diantara stage, sehingga disebut operasi pengekonomis.

0 0
7. Refrigerasi absorpsi (amonia sampai 0 F, litium bromida hingga +45 F)
adalah ekonomis ketika buangan steam tersedia pada 12 psig atau sekitar itu.

PEMISAHAN UKURAN PARTIKEL

1. Grizzlies yang konstruksinya terdiri dari palang pararel pada jarak yang cukup

digunakan untuk memisahkan produk yang diameternya lebih besar dari 5 cm.

2. Saringan silinder yang berputar berotasi pada 1520 rpm dan dibawah

kecepatan kritis; cocok untuk penyaringan basah atau kering pada rentang 10

60 mm.

3. Penyaring datar yang bergetar atau dikocok atau dipengaruhi bola yang

melompatlompat. Penyaring cenderung bergetar pada 6007000 strokes/min

dan digunakan untuk 38 m kebawah meskipun kapasitas turun dengan

tajam dibawah 200 m. Penyaring reciprocating beroperasi dalam rentang 30

1000 strokes/min dan menangani ukuran dibawah 0.25 mm pada kecepatan

yang lebih tinggi.


4. Ayakan berputar beroperasi pada 500600 rpm dan cocok untuk rentang 12
mm hingga 50 m.

5. Pengkategorian udara dipilih untuk ukuran yang bagus karena saringan


dengan 150 mesh dan finer mudah rusak dan lambat.

6. Kategori basah kebanyakan digunakan untuk membuat dua rentang produk,

ukuran berlebih dan ukuran kurang, dengan pemisahan umumnya pada

rentang antara 28 dan 200 mesh. Kategori rake beroperasi pada sekitar 9

strokes/min dan ketika melakukan pemisahan pada 200 mesh, dan 32

strokes/min pada 28 mesh. Kandungan padatan tidak kritis, dan overflow

mungkin sebesar 220% atau lebih.

7. Hidrosiklon menangani hingga 600 cuft/min dan dapat memisahkan partikel

dalam rentang 3005 m dari suspensi terlarut. Dalam sebuah kasus, unit

berdiameter 20 in. memiliki kapasitas 1000 gpm dengan pressure drop sebesar 5

psi dan potongan antara 50150 m.

UTILITAS : SPESIFIKASI UMUM

0 0 0
1. Steam : 1530 psig, 250275 F ; 150 psig, 366 F ; 400 psig, 448 F ; 600 psig, 488
0 0
F atau dengan superheat 100150 F.
0
2. Air pendingin : Suplai pada 8090 F dari cooling tower, kembali pada 115125
0 0
F ; air laut yang kembali pada 110 F, air dengan sifat tertentu yang kembali
0
atau kondensat steam diatas 125 F.
0 0
3. Suplai udara pendingin pada 8595 F ; temperatur mendekati proses, 40 F.

4. Udara terkompresi pada 45, 150, 300, atau 450 psig.

0
5. Udara instrumen pada 45 psig, titik embun 0 F.

6. Bahan bakar : gas sebesar 1000 Btu/SCF pada 510 psig, atau hingga 25 psig
untuk beberapa tipe burner ; cairan pada 6 million Btu/barrel.

7. Fluida penukar panas : petroleum oil dibawah 600 0F, Dowtherms dibawah 750
0
0F, leburan garam dibawah 1100 0F, direct fire atau tenaga listrik diatas 450 F.
8. Tenaga listrik : 1100 HP, 220550 V ; 2002500 HP, 23004000 V.

VESSEL (DRUMS)

1. Drum adalah vessel yang relatif lebih kecil untuk menyediakan kapasitas
mendesak atau pemisahan dari fasa entrained.

2. Drum cairan biasanya horisontal.

3. Pemisah gas/cairan bentuknya vertikal.

4. Panjang/diameter yang optimum = 3, tetapi dalam rentang 2.55.0 adalah biasa.

5. Waktu untuk menahan adalah 5 menit untuk mengisi setengah penuh untuk

reflux drum, 510 menit untuk produk yang menjadi umpan untuk tower

lainnya.

6. Drum umpan dapur, 30 menit untuk setengah penuh diperbolehkan.

7. Knockout drum sebelum kompresor sebaiknya tidak boleh lebih dari 10 kali
dari volume cairan yang melaluinya untuk setiap menitnya.

8. Pemisah cairan/cairan didisain untuk settling velocity 23 in./min.

9. Kecepatan gas pada pemisah gas/cairan, V = L / V 1 ft / sec dengan k = 0.35

dengan mesh deentrainer, k = 0.1 tanpa mesh dentrainer.

10. Pemisahan entrainment dari 99% dicapai dengan ketebalan mesh pad dari 412
in. ; ketebalan 6 in. populer.

11. Untuk pad vertikal, nilai dari koefisien dari Langkah 9 dikurangi oleh faktor
2/3.

12. Performa yang bagus dapat diharapkan pada kecepatan 30100% dari hasil
perhitungan dengan k yang diberikan ; 75% populer.

13. Jarak pelepasan yang cocok adalah 618 in. sebelum pad dan 12 in. diatas pad.
14. Siklon separator dapat didisain untuk pengumpulan 95% partikel berukuran

5 m, tetapi biasanya hanya droplet yang lebih besar dari 50 m yang perlu
dipisahkan.

VESSEL (BERTEKANAN)

1. Temperatur disain antara 20 0F dan 650 0F adalah diatas temperatur operasi ;

margin aman yang lebih tinggi digunakan diluar rentang temperatur yang

diberikan.

2. Tekanan disain adalah 10% atau 1025 psi melebihi tekanan operasi

maksimum, yang mana lebih besar. Tekanan operasi maksimum, pada

gilirannya, diambil sebesar 25 psi diatas operasi normal.

0
3. Tekanan disain dari vessel yang beroperasi pada 010 psig dan 6001000 F
adalah 40 psig.

4. Untuk operasi vakum, tekanan disain adalah 15 psig dan vakum penuh.

5. Ketebalan minimum dinding untuk ketegaran : 0.25 in. untuk diameter 42 in.

dan dibawahnya, 0.32 in. untuk diameter 4260 in., dan 0.38 in. untuk

diameter lebih dari 60 in.

6. Korosi yang diperbolehkan 0.35 in. untuk kondisi korosi yang diketahui, 0.15
untuk aliran nonkorosif, dan 0.006 in. untuk steam drum dan penerima udara.

7. Tegangan kerja yang diperbolehkan adalah seperempat dari kekuatan ultimate


dari material.

8. Tegangan maksimal yang diperbolehkan bergantung dengan tajam terhadap


temperatur.

0
Temperature ( F) 20650 750 850 1000
Low alloy steel SA203 18,750 15,650 9550 2500
(psi)

Type 302 stainless steel 18,750 18,750 15,900 6250

VESSEL (TANGKI PENYIMPANAN)

1. Untuk yang kurang dari 1000 gal, gunakan tangki vertikal dengan kakikaki.

2. Antara 1000 dan 10,000 gal, gunakan tangki horisontal dengan support beton.

3. Diatas 10,000 gal, gunakan tangki vertikal dengan pondasi beton.

4. Cairan mengacu ke breathing losses dapat disimpan dalam tangki dengan atap
mengapung atau mengembang untuk konservasi.

5. Freeboard adalah 15% dibawah kapasitas 500 gal dan 10% diatas kapasitas 500
gal.

6. Kapasitas tiga puluh hari sering dispesifikasi untuk bahan mentah dan produk,

tetapi tergantung pada jadwal perlengkapan transportasi penghubung.

7. Kapasitas tanki penyimpanan paling tidak 1.5 kali dari ukuran dari

perlengkapan transportasi penghubung ; sebagai contoh, truk tangki 7500 gal,

34,500 gal mobil tangki, dan kapasitas tongkang dan tanker yang tidak

terbatas secara virtual.