Anda di halaman 1dari 6

KARAKTERISTIK BATUAN RESERVOIR

Karakteristik formasi merupakan faktor yang tidak bisa diubah, sehingga tidak dapat
dikontrol. Batuan formasi mempunyai sifat-sifat atau karakteristik yang secara umum
dikelompokkan menjadi dua, yaitu sifat fisik batuan dan sifat mekanik batuan. Sifat-sifat fisik
batuan meliputi : porositas, saturasi, permeabilitas serta kompressibilitas, sedangkan sifat-
sifat mekanik batuan meliputi : strength (kekuatan) batuan, hardness (kekerasan) batuan,
abrasivitas, elastisitas dan tekanan batuan.
Reservoir adalah formasi batuan porous dan permeable di bawah tanah yang
mengandung akumulasi minyak dan gas bumi. Cara terdapatnya minyak bumi di bawah
permukaan haruslah memenuhi beberapa syarat. Ada 3 (tiga) unsur pembentuk suatu
reservoir minyak bumi, yaitu :
1. Batuan reservoir, sebagai wadah yang diisi dan dijenuhi oleh minyak dan gas bumi.
Biasanya batuan reservoir berupa lapisan batuan yang berongga-rongga ataupun berpori-pori.
2. Lapisan penutup (cap rock), yaitu suatu lapisan yang tidak permeable terdapat di atas suatu
reservoir dan menghalang-halangi minyak dan gas bumi yang akan keluar dari reservoir.
3. Perangkap reservoir (reservoir trap), merupakan suatu unsur pembentuk yang bentuknya
sedemikian rupa sehingga lapisan beserta penutupnya merupakan bentuk konkav ke bawah
dan menyebabkan minyak dan gas bumi berada dibagian teratas reservoir.

1. KOMPOSISI KIMIA BATUAN RESERVOIR

Batuan adalah kumpulan dari mineral-mineral, sedangkan suatu mineral dibentuk dari
beberapa ikatan komposisi kimia. Banyak sedikitnya suatu komposisi kimia akan membentuk
suatu jenis mineral tertentu dan akan menentukan macam batuan.
Batuan reservoir umumnya terdiri dari batuan sedimen, yang berupa batupasir, batuan
karbonat dan shale atau kadang-kadang vulkanik.
BATUPASIR
Menurut Pettijohn, batupasir dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : Orthoquarzites,
Graywacke dan arkose.
a. Orthoquarzites, merupakan jenis batuan sedimen yang terbentuk dari proses
yang menghasilkan unsure silica yang tinggi, dengan tidak mengalami metamorfosa
dan pemadatan, terutama terdiri atas mineral kwarsa (quartz) dan mineral lainnya
yang stabil. Material pengikatnya (semen) terutama terdiri atas carbonate dan silica.
b. Graywacke, merupakan jenis batupasir yang tersusun dari unsur-unsur mineral
yang berbutir besar, terutama kwarsa dan feldspar serta fragmen-fragmen
batuan. Material pengikatnya adalah clay dan carbonate.
c. Arkose, merupakan jenis batupasir yang biasanya tersusun dari quartz sebagai
mineral yang dominan, meskipun seringkali mineral arkose feldspar jumlahnya lebih
banyak dari quartz.
BATUAN KARBONAT
Terdiri atas limestone, dolomite.
a. Limestone, adalah kelompok batuan yang mengandung paling sedikit 80% calcium
carbonate atau magnesium. Fraksi penyusunnya terutama oleh calcite.
b. Dolomite, adalah jenis batuan yang merupakan variasi dari limestone yang mengandung
unsure karbonat lebih besar dari 50%. Komposisi kimia dolomite hampir mirip dengan
limestone, kecuali unsure MgO merupakan unsur yang penting dan jumlahnya cukup besar.

BATUAN SHALE
Pada umumnya unsur penyusun shale ini terdiri dari lebih kurang 58% silicon dioxide
(SiO2), 15% aluminium oxide (Al2O3), 6% iron oxide (FeO) dan Fe 2O3, 2% magnesium oxide
(MgO), 3% calcium oxide (CaO), 3% potassium oxide (K2O), 1% sodium oxide (Na2O) dan
5% air (H2O). sisanya adalah metal oxide dan anion.

2. SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR

1. POROSITAS
Porositas () merupakan perbandingan antara ruang kosong (pori-pori) dalam batuan dengan
volume total batuan yang diekspresikan di dalam persen

atau

dimana : Vp = volume ruang pori-pori batuan


Vb = volume batuan total (bulk volume)
Vg = volume padatan batuan total (grain volume)
= porositas batuan
Porositas batuan reservoir dapat diklasifikasikan menjadi dua :
a. Porositas absolute, yang merupakan persen volume pori-pori total terhadap volume batuan
total.
b. Porositas efektif, yang merupakan persen volume pori-pori yang saling berhubungan terhadap
volume batuan total.

Selain itu, menurut terjadinya, porositas dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
a. Porositas primer, merupakan porositas yang terbentuk pada waktu batuan sediment
diendapkan.
b. Porositas sekunder, merupakan porositas batuan yang terbentuk sesudah batuan sediment
terendapkan.

2. WETTABILITAS
Wettabilitas didefinisikan sebagai suatu kecenderungan dari adanya fluida lain yang
tidak saling mencampur. Apabila dua fluida bersinggungan dengan benda padat, maka salah
satu fluida akan bersifat membasahi permukaan benda padat tersebut, hal ini disebabkan
adanya gaya adhesi. Dalam system minyak-air, benda padat, gaya adhesi AT yang
menimbulkan sifat air membasahi benda padat adalah :

dimana ;
so = tegangan permukaan minyak-benda padat, dyne/cm
sw = tegangan permukaan air-benda padat, dyne/cm
wo = tegangan permukaan minyak-air, dyne/cm
qwo = sudut kontak minyak-air.
Suatu cairan yang dikatakan membasahi zat padat jika tegangan adhesinya positif (q <
90o), yang berarti batuan bersifat water wet, sedangkan bila air tidak membasahi zat padat
maka tegangan adhesinya negative (q > 90o), berarti batuan bersifat oil wet.
Pada umumnya, reservoir bersifat water wet, sehingga air cenderung untuk melekat pada
permukaan batuan, sedangkan minyak akan terletak diantara fasa air.

3. TEKANAN KAPILER
Tekanan kapiler (pc) didefinisikan sebagai perbedaan tekanan yang ada antara
permukaan dua fluida yang tidak tercampur (cairan-cairan atau cairan-gas) sebagai akibat
dari terjadinya pertemuan permukaan yang memisahkan mereka.Perbedaan tekanan dua
fluida ini adalah perbedaan tekanan antara fluida non wetting fasa (Pnw) dengan fluida
wetting fasa (Pw) atau :
Pc = Pnw - Pw
Di reservoir biasanya air sebagai fasa yang membasahi (wetting fasa), sedangkan
minyak dan gas sebagai non-wetting fasa atau tidak membasahi.
Tekanan kapiler dalam batuan berpori tergantung pada ukuran pori-pori dan macam
fluidanya. Secara kuantitatif dapat dinyatakan dalam hubungan :

dimana :
Pc = tekanan kapiler
= tegangan permukaan antara
dua fluida
cos q = sudut kontak permukaan
antara dua fluida
r = jari-jari lengkung pori-pori
= perbedaan densitas dua fluida
g = percepatan gravitasi
h = tinggi kolom
Tekanan kapiler mempunyai pengaruh yang penting dalam reservoir minyak maupun gas,
yaitu :
Mengontrol distribusi saturasi di dalam reservoir
Merupakan mekanisme pendorong minyak dan gas untuk bergerak atau mengalir melalui pori-
pori reservoir dalam arah vertical.

4. SATURASI
Saturasi fluida didefinisikan sebagai perbandingan antara volume pori-pori batuan
yang ditempati oleh fluida tertentu dengan volume pori-pori total pada suatu batuan
berpori. Saturasi dapat dinyatakan dalam persamaan dibawah ini :
a. Saturasi minyak (So) adalah :
b. Saturasi air (Sg) adalah :

c. Saturasi gas (Sg) adalah

Jika pori-pori diisi oleh gas-minyak-air, maka berlaku hubungan :


Sg + So + Sw = 1
Jika diisi oleh minyak dan air saja, maka :
So + Sw = 1

5. PERMEABILITAS
Permeabilitas didefinisikan sebagai suatu bilangan yang menunjukkan kemampuan
dari suatu batuan untuk mengalirkan fluida. Teori tersebut dikembangkan oleh Henry Darcy.
Darcy mengungkapkan bahwa kecepatan alir melewati suatu media yang porous berbanding
lurus dengan penurunan tekanan per unit panjang, dan berbanding terbalik terhadap viskositas
fluida yang mengalir.
Persamaan permeabilitas :

dimana :
V = kecepatan aliran, cm/sec
= viskositas fluida yang mengalir, cp
dP/dL= penurunan tekanan per unit panjang, atm/cm
k = permeabilitas, darcy

6. KOMPRESSIBILITAS
Menurut Geertsma, terdapat tiga macam kompressibilitas pada batuan yaitu :
a. Kompressibilitas matriks batuan, yaitu fraksional perubahan volume dari material padatan
batuan (grain) terhadap satuan perubahan tekanan.
b. Kompressibilitas batuan keseluruhan, yaitu fraksional perubahan volume dari volume batuan
terhadap satuan perubahan tekanan.
c. Kompressibilitas pori-pori batuan, yaitu fraksional perubahan volume pori-pori batuan
terhadap satuan perubahan tekanan.
Batuan yang berada pada kedalaman tertentu akan mengalami dua macam tekanan,
yaitu ;
Internal stress yang berasal dari desakan fluida yang terkandung di dalam pori-pori
batuan (tekanan hidrostatik fluida formasi)
External stress yang berasal dari pembebanan batuan yang ada di atasnya (tekanan
overburden)