Anda di halaman 1dari 1

Cara Membuat Kesimpulan Perkara Perdata

Dalam hukum Perdata siapa yang meneguhkan suatu hak maka ia harus membuktikan
bahwa ia memang berhak. untuk meneguhkan hak ini didalam Negara kita maka harus melalui
pengadilan, seseorang yang merasa dirugikan atau terlanggar haknya oleh orang lain tidak bisa
mengambil hak atau barangnya yang berada ditangan orang lain tersebut dengan cara main
hakim sendiri (eigen richting), disinilah peranan dari pengadilan memutuskan para pihak yang
berperkara. didalam praktek perkara terbagi dua yaitu : sengketa dan permohonan. sengketa
diputus dengan Vonis Hakim sedangkan Permohonan diputus dengan Penetapan
Hakim/Pengadilan.

Setelah melalui tahapan gugatan, jawaban, replik, duplik, bukti, maka sebelum sampai
kepada putusan hakim/vonis maka para pihak yang bersengkata diharapkan membuat
KESIMPULAN selama proses perkara berlangsung.

Dalam membuat kesimpulan harus dijelaskan secara rinci dan transparan fakta-fakta
selama persidangan terutama hal yang menguntungkan para pihak sendiri. isi kesimpulan
antara lain :

1. Cover kesimpulan, berisi :


a. alamat, tanggal, bulan, tahun yang terletak dipojok atas kiri/kanan
b. Hal : Kesimpulan Pengugat/Tergugat dalam Perkara Perdata No.......
c. Ditujukan Kepada : YTH. Ketua dan Majelis Hakim Perkara No........ di .......
2. Sama dengan diatas, ditambah :
a. Kedudukan para pihak, pihak penggugat dan tergugat
b. Kesimpulan jawab-menjawab, disini diuraikan seluruh proses jawab menjawab
c. Kesimpulan Bukti-Bukti, jelaskan satu persatu dari mulai bukti tulisan, saksi-saksi, dsb.
d. kesimpulan akhir, yaitu berisi pendapat penggugat terhadap dalil gugatannya atau
tergugat berisi bantahan tergugat telah terbukti, dansebagainya.
e. penutup yaitu berisi permintaan Pengugat supaya gugatan dikabulkan atau Tergugat
meminta gugatan Penggugat dibatalkan atau setidak-tidaknya tidak diterima hakim,
kemudian tanda tangan dari pihak yang membuat kesimpulan.