Anda di halaman 1dari 18

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii

DAFTAR ISI............................................................................................................1

BAB I.......................................................................................................................2

PENDAHULUAN...................................................................................................2

A. Latar Belakang.................................................................................................2

B. Rumusan Masalah............................................................................................3

C. Tujuan..............................................................................................................3

D. Manfaat............................................................................................................3

BAB II......................................................................................................................5

PEMBAHASAN......................................................................................................5

A. POSISI NEGARA JEPANG DALAM KAWASAN........................................5

B. PENGARUH POSISI NEGARA JEPANG TERHADAP KEBIJAKAN DI


BIDANG EKONOMI.....................................................................................7

C. PENGARUH POSISI NEGARA JEPANG TERHADAP KEBIJAKAN DI


BIDANG POLITIK......................................................................................10

D. PENGARUH POSISI NEGARA JEPANG TERHADAP KEBIJAKAN DI


BIDANG SOSIAL BUDAYA...................................................................14

BAB III..................................................................................................................15

PENUTUP..............................................................................................................15

A. KESIMPULAN.............................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................16

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 1


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Jepang merupakan negara kepulauan yang terletak di kawasan Asia
Timur, tepatnya di sebelah Timur daratan Semenanjung Korea. Secara
astronomis, Jepang berada antara 30LU - 46LU dan 128BT - 179BT. Luas
negara ini sekitar 377.837 km dengan jumlah penduduk mencapai
127.333.000 jiwa. Berdasarkan kedua indikator tersebut, rata-rata kepadatan
penduduk Jepang sekitar 323 jiwa/ km. Sebagai negara kepulauan, Jepang
memiliki beberapa pulau besar sebagai pulau utama, yaitu Honshu (pulau
terluas sekaligus letak ibukota Jepang, Tokyo), Hokkaido, Kyushu, dan
Shikoku. Selain itu, terdapat lebih dari 3.000 pulau kecil yang mengelilinginya.
Negara Jepang adalah merupakan salah satu negara maju yang berada
didalam kawasan Asia Timur selain negara Korea Selatan, Cina, dan
Hongkong. Sebagai bagian dari negara yang termasuk didalam kawasan Asia
Timur yang terkenal dengan negara-negaranya yang sukses didalam
memajukan perkembangan dalam segala aspek negara, Jepang juga memiliki
kekuatan yang cukup besar di bidang perkembangan dalam aspek ekonomi dan
juga politik didalam negaranya.
Negara Jepang yang menganut sistim pemerintahan demokratis dan
menghormati dominasi kekuasaan sipil serta memiliki kemampuan ilmu
pengetahuan barat. Produk jepang tersebar tersebar dan dikenal hampir
diseluruh pelosok dunia.Banyak bangsa mengagumi keberhasilan jepang
,karena sebagai bangsa yang kalah perang ,di perang dunia ke II ternyata
mampu dalam waktu yang relatip singkattelah mampu berbenah diri dan
bekerja keras membangun negaranya kembali dari reruntuhan akibat
perang.Bangsa Jepang juga dikenal dengan keberhasilanya yang dapat
memadukan tradisi dengan perkembangan tekhnelogi modren, dan tetap
mempertahankan semangat ,etos kerja dan disiplin yang luar biasa, tentu ada
faktor budaya,sosial dan politik yang membuat mereka mampu menggerakkan

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 2


seluruh kekuatan bangsa untuk bekerja dengan cepat membangun kembali
negaranya.
Setelah berkembang menjadi negara ekonomi maju , Jepang merasa
dirinya berhak ikut aktif berperan berperan dalam percaturan politik dunia
bersama dengan negara maju lainya. Oleh karena itu dalam makalah ini akan
membahas tentang Pengaruh Arti Penting Posisi Negara Jepang di Mata Dunia
Dalam Hal Kebijakan Di Bidang Ekonomi,Politik,Sosial Dan Budaya.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana posisi Jepang di dalam Kawasan

2. Bagaimana pengaruh posisi negara Jepang terhadap kebijakan dibidang


ekonomi ?

3. Bagaimana pengaruh posisi negara Jepang terhadap kebijakanya dibidang


politik ?

4. Bagaimana pengaruh posisi negara Jepang terhadap kebijakanya dibidang


sosial dan budaya ?

C. Tujuan

1. Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan dari kajian


regional negara Jepang di kawasan Asia Timur dan Dunia.

2. Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh posisi negara Jepang terhadap


kebijakan dibidang ekonomi.

3. Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh posisi negara Jepang terhadap


kebijakan dibidang politik.

4. Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh posisi negara Jepang terhadap


kebijakan dibidang sosial dan budaya.

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 3


D. Manfaat

1. Manfaat Teoritis

Memberikan sumbangan atau tambahan ilmu pengetahuan dalam kawasan


negara maju khususnya di Jepang.

2. Manfaat Praktis

Bagi penulis, dapat menambah pengetahuan Kawasan Negara


Maju.

Bagi pembaca, dapat dijadikan sebagai referensi mata kuliah yang


berkaitan dengan kawasan negara Maju khususnya Negara Jepang.

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 4


Makalah Geografi Regional Negara Maju | 5
BAB II

PEMBAHASAN

A. POSISI NEGARA JEPANG DALAM KAWASAN


Posisi Jepang di Asia Timur sangat diperhitungkan, baik dari segi
ekonomi, politik maupun keamanan. Sejak meletusnya perang dunia II, Jepang
telah menjadi bangsa imperialis dan pernah menduduki negara-negara
disekitarnya seperti China, Taiwan, Korea Utara dan Korea Selatan. Tetapi
kejayaan Jepang tidak bertahan lama, setelah peristiwa penyerbuan pangkalan
militer AS di Pearl Harbor oleh tentara Jepang secara tidak langsung Jepang
telah membangunkan raksasa yang sedang tertidur. Pada tanggal 6 dan 9
Agustus kota terbesar di Jepang (Nagasaki dan Hiroshima) di jatuhi bom atom
yang sangat dahsyat oleh pihak sekutu sebagai balasan atas penyerbuan
Jepang di Pearl Harbor. Peristiwa bom atom tersebut telah menyadarkan
Jepang bahwa ambisi untuk menjadi bangsa imperialis (penjajah) harus
dihentikan karena banyak kerugian yang mereka tanggung, mulai dari
anggaran militer yang besar sampai kepada jatuhnya korban sipil. Peristiwa
Nagasaki dan Hiroshima juga menandakan berakhirnya era perang dunia ke II
yang menyisakan banyak memori mengerikan yang terjadi di dalamnya.

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 6


Peta Negara Jepang
Setelah peristiwa bom atom Nagasaki dan Hiroshima, Jepang telah
mengumumkan menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Sebagai bentuk
penyerahan tersebut, maka pihak sekutu yang dipimpin oleh AS membentuk
perjanjian damai antara Jepang dengan AS yang dikenal dengan perjanjian San
Francisco. Perjanjian ini merupakan langkah baru Jepang untuk menjadi
bangsa yang lepas dari kekuasaan otoritarian dibawah kekaisaran Jepang.
Sejak saat itu, Jepang telah menerapkan sistem pemerintahan demokrasi
dengan kepala pemerintahan dipimpin oleh Perdana Menteri.
Kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi yang berlangsung dalam
kurun waktu yang cukup panjang di dunia umumnya dan di kawasan Asia-
Pasifik pada khususnya tidak bisa lepas dari usaha-usaha, pengaruh, serta
tindakan negara-negara besar (Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang)
dalam menjamin terpeliharanya sistem peronomian di dunia, khususnya di
kawasan Asia-Pasifik sendiri keberadaan suatu negara yang sangat dominan
berpengaruh dalam perkembangan perekonomian di kawasan tersebut. Di
kawasan tersebut Jepanglah yang menjadi Pedoman negara kawasan Asia-
Pasifik dalam pembangunan berkelanjutan di Kawasan tersebut.
Sementara dalam era globalisasi ini, aliran modal ke seluruh penjuru
dunia tak dapat dihalangi-halangi lagi. Aliran dana ke seluruh penjuru dunia
menggerakkan negara-negara, seperti Jepang, Korea Selatan, China, dan India.
Perekonomian Jepang adalah yang terbesar kedua di dunia ekonomi, setelah
Amerika Serikat di sekitar US $ 4,5 triliun dari segi nominal PDB dan ketiga
setelah Amerika Serikat dan Cina ketika disesuaikan untuk paritas daya beli.
Para pekerja dari Jepang peringkat 18 di dunia dalam PDB per jam bekerja
pada 2006. Ekonomi Jepang sangat efisien, sangat diversifikasi, dan sangat
kompetitif, menjadi peringkat 19. Di antara 111 negara pada produktivitas.
Jepang juga memiliki tenaga kerja berpendidikan tinggi dan tingkat tabungan
dan investasi tinggi.

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 7


B. PENGARUH POSISI NEGARA JEPANG TERHADAP KEBIJAKAN DI
BIDANG EKONOMI
Di bidang perekonomian, Jepang banyak memegang peran penting,
pendapatan perkapitanya yang tinggi (mencapai 31.410 US dollar) serta
kestabilan mata uangnya mengantarkan Jepang sebagai salah satu negara maju
di kawasan Asia. Di percaturan dunia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan
mendapat julukan Macan Asia karena kemampuan negara - negara tersebut
dalam memperkukuh pengaruh perekonomiannya di kawasan Asia.
Sementara berdasarkan sejarah Jepang yang dimulai saat Sejak
periode Meiji (1868-1912), Jepang mulai menganut ekonomi pasar bebas dan
mengadopsi kapitalisme model Inggris dan Amerika Serikat.. Lebih dari 3.000
orang Eropa dan Amerika didatangkan sebagai tenaga pengajar di Jepang.
Pada awal periode Meiji, pemerintah membangun jalan kereta api, jalan raya,
dan memulai reformasi kepemilikan tanah. Pemerintah membangun pabrik
dan galangan kapal untuk dijual kepada swasta dengan harga murah. Sebagian
dari perusahaan yang didirikan pada periode Meiji berkembang menjadi
zaibatsu, dan beberapa di antaranya masih beroperasi hingga kini.
Pertumbuhan ekonomi riil dari tahun 1960-an hingga 1980-an sering
disebut "keajaiban ekonomi Jepang", yakni rata-rata 10% pada tahun 1960-an,
5% pada tahun 1970-an, dan 4% pada tahun 1980-an. Dekade 1980-an
merupakan masa keemasan ekspor otomotif dan barang elektronik ke Eropa
dan Amerika Serikat sehingga terjadi surplus neraca perdagangan yang
mengakibatkan konflik perdagangan.
Jepang adalah perekonomian terbesar nomor dua di dunia setelah
Amerika Serikat,dengan PDB nominal sekitar AS$4,5 triliun dan
perekonomian terbesar ke-3 di dunia setelah AS dan Republik Rakyat Cina
dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Industri utama Jepang adalah
sektor perbankan, asuransi, realestat, bisnis eceran, transportasi,
telekomunikasi, dan konstruksi. Jepang memiliki industri berteknologi tinggi
di bidang otomotif, elektronik, mesin perkakas, baja dan logam non-besi,

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 8


perkapalan, industri kimia, tekstil, dan pengolahan makanan. Sebesar tiga
perempat dari produk domestik bruto Jepang berasal dari sektor jasa.
Hingga tahun 2001, jumlah angkatan kerja Jepang mencapai 67 juta
orang. Tingkat pengangguran di Jepang sekitar 4%. Pada tahun 2007, Jepang
menempati urutan ke-19 dalam produktivitas tenaga kerja.Menurut indeks Big
Mac, tenaga kerja di Jepang mendapat upah per jam terbesar di dunia. Toyota
Motor, Mitsubishi UFJ Financial, Nintendo, NTT DoCoMo, Nippon Telegraph
& Telephone, Canon, Matsushita Electric Industrial, Honda, Mitsubishi
Corporation, dan Sumitomo Mitsui Financial adalah 10 besar perusahaan
Jepang pada tahun 2008.Sejumlah 326 perusahaan Jepang masuk ke dalam
daftar Forbes Global 2000 atau 16,3% dari 2000 perusahaan publik terbesar di
dunia (data tahun 2006). Bursa Saham Tokyo memiliki total kapitalisasi pasar
terbesar nomor dua di dunia. Indeks dari 225 saham perusahaan besar yang
diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo disebut Nikkei 225.
Dalam Indeks Kemudahan Berbisnis, Jepang menempati peringkat ke-
12, dan termasuk salah satu negara maju dengan birokrasi paling sederhana.
Kapitalisme model Jepang memiliki sejumlah ciri khas. Keiretsu adalah grup
usaha yang beranggotakan perusahaan yang saling memiliki kerja sama bisnis
dan kepemilikan saham. Negosiasi upah (shunt) berikut perbaikan kondisi
kerja antara manajemen dan serikat buruh dilakukan setiap awal musim semi.
Budaya bisnis Jepang mengenal konsep-konsep lokal, seperti Sistem Nenk,
nemawashi, salaryman, dan office lady. Perusahaan di Jepang mengenal
kenaikan pangkat berdasarkan senioritas dan jaminan pekerjaan seumur hidup.
Jepang adalah negara pengimpor hasil laut terbesar di dunia (senilai
AS$ 14 miliar). Jepang berada di peringkat ke-6 setelah RRC, Peru, Amerika
Serikat, Indonesia, dan Chili, dengan total tangkapan ikan yang terus menurun
sejak 1996. Pertanian adalah sektor industri andalan hingga beberapa tahun
seusai Perang Dunia II. Menurut sensus tahun 1950, sekitar 50% angkatan
kerja berada di bidang pertanian. Sepanjang "masa keajaiban ekonomi
Jepang", angkatan kerja di bidang pertanian terus menyusut hingga sekitar
4,1% pada tahun 2008. Pada Februari 2007 terdapat 1.813.000 keluarga petani

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 9


komersial, namun di antaranya hanya kurang dari 21,2% atau 387.000
keluarga petani pengusaha.
Sedangkan Keunggulan perekonomian Negara Jepang diberbagai
bidang antara lain sebagai berikut :
- Keunggulan Di Bidang Pertanian
Daratan Jepang banyak terdapat gunung dan pegunungan, sehingga
topografinya relatif kasar. Kondisi ini menyebabkan Jepang memiliki luas
wilayah pertanian yang tidak begitu luas, yaitu hanya 16% dari seluruh
wilayah daratannya. Akan tetapi, meskipun luas wilayah pertaniannya relatif
sempit, Jepang ternyata mampu menghasilkan produk pertanian yang
berkualitas. Hal ini dipengaruhi oleh kesuburan tanah dan kemampuan sumber
daya manusia dalam mengolah dan berinovasi di bidang pertanian, terutama
dalam pemanfaatan teknologi dalam menciptakan varietas - varietas baru
unggulan, pupuk, alat - alat pertanian dan obat - obatan. Hasil - hasil pertanian
Jepang antara lain padi, kentang, jagung, sayur - sayuran, teh, jeruk, dan apel.
- Keunggualan Di Bidang Perikanan dan Peternakan
Ikan merupakan bahan makanan kegemaran mayoritas penduduk
Jepang. Oleh karena itulah pemenuhan akan konsumsi ikan terutama ikan laut
di Jepang sangat tinggi. Hal ini didukung oleh adanya pertemuan arus hangat
dan arus dingin (Kurosyiwo dan Oyasyiwo) di perairan Jepang yang kaya
akan ikan. Hasil - hasil perikanan Jepang meliputi ikan salmon, makarel, tuna,
hiu, haring, dan paus. Kesemuanya itu sebagian dikonsumsi langsung dan
sebagian lagi diolah sebagai makanan kaleng. Adapun peternakan yang
banyak berkembang di Jepang adalah peternakan babi, ayam, dan sapi.
- Keunggulan Di Bidang Industri
Jepang merupakan negara industri besar. Bahkan saat ini Jepang
menduduki peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara industri
besar di dunia. Produk industri Jepang telah tersebar ke berbagai pelosok
dunia. Produk - produk tersebut meliputi produk permainan, barang
elektronik, mobil/otomotif, obat - obatan/bahan kimia, tekstil, bahan makanan
olahan, semen, kertas dan barang cetakan, kamera, dan alat transportasi.
Bahkan, saat ini hasil industri otomotif Jepang merupakan hasil industri

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 10


otomotif terbesar dunia. Hasil pembangunan negara Jepang di bidang industri
ini sangat luar biasa, mengingat Jepang miskin sumber bahan mineral,
sehingga sebagian besar bahan baku industri tersebut diimpor dari negara lain,
termasuk dari Indonesia.

C. PENGARUH POSISI NEGARA JEPANG TERHADAP KEBIJAKAN DI


BIDANG POLITIK
a. Politik Dalam Negri
Eksistensi Partai sangat berpengaruh pada sistem politik Jepang pada
masa sekarang. Saat ini terjadi perubahan politik dan pergeseran kekuasaan di
Jepang. Sekarang ini, Partai Demokrat Liberal (LDP) tidak lagi mendominasi
politik Jepang. Dalam sistem politik Jepang, UU yang dibuat pemerintah harus
mendapat persetujuan dari Majelis Tinggi dan Majelis Rendah. Jika RUU
yang diajukan pemerintah ditolak Majelis Tinggi, RUU itu harus dikembalikan
lagi ke Majelis Rendah untuk dibahas lagi dan diputuskan.
Perubahan mendasar dalam sistem pemerintahan Jepang adalah tatkala
dibentuk pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Dengan adanya
desakan pembentukan konstitusi, maka model pemerintahan yang
menempatkan personal yang berjasa sebagai pejabat tinggi negara, dihapuskan
dan diganti dengan sistem pemilihan yang modern dan demokratis sehingga
sistem pemerintahan jepang yaitu Monarki Konstitusional. Pada masa sebelum
perang, diangkatnya seseorang menjadi shogun atau terbangunnya sebuah
shogunat baru terjadi karena faktor kemenangan dalam peperangan antara
pihak shogunat lama dengan oposisinya. Sebaliknya, pemerintahan kekaisaran
berganti secara turun temurun dengan mempertahankan silsilah dan garis
keturunan kekaisaran.Dengan adanya konstitusi, maka pemerintahan akan
dikendalikan secara demokratis, dan pemilihan pejabat pemerintahan tidak
lagi berdasarkan azas kekeluargaan dan atau akibat peperangan, tetapi
diselenggarakan secara konstitusional.
Konstitusi Jepang diberlakukan pada 3 Mei 1947, yang memuat
delapan pasal pokok tentang kekaisaran, penolakan terhadap peperangan, hak
dan kewajiban rakyat, lembaga legislatif negara, kabinet, pengadilan,
keuangan, dan pemerintah lokal. Dengan terbentuknya konstitusi Jepang,

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 11


model pemerintahan yang dipilih selanjutnya adalah Monarki konstitusional.
Dalam model ini, kaisar adalah simbol negara dan pemersatu negara. Kaisar
tidak memiliki kekuasaan yang berkaitan dengan pemerintahan, dan semua
kegiatan kaisar adalah resmi dan merupakan seremonial yang memerlukan
masukan dan nasehat dari parlemen. Selain itu, kaisar juga berperan sebagai
duta diplomatik. Kaisar pertama di bawah sistem monarki konstitusi adalah
Kaisar Akihito yang merupakan Kaisar ke-125 dan masih memegang tahta
pada saat ini.
Berdasarkan konstitusi Jepang, Parlemen atau kokkai adalah lembaga
tertinggi negara dan lembaga yang berhak mengeluarkan kebijakan dan
perundangan. Parlemen Jepang mengadopsi sistem parlemen dua kamar
(bicameral) yang diterapkan di Inggris. Ada dua badan dalam Kokkai yaitu,
Shugiin atau House of Representative (Majelis Rendah) dan Sangi in atau
House of Councillors.
Majelis Rendah terdiri dari 480 anggota yang memiliki masa jabatan 4
tahun dan langsung dipilih oleh rakyat. Masa 4 tahun tidaklah mutlak karena
dapat dibubarkan oleh PM dengan mosi tidak percaya. Pemilih yang berhak
memilih adalah warganegara Jepang yang berusia 20 tahun, dan yang berhak
dipilih adalah warganegara berusia 25 tahun, dengan persyaratan memiliki
deposito sebesar 300 juta untuk calon tunggal di sebuah distrik atau yang
dikenal sebagai shousenkyoku atau single-seat electoral district, dan 600 juta
yen untuk calon yang berasal dari daerah pemilihan yang dikenal sebagai
hireiku atau proportional representation constituency. Adapun tugas dan
wewenang Majelis Rendah adalah : mengajukan usulan kebijakan, berperan
dalam pemilihan PM, menetapkan anggaran keuangan, menerima
pengunduran diri kabinet (PM dan menteri), dan masalah ratifikasi perjanjian.
Dengan suara 2/3, Majelis Rendah dapat memveto keputusan Majelis Tinggi.
Dari segi keluasan wewenang, Majelis Rendah memiliki wewenang
yang lebih luas daripada Majelis Tinggi. Semisal terdapat rancangan
perundangan yang diveto oleh Majelis Tinggi, Majelis Rendah dapat
menganulirnya dengan melakukan pemungutan suara dengan hasil
kesepakatan minimal 2/3 anggota yang hadir. Tetapi, Majelis Rendah dapat

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 12


dengan mudah dibubarkan oleh PM, dan sangat sensitif dengan pendapat dan
opini rakyat. Sementara Majelis Tinggi tidak dapat dibubarkan.
Hal yang membedakan sistem parlemen Jepang dengan sistem
parlemen Inggris adalah dalam kabinet Inggris, semua anggota kabinet adalah
sekaligus anggota House of Common, oleh karena itu pasti ada kesamaan
pendapat antara kabinet dengan House of Common. Adapun di Jepang, PM
harus dipilih dari anggota Majelis Rendah, dan Menteri Sekretaris Negara
boleh dipilih dari Majelis Rendah atau Majelis Tinggi atau dari publik. Oleh
karena itu kabinet bisa saja sependapat dengan Majelis Rendah, tetapi ada
kalanya tidak sepakat.
Adapun majelis Tinggi memiliki masa jabatan 6 tahun yang dipilih per
tiga tahun sekali. Majelis Tinggi merupakan bentuk terusan dari Kizokuin atau
House of Peers yang diberlakukan pada masa Meiji berdasarkan Konstitusi
Imperial Jepang (11 Februari 1889~3 Mei 1947). Keanggotaannya berjumlah
242 orang yang merupakan warganegara Jepang minimal berusia 30 tahun.
Anggota Majelis Tinggi separuhnya dipilih dalam Pemilu, dengan komposisi,
73 dipilih dari perwakilan tunggal dari 47 prefektur yang ada di Jepang, dan
48 dipilih secara nasional dengan sistem perwakilan dengan proporsi tertentu.
Sekalipun tidak memiliki wewenang sebesar Majelis Rendah, kabinet harus
tetap memperhatikan pendapat Majelis Tinggi, terutama berkaitan dengan
masalah amandemen Konstitusi, sebab hak suara kedua majelis adalah sama.
Dan ada banyak contoh keputusan/kebijakan perundangan yang diputuskan
secara bersama oleh kedua majelis.
Kabinet atau naikaku di Jepang adalah kabinet yang merupakan
koalisi dari partai-partai pemenang pemilu. Dipimpin oleh seorang PM yang
dipilih dari partai pemenang pemilu. Pada umumnya menteri adalah sekaligus
anggota parlemen. Menteri-menteri diangkat oleh PM berdasarkan persetujuan
Parlemen.
b. Politik Luar Negri

Ada perubahan kebijakan politik luar negeri Jepang pada saat ini.
Jepang kini konsen ke peningkatkan kegiatan diplomatik yang asertif dan
peran militernya di dunia. Setelah kekalahannya di Perang Dunia Kedua,

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 13


Jepang memfokuskan pembangunan dalam negerinya dan melakukan politik
luar negeri yang low profile. Tetapi, kini, perubahan dramatis sedang terjadi.
Adanya indikasi akan meningkatnya peran aktif kebijakan luar negeri Jepang
di dunia internasional ditunjukkan oleh pengiriman Self Defense Forces
(SDF) Jepang bergabung dengan pasukan multinasional di Irak memiliki
implikasi global yang luas. Hal ini mungkin juga disebabkan oleh Hubungan
antara Jepang dan Cina turun di tingkat terendah, sentimen anti-Jepang masih
kuat di Korea Selatan dan usaha untuk menyelesaikan warga Jepang yang
diculik di Korea Utara masih mengalami jalan buntu. Sebelumnya, Jepang
lebih memilih diplomasi melalui kontribusi moneter dan bantuan finansial.
Tetapi, tampaknya krisis di Irak membuat Jepang memikirkan ulang tradisi
diplomasinya yang telah berjalan sejak pasca perang. Jepang mulai
menjalankan partisipasi yang lebih aktif dalam kegiatan menjaga perdamaian
internasional secara perlahan sejak awal 1990-an, mulai dari pengiriman
pasukan ke Kamboja, Timor Timur, dan terakhir ke wilayah Samudra Hindia
tempat pasukan maritim Jepang menyediakan dukungan logistik bagi pasukan
AS di Afganistan.
Kebijakan luar negeri Jepang yang sebelumnya berfokus pada
pemberian bantuan pembangunan di luar negeri (Official Development
Assistant/ODA) juga akan berubah. Pemberian ODA ada kemungkinan akan
menurun prioritasnya. Kebijakan luar negeri Jepang akan lebih merupakan
kombinasi antara pemberian bantuan/dukungan kemanusiaan dan perdamaian,
yang diperkirakan akan menjadi dasar diplomasi aktif Jepang yang baru.
Indikasi ke arah ini sudah cukup jelas, terutama sejak resesi ekonomi
berkepanjangan di Jepang sejak tiga tahun terakhir ini. Negara-negara di Asia
Tenggara, termasuk Indonesia, harus memberi perhatian khusus bagi
perubahan ini, karena sangat luas implikasinya. Implikasi positif maupun
negatif dapat terjadi, tergantung pada respons kebijakan yang diambil untuk
menyesuaikan dengan arah baru kebijakan Jepang ini.

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 14


D. PENGARUH POSISI NEGARA JEPANG TERHADAP KEBIJAKAN DI
BIDANG SOSIAL BUDAYA
Penduduk Jepang dikenal dengan sebutan bangsa Ainu yang secara
fisik lebih mirip orang Eropa dibandingkan Asia. Namun sekarang bangsa
Ainu asli sudah jarang dijumpai karena bercampur dengan pendatang dari
Cina, Korea, dan Asia Tenggara sejak zaman prasejarah. Penduduk asli Jepang
banyak tinggal di Pulau Hokaido.
Orang Jepang sangat menghormati tradisi leluhur, meskipun mereka
juga sangat terbuka terhadap budaya dari luar. Terbukti sampai saat ini mereka
masih menjalani tradisi minum teh, mandi air hangat, menundukkan kepala
sebagai perwujudan rasa hormat dan persahabatan, memakai kimono, dan
menyelenggarakan sumo.
Tradisi dan budaya Jepang yang sampai saat ini masih kita jumpai antara lain:
1) seni mengkerdilkan tanaman yang disebut bonsai,
2) seni merangkai bunga yang disebut ikebana,
3) olahraga tradisional yang disebut sumo,
4) tradisi minum teh yang disebut canoya.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Posisi Jepang di Asia Timur sangat diperhitungkan, baik dari segi
ekonomi, politik maupun keamanan. Di bidang perekonomian, Jepang banyak

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 15


memegang peran penting, pendapatan perkapitanya yang tinggi (mencapai
31.410 US dollar) serta kestabilan mata uangnya mengantarkan Jepang
sebagai salah satu negara maju di kawasan Asia. Di percaturan dunia, Jepang,
Singapura, dan Korea Selatan mendapat julukan Macan Asia karena
kemampuan negara - negara tersebut dalam memperkukuh pengaruh
perekonomiannya di kawasan Asia.
Eksistensi Partai sangat berpengaruh pada sistem politik Jepang pada
masa sekarang. Saat ini terjadi perubahan politik dan pergeseran kekuasaan di
Jepang. Sekarang ini, Partai Demokrat Liberal (LDP) tidak lagi mendominasi
politik Jepang. Dalam sistem politik Jepang, UU yang dibuat pemerintah harus
mendapat persetujuan dari Majelis Tinggi dan Majelis Rendah. Jika RUU
yang diajukan pemerintah ditolak Majelis Tinggi, RUU itu harus dikembalikan
lagi ke Majelis Rendah untuk dibahas lagi dan diputuskan.
Ada perubahan kebijakan politik luar negeri Jepang pada saat ini.
Jepang kini konsen ke peningkatkan kegiatan diplomatik yang asertif dan
peran militernya di dunia. Setelah kekalahannya di Perang Dunia Kedua,
Jepang memfokuskan pembangunan dalam negerinya dan melakukan politik
luar negeri yang low profile. Tetapi, kini, perubahan dramatis sedang terjadi.
Adanya indikasi akan meningkatnya peran aktif kebijakan luar negeri Jepang
di dunia internasional ditunjukkan oleh pengiriman Self Defense Forces (SDF)
Jepang bergabung dengan pasukan multinasional di Irak memiliki implikasi
global yang luas.
Penduduk Jepang dikenal dengan sebutan bangsa Ainu yang secara
fisik lebih mirip orang Eropa dibandingkan Asia. Namun sekarang bangsa
Ainu asli sudah jarang dijumpai karena bercampur dengan pendatang dari
Cina, Korea, dan Asia Tenggara sejak zaman prasejarah. Penduduk asli Jepang
banyak tinggal di Pulau Hokaido.

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 16


Makalah Geografi Regional Negara Maju | 17
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2014. Kebijakan Jepang.


http://wartasejarah.blogspot.co.id/2014/06/kebijakan-jepang-dalam-bidang.html
(di akses tanggal 15 Maret 2017 pukul 19.20 WIB)

Faizul. 2015. Melihat kembali posisi Jepang.


http://faizulibad.blogspot.co.id/2015/06/melihat-kembali-posisi-jepang-
dalam.html. (di akses tanggal 15 Maret 2017 pukul 18.30 WIB)

Wikipedia. 2015. Jepang. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Jepang. (di akses


tanggal 17 Maret 2017 pukul 09.30 WIB)

Makalah Geografi Regional Negara Maju | 18