Anda di halaman 1dari 5

Arus Hubung Singkat

Untuk menciptakan suatu sistem yang andal, maka kita perlu melakukan
perhitungan arus hubung singkat agar dapat ditentukan besarnya magnitude arus
hubung singkat maximum dan minimum yang akan timbul pada setiap titik dalam
satu sistem jika terjadi gangguan. Adapun tujuan dilakukan perhitungan arus
hubung singkat ini adalah untuk :
a. Meng-koordinasikan operasi kerja dari perlatan proteksi dalam suatu
sistem.
b. Menentukan besar breaking capacity dari suatu peralatan pengaman
(Circuit Breaker (CB) atau Fuse).

Karakteristik Arus Hubung Singkat


Arus hubung singkat hanya kan berkembang secara simetris pada zero line
(sumbu 0) jika factor daya mendekati satu atau jika daya di Onkan selama zero
crossing. Arus hubung singkat simetris merupakan superposisi dari komponen DC
yang Decaying (berkarakteristik semakin menurun), karakteristi time constant
ditentukan oleh perbandingan antara reaktansi induktif dengan reaktansi resistif.
Macam-macam kegagalan yang mengakibatkan terjadi hubung singkat:
1. Hubung singkat 3 fasa.

Gambar 2.1 Hubung singkat 3 fasa

2. Hubung singkat 2 fasa.


Gambar 2.2 Hubung singkat 2 fasa

3. Gangguan hubung ke tanah 1 fasa.

Gambar 2.3 Gangguan hubung ke tanah 1 fasa

4. Gangguan hubung ke tanah 2 tempat dengan fasa yang berubah.

Gambar 2.4 Gangguan hubung ke tanah 2 tempat dengan fasa yang berubah
REL (Bus Bar)
Berdasarkan hokum ohm, resistansi dari bus bar (Rel) dapat dihitung dengan
rumus
Ket : RL = nilai resisteansi ()
q.L
RL
A q (Rho) = jenis kabel (/m)
L = panjang penghantar (m)
A = luas penampang penghantar (m)
Berdasarkan rumus diatas, maka didapat table perhitungan berikut:

Table 2.1Nilai resistansi bus bar dan kabel


Rel Kabel isolasi plastic (Cu) 4 kawat
Resistansi (R) Resistansi
Ukuran Penampang Cu Al Penampang R X
(mm) (mm2) (m/m (m/m (mm2) (m/m) (m/m)
) )
15 x 2 30 0.593 0.967 2.5 7.120 0.114
15 x 3 45 0.396 0.644 4 4.450 0.107
20 x 2 40 0.445 0.725 6 2.967 0.100
20 x 3 60 0.297 0.483 10 1.780 0.094
20 x 5 100 0.178 0.290 16 1.112 0.090
25 x 5 125 0.142 0.232 25 0.712 0.086
30 x 3 90 0.197 0.322 35 0.508 0.083
30 x 5 150 0.118 0.193 50 0.356 0.083
40 x 3 120 0.148 0.242 70 0.254 0.082
40 x 5 200 0.089 0.145 95 0.187 0.082
40 x 10 400 0.044 0.072 120 0.148 0.080
50 x 5 250 0.071 0.011 150 0.118 0.080
50 x 10 500 0.035 0.058 185 0.096 0.080
60 x 5 300 0.059 0.096 240 0.074 0.079
60 x 10 600 0.029 0.047 300 0.059 0.079
80 x 5 400 0.044 0.072 400 0.044 0.079
80 x 10 800 0.022 0.036 500 0.035 0.078
100 x 10 1000 0.017 0.029
120 x 10 1200 0.014 0.024
140 x 10 1400 0.012 0.020
160 x 10 1600 0.011 0.018

Perhitungan Arus Hubung Singkat


Arus hubung singkat inisial (awal), sesuai dengan hokum ohm:
U
I K " eT

3 .Z K

(1) dimana : RK = RT + RL ; XK = XT + XL

nilai RL berlaku pada temperatur konduktor 200 C. Arus hubung singkat


maksimum sesaat merupakan parameter pokok dalam menentukan beban dinamik

suatu instalasi. Arusnya dapat dihitung : I S . 2 .I K " (2)

Pendekatan nilai faktor transient adalah = 1.02 + (0.97 . e-3.1 x R/X ) (3)
Atau dapat juga dihitung dengan grafik gambar 4

Pada beban motor0motor yang besar juga akan mempengaruhi besarnya arus
hubung singkat. Pengaruh tersebut dapat diperhitungkan hanya jika :
IeM > 0.01 IK (4)
arus hubung singkat inisial dari motor-motor induksi dihitung dengan :
U
I KM " e

3. X M

1 Ue
(5) dimana X M . (6)
I A / I M 3.I eM

IA/IeM dapat diganti dengan persamaan 5. IeM adalah jumlah dari rate arus
operational semua motor. Untuk menyederhanakan arus hubung singkat initial
dapat diolah dari bagian independent arus-arus hubung singkat.
IK IKT + IKM (7)
Impedansi peralatan yang juga diperhitungkan antar lain transformator, kabel
penghantar, dan bars (rel-rel). Impendansi transformator :
2
U Ke .U eT
ZT [] (8)
100.S eT
Resistansi dan reaktansi induktif dihitung sebagai berikut :
2
U .U
RT Re eT [] (9) 2
X T Z T RT
2
[] (10)
100.S eT
UKe dan URe dimasukan dalam persamaan sebagai presentasi dari rate tegangan.