Anda di halaman 1dari 12

PSIKODIAGNOSTIKA 1

membandingkan alat tes yang konfensional dan yang online


(tes iventori)

Nama Anggota Kelompok :

Ekky Kurniawan (12515152)


Erick Pangestu Osaka (12515240)
Rika Nadia Putri (15515985)
Woro Krismilandhari (17515203)

Universitas Gunadarma

2016
DAFTAR ISI ................................................................................................ii

DAFTAR GAMBAR .......................................................................................

A. Gambar A..............................................................................................6
.................................................................................................................

B. Gambar B..............................................................................................7
.................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................1

A. Pendahuluan..........................................................................................1

B. Rumusan masalah.................................................................................2

BAB II ISI ......................................................................................................3

A. Pengertian tes inventori.........................................................................3

B.. Macam-macam tes inventori.................................................................4


.....
C. Tes CPI secara konvensional.................................................................4

D. Tindakan CPI........................................................................................5

E. Penggunaan CPI....................................................................................6

F. Tes online CPI.......................................................................................7

BAB IV KESIMPULAN .............................................................................10

ii
BAB 1

Pendahuluan

a. Latar belakang

Tes psikologi adalah suatu pengukuran yang objektif dan tersetandar


terhadap sampel dari suatu perilaku. Tujun dari tes psikologi sndiri adalah
untuk mengatur perbedaan antara individu atau juga mengukur reaksi
individu yang sama pada situasi yang berbeda
Penggunaan tes psikologi saat ini menjadi suatu bagian yang sangat penting
dalam pengukuran dalam individu. Terdapat tujuh jenis tes psikologi yang
beragam tergantung tujuan pengukurnnya. Pertama tes intelegensi untuk
mengatur individu dalam cangkup umum. Kedua tes bakat untuk mengetahui
bakat dan potensi khusus seseorang. Ketiga tes kreatifitas untuk mengatur
kapasitas individu untuk menemukan solusi yang tidak biasa dan tidak
terduga khususnya dalam memecahkan masalah yang masih samar. Keempat
untuk mengatur trait, kualitas atau perilaku yang menunjukan individualitas
seseorang. Kelima tes persentasi untuk mengatur pencapaian individu
setelah mempelajari sesuatu. Keenam tes inventori minat untuk mengukur
kecendrungan seseorang pada aktifitas atau topic-topik tertentu. Dan yang
terakhir adalah tes neuropsikologi untuk mendapatkan data mengenai
keluhan gangguan kognitif.
Hasil tes psikologi digunakan sebagai dasar informasi dalam pengambilan
keputusan.informasi individu yang digali melalui suatu tes psikologi dapat
menjadi predictor yang meramalkan individu dalam suatu tugas.

b. Rumusan masalah

1
1. Apa itu tes inventori?
2. Pengenalan tes CPI (California psychological inventory)
3. CPI (California Psychological Inventory) secara tes online

BAB 2

2
ISI

A. Pengertian Tes Inventori

Tes inventori adalah tes-tes yang terutama yang menggunakan kertas dan pensil.
Tes inventori merupakan self report questionnaire, untuk menentukan
karakteristik-karakteristik kepribadian, minat, sikap, dan nilai-nilai.

Tes inventori sangat berguna untuk mengetahui karakteristik kepribadian seperti


minat, penyesuaian diri , motivasi, dan prasangka.namun perlu diingat bahwa alat-
alat tes yang digunakan umumnya tidak ada yang sempurna dan masing-masing tes
yang digunakan umumnya tidak ada yang sempurna dan masing-masing tes hanya
menjelaskan satu atau beberapa aspek kepribadian.

Beberapa masalah dalam tes inventori kepribadian inventori kepribadian adalah:

1. Definisi kepribadian sedemikian banyak, sehingga seleksi yang tepat dari


macam-macam definisi kepribadian perlu mendasari pemakaian tes
inventori.
2. Tes inventori kepribadian tidak dapat bersifat culture free. Oleh karena itu
aspek kurtural harus dipertimbangkan, padahal nilai-niai kurtur selalu
berubah. Sedangkan disisi lain tes inventori diharapkan dapat memberikan
profil kepribadian yang stabil.
3. Bila tes inventori kepribadian selalu sensitif terhadap perubahan, maka sulit
memperoleh relibialitas yang tinggi.

Secara umum tes inventori kepribadian memiliki beberapa kelemahan, seperti:

1. Aitemnya ambigu dan perintah tidak jelas


2. Subjek ingin menunjukan kesan-kesan tertentu kepada penguji
3. Kesukaran sematik, penafsiran yang berbeda
4. Sikap subjek yang koomperatif/defensive
5. Faking atau tidak jujur
6. Acquiescence, bila item yang dibuat lebih mengarah ke jawaban-jawaban
tertentu

Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan ini tester perlu memahami tes yang


hendak digunaan dengan baik sehingga menyajikan tes dengan baik.
3
B. Macam-macam tes inventori

1. Tes inventori kepribadian


MMPI, CPI, PIC, MCMI, 16 PF, EPPS, PRF, dan Jackson personalitiy
inventory
2. Tes inventori minat
SCII, JVIS, KPR-V, CAI, dan RM
3. Tes inventori nilai
Study of value dan WVI(work value inventori)

C. Tes CPI secara konvensional

CPI dikembangkan secara khusus pada populasi dewasa. Dalam revisi terakhir CPI
terdiri dari 434 butir soal yang harus wajib benar atau salah dan menghasilkan
sekor pada 20 skala (gough dan bradly, 1996). CPI padaa awal diterbitkan dari 480
butir soal, dirurunkan menjadi 462 butir soal, diturunkan menjadi 462 butir soal
dan terakhir 434 butir soal.

Ada 20 skala yang di tes dalam alat tes psikologi CPI ini yaitu:

Dominace
Capacity for status
Sociability
Social presence
Self-acceptance
Independence
Empathy
Responsibility
Socialization
Self-control
Good impression
Communality
Sence of well-being
Tolerance

4
Acivement vs. conformance
Achivemenet vs. independence
Intellectual effciciency
Psycohological-mindedness
Flexibility
Feminity-masculity

D. Tindakan CPI

CPI 260 menyediakan dua jenis kunci umpan balik. Peertama, tanggapan laporan
klien menunjukan bagaimana anda membandingkan dengan populasi umum pada
faktor-faktor yang relevan untuk bekerja dan kehidupan. Tes itu sendiri memiliki
260 pertanyaan dan membutuhkan waktu 30 sampai 45 menit untuk
menyelesaikan. Kami uraikan bagaimana hasil diinterpretasikan dan dilaporkan.

Klien Laporan Umpan Balik dalam CPI 260 mengukur preferensi Anda pada tiga
skala orientasi: Orang-orang dan pengalaman antar - Skala ini mengukur seberapa
banyak Anda suka interaksi sosial dan berapa banyak Anda memilih untuk
memiliki orang-orang di sekitar Anda - sebagai lawan lebih memilih untuk
menyendiri dan menunjukkan perilaku yang lebih tenang dan lebih pendiam.
Aturan konvensional dan nilai - Ini menunjukkan di mana Anda berada pada skala
menghormati aturan dan sesuai dengan norma-norma budaya - dibandingkan
pengujian atau bahkan melanggar aturan. Perasaan batin - Skala ini menganalisis
seberapa yakin Anda berada dalam kemampuan Anda untuk mengelola naik
turunnya kehidupan, serta peluang dan tantangan yang disajikan. Konsep terkait
erat dengan skala ini kepercayaan diri dan harga diri.

E. Penggunaan CPI 260

Persediaan ini kepribadian dirancang sebagai alat pembinaan kepemimpinan. Ini


mencakup unsur-unsur tradisional tes kepribadian, dan itu berjalan satu langkah
lebih lanjut untuk menganalisis karakteristik ini kepribadian terhadap divalidasi
kompetensi kepemimpinan. Anda dapat menggunakan CPI untuk membuat rencana
pengembangan bagi pekerja saat ini, dan Anda dapat menentukan kekuatan
5
kepemimpinan calon pekerjaan sebelum membuat keputusan perekrutan akhir.
Menggunakan orientasi dan skala gaya hidup dari Laporan Umpan Balik Client,
Anda juga dapat mengevaluasi komposisi tim dan dinamika. Dan Anda dapat
menggunakan hasil ini untuk menilai keinginan masyarakat untuk memulai
perubahan dan kesediaan mereka untuk menerimanya. Pada akhirnya, CPI 260
digunakan untuk hal-hal berikut: Pengembangan kepemimpinan. Coaching.
Pengembangan pribadi. Meningkatkan seleksi dan retensi. Meningkatkan
perubahan-kesiapan.

Gambar A. Model CPI yang mendeskripsikan empat gaya hidup yang dicocokan dengan tipe seseorang.

F. Tes online CPI

6
Gambar B. Tampilan awal tes CPI online.

Tes psikotes online free selalu menjadi incaran dan bahan buruan bagi masyarakat
yang hendak mengikuti ujian tes psikotes. Bahkan sekarang ini pelaksanaan ujian
tes psikotes juga ada yang sudah di onlinekan. Artinya sistem online ini memang
sangatlah bermanfaat untuk menjaga kualitas dan juga untuk mempermudah sistem
yang ada didalamnya.

Tentunya, apabila pelaksanaan tes psikotes juga sudah di online kan akan sangat
baik bagi kita mengikuti proses persiapan dengan cara mempelajari soal tes
psikotes yang online juga. Kita tentunya bisa memanfaatkan media internet untuk
mencari berbagai macam sumber belajar mengenai tes psikotes online free
tersebut. Banyak sekali website ataupun blog yang sekarang ini sudah
menyediakan konten tersebut sehingga kita tidak perlu repot lagi untuk
menemukan berbagai macam contoh tes psikotes online.

Kegiatan latihan mengerjakan tes psikotes online free cukuplah mengasihkan.


Selain tidak ditarik biaya sepeserpun, kualitas soal dari tes psikotes online yang
ditawarkan cenderung lebih baik. Disamping itu soal-soal yang diberikan pada
latihan tes psikotes online free juga cukuplah banyak sehingga bank soal yang kita

7
miliki akan semakin meningkat. Itulah mengapa teknologi internet sekarang ini
sangat dikembangkan sehingga nantinya jenis tes apapun diusahakan berbasis
online. Salah satunya adalah tes psikotes online tersebut.

Tes CPI Awal dicetuskannya pada 1956 oleh Harrisson Gough melalui Consulting
Psychologist Press. CPI dikembangkan pada tahun 1970 dan direvisi pada 1987
dan telah menjadi salah satu tes paling populer menggunakan pendekatan kriteria-
kelompok. CPI terdiri dari 462 item benar / salah, lebih dari sepertiga dari yang
mirip dengan item pada MMPI. Namun, CPI dirancang untuk mengevaluasi
struktur kepribadian pada individu normal, bukan untuk mengidentifikasi adanya
sindrom klinis.

Tujuan : mengevaluasi struktur kepribadian pada individu normal. Meneliti


perbedaan antar kelompok etnis.

Peserta : 13 tahun ke atas

Skoring : CPI menghasilkan skor pada tiga skala validitas dan 17 skala
kepribadian. empat dari 17 skala kepribadian dikembangkan melalui strategi
konten logis di mana item yang subyektif kelompok dan skala diperiksa untuk
konsistensi internal. 13 sisanya dikembangkan menggunakan kelompok kriteria
kontras dalam hal dimensi seperti kursus nilai, keanggotaan kelas sosial, dan
partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Item : Komponen lain dari tes ini adalah 20 Folk Konsep Timbangan (18 dalam
CPI 434 versi) Dominasi pengukuran, Kapasitas Status, Keramahan, Kehadiran
Sosial, Penerimaan diri, Independence, Empati, Tanggung Jawab, Sosialisasi,
Kontrol diri, Baik, Impression, komunalitas, kesejahteraan, Toleransi, Prestasi
melalui Kesesuaian, Prestasi melalui Independence, Efisiensi intelektual,
Psikologis pikiran, Fleksibilitas, dan Feminitas/Maskulinitas. Skala ini disebut
rakyat karena mereka berusaha untuk menangkap tema kepribadian yang harus
secara luas lintas budaya dan mudah dipahami di seluruh dunia. Tes ini dengan
demikian merupakan upaya untuk memasuki faktor kepribadian yang muncul tanpa

8
kecuali ,dan yang memberikan gambaran kecenderungan relatif stabil terhadap
masyarakat dan karakteristiknya.

BAB 3
9
Kesimpulan

Dalam tes konvensional harus dilaksanakan dengan persiapan yg sudah


dibuat dan juga penguji bisa melihat bagaimana cara mereka mengerjakan namun
dalam tes konvensional hasil tes tidak dapat langsung mengetahiu bagaiman hasil
tes tersebut, namun dalam tes online kita dapat melaksanakan tes kapanpun kita
mau dan mendapatkan hasil tes dengan cepat namun dalam tes online kurangnya
pengawasan sehingga ketika tes berlangsung harus ada pengawas yang
mendampinginya agar mereka tidak melakukan kecurangan.

10