Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Taala

karena dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nyalah penyusunan Potensi Bencana

Gempa Bumi di Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur dapat diselesaikan.

Makalah Potensi Bencana Gempa Bumi di Kecamatan Sindangbarang

Kabupaten Cianjur ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas semester

5 mata kuliah PPGD-B dan merupakan syarat mengikuti Ujian Akhir Semester 5

mata kuliah PPGD-B.

Dalam penyusunan Makalah Potensi Bencana Gempa Bumi di

Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur ini penulis mendapat bantuan baik

moral maupun material dari berbagai pihak. Oleh karena itu, sewajarnyalah pada

kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang

setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran

penyusunan Makalah Potensi Bencana Gempa Bumi di Kecamatan Sindangbarang

Kabupaten Cianjur ini, terutama kepada yang terhormat :

1. Ibu drg. Sri Mulyanti, M.Kes selaku Ketua Jurusan Keperawatan Gigi

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Bandung;

2. Ibu drg. Yenni selaku Koordinator Mata Kuliah PPGDB Tingkat 3 Semester 5,

beserta tim dosen mata kuliah PPGDB;

3. Orang tua yang telah memberikan bantuan moral dan materil serta motivasi

yang tiada henti;

4
4. Rekan-rekan mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi Tingkat 3 Semester 5

Kami yakin bahwa semua bantuan itu terdorong oleh niat yang ikhlas

karena Allah SWT. Oleh karena itu, ucapan terima kasih ini sebagai wujud dan

rasa syukur kepada Allah SWT dan teriring doa semoga Allah membalas budi baik

semua pihak.

Akhirnya kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi semua

pihak. Amin.

Penulis, Bandung, 30 Oktober 2013

BAB II

5
LANDASAN TEORI GEMPA BUMI

2.1 Pengertian

Terdapat beberapa pengertian mengenai gempa bumi diantaranya adalah

sebagai berikut :

1. Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi.

Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi).

Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya

kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak,

dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu

sudah terlalu besar untuk dapat ditahan. (Putu Darmayasa,2012)


2. Gempa bumi merupakan gejala alam yang membawa kerusakan dan

kehancuran bagi lingkungan dan makhluk hidup, sehingga gejala alam

tersebut menjadi suatu bencana. Diperkirakan gempa terjadi di dunia 400

500 kali dalam setahun dan di Indonesia sekitar 40 50 kali dalam setahun.

Oleh karena membawa dampak merugikan bagi kehidupan khususnya

kehidupan manusia maka diperlukan upaya-upaya antisipasi baik sebelum

terjadi gempa, saat terjadi gempa, dan setelah terjadi gempa. Upaya tersebut

diperlukan mengingat letak Indonesia yang berada pada zona utama gempa

bumi. (Willie,2012)

3. Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi

akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan

6
gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak

Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan

ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa Bumi

diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah

skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia.

Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi

nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala

yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih

sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi

menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada

kedalaman gempa. Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari

9, meskipun tidak ada batasan besarnya. (Wikipidia)

2.2 Sejarah Gempa Bumi

Gempa Bumi sejak abad ke 20-21 sudah ada bahkan tercatat beberapa

kejadian gempa bumi yang berskala besar diantaranya sebagai berikut :

1. 2 Juli 2013, Gempa Bumi Sumatra 2013 di sepanjang NAD berskala 6.2 SR

2. 11 April 2012, Gempa bumi di sepanjang Pulau Sumatera berskala 8.6 SR,

berpotensi sampai Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Lampung. Gempa

terasa sampai India.

7
3. 11 Maret 2011, Gempa Bumi di Jepang, 373 km dari kota Tokyo berskala 9,0

Skala Richter yang sebelumnya di revisi dari 8,8 Skala Richter, gempa ini

juga menimbulkan gelombang tsunami di sepanjang pesisir timur Jepang

4. 26 Oktober 2010, Gempa Bumi di Mentawai berskala 7.2 Skala Richter,

korban tewas ditemukan hingga 9 November ini mencapai 156 orang. Gempa

ini kemudian juga menimbulkan tsunami.

5. 16 Juni 2010, Gempa Bumi 7,1 Skala Richter menggguncang Biak, Papua.

6. 7 April 2010, Gempa Bumi dengan kekuatan 7.2 Skala Richter di Sumatera

bagian Utara lainnya berpusat 60km dari Sinabang, Aceh. Tidak

menimbulkan tsunami, menimbulkan kerusakan fisik di beberapa daerah,

belum ada informasi korban jiwa.

7. 27 Februari 2010, Gempa Bumi di Chili dengan 8.8 Skala Richter, 432 orang

tewas (data 30 Maret 2010). Mengakibatkan tsunami menyeberangi Samudera

Pasifik yang menjangkau hingga Selandia Baru, Australia, kepulauan Hawaii,

negara-negara kepulauan di Pasifik dan Jepang dengan dampak ringan dan

menengah.

8. 12 Januari 2010, Gempa Bumi Haiti dengan episenter dekat kota Logne 7,0

Skala Richter berdampak pada 3 juta penduduk, perkiraan korban meninggal

230.000 orang, luka-luka 300.000 orang dan 1.000.000 kehilangan tempat

tinggal.

9. 30 September 2009, Gempa Bumi Sumatera Barat merupakan gempa tektonik

yang berasal dari pergeseran patahan Semangko, gempa ini berkekuatan 7,6

8
Skala Richter (BMG Indonesia) atau 7,9 Skala Richter (BMG Amerika)

mengguncang Padang-Pariaman, Indonesia. Menyebabkan sedikitnya 1.100

orang tewas dan ribuan terperangkap dalam reruntuhan bangunan.

10. 2 September 2009, Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter mengguncang

Tasikmalaya, Indonesia. Gempa ini terasa hingga Jakarta dan Bali, berpotensi

tsunami. Korban jiwa masih belum diketahui jumlah pastinya karena terjadi

Tanah longsor sehingga pengevakuasian warga terhambat.

11. Kerusakan akibat gempa Bumi di San Francisco pada tahun 1906
12. Sebagian jalan layang yang runtuh akibat gempa Bumi Loma Prieta pada

tahun 1989
13. 3 Januari 2009 - Gempa Bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter di Papua.

14. 12 Mei 2008 - Gempa Bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter di Provinsi

Sichuan, China. Menyebabkan sedikitnya 80.000 orang tewas dan jutaan

warga kehilangan tempat tinggal.

15. 12 September 2007 - Gempa Bengkulu dengan kekuatan gempa 7,9 Skala

Richter

16. 9 Agustus 2007 - Gempa Bumi 7,5 Skala Richter

17. 6 Maret 2007 - Gempa Bumi tektonik mengguncang provinsi Sumatera Barat,

Indonesia. Laporan terakhir menyatakan 79 orang tewas [1].

18. 27 Mei 2006 - Gempa Bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah

Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul

05.55 WIB selama 57 detik. Gempa Bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada

skala Richter. United States Geological Survey melaporkan 6,2 pada skala

9
Richter; lebih dari 6.000 orang tewas, dan lebih dari 300.000 keluarga

kehilangan tempat tinggal.

19. 8 Oktober 2005 - Gempa Bumi besar berkekuatan 7,6 skala Richter di Asia

Selatan, berpusat di Kashmir, Pakistan; lebih dari 1.500 orang tewas.

20. 26 Desember 2004 - Gempa Bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter

mengguncang Aceh dan Sumatera Utara sekaligus menimbulkan gelombang

tsunami di samudera Hindia. Bencana alam ini telah merenggut lebih dari

220.000 jiwa.

21. 26 Januari 2004 - Gempa Bumi dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter

mengguncang India dan merenggut lebih dari 3.420 jiwa.

22. 26 Desember 2003 - Gempa Bumi kuat di Bam, barat daya Iran berukuran 6.5

pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 41.000 orang tewas.

23. 21 Mei 2002 - Di utara Afganistan, berukuran 5,8 pada skala Richter dan

menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas.

24. 26 Januari 2001 - India, berukuran 7,9 pada skala Richter dan menewaskan

2.500 ada juga yang mengatakan jumlah korban mencapai 13.000 orang.

25. 21 September 1999 - Taiwan, berukuran 7,6 pada skala Richter, menyebabkan

2.400 korban tewas.

26. 17 Agustus 1999 - barat Turki, berukuran 7,4 pada skala Richter dan

merenggut 17.000 nyawa.

27. 25 Januari 1999 - Barat Colombia, pada magnitudo 6 dan merenggut 1.171

nyawa.

10
28. 30 Mei 1998 - Di utara Afganistan dan Tajikistan dengan ukuran 6,9 pada

skala Richter menyebabkan sekitar 5.000 orang tewas.

29. 17 Januari 1995 - Di Kobe, Jepang dengan ukuran 7,2 skala Richter dan

merenggut 6.000 nyawa.

30. 30 September 1993 - Di Latur, India dengan ukuran 6,0 pada skala Richter

dan menewaskan 1.000 orang.

31. 12 Desember 1992 - Di Flores, Indonesia berukuran 7,9 pada skala richter

dan menewaskan 2.500 orang.

32. 21 Juni 1990 - Di barat laut Iran, berukuran 7,3 pada skala Richter, merengut

50.000 nyawa.

33. 7 Desember 1988 - Barat laut Armenia, berukuran 6,9 pada skala Richter dan

menyebabkan 25.000 kematian.

34. 19 September 1985 - Di Mexico Tengah dan berukuran 8,1 pada Skala

Richter, meragut lebih dari 9.500 nyawa.

35. 16 September 1978 - Di timur laut Iran, berukuran 7,7 pada skala Richter dan

menyebabkan 25.000 kematian.

36. 4 Maret 1977 - Vrancea, timur Rumania, dengan besar 7,4 SR, menelan

sekitar 1.570 korban jiwa, diantaranya seorang aktor Rumania Toma Caragiu,

juga menghancurkan sebagian besar dari ibu kota Rumania, Bukares

(Bucureti).

37. 28 Juli 1976 - Tangshan, Cina, berukuran 7,8 pada skala Richter dan

menyebabkan 240.000 orang terbunuh.

11
38. 4 Februari 1976 - Di Guatemala, berukuran 7,5 pada skala Richter dan

menyebabkan 22.778 terbunuh.

39. 29 Februari 1960 - Di barat daya pesisir pantai Atlantik di Maghribi pada

ukuran 5,7 skala Richter, menyebabkan kira-kira 12.000 kematian dan

memusnahkan seluruh kota Agadir.

40. 26 Desember 1939 - Wilayah Erzincan, Turki pada ukuran 7,9, dan

menyebabkan 33.000 orang tewas.

41. 24 Januari 1939-Di Chillan, Chili dengan ukuran 8,3 pada skala Richter,

28.000 kematian.

42. 31 Mei 1935 - Di Quetta, India pada ukuran 7,5 skala Richter dan

menewaskan 50.000 orang.

43. 1 September 1923 - Di Yokohama, Jepang pada ukuran 8,3 skala Richter dan

merenggut sedikitnya 140.000 nyawa.

Itulah beberapa catatan gempa bumi yang terjadi di beberapa belahan

dunia yang skala besar dan banyak menewaskan korban jiwa.

2.3 Jenis Gempa Bumi

Jenis gempa bumi dibeddakan atas beberapa hal diantaranya adalah

sebagai berikut :

1. Berdasarkan Penyebab

Berdasarkan penyebab maka gempa bumi dibagi menjadi :

12
- Gempa bumi tektonik, yaitu Gempa Bumi ini disebabkan oleh adanya

aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara

mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang

sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau

bencana alam di Bumi, getaran gempa Bumi yang kuat mampu menjalar

keseluruh bagian Bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan

tenaga yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti

layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba.

- Gempa bumi tumbukan, yaitu Gempa Bumi ini diakibatkan oleh tumbukan

meteor atau asteroid yang jatuh ke Bumi, jenis gempa Bumi ini jarang

terjadi

- Gempa bumi runtuhan, yaitu Gempa Bumi ini biasanya terjadi pada daerah

kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi

dan bersifat lokal.

- Gempa bumi buatan, yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas

dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan

ke permukaan bumi.

- Gempa bumi vulkanik (gunung api), Gempa Bumi ini terjadi akibat

adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus.

Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya

ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa

bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

13
2. Berdasarkan Kedalaman

Berdasarkan kedalaman, gempa bumi dibedakan menjadi :

- Gempa bumi dalam, yaitu gempa bumi yang hiposentrumnya berada lebih

dari 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dalam pada

umumnya tidak terlalu berbahaya.

- Gempa bumi menengah, yaitu gempa bumi yang hiposentrumnya berada

antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi

menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya

lebih terasa.

- Gempa bumi dangkal, yaitu gempa bumi yang hiposentrumnya berada

kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya

menimbulkan kerusakan yang besar.

3. Berdasarkan Gelombang/Getaran Gempa

Berdasarkan gelombang/getaran gempa, gempa dibagi menjadi beberapa

bagian yaitu :

- Gelombang Primer (gelombang lungitudinal) adalah gelombang atau

getaran yang merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7-14

km/detik. Getaran ini berasal dari hiposentrum.


- Gelombang Sekunder (gelombang transversal) adalah gelombang atau

getaran yang merambat, seperti gelombang primer dengan kecepatan yang

sudah berkurang,yakni 4-7 km/detik. Gelombang sekunder tidak dapat

merambat melalui lapisan cair.

14
2.4 Penyebab Gempa Bumi

Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan

tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan

kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar

terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase

pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma

di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan

terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga

terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti

Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi

karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa

pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir,

gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat

para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah.

Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga

seismisitas terinduksi

2.5 Akibat Gempa Bumi

Akibat gempa bumi terdapat kerugian diantaranya adalah sebagai

berikut :

15
A. Dampak Primer
- Getaran kuat
- Terjadi patahan di permukaan bumi
B. Dampak Sekunder
- Tsunami
- Longsor
- Kebakaran
- Bangunan roboh
C. Dampak Tertier
- Gangguan kejiawaan
- Timbulnya wabah penyakit
- Kerawanan ekonomi sosial
- Kerusakan Lingkungan

16