Anda di halaman 1dari 12

METODE PELAKSANAAN

A. PENJELASAN UMUM

I. PENDAHULUAN

Metoda pelaksanaan ini di buat berdasarkan Spesifikasi Teknis, Rencana Biaya, Gambar,
Risalah Aanwidzing dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan
dilakukan. Metode ini dibuat untuk tujuan mendapatkan hasil yang maksimal dari
pelaksanaan yang akan dilakukan untuk pekerjaan ini baik dari segi mutu, qualitas dan
kuantitas yang baik dan sempurna serta tepat waktu sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan. Metode ini juga bertujuan agar tidak terjadi pekerjaan yang tumpang tindih yang
mengakibatkan kepada mutu pekerjaan dan dan mengantisipasi pekerjaan bongkar
pasang.Oleh karena itu maka kami sangat memperhatikan sekali terhadap kwalitas bahan
yang dipakai, tenaga yang mempunyai skill /kepandaian untuk masing-masing pekerjaan,
cuaca dan tak kalah penting lagi Cash Flow /Keuangan proyek.

B. METODE KONSTRUKSI

Dalam melaksanakan pembangunan proyek ini perlu dibuat metode konstruksi sebagai
pedoman awal pelaksanaan pekerjaan, jika pelaksanaan pekerjaan akan dimulai maka akan
dibuat metode konstruksi yang detail yang tentunya sudah mempertimbangkan situasi dan
kondisi lapangan yang ada.
Metode Pelaksanaan secara garis besar akan dibuat untuk beberapa pekerjaan dominan seperti
dibawah ini

I. UMUM

1. Perencanaan dan Pengaturan Lapangan

Perencanaan dan Pengaturan lapangan diperlukan untuk mengakomodasikan :


a. Penempatan Kantor Direksi Lapangan dan Fasilitas Kontraktor
Kantor sebagai fasilitas direksi akan dipenuhi sesuai ketentuan dalam
spesifikasi Kantor direksi lapangan dan pengawas akan disediakan didekat lokasi
dengan sistem kontainer di dekat proyek, jika hal ini tidak mungkin akan dibangun
kantor darurat yang lokasinya dekat proyek.
Fasilitas lapangan untuk kontraktor akan dibangun sesuai dengan
ketentuan yang ada dalam spesifikasi dan mempertimbangkan kebutuhan
minimum untuk kantor Kontraktor, Gudang, Bengkel, Barak Pekerja lengkap
dengan furniture dan isi bangunan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang
akan dipersiapkan bersamaan dengan pekerjaan setting out, semua bangunan
tersebut diatas akan ditentukan tempatnya setelah mendapat lahan yang disewa,
dan bangunan tersebut akan dikelilingi pagar pengaman / pagar sementara.
Lokasi tempat dimana fasilitas untuk kontraktor dibangun akan ditentukan
kemudian, sebagai pertimbangan adalah kemudahan akses pencapaian, kemudahan
dan kecepatan akses ke lokasi pekerjaan, dan tentunya juga mempertimbangkan

Halaman 1/12
keamanan. Fasilitas kontraktor akan ditempatkan di perkampungan yang
memungkinkan adanya sambungan komunikasi. Lokasi akan pada saat awal
sebelum pelaksanaan pekerjaan.

2. Pengukuran / Setting Out


Langkah awal pelaksanaan pekerjaan adalah dilaksanakannya pekerjaan setting out,
dimana akan dilakukan pengukuran bersama antara Kontraktor, Engineer / Konsultan dan
pemilik proyek. Hasil survey akan dipakai untuk keperluan shop drawing dan sebagai data
awal perhitungan kuantitas volume pekerjaan. Pada saat survey pada tempat tertentu
selain itu kami juga akan berkoordinasi dengan instansi-instansi yang terkait untuk
keamanan pelaksanaan pengukuran.

3. Pembuatan Pembatas Pekerjaan


Pagar pembatas dibuat sederhana tapi memenuhi kekuatan sehingga mudah untuk
dipindahkan dan dapat melindungi areal pekerjaan dari arus kendaraan dan manusia.
Tidak semua lokasi pekerjaan dibuatkan pagar, khusus untuk daerah pekerjaan yang
langsung berbatasan dengan jalur lalu lintas akan dibuat pengaman.

4. Mobilisasi
Mobilisasi akan dilaksanakan secepatnya setelah kontrak ditanda tangani. Mobilitas
termasuk pembangunan fasilitas kantor direksi lapangan dan fasilitas untuk kontraktor,
serta mencakup juga trial mix dan job mix sebagai formula acuan untuk campuran beton
dan aspal yang akan dipakai pada proyek ini. Mobilisasi peralatan laboratorium sebagai
sarana pengecekan kualitas pekerjaan akan dimobilisasi pada awal pekerjaan dan paling
lambat 15 hari setelah awal proyek. Mobilisasi peralatan yang diperlukan, jenis peralatan,
serta jumlah alat akan disesuaikan dengan kondisi pekerjaan di lapangan.

5. Pengecekan Perhitungan Volume

Pengecekan perhitungan volume dilakukan sebelum dan selama berlangsungnya proyek,


pengukuran awal (MC nol) digunakan sebagai perhitungan awal. Perhitungan volume
dilakukan bersama antara kontraktor dan direksi lapangan.

6. Persiapan Quality

Periapan quality merupakan pekerjaan awal terutama untuk material yang diperlukan
proses pencampuran pada saat pelaksanaan. Percobaan pencampuran dimaksudkan untuk
mendapatkan komposisi material yang dicampur dalam suatu campuran yang memenuhi
suatu standar yang ditentukan.Material yang perlu percobaan pencampuran adalah
campuran beton sesuai karakteristik campuran yang dipakai.Percobaan juga dilakukan
untuk pekerjaan pemadatan tanah.

Halaman 2/12
II. LINGKUP PEKERJAAN

Secara garis besar paket pekerjaan ini meliputi :

A. PEKERJAAN PERSIAPAN

1. Pembersihan Lapangan
Pekerjaan in i bertujuan untuk membersikan lokasi dari semak dan mengupas
permukaan tanah dari humus dan sampah agar mudah dalam melakukan stageoutdan
pemasangan bouplank.

2. Pasang Bouplank
Pemasangan Bouplank bertujuan untuk menentukan dan sebagai pedoman untk bentuk
bangunna dan ukuran yang akan dikerjakan atau sebagai acuan sebelum pekerjaan
dimulai.
Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan.
1. Siapkan kayu untuk pembatas.
2. Ukur bagian yang akan dikerjakan.
3. Tancapkan kayu pertama dengan menggunakan palu.
4. Pasang kayu penahan kayu utama dengan menggunakan paku.
5. Ukur ketinggian batas bouwplank menggunakan meteran.
6. Pasang kayu pada bagian pojok-pojok bidang yang akan dikerjakaan dengan
menggunakn unting-unting supaya tegak.
7. Pasang tali pada batas bouwplank tadi sampai kayu berikutnya.
8. Sambungkan tali-tali tadi sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
9. Periksa kembali ketinggian tali-tali tadi agar pas dengan batas.

B. PEKERJAAN PASANGAN BRONJONG

1. Galian Tanah Lumpur


Penggalian dilakukan dengan alat excavatore.Hasil galian dimuat pada dump truck dan
kemudian dump truck membawa hasil galian ketempat yang sudah ditentukan.Bentuk
dan batas ukuran untuk penggalian ini disesuaikan dengan gambar yang digunakan atau
atas persetujuan pengawas lapangan yang disesuaikan dengan kondisi
lapangan.Excavator menggali sesuai arahan pelaksana lapangan yang didampingi oleh
pengawas lapangan sesuai dengan tanda/patok yang sudah diberi berdasarkan hasil
survey yang dilakukan oleh tenaga ahli pengukuran.

Adapun urutan kerja untuk penggalian ini adalah sebagai berikut :

Melakukan survey untuk menentukan batas, elevasi dan bentuk dari galian
untuk pembuatan bangunan yang akan dibangun oleh orang survey
Memberi tanda berupa patok kayu yang diberi tanda merah sebagai acuan
untuk melaksanakan pekerjaan.
Excavator menggali berdasarkan tanda yang sudah diberikan oleh orang
survey.

Halaman 3/12
Pada saat penggalian diarahkan oleh pelaksana lapangan yang didampingi oleh
pengawas lapangan agar mendapatkan hasil kerja yang diinginkan sesuai dengan
gambar yang digunakan.
Hasil galian dimuat pada dump truck dan kemudian dump truck membawa
hasil galian pada tempat yang sudah ditentukan.

2. Urugan Tanah Bekas Galian


Pekerjaan urugan yang dilaksanakan adalah urugan pasir, urugan tanah dan urugan
tanah yang didatangkan sesuai dengan gambar kerja.
Adapun langah kerjanya sebagai berikut :
Tanah digali menggunakan alat berat
Tanah urugan dimuat ke dalam dump truck dan dibawa ke lokasi pekerjaan
Tanah urugan di urug pada tempat urugan yang telah disetujui direksi
pekerjaan
Tanah di hampar menggunakan alat berat dan juga dibantu tenaga manusia
Urugan dipadatkan sesuai speksifikasi yang diminta.

3. Urugan Tanah Didatangkan


Pekerjaan urugan yang dilaksanakan adalah urugan pasir, urugan tanah dan urugan
kembali eks tanah galian sesuai dengan gambar kerja.

4. Lapisan Geotekstil
Pekerjaan lapisan geotekstil ini bertujuan agar material timbunan yang didatangkan
tidak bercampur ke dalam material lumpur pada lokasi penimbunan tersebut
Lapisan Geotekstil di gelar di atas tanah yang akan di timbun
Jahit sambungan geotekstil agar tidak terjadi robek setelah ditimbun material
Timbun dengan material timbunan yang sesuai diminta direksi pekerjaan.

C. PEKERJAAN REHAP KOLAM

1. Pembongkaran Pasangan Lama / Bongkaran Lantai Kolam


Semua pekerjaan pembongkaran pasangan batu yang lama dilakukan sesuai dengan
garis dan batas yang tertera pada gambar atau atas perintah direksi. Pembongkaran
pasanagn batu dilakukan dengan menggunakan peralatan sebagai berikut : Palu / Godam
(Baja Keras), Pahat Beton (Baja Keras) dan linggis (Baja Keras). Material batu yang
dihasilkan dari proses pembongkaran pasangan lama ini harus dibersihkan dari sisa-sisa
mortar pasangan lama agar dapat dimanfaatkan kembali.

2. Pasangan Batu kali Camp. 1 : 4 ( Batu didatangkan )


Pada pekerjaan ini pekerjaan pasangan batu kali ditujuakan untuk pembutan lining/turap
pengaman yang bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor, erosi
dan pelebaran saluaran akibat arus air yang akan mungkin terjadi pada dinding saluran.
Pasangan batu ini terdiri dari composisi semen + pasir + Batu Kali.
Pekerjaan pasangan batu dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia.Pemasangan
batu kali dilakukan sesuai dengan gambar atau speck yang digunakan atau atas
persetujuan pengawas lapangan.Batu disusun dan direkatkan dengan menggunakan
mortar.

Halaman 4/12
Adapun urutan pekerjaan untuk pemasangan batu kali ini adalah sebagai berikut :
Melakukan survey kembali dan member tanda untuk menentukan Panjang
bangunan, elevasi dan dimensi untuk darinase yang akan dibuat.
Memasang bouplank yang terbuat dari kayu 5/7 untuk tiang dan papan sebagai
mistar/leveling pada tanda yang sudah ditentukan oleh orang survey, sebagai batasan
pekerjaan dan mempermudah untuk melakukan pekerjaan yaitu untuk mentukan
panjang bangunan, elevasi bangunan dan dimensi dari bangunan yang akan dibuat.
Setelah buoplank terpasang maka dilakukan pengecekkan kembali terhadap
elevasi galian yang sudah dikerjakan.
Memberi urugan pasir dibawah lantai saluran
Menyusun batu kali yang dilekatkan dengan menggunakan mortar ( adukan
semen + pasir ) dengan mengikuti tanda yang sudah diberikan atau sesuai dengan
bentuk, ukuran dan dimensi yang ada pada gambar kerja atau atas instruksi pengawas
lapangan.
Pekerjaan pemasangan batu kali untuk pembuatan selokan drainase dan saluran
air ini dikerjakan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia dan alat bantu
pemasangan.

3. Plesteran Camp. 1 : 2 + Acian


Setelah pekerjaan pasangan batu kali selesai dikerjakan maka pekerjaan selanjutnya
adalah memplaster pasangan batu kali tersebut dengan menggunakan mortar semen
( Semen + Pasir + Air ) dengan komposisi campuran 1 Semen : 2 Pasir sesuai dengan
spek yang digunakan. Pengadukan mortar semen dilakukan dengan cara manual dengan
menggunakan alat bantu concrete mixer dan pekerjaan plasteran dilakukan oleh pekerja.
Setelah Dilakukanpekerjaan plesteran tersebut maka dilakukan acian permukaan dengan
pasta semen.

4. Timbunan Sirtu Dipadatkan Manual


Pekerjaan dilakukan secara mekanik, dengan menggunakan alat berat.
Excavator memuat material timbunan ke dalam dump truck untuk
diangkut ke lokasi pekerjaan. Kemudian dump truck menuangkan
material tersebut di areal timbunan yang telah disiapkan sebelumnya
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada
direksi untuki untuk disetujui.
Material dihampar dengan tenaga manusia.
Timbunan dipadatkan dengan tenaga manusia.
Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapihkan tepi hamparan dan
level permukaan dengan menggunakan alat Bantu.

5. Beton dengan mutu Sedang K - 175


Pekerjaan ini dilakukan secara mekanik, menggunakan alat berat.
Semen, pasir, aggregat kasar dan air dicampur dan diaduk menjadi
beton dengan menggunakan concrete mixer.
Prosedur pekerjaan :
Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dahulu request dan diserahkan
kepada direksi untuk disetujui.

Halaman 5/12
Menyerhakan hasil pengujian material (mix design) Beton K-175 yangakan
digunakan dan harus sesuai dengan Spesifikasi Teknik yang disyaratkan.
Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.
Tahapan Pekerjaan :
Bahan material yang akan digunakan Agregat Kasar, Agregta Halus dan
Semen.
Material tersebut dicampur dengan menggunakan concrete mixer dan diberi air
yang telah disediakan dengan alat water tank truck.
Komposisi campuran sesuai dengan spesifikasi teknik
Sebelum pemasangan harus dibuatkan bekisting dengan menggunakan kayu
perancah dan profil terlebih dahulu untuk memudahkan pemasangan sesuai dengan
gambar.
Setelah bekisting dan tulangan sudah dipasang, maka pengecoran dilaksanakan
dan pemadatannya menggunakan alat concrete vibrator agar beton padat dan
karakteristik (kuat tekan) beton tercapai.
Dalam proses pengecoran harus dibuatkan benda uji kubus beton untuk
dilakukan pengetesan dilaboratorium.

II. MANAJEMEN PROYEK


Pengelolaan pelaksanaan pekerjaan di proyek ini akan ditangani oleh tenaga-tenaga
trampil yang sudah berpengalaman dalam penanganan proyek yang sejenis, sehingga
keberhasilan pelaksanaan pekerjaan akan terjamin.

Struktur Organisasi
Pelaksanaan proyek dikelola oleh suatu tim manajemen yang dipimpin Kepala
Proyek, dibantu oleh beberapa tenaga staf, dan beberapa tenaga Pelaksana Lapangan
beserta stafnya. Kepala Proyek bertanggung jawab kepada pimpinan CV. TUKANG
PIJIT

Kepala Proyek berkuasa penuh atas manajemen proyek, dan berkewajiban


memimpin seluruh kegiatan pekerjaan di proyek, baik di bidang administrasi, teknik,
maupun kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan
Untuk masalah teknik engineering dan quality control, Kepala Proyek dibantu
oleh bagian teknik beserta stafnya.
Urusan keuangan, administrasi umum dan personalia, dibantu oleh Bagian
Personalia dan Keuangan beserta stafnya.
Urusan logistik dan peralatan, dibantu oleh Bagian Logistik dan Peralatan.

Dengan pengelolaan manajemen proyek seperti diuraikan di atas serta kerja-sama


yang baik dengan pihak pengawas, dan owner diharapkan pelaksanaan proyek dapat
berjalan dengan baik sesuai yang disyaratkan.

Sub Kontraktor dan Suplier


Sesuai dengan Keppres, dalam pelaksanaan proyek ini, CV. TUKANG
PIJITsebagai Kontraktor. Dalam pengadaan material kami akan melibatkan supplier
setempat khususnya untuk material lokal, untuk material pabrikan kami akan
bekerjasama dengan agen utama atau supplier yang berpengalaman pada bidangnya.

Halaman 6/12
III. METODE PENYELESAIAN PROYEK
Untuk menjamin system manajemen agar berlangsung dengan baik, Perusahaan telah
mengeluarkan kebijakan mengenai system manajemen proyek berupa Kebijakan Mutu.
System manajemen tersebut di atas dalam pelaksanaannya ditunjang dengan sarana-
sarana lain, berupa perangkat lunak (software) sebagai sarana pengendali, dan perangkat
keras (hardware) yang berupa peralatan-peralatan sebagai sarana penunjang pelaksanaan
pekerjaan.

a. Tenaga Kerja
Personel yang terpilih yang berpengalaman dalam proyek sejenis akan ditempatkan
sebagai personel inti dalam organisasi proyek. Tenaga Kerja terampil akan dipilih
dan didatangkan dari daerah setempat jika kualifikasi maupun jumlah tidak
memadai, akan ditambah dari daerah lain.

Tenaga kerja yang digunakan dalam penanganan proyek ini terdiri atas,
i. Tenaga pimpinan dan staf manajemen proyek termasuk Site Engineer.
ii. Tenaga operasional lapangan : pelaksana (supervisor), mekanik dan operator alat
berat
iii. Pekerjaa (mandor, tukang, kenek, operator alat Bantu)

b. Pemilihan Alat
Pemilihan peralatan yang tepat baik dari segi jenis, kapasitas, maupun jumlah akan
dipengaruhi oleh kondisi lapangan dan progres pekerjaan yang akan dilaksanakan
untuk menjamin tercapainya sasaran pelaksanaan pekerjaan. Tolok ukur yang
dipakai adalah Biaya Hemat, Mutu Akurat, dan Waktu Tepat.

Dengan pertimbangan efisiensi, mobilisasi peralatan akan disesuaikan dengan


keperluan di lapangan dan target prestasi pekerjaan yang harus dicapai.

Secara umum jenis alat yang dipakai untuk pelaksanaan Pembangunan proyek ini
sebagai berikut :

Peralatan untuk pekerjaan persiapan meliputi :


1. Theodolite
2. Waterpass
3. Laboratorium
4. Camera Digital

Peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan


Concrete Mixer
Water Pump
Dump Truck 3 4 Ton

Operasional
Perlengkapan Kantor
Pick Up
Generator Set
Sepeda Motor
Alat komunikasi

Halaman 7/12
c. Bahan
Kebutuhan bahan-bahan akan dikendalikan oleh bagian logistik dengan berpedoman
pada jadwal material dan persyaratan yang diatur dalam spesifikasi teknik. Program
detail untuk pendatangan bahan akan dibuat pada saat pelaksanaan pekerjaan,
setelah ada detail skedul pelaksanaan pekerjaan yang dibuat berdasarkan survey
awal proyek.
Material pekerjaan terdiri atas,
1. Batu Kali
2. Kerikil
3. Pasir
4. Semen PC
5. Besi Tulangan
6. Dll.

d. Pengamanan (Security)
Untuk pengawasan dan pengamanan proyek, Kami akan menyediakan tenaga
keamanan dan akan berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat, Petugas
keamanan bertugas untuk
a. Pengamanan proyek pada umumnya
b. Pengamanan bahan-bahan dan peralatan milik proyek

e. Program K3
Untuk keselamatan kerja seluruh staf dan pekerja yang terlibat dalam kegiatan
proyek akan dibentuk unit K3 yang akan membuat program K3 dan akan selalu
dimonitor (Proses OHSAS 18001-1999). Dalam menanggulangi hal-hal yang
mungkin akan terjadi, maka unit K3 akan bekerja sama dengan Puskesmas, Klinik,
Rumah sakit, maupun instansi-instansi lain terdekat yang terkait.

Tugas-tugas dalam program K3 adalah sebagai berikut,


Mencegah dan menghindari terjadinya kebakaran di proyek dan menyediakan
tabung pemadam kebakaran.
Memastikan pekerja dan staf dalam kondisi aman dan selamat pada saat
pelakukan pekerjaan.
Memastikan semua alat dan peralatan kerja dalam kondisi layak pakai.
Melakukan pengawasan terhadap pemakaian Alat Pelindung Diri (APD), seperti
topi pengaman, sepatu sefty, kaca mata sefty, sarung tangan, ear plug untuk
pekerja yang bekerja di area bising, dan sebagainya yang diperlukan untuk
pengaman diri yang diharuskan untuk pekerjaan yang akan dilakukan.
Memastikan lokasi kerja sudah aman untuk melaksanakan pekerjaan dan
member tanda/batas untuk lokasi pekerjaan yang sedang dikerjakan.
Memberi tanda/rambu-rambu pada lokasi pekerjaan sesuai dengan situasi lokasi
pekerjaan.
Memberikan pertolongan pertama bagi pekerja yang mengalami kecelakaan atau
sakit pada saat bekerja.
Memberikan pengarahan bagi pekerja staf dan orang yang terlibat dalam
pekerjaan tentang bahaya kerja dan penanggulangan ( antisipasi ) yang akan
dilakukan yang disesuaikan dengan situasi, kondisi dari lokasi pekerjaan yang
akan dikerjakan.

Halaman 8/12
Melakukan pengamanan terhadap arus lalu lintas

IV. KOORDINASI ANTAR DISIPLIN


Dalam penyelesaian keseluruhan proyek, banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang
kegiatannya akan dapat mempengaruhi kecepatan penyelesaian proyek misalnya,
pekerjaan relokasi utilitas atau adanya aktivitas yang menyangkut budaya lokal dan
kondisi lalulintas, oleh karena itu sangat diperlukan adanya koordinasi yang baik dan
terpadu, untuk menghindari terjadinya konflik dan kesimpangsiuran pelaksanaan, yang
dapat mengakibatkan terjadinya hambatan-hambatan yang tidak diinginkan.
Koordinasi diperlukan untuk mengatur atau menjadwalkan kegiatan pekerjaan disuatu
tempat yang saling terkait yang akan dilaksanakan, sehingga proyek memerlukan
adanya :
Rapat Koordinasi
Rapat koordinasi intern Kontraktor, dilaksanakan minimal 1 kali seminggu,
untuk menyampaikan informasi adanya aktivitas yang dapat mengganggu
kecepatan proyek, membahas permasalahan yang ada, koordinasi pelaksanaan
pekerjaan.
Rapat koordinasi dengan Direksi lapangan akan minimal satu minggu satu kali,
dimaksudkan untuk penyampaian evaluasi dan rencana target, juga untuk
membahas jalann keluar hambatan-hambatan yang ditemui.
Program dan Scheduling
Jadwal Pekerjaan akan dijabarkan lebih detail ke dalam program bulanan dan
mingguan dan akan dimonitor secara cermat menggunakan laporan harian dan
mingguan.
Untuk pengontrolan secara umum akan dituangkan dalam bentuk Flow Chart
standar agar dipahami, sedangkan untuk proyek akan dibuat rumusan tersendiri
yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang ada di proyek yang mengacu pada
flow chart standar.

V. QUALITY CONTROL
Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang
disyaratkan, perlu dilakukan pengendalian mutu (quality control) terhadap pelaksanaan
pekerjaan yang antara lain mengontrol,
Material yang digunakan
Pemilihan tenaga kerja
Perawatan alat
Test material di laboratorium dan lapangan
Test hasil pekerjaan

Melakukan pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan yang digunakan


dalam pelaksanaan pekerjaan, maupun terhadap pelaksanaan pekerjaan. Meskipun untuk
hal-hal tersebut di atas sudah ada penanggung jawabnya langsung, kiranya perlu
ditunjuk petugas khusus quality control yang dikoordinasikan oleh bagian Teknik dan
melakukan proses Quality Control (proses ISO 9001-2000) dan prosedurnya yang telah
berlaku diproyek.

Manajemen mutu di proyek akan melaksanakan semua kegiatan secara sistematik dan
terencana yang diterapkan sebagai bagian dari system mutu perusahaan untuk menjamin
bahwa proses pelaksanaan di proyek secara terkendali dan konsisten dapat mencapai

Halaman 9/12
semua sasaran dan persyaratan mutu yang diminta dalam gambar-gambar pelaksanaan
dan spesifikasi pekerjaan pengendalian mutu di pelaksanaan akan dapat dijalankan
dengan baik dengan adanya :
i. Sasaran mutu yang jelas
ii. Sumber daya manusia yang professional dan tanggung jawab yang jelas
iii. Organisasi proyek yang handal
iv. Sistem dan prosedur mutu yang baku
v. Penerapan manajemen mutu yang konsisten.

II. ANALISA SUMBER BAHAN


Sumber bahan akan dipenuhi dari lokasi terdekat yang memenuhi persyaratan material seperti
dalam buku Spesifikasi
a. Material alam
Material alam yang diperlukan untuk proyek ini akan dipenuhi dari beberapa sumber
material terdekat yang dapat memrnuhi persyaratan. Berdasarkan informasi dan survey
dilapangan maka kami memperoleh beberapa lokasi yang memungkinkan untuk
dipakai pada proyek ini.
b. Material Pabrikan
Material pabrikan yang diperlukan untuk proyek ini akan dipenuhi dari beberapa
perusahaan produsen material yang sesuai dengan bidang spesialisnya masing-masing.
Material pabrikan spesialis tersebut antara lain untuk material, semen dan aspal.
c. Material Olahan
Material olahan yang diperlukan untuk proyek ini akan dipenuhi dari beberapa sumber
material dan diolah disuatu tempat sehingga sesuai dengan spesifikasi yang
dibutuhkan. Material olahan tersebut antara lain untuk campuran beton sesuai
karakteristik yang ditentukan, bahan timbun pilihan dll.

III. PENGELOLAAN PERALATAN


Kebutuhan alat tidak bisa ditentukan pada tahap tender karena pada kenyataannya di lapangan
akan selalu terjadi perpindahan alat dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain.

Perhitungan jumlah, kapasitas alat yang akan dipakai sangat dipengaruhi oleh :
Waktu efektif pelaksanaan pekerjaan
Volume pekerjaan yang harus dikerjakan
Jarak antara sumber material dengan lokasi proyek

Penggunaan peralatan akan diutamakan menggunakan alat milik sendiri, seperti yang telah
kami nyatakan pada dokumen Kualifikasi yang telah dilakukan, dan jika alat sendiri tidak
mencukupi atau berdasarkan pertimbangan waktu, maka kekurangan tersebut akan dipenuhi
dari perusahaan rental alat setempat.

IV. PENGARUH LINGKUNGAN


Beberapa tahun terakhir isu lingkungan sangat dominan dalam pelaksanaan proyek hal ini
disebabkan adanya kemajuan reformasi, sehingga semakin banyak organisasi non pemerintah
dan masyarakat sekitar menjadi pengawas langsung pelaksanaan proyek khususnya mengenai
lingkungan, walaupun secara kontraktual hal tersebut tidak ada.
Secara umum manajemen lingkungan akan ditangani sesuai prosedur baku yang ada di
perusahaan antara lain :

Halaman 10/12
Menempatkan petugas khusus yang memantau penanganan lingkungan seperti yang
ditentukan dalam spesifikasi.
Membuat standar pelaksanaan, metode kerja, schedule, serta penanggung jawab.
Jika tidak dapat melaksanakan dengan sumber daya intern perusahaan, maka kami
akan menghubungi subkontraktor atau supplier yang mampu menangani fungsi
tersebut.

Berikut beberapa isu lingkungan yang sering menjadi perhatian masyarakat, dan cara yang
biasa kami lakukan untuk mengatasinya.
Limbah Hasil Galian
Limbah hasil galian atau hasil pembersihan saluran
Sanitari
Banyaknya pekerja yang terlibat dalam pelaksanaan proyek akan menimbulkan
masalah berupa penyediaan fasilitas sanitari, kami akan menyediakan sarana sanitari
di lokasi barak pekerja menginap sehingga pencemaran secara terbuka dapat dihindari.
Pekerjaan tanah biasanya akan menimbulkan debu yang beterbangan baik pada saat
proses di lapangan atau pada saat pengangkutan, hal ini akan diatasi dengan
penyiraman pada saat proses di lapangan, dan pada saat pengangkutan tanah diberikan
penutup terpal.
Ceceran tanah
Angkutan tanah biasanya akan mengotor jalan dengan ceceran tanah baik dari baknya
maupun dari tanah yang menempel di roda, isu ini akan diatasi dengan menutupi truk
pengangkut dengan terpal dan menyiram roda kendaraan sebelum keluar di jalan raya,
dan disediakan petugas kebersihan yang membersihkan ceceran tanah.
Limbah bekas pengecoran
Proses pengecoran biasanya meninggalkan limbah berupa bongkaran bekisting,
limbah ini akan segera diangkut ke suatu tempat untuk proses lanjutan.

V. PENUTUP

Demikian garis besar metode pelaksanaan yang dapat kami sampaikan sebagai usulan untuk
pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan dalam lingkup proyek ini, metode pelaksanaan yang lebih
detail untuk tiap item pekerjaan akan dibuat pada saat pelaksanaan.

Mudah-mudahan uraian ini dapat memberikan gambaran yang cukup jelas tentang langkah-
langkah yang akan dilakukan dalam pelaksanaan proyek ini.

Singapura, 04 Mei 2015


CV. TUKANG PIJIT

JONH ALEG, ST
Direktur

Halaman 11/12
Halaman 12/12

Anda mungkin juga menyukai