Anda di halaman 1dari 1

Nama : Sholihatus Shofiah

NIM : 162310101287

Menumbuhkan Minat Masyarakat Indonesia Terhadap Pelayanan Kesehatan

dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraannya

Perkataan yang ramah dan murah senyum dari dokter dan perawat, biasanya
menjadi obat awal mengurangi rasa sakit pasien yang datang ke puskesmas atau rumah
sakit untuk berobat. Namun, kehangatan pelayanan itu saat ini tak lagi dirasakan oleh
banyak masyarakat Indonesia yang menjadi pasien. Nah! Apa sih penyebabnya?
Persoalannya sering kali karena administrasi yang rumit dan rumitnya biaya berobat
yang membuat masyarakat kecewa serta semakin bingung akan pelayanan kesehatan.

Seseorang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dalam menjaga


kesehatan. Contohnya, ketika sakit mereka cenderung membutuhkan bantuan orang lain,
dimana keadaannya mengalami keterbatasan gerak fisik. Sehingga, mereka
membutuhkan pelayanan kesehatan dalam menjaga kesehatannya. Pelayanan kesehatan
yang sering kita jumpai seperti halnya BPJS.

Sering kali masyarakat desa menyepelekan upaya yang dilakukan pemerintah


dalam hal pelayan kesehatan, misalnya dengan diadakan BPJS yang pada dasarnya
dibentuk hanya untuk memfasilitasi masyarakat di bidang kesehatan. Namun, faktanya
masyarakat tidak mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang diupayakan oleh
pemerintah tersebut, khususnya masyarakat yang ada di desa. Hal ini terjadi karena
kendala administrasi yang begitu rumit dan tergolong sulit, ruwet, yang membuat
mereka kebingungan.

Untuk itu, sebaiknya Pemerintah di seluruh Indonesia memberikan sosialisasi dan


penyuluhan kepada masyarakat Indonesia yang berobat di rumah sakit terkait dengan
BPJS. Mulai dari cara kerja, tujuan, manfaat, dan layanan kartu BPJS yang akan didapat
oleh peserta BPJS kesehatan. Setelah itu, nantinya masyarakat akan tertarik menjadi
anggota dan benar-benar mengetahui dan faham manfaat dari Pelayanan Kesehatan
yankni BPJS. Akhirnya, masyarakat akan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan
yang sebelumnya rumit dilaksanakan oleh sejumlah orang.