Anda di halaman 1dari 3

Pendekatan kontingensi kepada Desain Sistem Akuntansi

Teori Kontingensi
Teori kontingensi melakukan pendekatan pada desain dari system akuntansi yang
mengasumsikan bahwa strategi umum yang dapat diaplikasikan kepada semua
organisasi itu tidak ada. Sebaliknya, justru berasumsi bahwa desain dari berbagai
komponen dari system akuntansi bergantung dari kontingensi tertentu yang dapat
menciptakan tandingan yang cocok. Sampai saat ini, formulasi kontingensi
dianggap sebagai efek dari teknologi, struktur dan teori organisasional, dan
lingkungan dalam usaha untuk menjelaskan bagaimana system akuntansi berbeda
pada berbagai situasi. Inti dari formulasi ini adalah semua tergantung pada faktor
situasional.
Formulasi Teoritikal
a. Desain efisien dari system akuntansi manajemen dan pilihan atas mekanisme
pengendalian yang bergantung pada struktur dan konteks dari sebuah
organisasi.
b. Gordon dan Miller mengajukan sebuah framework kontingensi untuk desain
system informasi akuntansi yang memperhitungkan lingkungan, attribute
organisasional, dan gaya decision-making manajerial.
c. Macintosh dan Daft menginvestigasi hubungan antara satu karakteristik
organisasi dan desain system pengendalian.
d. Macintosh mengajukan model kontekstual dari system informasi yang
melingkupi sebuah konsep mikroorganisasional dan gaya keputusan personal.
e. Ewusi-Mensah menginvestigasi pengaruh dari lingkungan organisasi eksternal
system informasi manajemen.
Studi Empiris dalam Teori Kontingensi

Penggunaan Teknik Capital Budgeting

Hubungan antara penggunaan teknik capital budgeting dan kinerja perusahaan


dipengaruhi oleh kontingen, karakteristik-karakteristik spesifik dari perusahaan.
Hasil dari studi menunjukkan bukti hubungan positif antara keefektifan dari teknik
ccapital budgeting yang lebih mutakhir dan lingkungan yang dapat diprediksi,
penggungaan system bonus jangka panjang, dan tingkat desentralisasi

Strategi Bisnis dan Sistem Kontrol

Sebuah survey atas manajer dari unit strategi bisnis dalam perusahaan yang
berbeda menghasilkan hasil berikut:
1) Kepercayaan yang lebih besar pada kriteria jangka panjang sama besarnya
dengan kepercayaan atas pendekatan subjektif untuk menentukan bonus
manajer unit strategi bisnis berkontribusi pada keefektifan dalam hal
membangun unit strategi bisnis tetapi menghambat dalam hal memanen unit
strategi bisnis
2) Hubungan antara perpanjangan dari kepercayaan system bonus pada kriteria
jangka pendek dan keefektifan unit strategi bisnis sebenarnya independen
atas strategi dari unit strategi bisnis.

Perceived Importance dan penggunaan Budget Control

Burns dan Waterhouse menemukan bahwa pentingnya dan penggunaan


pengendalian anggaran lebih tinggi dalam organisasi yang memiliki teknologi lebih
baik dimana memiliki prosedur operasi standard dan formal.

Pemilihan Tindakan Kontrol dan Sistem

Berdasarkan atas penemuan studi terkini, terdapat perubahan luas atas gaya
manajerial tidak dapat diduga untuk muncul hingga terjadinya perubahan penting
pada persepsi dari karakteristik dan iklim organisasional.

Pendekatan Kontingensi pada Pengukuran Kinerja

Penelitian yang dilakukan oleh Hayes mengindikasikan bahwa (1) faktor internal
adalah penjelasan utama untuk kinerja departemen produksi, dan (2) lingkungan
begitu juga dengan variabel-variabel interdependensi menyajikan kontribusi yang
serupa kepada penjelasan dari kinerja oleh departemen pemasaran.

Determinan dari Sistem Informasi Akuntansi

Teknologi diperiksa sebagai variabel penjelas utama dari sistem informasi akuntansi
yang efektif oleh Daft dan Macintosh. Studi mereka berdasarkan pada kuesioner
yang dikirim ke 253 individu dalam dua puluh empat unit kerja yang berbeda yang
menghasilkan korelasi tinggi antara empat jenis teknologi dan empat kategori
sistem informasi

Perilaku Disfungsional dan Management control

Jaworski dan Young mengembangkan dan menguji model yang berpendapat bahwa
tiga variabel kontekstual (keselarasan tujuan, persepsi rekan perilaku disfungsional,
dan asimetri informasi antara atasan dan bawahan) mempengaruhi tingkatan dari
konflik peran dan tensi pekerjaan yang dialami oleh bawahan. Hasilnya seperti yang
diperkirakan dengan hasil bahwa konflik peran meningkatkan ketegangan kerja dan
ketegangan pekerjaan meningkatkan tingkat perilaku disfungsional

Efek dari kontrak insentif

Secara umum diasumsikan dalam akuntansi manajemen pada umumnya dan


akuntansi manajemen khususnya, bahwa kontrak insentif dapat digunakan untuk
memotivasi individu untuk mengerahkan usaha dan menggunakan umpan balik
untuk meningkatkan kinerja.

Efek Pertimbangan pada ukuran kinerja biasa dan unik

Perusahaan bergantung pada formulasi strategis dan mencocokkan kemampuan


mereka dan peluang investasi yang dapat membantu mereka dalam merealisasikan
tujuan mereka. Analisis industri merupakan langkah penting dalam proses strategis.
Hal ini biasanya berfokus pada lima variabel: (a) pesaing, (b) pendatang potensial di
pasar, (c) produk setara, (d) daya tawar pelanggan, dan (e) kekuatan tawar-
menawar atas pasokan impor. Sebuah strategi, termasuk pertimbangan lima
kekuatan di atas, dapat diimplementasikan dengan balanced scorecard.

Teori Keadilan Distribusi dan Alokasi sumberdaya Intrafirm

Untuk alokasi sumber daya antar perusahaan, serta untuk semua kasus yang
melibatkan informasi asimetris antara pihak pada sebuah kontrak, teori keagenan
memprediksi perilaku oportunistik yang tidak dibatasi. Akan tetapi, berbagai faktor
sosial dan psikologis, yang dapat mengurangi kekeliruan dalam perusahaan,
misalnya budaya perusahaan dan moral pribadi. Perilaku oportunistik sesuai dengan
teori utilitarian diri mengenai keadilan, di mana sumber daya dianggap sebagai hak
oleh salah satu pihak dalam kontrak. Namun di mana teori-teori lain, ketika keadilan
distributif dilembagakan, perilaku yang lebih egaliter pun diharapkan.

Anda mungkin juga menyukai