Anda di halaman 1dari 2

Skleroterapi untuk malformasi vaskuler: Komplikasi dan review teknik

yang digunakan untuk menghindari komplikasi

S.O.Edeyinde, L, Kangesu, M. Dadran

Ringkasan

Tujuan: Radiologi intervensi memiliki peran utama yang digunakan sebagai


pengganti tindakan pembedahan dalam penanganan malformasi vaskuler. Setelah
mengetahui angka komplikasi yang tinggi , kami menguji pengalaman kami untuk
mengkaji secara terinci hasil dan resikonya. Kami juga menyediakan suatu ulasan
dari teknik yang digunakan untuk mencegah komplikasi yang timbul

Metode dan material: Data dikumpulkan dalam periode 5 tahun pada pasien yang
telah selesai melakukan pengobatan. Dua sclerosants yang digunakan, baik alcohol
100% ataupun natrium tetra
desil sulfat (STS) 3% sebagai agen tunggal atau dalam kombinasi. Kami melakukan
mengelompokkan hasil klinis dan radiologis awal dari terapi yang diberikan. Analisis
regresi logistik biner dilakukan untuk variabel (umur, jenis malformasi pembuluh
darah dan jumlah sesi sclerotherapy) yang dapat memprediksi terjadinya
komplikasi.

Hasil: Dua puluh empat pasien (11 laki-laki dan 13 perempuan) menyelesaikan
pengobatan selama periode ini dan menjadi subjek dari tinjauan ini. Ada total 46
sesi dengan rata-rata dua (rentang dari satu hingga lima). Mean dan median dari
usia adalah masing-masing 36,2 dan 38 tahun. Sembilan belas pasien mengalami
malformasi vena dan lima mengalami malformasi limfa. Sebagian besar malformasi
vaskular terjadi di kepala dan daerah leher (66,7%). Meskipun hasil awal
keseluruhan yang menguntungkan (21 dari 24 pasien memiliki resolusi sebagian
ataupun lengkap secara klinis dan radiologis), terdapat empat komplikasi yang
berkaitan dengan saraf dan tiga berkaitan dengan kulit. Dengan hanya
menggunakan alcohol, (13 pasien, 24 sesi) terdapat satu gangguan kulit dan tiga
jenis kerusakan jaringan. Dengan hanya pemberian STS (lima pasien ,19 sesi) ada
satu yang mengalami komplikasi kulit, dan dengan kombinasi (enam pasien, tiga
sesi) satu komplikasi kulit dan satu komplikasi saraf..

Malformasi vaskular merupakan suatu kelainan structural dari sistem vaskuler yang
didapatkan sejak lahir dan dibagi berdasarkan tipe pembuluh darahnya. (arteri-
venous, Kapiler, Vena dan limfatik.)

Penanganan utama terjadinya malformasi vena dan malformasi limfe adalah


dengan mengontrol gejalanya dan melibatkan pula skleroterapi diakibatkan
tingginya morbiditas dan rekurensi dari intervensi pembedahan. Penanganan nyeri
ataupun kelainan melalui menggunakan skleroterapi merupakan pilihan awal untuk
Malformasi vena, sedangkan untuk malformasi limfe dapat menggunakan
pembedahan ataupun skleroterapi. Pilihan penanganan yang tepat sebaiknya
didiskusikan dengan tim multidisiplin dan penyuntikan skleroterapi perlu dilakukan
oleh radiologi intervensi. Pelayanan multidisiplin telah dilakukan di rumah sakit
kami, terutama dilakukan pada orang dewasa. Ulasan penggunaan awal dari injeksi
skleroterapi untuk menangani malformasi vaskuler dilakukan dalam periode 5 tahun
antara 2004 hingga 2009 dengan dipusatkan pada komplikasi yang timbul.

Material dan metode

Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dan pelaporan kasus yang dicatat
baik data demografinya, diagnosis klinis maupun laboratorium, tempat, jenis
jaringan, dan jumlah sesi skleroterapi, agen dan komlikasi serta hasil awal
dimasukkan dalam database dan analisis statistic dilakukan dengan mikrosoft Excel.
Tabel 1 menunjukkan data pasien,