Anda di halaman 1dari 22

Universitas Negeri Malang

JOBSHEET (LEMBAR KERJA)


Mata Kuliah : Praktek Memelihara/servis engine Kelas : B2
Motor Bensin dan komponen-komponenya Semester : Genap
(Engine Tune Up) Tahun Pelajaran : 2017
Dosen : Partono Waktu :..menit

STANDAR KOMPETENSI : Tune Up Motor Bensin


KOMPETENSI DASAR : Memelihara/servis engine dan komponen-komponenya
(engine tune up)
INDIKATOR :
A. Pelaksanaan Tune Up dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen
pada mobil/engine stand.
B. Informasi yang benar didapat dari spesifikasi pabrik dan dipahami.
C. Perbaikan system pengapian menggunakan metode, perlengkapan dan material
yang ditetapkan berdasarkan spesifikasi pabrik.
D. Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeriksaan (Tune Up)
E. Seluruh kegiatan perbaikandilaksanakanberdasarkan SOP, Undang-undang K3,
peraturan perundang-undangandanprosedur/kebijakanperusahaan.

TUJUAN:

OPKR. 20-001-2 B Perawatan Engine Bensin


Setelah melakukan praktik tune up, diharapkan siswa dapat :
A. Mempersiapkan kebutuhan tune up motor bensindan K3.
B. Melakukan engine tune up motor bensindenganbenarsesuai SOP.
C. Mengidentifikasi kerusakan engine.
D. Merawat komponen-komponen engine dengan baik.

PERALATAN DAN BAHAN :


a. Unit mobilbensin/engine stand.
b. Satu set kunci pas /ring
c. Hidrometer
d. Kompresi tester
e. Radiator tester
f. Kuncimomen
g. Multi tester
h. Timing Light
i. Dwell tester
j. Feller gauge
k. Mistar
l. Neraca

KESELAMATAN KERJA :
a. Gunakan tutup fender, tutup kursi dan lantai agar kendaraan tetap bersih dan tidak
rusak.
b. Gunakan semua peralatan sesuai dengan fungsinya.
c. Apabila kendaraan harus diangkat bagian depan atau belakang saja, jangan lupa
mengganjal kendaraan demi keselamatan.
d. Ikutilah Intruksi dari instruktur/guru ataupun prosedur kerja yang tertera pada
lembar kerja.
e. Gunakan pakaian kerja.
f. Lakukan pekerjaan sesuai langkah yang benar.
PROSEDUR TUNE UP ENGINE

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 2


Engine yang sudah dioperasikan akan mengalami perubahan fisik pada komponen-
komponennya seperti pada : blok motor, kepala silinder, mekanik katup, poros engkol,
kelengkapan piston, poros nok dan yang lainnya. Perubahan fisik tersebut dapat
mengganggu kinerja engine. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perawatan
secara rutin/berkala, agar tingkat perubahan yang terjadi dapat ditekan seminimal mungkin.
Perawatan rutin komponen-komponen engine dilakukan tidak secara langsung pada
komponen-komponen tersebut diatas, tetapi pada sistem-sistem yang mendukung kinerja
engine. Di dalam industri perotomotifan perawatan rutin terhadap komponen-komponen
engine disebut dengan Tune-up engine. Adapun perawatan yang dimaksud meliputi :

1. Memeriksa Baterai
Kemampuan kerja baterai akan mengalami penurunan seiring dengan
pemakaian. Kinerja baterai yang kurang baik akan menyebabkan : sulit untuk mentarter
engine, gangguan pada sistem penerangan dan peralatan tambahan (assesoris).
Perawatan baterai meliputi :
a) Pemeriksaan secara visual :
Periksa baterai kemungkinan :
- Penyangga baterai berkarat.
- Terminal longgar, berkarat atau rusak.
- Kotak baterai rusak atau bocor.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

b) Mengukur berat jenis elektrolit


- Memeriksa berat jenis baterai dengan hydrometer
Berat jenis : 1,25 1,27
- Periksa jumlah elektrolit pada setiap sel. Ketinggian elektrolit harus berada
antara garis Uper level dan lower level.

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 3


Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

c) Pemeriksaan Tegangan baterai

- Arahkan saklar selektor pada 50 DC.

- Tempelkan ujung merah pada positif baterai dan hitam pada negatif baterai.

- Iihat arah jarum pada multimeter.

- Sesuaikan dengan tegangan pada baterai tersebut.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 4


2. Perawatan Sistem Pendinginan
Gangguan pada sistem pendinginan secara umum akan berakibat meningkatnya
suhu kerja engine yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine. Gangguan langsung
yang dirasakan antara lain : tenaga berkurang, bahan bakar boros, komponen-
komponen engine mengalami kerusakan. pekrjaan perawatan berkala pada sistem
pendinginan meliputi :
a) Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin
Periksa ketinggian air pendingin yang terdapat pada tangki Penampungan
(Reservoir). Jika tinggi air kurang isilah hingga garis FULL.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

b) Memeriksa kondisi air pendingin


Periksalah air pendingin kemungkinan kotor terdapat karat atau tercemar oli.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 5


c) Memeriksa sistem pendinginan.
Periksalah kemungkinan terjadi :
- Kerusakan fisik pada radiator atau slang radiator.
- Kerusakan pada klem slang radiator.
- Kisi-kisi radiator berkarat.
- Kebocoran pada pompa air, pipa radiator (core),penguras.

Radiator pressure tester


Pompa sampai 7-1,1 kg/cm2, (Lihat pada tutup radiator)

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

d) Memeriksa kerja tutup radiator


Dengan menggunakan alat tes tutup radiator (Radiator cap tester) periksalah
kondisi pegas dan katup vakum dari tutup radiator. Tutup perlu diganti bila tekanan
pembukaan dibawah angka spesifikasi pabrik, atau jika secara fisik rusak.

Tekanan pembukaan katup :


STD : 0,75 1,05 kg/cm2
Limit : 0,6 kg/cm2
(sesuaikan dengan ketentuan manual)

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 6


Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

3. Memeriksa tali kipas


a) Pemeriksaan secara visual
- Tali kipas diperiksa secara visual kemungkinan terjadi :
Retak, perubahan bentuk, aus atau terlalu keras. terkena oli atau
paslin/grease.
- Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 7


b) Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas.
Dengan tekanan 10 kg/cm2, tekan tali seperti pada gambar
defleksi/kelenturan tali :

Bila tidak memenuhi spesifikasi pabrik lakukan penyetelan tali kipas dengan SST
penyetel tali kipas (belt tension gauge). (Gunakan penggaris untuk mengukur
titik lengkung ke titik awal)

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 8


4. Membersihkan saringan udara/Air filter
Gangguan pada saringan udara akan berakibat tenaga engine berkurang dan
bahan bakar boros. Adapun prosedur perawatannya seperti berikut :
- Melepas saringan udara dari engine. Jangan sampai ada benda yang masuk ke
karburator.
- Hembuskan tekanan udara dari sisi dalam elemen.
- Bila elemen rusak atau terlalu kotor supaya diganti.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

5. Memeriksa Sistem Pelumasan.


Sistem pelumasan merupakan bagian vital pada engine. Gangguan pada sistem
pelumasan akan berakibat : suhu engine meningkat berlebihan, komponen-
komponen engine cepat aus dan tenaga mesin akan terasa berkurang. Perawatan
pada sistem pelumasan meliputi :
a) Memeriksa tinggi oli
Tinggi oli harus berada antara garis L dan F, bila kurang harus ditambah,
periksalah kemungkinan ada kebocoran, dan perbaikilah.

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 9


Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

b) Memeriksa kondisi oli


Periksa oli kemungkinan kotor, tercemar air atau sudah berubah warna karena
terbakar.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

6. Memeriksa, membersihkan dan menyetel busi.


Busi adalah komponen yang memberikan loncatan api untuk proses pembakaran.
Bila busi kotor, rusak akan berakibat : tenaga engine kurang, engine tidak dapat
idel, pincang dan sulit distarter. Perawatan busi meliputi :

a) Pemeriksaan busi secara visual


- Kemungkinan retak, kerusakan pada ulir atau isolator.
- Keausan pada elektroda.
- Gasket rusak atau berubah bentuk.
- Elektroda terbakar atau kotor berlebihan.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 10


b) Membersihkan busi
- Jangan menggunakan pembersih busi terlalu lama.
- Hembuskan kompoun dan karbon pembersih dengan udara tekan.
- Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

c) Menyetel celah busi


Memeriksa semua celah busi dengan alat pengukur celah. Jika diperlukan setelah
celah busi dengan membengkokkan elektroda busi.

Spesifikasi 0,7 1,0 mm

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 11


7. Memeriksa kabel tegangan tinggi
Gangguan kabel tegangan tinggi pengapian akan berakibat : engine sulit
distarter, tidak dapat idel, pincang dan tenaga kurang. Hal ini dapat terjadi karena
tahanan kabel menjadi sangat besar.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Periksalah semua kabel tegangan tinggi tahanan kabel : kurang dari 25 k.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 12


Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

8. Pemeriksaan coil pengapian

Memeriksa tahanan coil.


Sebelum mengukur tahanan koil

Pastikan selector multi ohm meter

Sesuai kebutuhan dan dikalibrasi.

Koil tanpa internal resistor

Tahanan koil primer 1.3-1,6 Ohm

Tahanan Koil sekunder 10,7-14,5KOhm

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 13


9. Distributor
Gangguan pada distributor akan berakibat kinerja sistem pengapian tidak sempurna,
yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine : engine sulit distart, tenaga
kurang, panas berlebihan dan komponen-komponen utama engine cepat rusak.
Adapun perawatannya meliputi:

a) Memeriksa tutup distributor


Periksa tutup distributor serta rotor dari kemungkinan :
- Retak, berkarat, kotor atau terbakar.
- Terminal-terminal kotor atau terbakar.
- Pegas karbon terminal tengah lemah atau macet.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

b) Menyetel celah platina atau celah udara


- Jika platina aus, rusak atau terbakar ganti yang baru.
- Stel celah platina : celah blok : 0,45 mm
- Stel celah udara antara rotor dan proyeksi koil (pengapian elektronik).
Celah udara : 0,2 0,4 mm.

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 14


Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

c) Memeriksa sudut Dwell


Periksa sudut dwell dengan Dwell tester.
Sudut dwell : 50 0 54 0

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 15


d) Memeriksa saat pengapian
Stel putaran mesin pada putaran idel, oktan selector pada posisi standar. Pada
putaran maksimal 950 Rpm saat pengapian antara 5 0 15 0 sebelum TMA
(sesuaikan dengan spesifikasi pabrik).
Penyetelan pengapian dengan merubah posisi distributor serta menggunakan
alat Timing light.
Jangan menyetel dengan Oktan selector.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

e) Memeriksa kerja governor advancer


- Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah
putaran rotor dan dilepas.
- Rotor tidak boleh terlalu kendor.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 16


10. Menyetel Celah Katup
Perubahan pada setelan celah katup akan berakibat pemesukan gas baru
dan pengeluaran gas bekas terganggu dan akan menyebabkan tenaga engine
berkurang, putaran idel terganggu dan suara berisik.
Adapun prosedur penyetelannya sebagai berikut :

a) Menepatkan tanda timing


- Panaskan engine kemudian matikan
- Tepatkan silinder no 1 pada TOP kompresi

b) Mengencangkan baut-baut kepala silinder dan penumbuk katup.


- Baut kepala silinder : 5,4 6,6 kg.m
- Baut penumbuk katup : 1,8 6,6 kg.m

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 17


c) Menyetel Celah Katup
Celah katup diukur di antara batang katup dengan lengan penumbuk
(Rockerarm).

Celah katup hisap : 0,20 mm, katup buang : 0,30 mm


(sesuaikan dengan ketentuan manual)

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

Putar satu kali putaran (360 0), stel pada TOP kompresi silinder 4.

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 18


Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

..

11. Memeriksa Tekanan Kompresi Engine

- Panaskan engine sampai suhu kerja


- Lepas semua busi

- Melepas kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar


aliran skunder terputus.

- Memasang kompresi tester pada lubang busi, buka trotel


penuh dan start engine pada putaran : 250 Rpm selama

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 19


maksimal 3 detik. Baca hasil pengukuran antara 9 12
kg/cm2 (sesuaikan dengan manual merek kendaraan) yang
diukur.

Standar Tekanan kompresiadalah 9-12 bar / 900-1200 Kpa.

Atau bisa juga seperti gambar di bawah

Standar Tekanan kompresiadalah 9-12 bar / 900-1200 Kpa.

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 20


12. Memeriksa Karburator
Untuk penyetelan karburator gunakan manual sesuai jenis karburator dan merek
kendaraannya.
Gangguan pada sistem karburator akan berakibat : tenaga engine berkurang,
putaran idel tidak baik dan bahan bakar boros. Perawatan pada sistem karburator
meliputi :

a) Menyetel Campuran Bahan Bakar dan Putaranstasioner.


- Hidupkan mesin sampai temperature kerja normal Pasang tacho meter Setel
sekerup campuran BB sampai mendapatkan putaran Tertinggi.
- Stel putaran idle mesin pada sekerup penyetel menggunakan obeng (-)
(700Rpm)

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................


..
.

13. Mengukur Konsentrasi CO Pada Gas Buang


- Menaikkan putaran sekitar 2000 Rpm selama 30 60 detik.
- Tunggu 1 menit, baru lakukan pengukuran.
- Pengukuran harus dilakukan selama 3 menit seperti berikut :

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 21


Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ...........................
.
.

- Jika seluruh pekerjaan penyetelan sudah selesai, kembalikan slang katup HIC
seperti semula dan pasang kap pembatas idel yang baru seperti berikut :

Hasil pemeriksaan dan kesimpulan : ..


...........................
.

Tune-up Engine Bensin Universitas Negeri Malang 22