Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PEMOTONGAN MIKROS

SITOHISTOTEKNOLOGI
Sampel: No. Registrasi : A-20172701
Nama Pasien : Nn. Melanesia Putri Weber
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 29 tahun
Asal Jaringan : Uterus
Banyaknya Jeringan : 1 coupe
Dokter Pengirim : dr. Julio Mahendra, Sp.PA
RS Pengirim : RSCM

I. Tujuan: Untuk mendapatkan potongan jaringan yang tipis


serta representatif terhadap blok yang dipotong.

Disusun Oleh : II. Prinsip: Jaringan yang telah tertanam dalam blok parafin
Nama : M Miftakul Huda Pradana diatur kesesuainnya pada mikrotom kemudian

NIM : A102.11.034 dipotong dengan ketebalan 3-5 m dengan hasil


potongan pita parafin yang representatif.
Kelas : 2B2
III. Alat dan Bahan : e. Buka kunci mikrotom kemudian ratakan permukaan
a. Mikrotom blok hingga terlihat gambaran jaringan yang utuh.
b. Pisau mikrotom f. Kunci mikrotom, lakukan pemotongan jaringan dengan
c. Inkubator memutar tuas mikrotom secara cepat dan teratur hingga
d. Timer didapat hasil potongan berupa pita parafin yang
e. Floating bath representatif terhadap blok.
f. Spatel g. Renggangkan pita parafin kemudian pindahkan pita
g. Obyek glass dan LEM parafin ke Floating Bath.
h. Kapas h. Renggangkan lagi pita parafin dalam Floating Bath
dengan menggunakan spatel jika terdapat lipatan.
IV. Cara kerja : i. Tangkap pita parafin dengan Objek Glass yang telah
a. Pasang pisau mikrotom, kemudian atur ketebalan diolesi LEM.
potongan antara 3-5 m j. Keringkan dalam inkubator pada suhu 60C-65C
b. Siapakan Floating Bath , masukkan air ke dalam nya selama 20 menit
kemudian atur suhu antara 25C-30C. V. Harga normal : Pita parafin yang tipis ( 3 m) dan
c. Ambil blok jaringan pasang pada pengait blok pada menggambarkan dari blok yang dipotong
VI. Hasil : Pita parafin yang tipis ( 3 m) dan
mikrotom, kunci.
menggambarkan dari blok yang dipotong
d. Siapkan objek glass, olesi dengan LEM dan beri kode
VII. Kesimpulan : -
VIII. Pembahasan :
Penyayatan atau pemotongan mikros mencakup sectioning yang memungkinkan untuk memotong irisan sangat
berbagai cara akan menghasilkan sayatan tipis tisu baik tipis material, yang dikenal sebagai jaringan. Mikrotom adalah
yang telah mengalami proses penanaman maupun suatu alat berpresisi tinggi sehingga harus diperlakukan secara
tidak. Dalam mikroteknik, cara lazim digunakan adalah hati-hati. Alat ini digunakan untuk menyayat jaringan sebelum
penyayatan dengan menggunakan mikrotom dengan ditempelkan ke atas permukaan slide.
Secara umum, suatu mikrotom memilki bagian-bagian
berbagai peralatan pembantu seperti pisau mikrotom,
terpenting sebagai berikut :
kuas bulu, spatula, gunting serta pensil penoreh.
a. Skala pengatur ketebalan sayatan biasanya terdapat di
Mikrotom adalah alat khusus yang diracang untuk
bagian kanan atas badan mikrotom, skala ini dapat
menyayat dengan sayatan-sayatan yang cukup tipis
digeser ke kiri dan ke kanan sesuai dengan ketebalan
untuk pengamatan dengan mikroskop.
Di dalam metode ini sediaan didapat dari sayatan yang diinginkan.
b. Pisau mikrotom, merupakan komponen yang bisa
jaringan-jaringan pengirisannya menggunakan suatu
menentukan kualitas sayatan.
alat yang disebut mikrotom. Keuntungan dari alat ini
c. Pegangan blok jaringan, merupakan komponen yang
adalah bahwa tebal irisan dapat diatur menurut tajam
menghubungkan mikrotom dengan blok jaringan yang
dan kehendak peneliti. Macam-macam mikrotom
hendak disayat.
diantaranya mikrotom geser, mikrotom beku, dan d. Pengatur jarak berfungsi untuk mengatur blok jaringan
mikrotom putar (rotary mikrotom). dengan mata pisau.
Jenis-jenis mikrotom yang ada secara garis
Mikrotom (dari Mikros Yunani, berarti "kecil", dan
besar dibagi menjadi dua golongan,yaitu :
temnein, yang berarti "untuk memotong") adalah alat
a. Mikrotom Schantz
yaitu mikrotom dimana pada saat menyayat, blok b. Mikrotom geser, baik untuk sayatan nitroselulase
jaringan yang hendak disayat tetap diam di atau palstik.
c. Mikrotom klinis beku, digunakan di laboratorium
tempatnya sementara pisau melewati blok parafin
klinis untuk keperluan diagnosis yang bersifat
tersebut. Mikrotom ini tidak dapat menghasilkan
segera.
pita sayatan, tetapi sayatan yang dihasilkan selalu
d. Mikrotom sayatan ultra tipis, digunakan untuk
terpisah satu sama lain.
menghasilkan sayatan dengan ketebalan kurang
b. Mikrotom Spencer
dari 1 milimikron.
Mikrotom yang dimana pada saat menyayat dapat e. Mikrotom base sledge, digunakan untuk menyayat
menghasilkan pita sayatan yang panjang sehingga jaringan yang sangat besar seperti otak.
f. Mikrotom faust, menghasilakn ketipisan maksimal
sangat cocok untuk pembuatan preperat sayatan
254 milimikron.
serial.
g. Mikrotom Smith dan farguhur, digunakan untuk
Perkembangan alat mikrotom memang sangat
menyayat jaringan segar yang tidak difiksasi.
pesat, terbukti dengan banyaknya jenis mikrotom yang Mata pisau yang ada pada mikrotom juga dibagi
beredar di pasaran. Berbagai tipe mikrotom modern menjadi berbagai jenis, yaitu :
a. Wedge
bermunculan dengan spesifikasi yang masing-masing
b. Planoconvex
berbeda. Jenis mikrotom yang c. Biconcave
d. Tool Edge
paling umum digunakan adalah:
Pisau yang ada pada mikrotom juga memiliki
a. Mikrotom Putar, baik untuk sayatan parafin dan
berbagai jenis, yaitu :
teknik kriostat. a. Stellite tipped
b. Cobalt tipped
c. Tungsten tipped
d. Diamond
Praktikan Korektor
e. Glass
f. Disposible
Proses penyayatan (sectioning) diawali dengan
pengirisan blok parafin dengan scalpel, sehingga
permukaan blok parafin yang akan diiris dengan
mikrotom berbentuk segi empat. Letak mata pisau pada
mikrotom menentukan hasil yang diperoleh. Hasil IX. Daftar Pustaka :
Mcmanus, 1992. Metode Irisan Mikroteknik
sayatan diambil dengan menggunakan kuas secara hati-
Hewan. Universitas Gajah Mada,
hati. Pita hasil sayatan ditempel pada kaca objek
Yogyakarta.
dengan menggunakan meyer albumin. Kaca obyek Rina M.S, 2010. Petunjuk Praktikum Teknik
tersebut diletakkan di atas meja penangas (haeting Laboratorium. Departemen Pendidikan
plate). Meyer albumin memiliki kandungan putih telur Nasional Universitas Lambung
dan gliserin dan merupakan pelakat alami yang sangat Mangkurat Fakultas Matematika Dan
baik. Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi
Kesulitan dalam tahap penyayatan ini adalah
Biologi. Banjarbaru.
cara penyayatan, keterampilan dalam menyayat, karena Sugiharto. 1989. Mikroteknik. Departemen
pada tahap penyayatan ini akan dihasilkan spesimen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat
yang sangat tipis agar dapat dilihat pada mikroskop.
Jendral Pendidikan Tinggi Pusat Antar
Universitas Ilmu Hayati. Bogor
Khairul, M.D. 2001. Mikroteknik. UI Press.
Jakarta
Dasumiati. 2008. Diktat Kuliah Mikroteknik.
Prodi Biologi. Fakultas Sains dan
Teknologi. UIN Syarif Hidayatullah.
Jakarta
Lampiran

Gambar 3 Penangkapan Jaringan


Gambar 1 Pemotongan Gambar 2 Penangkapan
Makros Jaringan