Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

(PRAKERIN)

JURUSAN TEKNIK PEMESINAN

Disusun oleh

Nama : ZENAR HERTANTO


NIS : 9130
Kelas : XI TP 3
Paket keahlian : TEKNIK PEMESINAN

BADAN PELAKSANA PENDIDIKAN MAARIF NU


SMK NU MAARIF KUDUS
TERAKREDITASI
Alamat :Jalan Jepara Prambatan Lor 679 Telp (0291) 434330 kudus 59361
E-mail : smkmaarifkudus@yahoo.com home page : www.smk-maarifkudus.sch.id
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Praktik Kerja Industri ini


Dipergunakan sebagai syarat untuk mengikuti ujian praktik kejuruan (UPK)
Dan disahkan oleh Bpk Beny pada tanggal

Pembimbing I Pembimbing II

BPK.JAMASRI BU.SALMA

Kudus,.
Pimpinan DUDI ketua progam keahlian

BPK.SAHID BPK.BENY
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran ALLAH SWT. yang telah memberi rahmat sehingga penulis bisa
menerbitkan laporan hasil prakerin solawat dan salam kita panjatkan atas junjungan kita Nabi
Agung MUHAMMAD SAW, semoga kelak di yaumul akhir mendapat syafaatnya.

Ucapan terima kasih penulis kepada bapak / ibu guru yang telah membimbing penulis sehingga
penulis bisa prakerin dan tak lupa penulis berterima kasih kepada pimpinan industri yang telah
menerima penulis untuk prakerin di tempat bengkel / pabrik.

Penulis berharap ketika penulis bisa mendapatkan tambahan ilmu yang manfaat sehingga penulis
bertambah ilmunya.

Kudus,25 Maret 2017

Zenar Hertanto
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....
HALAMAN PENGESAHAN.
KATA PENGANTAR.
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan.
1.4 Pelaksanaan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian tema..
2.2 Uraian Kerja..
2.3 Jadwal kegiatan.
BAB III PENUTUP.
3.1 Kesimpulan.
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tema


Pemasangan pintu besi press lipat sangat mudah, praktis dan kuat karena pintu besi press
terpasang semua rata dengan gawang depan dan duduk rel besi atas dibawah balok gawang.
(tidak terpasang di belakang gawang yang seolah memberi kesan pintu hanya menempel dari
belakang kurang kuat ).-dudukkan rel besi atas posisi terpasang dibawah balok gantungan
semua roda atas adalah dengan lahar besar (6305)-roda bawah juga dengan lahar (bukan dengan
kuningan yang cepat aus )-rel besi atas, tiang samping kiri- kanan agar di las angker supaya
lebih kuat.

1.2 Rumusan Masalah


A. Apa definisi dan fungsi pintu lipat.?
B. Bagaimana cara pembuatan dan pemasangan pintu lipat.?
C. Bagaimana kualitas antara pintu lipat dengan pintu biasa.?

1.3 Tujuan
1.Memperoleh pengalaman kerja.
2.Mengamati secara langsung apa yang menjadi tanggung jawab.
3.Meningkatkan kemampuan dan keterampilan.
4.Meningkatkan kecepatan menyelesaikan suatu pekerjaan.

1.4 Pelaksanaan
Pelaksanaan prakerin di mulai tanggal 01 februari 2017 sampai dengan 31 maret 2017
selama dua bulan sehingga siswa di wajibkan untuk prakerin agar dapat mengikuti ujian
praktek kejuruan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 A. Definisi dan fungsi pintu lipat
Pintu lipat adalah pintu yang dapat dilipat ketika dibuka sama halnya dengan partisi
geser. Pintu lipat PIREKI dapat digunakan sebagai penyekat ruangan dengan fungsi yang
berbeda-beda sehingga cukup fleksibel digunakan. Pintu partisi lipat ini sewaktu-waktu
dapat di lipat dengan dibuka dan di tutup sesuai keinginan dan kebutuhan ruangan, dengan
jalur rel dan roda memperingan pergeseran pintu partisi lipat, dan dapat membagi ruangan
menjadi beberapa bagian yang bisa difungsikan sebagai ruang dengan aktifitas yang berbeda
dan suatu waktu jika menginginkan ruang yang lebih luaus dapat dibuka.
Pintu partisi lipat ini cocok digunakan:
Ballroom Hotel
Metting room
Ruang kelas
Aula
Restoran
Tempat ibadah
Ruang kuliah
Dan tempat lain yang membutuhkan Pintu Lipat yang flesibel
Pintu geser lipat, Partisi lipat, Partisi geser, Penyekat Ruangan, Movable wall
Sebenarnya partisi atau pintu lipat dapat menjadi pengganti dari dinding. Sehingga
apabila ingin mengadakan sebuah ruangan yang tanpa direncanakan maka tidak perlu
membangun ruangan tetapi dapat menggunakan partisi. Dengan penggunaan partisi, tidak
banyak mengeluarkan biaya, karena partisi atau pintu lipat dapat menjadi hiasan dalam
rumah sehingga memiliki multifungsi.
Adapun fungsi-fungsi pintu lipat adalah sebagai berikut:
a. Untuk memisahkan antara ruangan yang satu dengan lainnya. Sebagai contoh dalam
sebuah gedung yang memiliki sebuah ruangan sangat luas. Kemudian berencana
hendak memisahkan keduanya, namun sewaktu-waktu jika memang dibutuhkan
untuk acara besar, dapat disatukan kembali menjadi satu ruangan.
b. Untuk menunjukkan gaya interior yang mempertimbangkan nilai estetika dalam
sebuah ruangan. Bahkan lebih efektif ketika ingin menyekat ruangan.
B. Cara pembuatan dan pemasangan pintu lipat
Pintu lipat memiliki banyak bahan yang akan digunakan seperti halnya pintu lipat
kayu, kaca dan alumunium. Bukan hanya itu saja, dengan keahlian tangan desainer, pintu
lipat bisa di desainer dengan memadukan antara pintu kayu dengan kaca, alumunium dengan
kaca, atau bahkan ketiganya. Untuk model pintu lipat kayu sendiri sangat bermacam-macam
sekali, mulai dari kayu biasa dan kayu jati yang biasa digunakan untuk lemari, jendela, pintu
dan bahkan kursi.
Pintu lipat sendiri memiliki 3 bahan untuk pembuatannya: kaca, alumunium, dan
kayu. Pintu lipat alumunium adalah pintu lipat yang biasanya digunkan untuk pintu lipat
garasi. Pintu lipat alumunium tidak memiliki banyak sekali model, namun untuk pintu lipat
alumunium akan menonjolkan bentuk dan modelnya.
Cara pemasangan pintu lipat:
Lakukan pengukuran lebar Gawang. Mulai lebar gawang atas, lebar gawang tengah,
lebar gawang bawah.
Untuk lebar ukuran gawang dari ke tiga ukuran lebar diatas kita ambil ukuran lebar
terkecil.
Pengukuran tinggi gawang dari lantai (titik 0 keramik) sampai bawah balok
gantungan. Untuk lebih mudah tentukan ketinggian gawang menjadi misalnya tinggi:
250 cm-260 cm-270 cm- 280 cm- 290 cm dan seterusnya.
Tempat penulis PRAKERIN biasanya pintu lipat yang sering dibuat adalah pintu lipat jenis
press besi. Karena mudah pembuatannya, terjangkau harganya. Sehingga banyak
peminatnya, untuk pemasangannya sama dengan pintu lipat lainnya.
C. Kualitas antara pintu lipat dengan pintu biasa
Sebuah ruangan yang memiliki model pintu partisi baik yang lipat maupun geser,
sudah pasti akan membuat menjadi menarik. Jelas karena pintu tentu terlihat janggal dapat
dilipat atau digeser antara daun pintu yang lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa pintu
model partisi adalah pintu yang berbeda. Dari segi estetika sudah jelas. Dari segi bahan pada
pintu biasa. Dari segi interior dan arsitektur dapat dikatakan lebih berkelas untuk tampilan
sebuah ruangan. Karena memang dari cara membuka dan menutupnya pun terbilang tidak
biasa.
Bahwa ditempat penulis Prakerin pintu lipat lebih banyak diminati daripada pintu
biasa karena lebih mudah pembuatannya, lebih efektif, lebih minimalis dan terjangkau
harganya.

2.2 Uraian kerja


Penulis bekerja/prakerin di salah satu bengkel milik Bpk SAHID alamat JL.GOR mlati kidul
dengan pemilik bengkel yang bernama Bpk SAHID. Dengan tempat kerja yang sederhana tapi
memiliki banyak pelanggan. Sehingga bengkel milik Pak Sahid hampir setiap hari ramai,
berbagai macam orderan seperti:membuat engsel bis nusantara gemilang, membubut terot bis
po.haryanto,dll .
Bengkel Pak Sahid memiliki 3 orang karyawan dan tambah 4 orang PKL, setiap karyawan
memiliki tugas masing-masing dan disaat ada pemasangan di luar bengkel hanya ada beberapa
orang yang diajak untuk memasang. Tapi pembagian tugas sesuai perintah atasan dan selalu
bergiliran, sehingga semua orang bisa mengerjakan pekerjaan diluar bagiannya. Termasuk
penulis sendiri juga melakukan tugasnya sesuai perintah atasan, terkadang juga diajak
memasang di luar bengkel. Adanya Prakerin ini bisa menambah pengalaman penulis yang tidak
hanya sekedar mendapatkan teori didalam kelas tapi juga mendapatkan pengalaman dan
pengamatan langsung bagaimana cara kerja yang baik di lapangan pekerjaan dengan
menyesuaikan teori yang diberikan Guru. Di sini penulis melakukan praktek dimulai dari
bagian yang lebih mudah (finishing) seperti: menggrinda, pengamplasan, penyikatan,
pengecatan.

2.3 Jadwal kegiatan


A. Menyambung baja kanal C dengan menggunakan mesin las
B. Membuat tralis dan relling
C. Membuat partisi
D. Membuat pintu dan jendela dari baja alumunium
E. Membuat kanopi dan pagar/gerbang
F. Membuat rangka atap dari baja ringan

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dapat penulis simpulkan bahwa pintu lipat merupakan pintu modern dengan kualitas baik.
Memiliki interior dan arsitektur yang berkelas. Sehingga sekarang ini banyak yang memiliki
pintu lipat dengan berbagai macam desain yang modern dan sudah banyak digunakan berbagai
kalangan dari menengah ke atas. Karna disaat memiliki ruangan yang luas tidak perlu untuk
membongkar atau mendesain ulang ruangan, dengan menggunakan pintu lipat lebih sedikit
mengeluarkan biaya, dan bisa dibuka atau di tutup jika ada acara besar sesuai dengan keinginan
dan kebutuhan. Memiliki model pintu partisi baik yang lipat maupun geser, sudah pasti akan
membuat menjadi menarik dengan berbagai macam hiasan atau ukiran yang bisa terbuat dari
bahan kaca, alumunium dan kayu. Bahan kayu yang dapat memilih model ukiran yang modern
atau dapat dikombinasikan dengan tiga bahan tersebut akan jauh lebih indah dan menarik.

3.2 Saran
Penulis selaku peserta On The Job Training berharap Bengkel Pak Sahid agar lebih disiplin,
menambah kualitas kerja yang baik dan kinerja semaksimal mungkin. Sehingga dapat
memuaskan pelanggan dan menambah pelangggan lebih banyak.
Penulis selaku perakerin supaya lebih memanfaatkan waktu yang dimiliki selama proses
prakerin berlangsung. Seiring berjalannya waktu harapan kedepannya dapat menjalin hubungan
kerjasama yang baik dengan instansi terkait.

DAFTAR PUSTAKA

A. Dari Internet

Https://partisipintulipat.com
Https://pintubesipress.wordpress.com
pusatpartisigeser.com

B. Pembimbing

Bapak Jamasri

C. Pemilik bengkel
Bapak Sahid