Anda di halaman 1dari 6

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyakit menular seksual adalan penyakit yang ditularkan melalui hubungan
seksual. Penyakit menular seksual akan lebih beresiko bila melakukan hubungan
seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina,oral maupun anal
(Sjaiful,2007).Penyakit menular seksual (PMS) juga dapat menular secara tidak
langsung seperti tranfusi darah,makanan, alat suntik. Penyakit menular seklsual
menyebabkan infeksi saluran reproduksi yang harus dianggap serius. Bila tidak
diobati secara tepat,infksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan,sakit
berkepanjangan,kemandulan dan kematian (Sjaiful,2007).
Penyakit menular seksual disebabkan oleh beberapa hal seperti seks bebas
atau secara tidak langsung seperti tranfusi darah yang sudah terinfeksi virus HIV
dan penularan seorang ibu penderita PMS kepada anaknya baik melalui ASI
ataupun penularan kepada anaknya sejak didalam kandungan dan persalinan.
Secara biologis Penyakit Menular Seksual (PMS) disebabkan oleh
virus,bakteri,protozoa dan parasit. Penyakit yang tergolong dari penyakit menular
seksual adalah:sifilis, gonore,herpes genital,klamidia,trikomoniasis vaginalis,kutil
kelamin,AIDS.
Gejala adalah pengindikasian keberadaan sesuatu penyakit atau gangguan
kesehatan yang tidak diinginkan berbentuk tanda-tanda atau ciri-ciri penyakit dan
dapat dirasakan. Gejalagejala penyakit menular seksual pada setiap penyakitnya
akan berbeda-beda. Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan
penyakit serta fakor yang terkait di tingkat populasi.
Dalam epidemiologi akan digambarkan model-model epidemiologi yang akan
menggambarkan suatu keseimbangan dari penyebab penyakit (agen),inang (host)
dan lingkungan(environment).Penyakit akan timbul bila terjadi perubahan-perubahan
pada satu atau lebih faktor-faktor diatas sehingga keseimbangan diantaranya
terganggu.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang apa itu penyakit menular seksual
(PMS),macam-macam dan cara penularan penyakit menular seksual,penyebab dan
gejalanya,interaksi agen(penyebab penyakit),host (inang) dan lingkungan,riwayat
penyakit alamiah serta model epidemiologi penyakit menular seksual.
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis.
2. Untuk mengetahui faktor penyebab Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis dan
penularannya.
3. Untuk mengetahui penyebab dan gejala Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis.
4. Untuk mengetahui interaksi Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis antara
agen,host dan environment.
5. Untuk mengetahui riwayat penyakit.
6. Untuk mengetahui model epidemologi.
C. Manfaat
1. Mengetahui pengertian Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis.
2. Mengetahui faktor penyebab Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis dan
penularannya.
3. Mengetahui penyebab dan gejala Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis.
4. Mengetahui interaksi Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis antara agen,host dan
environment.
5. Mntuk mengetahui riwayat penyakit.
6. Mengetahui model epidemologi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Penyakit menular seksual sifilis adalah penyakit yang ditularkan melalui
hubungan seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema Polidum, orde
Spirochaetaeas. Sifillis menyerang semua organ tubuh, sehingga cairan tubuh
mengandung Treponema Polidum.Stadium lanjut sifilis menyerang sistem pembuluh
darah,jantung, otak, dan susunan saraf. Penjalaran menuju janin yang sedang
berkembang dalam rahim dapat menimbulkan kelainan bawaan janin atau cacat
bawaan dan infeksi dini saat persalinan.
B. Faktor penyebab Penyakit Menular Seksual sifilis dan penularannya
Faktor penyebab penyakit menular seksual Sifilis (Raja Singa) penyebabnya
adalah Treponema Polidum, orde Spirochaetaeas. Sifillis menyerang semua organ
tubuh, sehingga cairan tubuh mengandung Treponema Polidum.
Cara penularan yang paling umum adalah hubungan seks vaginal, anal atau
oral. Namun, penyakit ini juga dapat ditularkan melalui hubungan non-seksual jika
ulkus atau lapisan mukosa yang disebabkan oleh sifilis kontak dengan lapisan kulit
yang tidak utuh dengan orang yang tidak terinfeksi.
C. Gejala-gejala Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis
Pada fase awal, penyakit ini menimbulkan luka yang tidak terasa sakit atau
chancres yang biasanya muncul di daerah kelamin tetapi dapat juga muncul di
bagian tubuh yang lain, jika tidak diobati penyakit akan berkembang ke fase
berikutnya yang dapat meliputi adanya gejala ruam kulit, demam, luka pada
tenggorokan, rambut rontok dan pembengkakan kelenjar di seluruh tubuh.
D. Interaksi Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis antara agen,host dan
environment
1. Agent (Penyebab penyakit)
Penyebab Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis disebabkan oleh bakteri
Treponema Polidum, orde Spirochaetaeas
2. Host (Inang atau penjamu)
Beberapa faktor yang terdapat pada host yang berperan pada insiden penyakit
menular seksual sifilis adalah :
a. Usia atau umur
Cara penularan penyakit seksual secara umum melalui kontak seksual maka
golongan umur dengan insiden meningkat adalah golongan umur dengan kegiatan
seksual aktif dan bayi yang sangat rentan terserang penyakit sifilis yang ditularkan
oleh ibunya baik dalam kandungan maupun infeksi dini saat persalinan.
b. Jenis kelamin
Angka kesakitan pada penderita sifilis pria lebih tinggi daripada wanita namun
tingkat kegawatan pada wanita penderita penyakit sifilis lebih serius dibandingkan
laki-laki.
c. Status perkawinan,status sosial,kebiasaan dan cara hidup.
Penyakit menular seksual sifilis disebabkan oleh seks yang berganti-ganti pasangan
dan yang dilakukan dengan cara tidak aman dan tidak sehat.
3. Environment (Lingkungan)
Beberapa faktor lingkungan yang ikut berperan terhadap penyebaran penyakit
menular seksual sifilis adalah faktor sosial ekonomi,kebudayaan dan demografi.
a. Faktor sosial ekonomi (Lingkungan sosial)
Perkembangan ekonomi mendorong terjadinya meningkatnnya promiskuitas
(hubungan seksual antara jumlah laki-laki dengan perempuan). Hal tersebut
didukung dengan kemajuan zaman terutama dikota-kota besar yang diterfasilitasi
tempat-tempat hiburan seperti klub malam sehingga mempermudah host untuk
terjerumus seks bebas.
b. Faktor kebudayaan
Pelanggaran nilai moral dan agama yang menyebabkan orang lebih bebas berbuat
seks bebas.
c. Faktor demografi
Remaja lebih cepat matang dibidang seksual yang ingin lebih cepat mendapatkan
kepuasan seksual.
Interaksi
Penyakit Menular Seksual sifilis secara umum penderitanya (host) merupakan
para remaja,dewasa bahkan usia diatas 50 tahun serta bayi atau janin. Penderita
penyakit menular seksual sifilis banyak dipengaruhi oleh lingkungan yang kurang
baik terutama lingkungan sosial walaupun ada beberapa penderita PMS sifilis yang
mendapatkan penyakit turunan dari orangtuanya yang terinfeksi oleh penyakit sifilis
dan tertular melalui non-seksual seperti terkena cairan tubuh penderita sifilis.Apabila
penjamu (host) semakin melakukan hal-hal yang memicu terjadinya Penyakit
Menular Seksual sifilis seperti hubungan seks yang tidak aman dan tidak sehat serta
diimbangi oleh lingkungan yang tidak baik maka semakin lama host akan rentan dan
agen (penyebab penyakit) akan semakin mudah untuk menyerang host.
E. Riwayat alamiah penyakit
1. Tahap I : Susceptibility (fase rentan)
Penjamu melakukan seks bebas yang tidak aman dan tidak sehat secara terus
menerus namun belum merasakan gejala-gejala timbulnya penyakit menular seksual
sifilis.
2. Tahap II : Fase presymtomatic
Munculnya gejala-gejala awal.
Penderita penyakit sifilis mulai merasakan gejala-gejala awal seperti terbentuknya
luka yang tidak nyeri (chancres) disekitar alat kelamin,karena tidak nyeri maka
sering tidak dihiraukan.Dalam fase ini penyakit belum muncul secara klinis.
3. Tahap III : Fase Klinik
Dalam fase ini penderita sudah merasakan gejala-gejala PMS sifilis yang lebih
menonjol dan sudah di diagnosa positif terinfeksi PMS sifilis.Gejala pada fase ini
penderita mengalami gejala yang berat seperti ruam kulit, demam, luka serius pada
alat kelamin, rambut rontok dan pembengkakan kelenjar di seluruh tubuh.
4. Tahap IV : Fase Disability (Fase terminal)
Dalam fase ini penyakit sudah berkembang kesebuah titik akhir dan penderita sudah
melakukan pengobatan yang akibat dari penyakit tersebut penderita akan
sembuh,cacat bahkan meninggal.
F. Model epidemiologi
Penyakit Menular Seksual merupakan penyakit menular dan dapat ditularkan
melalui faktor genetik sehingga model epidemologinya menggunakan model
epidemiologi model roda.Dalam model epidemiologi roda hubungan antara manusia
(host) dengan lingkungan (environment) memegang peran penting.
Model Roda

Penyakit Menular Seksual (PMS) sifilis dalam model epidemiologi roda.


Penderita (host) sifilis tidak hanya disebabkan oleh seks bebas namun dapat
juga disebabkan dengan faktor bawaaan dimana seorang ibu penderita sifilis dapat
menginfeksi janin selama dalam kandungan dan menyebabkan cacat bawaan
bahkan kematian pada janin.Penyakit PMS sifilis sangat dipengaruhi oleh lingkungan
terutama lingkungan sosial yang buruk sehingga begitu maraknya seks
bebas.Semakin besar terjadinya seks bebas maka lingkungan biologis dimana
dilingkungan ini terdapat agen (penyebab penyakit) akan mudah untuk menyerang
host.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penyakit menular seksual sifilis secara seksual yaitu infeksi yang di tularkan
dari satu orang ke orang lain saat berhubungan badan sedangkan secara non-
seksual ditularkan apabila terkena cairan penderita sifilis,infeksi sifilis melalui cairan
dapat menular antar luka atau seperti berciuman dll.Semua orang pria, wanita
(bahkan janin dan bayi) bisa terinfeksi penyakit kelamin ini.Pencegahan penyakit
menular seksual sifilis adalah tidak melakukan hubungan seks yang tidak aman dan
tidak sehat,tidak berganti-ganti pasangan,berhubungan seks dapat dilakukan
dengan bantuan alat pelindung seperti kondom untuk pencegahan sifilis maupun
penyakit menular lainnya seperti HIV AIDS.
B. Saran
Penyakit menular seksual harus dicegah sedini mungkin,untuk kalangan
remaja harus diberi pengetahuan tentang seks supaya tidak terjerumus dalam seks
bebas.

DAFTAR PUSTAKA

http://medicastore.com/penyakit/35/Sifilis.html
http://tinaagst.blogspot.com/2012/10/makalah-pms-penyakit-menular-sesual.html