Anda di halaman 1dari 3

AQIDAH

Pengertian Aqidah

Keyakinan itu tersimpul dengan kokoh di dalam hati, bersifat mengikat dan
mengandung perjanjian
Menurut Hasan Al-Banna
Aqaid (Bentuk plural dari aqidah )adalah beberapa perkara yang wajib
diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa ,menjadi
keyakinan yang bercampur sedikitpun dengan keragu-raguan
Menurut Abu Bakar Jabir Al-Jazairy
Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh
manusia berdasarkan akal, wahyu, dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan oleh
manusia di dalam hati serta diyakinini kesahihan dan keberadaannya secara
pasti dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.
Ruang Lingkup Aqidah
1. Ilahiyyat
pembahasan tentang segala susuatu yang berhubungan dengan Allah
seperti : wujud Allah, sifat Allah, nama, dan perbuatan Allah
2. Nubuwat
pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan
Rasul, pembicaraan mengenai kitab-kitab Allah yang dibawa para Rasul
,mujizat rasul dan lain sebagainya.
3. Ruhaniyat
tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperti jin,
iblis, syaitan , roh ,malaikat dan lain sebagainya
4. Samiiyyat
pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sam'i,
yakni dalil Naqli berupa Al-quran dan as-Sunnah seperti alam barzkah, akhirat
dan Azab Kubur, tanda-tanda kiamat, Surga-Neraka dsb.
Dalam Rukun Iman, Yaitu:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada malaikat
3. Iman kepada kitab
4. Iman kepada nabi dan rasul
5. Iman kepada hari kiamat
6. Iman kepada qada dan qadar

"Surat Al-Ikhlas" tentang ke-Esaan ALLAH SWT







Artinya: Katakanlah: `Dialah Allah, Yang Maha Esa (bukan 3 in1).(QS.Al-Ikhlas:1)
Keesaan Allah itu meliputi 3 hal :
1. Dia maha esa pada zat-Nya
berarti zat-Nya tidak tersusun dari beberapa zat atau bagian
2. Maha esa pada sifat-Nya
berarti tidak ada satu sifat makhlukpun yang menyamai-Nya
3. Maha esa pada afal-Nya
berarti hanya Dialah yang membuat semua perbuatan sesuai dengan firman-
Nya



Artinya: Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (QS.Al-
Ikhlas:2)





Artinya: Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,(QS.Al-Ikhlas:3)






Artinya: dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia .(QS.Al-Ikhlas:4)

Pengertian Malaikat

Menurut Hafizh Ibn Hajar al-Aqsalani dalam bukunya yang berjudul Fathul
Bahri bahwa kata malaikat itu merupakan bentuk jamak, bentuk (dari kata)
tuggalnya adalah malak yang berarti kekuatan
Fungsi Iman Kepada Malaikat:
1. Selalu melakukan perbuatan baik dan anti melakukan perbuatan buruk
karena dirinya selalu diawasi oleh malaikat
2. Meningkatkan keikhlasan, keimanan dan kedisiplinan kita untuk
mengikuti/meniru sifat dan perbuatan malaikat
3. Selalu berfikir dan berhati-hati dalam melaksanakan setiap perbuatan karena
tiap perbuatan yang baik maupun yang buruk akan dipertanggung jawabkan
siakhirat kelak

(QS. Al-kahfi : 50)


Artinya: dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: Sujudlah
kamu kepada Adam, Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan
jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil Dia dan
turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah
musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang
yang zalim
Al-Quran

Al-Qur'an dalam pandangan Islam memiliki posisi yang sangat jelas berkaitan
dengan keberadaan teks-teks keagamaan yang termasuk dalam kitab-kitab
yang diturunkan kepada kaum sebelum kaum Nabi Muhammad SAW.
Berkaitan dengan hal ini dalam doktrin Islam
Tugas-tugas Nabi dan Rasul
1. Menegakkan Kalimat tauhid (kalimat : Laa ilaaha illallaah) Firman Allah SWT
didalam kitab suci Al-Quran:
Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami
wahyukan kepadanya: Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka
sembahlah olehmu sekalian akan Aku. (QS. Al-Anbiya: 25).
2. Memberikan petunjuk kejalan yang benar.
Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran, sebagai
pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan (QS. Fathir: 24).
3. Memberi peringatan kepada manusia
Allah SWT Berfirman:
Dan tidaklah Kami mengutus para Rasul itu, melainkan untuk memberi
kabar gembira dan memberi peringatan (QS. Al-Anam: 48)
4. Memberi suri teladan yang baik.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
Sesungguhnya aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan akhlak.
(HR. Ahmad)
Qadha dan Qadhar

Menurut hukum : ketetapan, perintah, kehendak, pemberitahuan dan


penciptaan
Qadha adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT dari sejak zaman Azali
Beriman kepada qadha dan qadhar adalah meyakini dengan sepenuh hati
adanya ketentuan Allah yang berlaku bagi semua hidup