Anda di halaman 1dari 2

PROSES PEMBUATAN GEAR DARI SERBUK LOGAM

Dalam proses pembuatan gear, tahapan-tahapan sesuai dengan proses pembuatan


produk dengan serbuk logam pada umumnya, yakni prakompaksi, kompaksi, sintering dan
optional manufacturing steps. Tahap awal dalam proses metalurgi serbuk ini adalah
prakompaksi, yaitu pencampuran dan pengadukan bahan baku. Pencampuran serbuk material
dasar dengan berbagai tambahan pelumas dan aditif. Pengadukan dan pencampuran dilakukan
untuk mendapatkan distribusi ukuran partikel yang diinginkan yaitu random seragam.
Sedangkan pemberian pelumasan untuk meminimalisasi keausan dan memudahkan
pengeluaran hasil kompaksi dari cetakan. Salah satu proses yang bersumber dari jurnal adalah
Proses AncorMax D, teknologi premixing pending patent yang mengoptimalkan baik pelumas
dan binder untuk mencapai peningkatan 0,05-0,15 g / cm3 kepadatan dibanding premix
konvensional . Selain itu, peningkatan green densities dan sintered densities, proses AncorMax
D menawarkan pengurangan segregasi paduan, mengurangi debu, superior flow. Faktor-faktor
ini memberikan konsistensi yang lebih besar dan kualitas yang lebih tinggi pada part gear.

Selanjutnya dilakukan kompaksi dari campuran yang dihasilkan dibawah tekanan yang
tinggi pada cetakan. Tekanan pemadatan 550-830 MPa (40-60 TSI) dengan suhu die 65 C
(150 F). Pada proses yang ketiga dilakukan sintering. Sintering dilakukan dalam dapur, ketika
temperature kritis dicapai kesetimbangan dari energy permukaan partikel menjadi aktif dan
akhirnya terjadi ikatan antara partikel metal. Temperatur harus dijaga tetap dibawah titik lebur
supaya tidak terjadi kehilangan bentuk. Setelah proses sintering produk masuk pada proses
sekunder seperti coining yang berfungsi untuk meningkatkan akurasi dimensi dan
meningkatkan densitas permukaan. Setelah sintering, dilakukan tahap densifikasi permukaan.
Densifikasi permukaan memberikan keuntungan sebagai berikut:

Permukaan gigi bebas pori, Peningkatan ketahanan korosi,


Permukaan akhir sangat baik, Minimal Tooth-to-Tooth & error jumlah
Peningkatan ketahanan aus, composite,
Mengurangi kebisingan, Profil gigi disesuaikan,
Peningkatan daya tahan fatigue

Tahap selanjutnya, untuk meningkatkan kinerja gear, dapat dilakukan karburisasi,


menghasilkan tegangan tekan (compressive stresses) dan lapisan keras tahan aus.
Untuk proses yang lebih detail, proses pembuatan gear denga powder
metallurgy dapat dilakukan dengan 2 metode proses yakni dengan proses konvensional
dan proses lainnya.

- Proses konvensional: proses produksi gear dari campuran serbuk dimulai dengan
dilakukan kompaksi, dilakukan sintering dan infiltrasi (menggunakan tembaga cair untuk
mengisi pori-pori dalam material).
- Metode lainnya setelah dikompaksi dilakukan CIP ( cold isostatic pressing ) atau HIP
( hot isostatic pressing ). CIP menggunakan membrane fleksibel untuk memisahkan
serbuk dari medium cair yang bertekanan sehingga menyebabkan densifikasi
dari serbuk. Pada CIP terjadi distorsi geometri dari komponen yang ditekan karena
pengaruh dari dimensi container dan material yang terdistorsi. Sedangkan pada
HIP distorsi geometri dari komponen terjadi karena pengaruh tekanan dan
siklus temperature saat distorsi dan pengaruh desain container pada distorsi. Proses-
proses densifikasi yang lebih tinggi ini, meningkatkan sifat mekanik seperti kekuatan
tarik, kekuatan fatigue, dan ketahanan impak.
Berikut adalah bagan proses pembuatan gear dengan metalurgi serbuk: