Anda di halaman 1dari 8

Laporan Modul 4, MG-3017

Tabling
Farhan Muhammad D (12114012) / Kelompok 5 / Rabu, 21-02-2017
Asisten : Erza Hasbi Fadhilah (12513058)

Abstrak Praktikum Modul 4 Praktikum modul 4 dengan judul Tabling dilakukan dengan tujuan untuk memahami dasar-dasar
pemisahan serta prinsip kerja alat dan mempelajari pengaruh variable alat terhadap hasil pemisahan. Pada praktikum ini
dipelajari cara kerja dari shaking table, sluice box, log washer, dan heavy media separator, yang memisahkan material berharga
dan pengotornya berdasarkan perbedaan berat jenis. Bagian dari magnetic separator serta electrostatic separator juga kemudian
dianalisis dan diamati fungsinya.

A. Tinjauan Pustaka
Proses pemisahan mineral secara gravitasi masih
tetap digunakan saat ini terutama untuk endapan plaser
(timah, emas, pasir besi dll). Metode ini bekerja berdasarkan
perbedaan Berat Jenis (BJ) antara mineral berharga dengan
mineral gangue. Umumnya mineral-mineral bijih (berharga)
memiliki berat jenis yang tinggi, sedangkan mineral tidak
berharga berat jenisnya rendah.

Konsentrasi Gravitasi Gerak Partikel Dalam Shaking Table


Pemisahan mineral berdasarkan berat jenisnya dalam
suatu medium fluida, dengan menggunakan perbedaan
kecepatan pengendapan. Berdasarkan gerakan fluida, ada
tiga cara pemisahan secara gravitasi :
Fluida tenang, contoh : DMS (Dense Medium
Separation).
Gerak fluida horizontal, contoh : sluice box, meja
goyang, spiral concentrator.
Aliran fluida vertikal, contoh : jigging.

Konsentrasi gravitasi pada mineral-mineral yang


mempunyai perbedaan massa jenis yang menyolok sehingga
terjadi:
o kelompok mineral dengan massa jenis tinggi
o kelompok mineral dengan massa jenis rendah
dan salah satu dari kelompok mineral tersebut
akan menjadi konsentrat.
Pengaruh Riffle Dalam Shaking Table
Shaking Table (Meja Goyang)
Variabel-variabel yang memengaruhi hasil kerja meja
Pada shaking table, bekerja efek sluicing yang
goyang antara lain :
dikombinasikan dengan riffle dan
1) Riffle
gaya sentak yang tegak lurus arah aliran. Sebagai ilustrasi
o macamnya, tingginya
dapat dilihat pada gambargambar
2) Material pelapis deck
berikut ini.
3) kekasaran permukaan Material pelapis deck
o kekasaran permukaan
4) Mekanisme head motion
o percepatan/perlambatannya
5) Cara pengumpanan (feeding)
6) Amplitudo/Frekuensi
7) Variabel yang setiap saat bisa diatur
o kemiringan meja, %-solid umpan, wash water,
posisi produk.

Sluice Box
Prinsipnya adalah memisahkan antara mineral
berharga dengan yang tidak berharga mendasarkan atas gaya
Skematik Shaking Table beratnya. Alat ini berbentuk box atau kotak yang bagian
dalamnya dilengkapi dengan riffle, yang gunanya untuk
menahan material yang mempunyai berat jenis relatif besar
dibandingkan dengan material lain sehingga mampu mineral berat akan turun ke bawah dengan cepat, sedangkan
mengimbangi gaya dorong dari aliran air. mineral ringan akan berada di lapisan atas, dan selanjutnya
Jadi yang memengaruhi berhasil tidaknya dalam menuju tempat penampungan tailing. Alat ini biasanya
melakukan operasi pemisahan dengan alat ini adalah : digunakan untuk pemisahan kasar, seperti lempung dari pasir
Kecepatan aliran dan ketebalan aliran fluida dan anglomerat.
Bila kecepatan dan ketinggian fluida terlalu besar
maka mineral yang ada baik itu mineral berat
maupun ringan dan ketebalan yang besar dari fluida
akan membuat arus turbulen yang besar dan ini yang
membuat material meloncat dari riffle.
Berat jenis material yang akan dipisahkan
Berat jenis dari material harus cukup besar karena
material itu harus dapat mengimbangi derasnya arus
dengan gaya berat sehingga material itu akan dapat
terhalangi oleh riffle. Bila material itu mampunyai
berat jenis yang kecil, akan hanyut terbawa oleh
aliran air.
Banyaknya air/fluida
Bila air yang digunakan untuk memisahkan mineral
ini hanya sedikit, maka mineral tersebut tidak akan
dapat terpisahkan atau hasilnya adalah heterogen
Ketinggian riffle
Ketinggian riffle harus sebanding dwngan ketebalan
aliran air, paling tidak harus melebihi +/- 0,5 cm dari
permukaan riffle
Panjang box
Panjang box sangat menentukan karena makin
panjang akan semakin besar kemungkinan material
itu untuk tersangkut pada roffle sehingga hasilnya Heavy Media Separator
semakin besar Heavy Media Separator merupakan salah satu alat yang
bekerja berdasarkan prinsip konsentrasi gravitasi.Prinsip
Dalam sluice box ini, macam riffle ada dua : pemisahan berdasarkan perbedaan berat jenis suatu
a. Riffle memanjang mineral.Umpan dimasukkan kedalam HMS yang telah berisi
b. Riffle melintang fluida tertentu. Mineral yang mempunyai berat jenis yang
Tahap dalam sluicing adalah : lebih besar akan tenggelam dan yang lebih ringan akan
a. Pemasukan umpan mengapung. Pemilihan penggunaan HMS harus
b. Pencucian memperhatikan parameter yang telah ditentukan, seperti
c. Pengambilan konsentrat medianya harus keras, tidak ada kecenderungan terjadinya
slime, dan tidak ada kecenderungan untuk terjadinya
Khusus untuk pengambilan konsentrat maka riffle peningkatan luas permukaan medis sehingga terjadi
diangkat atau dibuka lalu disemprot dengan air, maka degradasi viskositas.
material yang dikehendaki itu dapat diambil dari sluice box
tersebut.

Penggunaan ferrosilikon pada alat HMS :


a. Komposisi ferrosilikon adalah suatu alloy yang
Log Washer mengandung 82% Fe dan 15% - 16% Si.
Log washer merupakan alat classifier / pencucian b. Untung rugi pemakaian ferrosilikon adalah jika
material yang dilakukan selanjutnya. Material yang baru kadar Si dalam alloy kurang dari 15% maka akan
diperoleh dari lapangan dimasukkan dalam log washer. bersifat korosif. Dan jika kadar Si lebih besar dari
Prinsip yang digunakan adalah prinsip gravitasi, sehingga
16% sifat kemagnetanya akan jauh berkurang. 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Ferrosilikon memiliki sifat fisika yang stabil dan 2 8
7 4 2 5 1 3 4 1 2
bersifat inert dengan partikel umpan yang
1 2 1 1 1 1 1 1
dipisahkan dan mudah diambil dari partikel yang 3 6 7
dipisahkan, namun ferrosilicon tidak efisien untuk 0 0 7 3 6 3 9 3
umpan yang halus 1 1 1 1 1 1 1 1
4 8 9
c. Kadar Si yang dipakai biasanya 15% Si, dengan 3 2 3 9 2 2 5 0
density ferrosilikon 6,8. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
d. Kesulitan terjadi pada waktu grinding, dimana 5
1 6 3 1 6 3 0 4 1 4
partikel akan menempel pada dinding grinder
karena bersifat magnetik. Cara mengatasinya
dengan menggunakan dinding yang bersifat Tailing = 200 gram
diamagnetik sehingga partikel tidak menempel.
Masalahlain yang timbul sewaktu grindingdapat 1 2 3 4 5
diatasi melalui atomisasi partikel ferrosilikon. H P H P H P H P H P
1 2
Alat yang digunakan untuk proses HMS : 1 7 34 5 21 8 17 6 16
0 6
Dyna Whirpool sebagai alat
1 2
pemisah 2 3 42 8 18 9 15 5 26
1 8
Magnetic separator untuk
memperoleh ferrosilikon, magnetite dari partikel 1 2
3 5 31 9 18 7 19 9 24
halus non magnetik. 0 5
Densifier sebagai alat reklamasi 2
4 9 33 7 5 22 8 22 6 27
yaitu alat penyesuai densitas partikel. 7
Drain Screen sebagai alat pemisah 3
5 6 22 8 7 16 9 12 7 19
medium dengan mineral secara vibrasi. 1

Faktor-faktor penting dalam pemilihan Heavy Medium Solid


adalah :
Mediumnya harus keras
Tidak ada kecenderungan untuk
menjadi slime
Tidak ada peningkatan luas
permukaan medium sehingga terjadi degradasi
viskositas.
.
B. Data percobaan

Konsentrat = 300 gram


1 2 3 4 5
H P H P H P H P H P
4 2 5 1 3 1
1 7 6 8 8
2 2 2 6 8 2
3 3 3 1 2 2 1
2 6 7 9
5 1 1 0 2 4 0
1 4 1 4 1 1 1
3 3 5 8
5 4 2 2 4 3 6
5 1 3 1 2 4
4 8 6 5 6
2 2 6 2 6 1
1 1 2 3 2
5 8 4 7 7 8
3 8 8 1 2

Middling = 500 gram


C. Pengolahan data percobaan
1 2 3 4 5
H P H P H P H P H P 1. Derajat liberasi dan kadar di konsentrat, middling, dan
1 1 1 1 1 1 1 1 tailing
1 9 8
2 6 8 4 5 0 3 7
Faktor-faktor yang memengaruhi gaya yang bekerja
dalam shaking table adalah :
Konsentrat Middling Tailing 1. Riffle
N Ukuran riffle yang terlalu besar akan menyebabkan
o banyak material yang tersangkut dan terbawa ke a
H P H P H P rah konsentrat (tailing masuk konsentrat), dan
4 6 11 begitu pula sebaliknya
1 170 1 68 4 36 4 2. Stroke
4 6 12 Kekuata gaya getar dari stroke yang terlalu besar
2 143 2 62 5 36 9 dapat menyebabkan konsentrat tidak tertahan oleh
4 7 11 riffle dan masuk ke tailing, dan begitu pula
sebaliknya
3 131 1 59 5 40 7
3. Kemiringan deck
3 6 13 Deck yang terlalu miring dapat menyebabkan
4 167 7 60 3 35 1 tailing masuk ke aliran konsentrat, dan begitu pula
3 6 10 sebaliknya
5 112 4 61 8 37 0 4. Ukuran partikel bijih
Ukuran partikel yang terlalu besar dapat
Menggunakan rumus pada bagian data percobaan, menyebabkan konsentrat masuk ke aliran tailing,
didapatkan Derajat Liberasi (DL) dan kadar dari SnO2 serta dan begitu pula sebaliknya.
SiO2 sebbagai berikut :
Konsent Middlin E. Jawaban Pertanyaan dan Tugas
rat g Tailing 1. Prinsip dasar kerja shaking table
Mendasarkan pada perbedaan berat jenis mineral melalui
48.09 23.88 aliran fluida yang tipis. Oleh karena itu proses ini
DL SnO2 78.52% % % termasuk dalam Flowing Film Concentration. Prinsip
51.91 76.12 pemisahan dalam tabling ialah ukuran mineral harus
DL SiO2 21.48% % % halus karena proses konsentrasi ini mendasarkan pada
Kadar 70.79 45.06 aliran fluida tipis. Adanya gaya dorong air terhadap
SnO2 90.54% % % partikel yang sama besarnya tapi berbeda berat jenisnya,
Kadar 29.21 54.94 maka partikel yang ringan akan mengalami dorongan air
yang lebih besar dari partikel berat. Dengan adanya
SiO2 9.46% % % gerakan maju mundur dari head motion maka partikel
yang berat akan melaju lebih jauh dari partikel yang
2. Kadar dari feed ringan sampai akhirnya partikel-partikel tersebut masuk
F.f=C.c+T.t ke tempat penampungan.
1000 . f = 300 . 90.54% + 700 . 58.34% 2. Batas ukuran feed yang biasa digunakan untuk table
f = 68% Ukuran feed berdasarkan klasifikasi shaking table:
Slime table (ukuran 10-80 mikrometer)
3. Recovery Wet table (ukuran 80 mikrometer-1 mm)
C.c Air table (500 mikrometer-50 mm)
R= x 100
F. f 3. Hubungan antara slope dan size/s.g. feed, juga antara
stroke dan size/s.g. feed
300 . 90.54 Hubungannya adalah semakin besar ukuran dan density
R= x 100 feed, maka kemiringan meja (slope) yang dibutuhkan
1000 . 68 akan semakin besar untuk memperbesar energi
perpindahan material, dan semakin besar ukuran dan
R = 39.94% density feed, maka stroke yang diberikan juga akan
semakin besar untuk mempercepat perpindahan material,
D. Analisis Hasil Percobaan sehingga dapat meningkatkan kapasitas.
Dari hasil percobaan, didapatkan hesil recovery 4. Faktor yang mempengaruhi kapasitas dari table
sebesar 39.94%, yang dapat dikatakan kecil. Hasil Berdasarkan mineralnya (densitas, ukuran, bentuk, %
recovery yang kecil ini dapat disebabkan oleh beberapa
solid, dan derajat liberasi).
factor, di antaranya adalah aliran fluida dan kemiringan
Berdasarkan alat (frekuensi, amplitudo, laju alir air,
deck yang diatur secara manual tanpa dilakukan
pengukuran sebelumnya, sehingga kecepatan aliran tinggi, riffle, dan kekasaran)
fluida dan kemiringan deck tidak optimal. Berdasarkan gaya yang terjadi (gaya gesek, gaya
Gaya-gaya yang bekerja pada shaking table adalah : sentak, gaya dorong air, dan gaya gravitasi)
1. Gaya gravitasi 5. Perbedaan antara wilfrey table dan butchart table
2. Gaya gesek Wilfley Table
3. Gaya dorong fluida Alat ini berbentuk empat persegi panjang dengan riffle
4. Gaya getar dari stroke dibuat mulai dari ukuran pendek hingga panjang. Faktor
yang sering diubah adalah kemiringannya.
Butchart Table 3. Pengertian cleaning up
Bentuk head motion hampir sama dengan wilfle table Cleaning up adalah proses pembersihan sluice
tetapi berbeda pada rifflenya. Riffle pada alat ini box.Dalam hal ini, riffle disemprotkan air dari atas,
membengkok kearah atas. Dengan riffle ini material sehingga mineral yang tersisa di riffle ikut turun bersama
dipaksa untuk naik pada bagian riffle yang membelok air kebawah.
kearah atas sebelum sampai ke tempat konsentrat. 4. Bilamana dikehendaki penangkapan konsentrat yang
6. Gaya yang bekerja pada partikel mineral yang sebaik mungkin, apakah kita harus memberikan feed
menyebabkan terjadinya pemisahan mineral secara over atau underload?
gaya gravitasi Untuk penangkapan konsentrat yang sebaik mungkin,
gaya dorong oleh aliran air maka feed diberikan secara underload. Apabila diberikan
gaya gesek antara partikel dan alat yang memiliki secara overlaod, recovery yang diperoleh akan kecil
kemiringan dan bergoyang. karena banyak mineral berharya yang masuk ke dalam
tailing.
7. Shaking table digunakan untuk memisahkan mineral 5. Apakah ada hubungan antara panjang dan lebar sluice
berharga dengan pengotor menggunakan perbedaan box?
massa jenis, terutama untuk pemisahan antara mineral Panjang dan lebar sluice box biasanya mempunyai
dengan partikel halus padat dan mineral dengan partikel perbandingan tersendiri. Hal ini dikarenakan, panjang
kasar ringan. dan lebar sluice box sangat mempengaruhi hasil
keluarannya.
8. Gambar head motion shaking table dan cara kerjanya
Log Washer
1. Untuk apa log washer dipergunakan?
log washer digunakan untuk memisahkan mineral secara
kasar dengan bantuan air sebagai media pemisah.
2. Dapatkah log washer digolongkan ke dalam jenis
concentration ?
Dapat, karena log washer mampu meningkatkan kadar
feed setelah keluar dari log washer itu sendiri.
3. Perbandingan air yang dipakai dengan feed yang
dikerjakan
Perbandingn air dan feed yang dipakai adalah berkisar
antara 2:1.
Cara kerja: 4. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kapasitas log
Pada permulaan gerakan maju kedua toggle pada washer? Kapasitas apa saja yang dimaksud dengan log
keadaan paling datar dan pegas dalam keadaan renggang. washer?
Kedua pitman bergerak secara eksentrik, toggle akan 1) Dimensi (panjang, lebar, dan tinggi) dan bentuk dari
menjadi miring dan meja akan bergerak mundur sampai log washer
pitman mencapai titik paling atas dari eksentrik dan 2) Ukuran dari feed
pegas akan merapat. Pitman kedua turun sehingga toggle 3) Laju pengumpanan
kembali bergerak mendatar dan meja kembali bergerak 4) Jumlah wash water
maju. Demikian gerakan berulang dari toggle yang 5) Kecepatan rotasi log washer
kemudian dapat menyebabkan gerakan asimetrik dari 6) Persen padatan dari feed
meja. 5. Aksi-aksi yang terjadi pada log washer
9. Fungsi riffle yang ada di atas meja Aksi gravitasi partikel
Untuk mendapatkan aliran air yang turbulen maka Aksi dorong atau rotasi oleh aliran air (wash water)
dipasang alat yaitu riffle, dengan demikian partikel
Aksi gesekan partikel dengan alat
yang ringan akan cenderung untuk meloncat dari riffle
satu ke riffle lainnya dibanding partikel yang berat yang
hanya akan menggelinding searah dengan riffle tersebut. Heavy Media Separator
1. Penggunaan ferrosilikon pada alat HMS :
Sluice Box e. Komposisi ferrosilikon adalah suatu alloy yang
1. Kebaikan dan keburukan transverse riffle dibandingkan mengandung 82% Fe dan 15% - 16% Si.
dengan longitudinal riffle f. Untung rugi pemakaian ferrosilikon adalah jika
Transverse Riffle kadar Si dalam alloy kurang dari 15% maka akan
Kebaikan : penghantaran mineral tidak ada hambatan bersifat korosif. Dan jika kadar Si lebih besar dari
Keburukan : tailing lebih banyak dibandingkan 16% sifat kemagnetanya akan jauh berkurang.
konsentrat Ferrosilikon memiliki sifat fisika yang stabil dan
Longitudinal Riffle
bersifat inert dengan partikel umpan yang
Kebaikan : stratifikasi partikel terjadi cukup baik.
Keburukan : waktu pemisahan relatif lama dipisahkan dan mudah diambil dari partikel yang
2. Sluice box baiknya dipergunakan untuk feed yang dipisahkan, namun ferrosilicon tidak efisien untuk
bagaimana umpan yang halus
Sluice box baiknya digunakan untuk umpan yang berupa
lumpur, dengan persen solid berkisar antara 50-60 persen
g. Kadar Si yang dipakai biasanya 15% Si, dengan F. Kesimpulan
density ferrosilikon 6,8. Dari hasil percoban, didapatkan derajat liberasi SnO2
h. Kesulitan terjadi pada waktu grinding, dimana Sebesar 78.52% (konsentrat), 48.09% (middling), 23.88%
partikel akan menempel pada dinding grinder (tailing) dan derajat liberasi SiO2 sebesar 21.48%
karena bersifat magnetik. Cara mengatasinya (konsentrat), 51.91% (middling), dan 76.12% (tailing).
dengan menggunakan dinding yang bersifat Kemudian didapatkan pula kadar SnO2 Sebesar 90.54%
diamagnetik sehingga partikel tidak menempel. (konsentrat), 70.79% (middling), 45.06% (tailing) dan kadar
SiO2 sebesar 9.46% (konsentrat), 29.21% (middling), dan
Masalahlain yang timbul sewaktu grindingdapat
54.94% (tailing).
diatasi melalui atomisasi partikel ferrosilikon. Gaya-gaya yang bekerja pada shaking table adalah :
2. Analisa proses chare adalah chare harus dilakukan untuk 5. Gaya gravitasi
mengevaluasi partikel yang memiliki ukuran halus dalam 6. Gaya gesek
suatu selang waktu yang dibutuhkan partikel untuk 7. Gaya dorong fluida
mengendap menjadi partikel yang tepat. Sentrifugal 8. Gaya getar dari stroke
sering dilakukan untuk partikel halus dalam mereduksi Faktor-faktor yang memengaruhi gaya yang bekerja dalam
waktu pengendapan, dan ini harus dilakukan oleh chare, shaking table adalah :
5. Riffle
sehingga kecenderungan untuk mengapung lebih kecil.
Ukuran riffle yang terlalu besar akan menyebabkan
Ketidakpuasan hasil sering dperoleh dari material berpori banyak material yang tersangkut dan terbawa ke a
seperti pada bijih magnesit yang disebabkan penyisipan rah konsentrat (tailing masuk konsentrat), dan
liquid pada pori sehingga merubah densitas partikel. begitu pula sebaliknya
3. Alat yang digunakan untuk proses HMS : 6. Stroke
Dyna Whirpool sebagai alat Kekuata gaya getar dari stroke yang terlalu besar
pemisah dapat menyebabkan konsentrat tidak tertahan oleh
riffle dan masuk ke tailing, dan begitu pula
Magnetic separator untuk sebaliknya
memperoleh ferrosilikon, magnetite dari partikel 7. Kemiringan deck
halus non magnetik. Deck yang terlalu miring dapat menyebabkan
Densifier sebagai alat reklamasi tailing masuk ke aliran konsentrat, dan begitu pula
yaitu alat penyesuai densitas partikel. sebaliknya
8. Ukuran partikel bijih
Drain Screen sebagai alat pemisah Ukuran partikel yang terlalu besar dapat
medium dengan mineral secara vibrasi. menyebabkan konsentrat masuk ke aliran tailing,
4. Kebaikan HMS bila dipakai untuk Coal dan begitu pula sebaliknya.
Cleaning: G. Daftar Pustaka
Lebih murah dan hemat energi serta air, selain itu Wills, Barry A., Tim Napier-Munn.2005.Mineral
batubara tidak akan rusak. Processing Technology 7th Ed. Pergamon
5. Untuk mengatasi pengaruh korosi yang ditimbulkan Press: Canada. Hal 238-242.
media pemisah, maka media pemisah harus dibuat
Kelly, Errol G. & David J. Spottiswood. 1982.
dalam keadaan pasif (tidak mudah teroksidasi). Introduction to Mineral Processing. USA:
6. Pengaruh pH pada HMS adalah peluang terjadinya John Wiley & Sons. Hal 274-296.
reaksi oksidasi. Jika pH terlalu kecil maka dapat
menyebabkan korosi. H. Lampiran
7. Faktor-faktor penting dalam pemilihan Heavy Medium 1. Sluice Box
Solid adalah :
Mediumnya harus keras
Tidak ada kecenderungan untuk
menjadi slime
Tidak ada peningkatan luas
permukaan medium sehingga terjadi degradasi
viskositas.
8. Gravity Split dalam HMS memiliki ketelitian lebih
tinggi jika dibandingkan jig dan shaking table karena
dapat memisahkan partikel berharga dari partikel yang
sangat halus ataupun larutan yang sangat encer melalui
alat magnetic separator. Densitas HMS mempunyai
selang sekitar 0,1 sedangkan selang densitas dari jig
dan table adalah 0,5.
4. Shaking Table

2. Log Washer

3. Heavy Media Separator