Anda di halaman 1dari 6

Laporan Modul 7, MG-3017

Magnetic Separator
Farhan Muhammad D (12114012) / Kelompok 5 / Jumat, 17-02-2017
Asisten : I Gede Ponky Aditya Ryanta (12513009)

Abstrak Praktikum Modul 7 Praktikum modul 7 dengan judul Magnetic Separator dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari
cara pemisahan campuran mineral berdasar sifat magnetnya dengan menggunakan alat Magnetic Separator dan Electrostatic
Separator. Mineral yang digunakan adalah campuran bijih besi dan silica, yang dipisahkan menggunakan magnetic separator
sambal mengamati factor-faktor yang memengaruhi proses pemisahan tersebut. Bagian dari magnetic separator serta electrostatic
separator juga kemudian dianalisis dan diamati fungsinya.

A. Tinjauan Pustaka
1. Magnetic Separator
Magnetic Separator merupakan salah satu alat yang
digunakan dalam Heavy Media Separation. Tujuan
proses yang menggunakan magnetic separator adalah
untuk memisahkan mineral berdasarkan sifat
magnetiknya. Mineral-mineral yang berbeda akan
memberikan respon terhadap medan magnet, mineral
yang dapat ditarik magnet merupakan mineral magnetik
sedangkan mineral yang tidak memberikan respon
terhadap medan magnet merupakan mineral non-
magnetik. Pemisahan yang dilakukan berupa
memisahkan mineral berharga dari pengotor yang
bersifat non-magnetik seperti magnetit dari kuarsa atau
memisahkan pengotor yang bersifat magnetik dari
mineral berharga yang bersifat non-magnetik seperti
mineral kasiterit yang terkadang mengandung magnetite
atau wolframite. 2. High-intensity magnetic separator
Biasanya digunakan untuk memisahkan mineral
Semua material dapat dipengaruhi medan magnet paramagnetik yang sangat lemah daya tarik
akan mendapatkan gaya magnet walaupun pada magnetnya. Intensitas medan magnet yang
umumnya sangat kecil untuk dapat dideteksi. Material digunakan adalah 2 Tesla atau lebih. Contohnya
dapat dibagi dua berdasarkan reaksinya terhadap adalah induced roll magnetic separators.
magnet, diantaranya :
1. Material diamagnetik, yaitu material yang
sedikit ditolak ke arah medan magnet dengan
intensitas yang lebih kecil. Karena gaya
magnetnya kecil, material diamagnetik pada
umumnya sulit untuk dipisahkan dari pengotor
non-magnetiknya.
2. Material paramagnetik, yaitu material yang
ditarik oleh garis gaya magnet ke arah
intensitas yang lebih besar. Material
paramagnetik ini dapat dipisahkan dengan
high-intensity magnetic separators. Mineral
paramagnetik ada yang berupa mineral itu
sendiri seperti Ni, Co, Mn dan ada pula yang
bersifat paramagnetik karena terdapat besi
ferromagnetik.
3. Sifat ferromagnetik merupakan contoh khusus
dari paramagnetik akibat gaya magnet yang
dialami material sangat besar, bahkan dapat
mempertahankan sifat magnet saat dikeluarkan
dari medan magnet.

Magnetic Separators dapat diklasifikasikan


berdasarkan jenisnya dan intensitas medan magnetnya, 3. High-gradient magnetic separators
diantaranya : Cara alternatif untuk meningkatkan besar intensitas
1. Low-intensity magnetic separator medan magnet adalah dengan memperbesar gradien
Menggunakan magnet dengan intensitas sekitar 0.7 medan magnet. Solenoida yang menghasilkan fluks
Tesla. Dapat berupa drum separator maupun cross- magnetik diletakkan didalam gagang besi sehingga
belt separator. fluks magnetik akan memiliki lintasan kembali
secara terus-menerus. Medan magnet yang lebih 2. Electrostatic Separator
besar dapat diperoleh tanpa memperbesar Konsentrasi elektrostatik menggunakan
penggunaan energi listrik. perbedaan konduktivitas listrik dari mineral-mineral
yang terdapat pada bijih. Karena hampir semua
mineral memiliki perbedaan konduktivitas listrik,
konsentrasi elektrostatik sebenarnya dapat
digunakan untuk proses konsentrasi secara umum.
Akan tetapi pemisahan dengan electrostatic
separator memiliki penerapan terbatas yaitu
penggunaan paling baik adalah untuk memisahkan
beberapa mineral yang ditemukan pada pasir pantai
atau aliran sungai. Bijih yang digunakan sebagai
umpan untuk konsentrasi elektrostatik juga harus
sangat kering dan kapasitas alatnya pun terbatas
mirip dengan dry magnetic separation. Untuk
penggunaan yang efisien, umpan harus berupa satu
lapisan partikel.
Pemisahan berdasarkan sifat konduktivitas
mineral dibagi menjadi dua, yaitu electro-dynamic
separation (high tension separation) dan
electrostatic separation. Pada electro-dynamic
separator, feed dibawa oleh rotor yang di-ground-
kan ke ionizing electrode. Partikel dari feed akan
menerima muatan karena terjadi penembakan ion.
Partikel konduktor akan kehilangan muatannya
4. Superconducting separators karena di-ground-kan dan terlepas dari rotor karena
Beberapa paduan logam tertentu dapat memiliki adanya gaya sentrifugal. Kemudian partikel yang
sifat superkonduktor pada suhu yang sangat rendah bersifat non-konduktor tidak dapat dihilangkan
sehingga hampir tidak memiliki hambatan listrik. charge-nya, oleh karena itu terus menempel pada
Saat arus listrik mengalir pada kumparan dari bahan permukaan rotor. Lama-kelamaan charge partikel
superkonduktor maka arus tersebut akan tetap habis dan partikel itu dijatuhkan dari rotor dan
mengalir walaupun dilepas dari sumber arusnya, hal partikel middling lebih cepat hilang charge-nya
ini menyebabkan paduan logam tersebut seperti sehingga lebih dulu jatuh. Pada alat ini partikel
sebuah magnet permanen. Magnet superkonduktor dapat terbagi dalam 3 kelompok, konduktor,
dapat menghasilkan medan magnet yang sangat middling, dan non-konduktor.
kuat dan seragam hingga 15 Tesla. Kekurangannya
adalah sangat sulit untuk mempertahankan paduan
logam superkonduktor pada suhu yang sangat
rendah, struktur kristalnya yang sedemikian rupa
juga menyebabkan paduan logam superkonduktor
sulit dibentuk menjadi kawat, kapasitas arus yang
dapat dialirkan paduan logam superkonduktor juga
rendah.

high tension separator

Electrodynamic separation disebut high tension


separation karena terdapat dua buah elektroda.
Pemisahan dengan menggunakan elektrodinamik
lebih bagus karena mineral ditembakkan ion
sebanyak dua kali sehingga partikel konduktor akan
lebih mudah terlempar dan partikel non-konduktor
akan lebih mudah menempel pada rotor. Lalu, pada
elektrodinamik, produk pemisahan dipisah menjadi
konsentrat, middling dan tailing. Sedangkan pada
electrostatic hanya dipisah menjadi konsentrat dan
tailing.
Proses pemisahan berdasarkan sifat
konduktivitas ini memliki kendala antara lain hanya
untuk proses konsentrasi dengan jumlah umpan
yang tidak terlalu besar dan proses harus kering
sehingga timbul masalah dengan debu yang
berterbangan. Konfigurasi electrostatic separator Keterangan :
yang disusun dalam bank dapat dibagi menjadi tiga n = jumlah mineral
yaitu conductor cleaner, non-conductor cleaner, = berat jenis mineral
serta hybrid configurations. Pada conductor cleaner,
W = berat mineral
konsentrat hasil pemisahan akan dipisahkan
kembali pada proses selanjutnya begitu seterusnya
hingga pada akhirnya akan didapatkan konsentrat, b. Material Balance
middling dan tailing. Pada non-conductor cleaner, F=C+T
cara kerja mirip dengan conductor cleaner namun c. Metallurgical Balance
yang dipisahkan berkali-kali adalah tailing-nya. Ff=Cc+Tt
Sedangkan pada hybrid configurations, konsentrat d. Recovery
dan tailing dipisahkan berkali-kali secara selang- Cxc
Recovery= x 100
seling dengan urutan sesuai kebutuhan. Berikut Fxf
gambar yang menjelaskan proses pemisahan
material dengan menggunakan electrostatic Keterangan :
separator. c = Kadar (assay) di dalam konsentrat
f = Kadar (assay) di dalam feed
. t = Kadar (assay) di dalam tailing
B. Data percobaan C = Berat mineral di dalam konsentrat
F = Berat mineral di dalam feed
Berat Feed yang digunakan (F) = 5000 gram T = Berat mineral di dalam tailing
Berat bijih besi didalam feed = 500 gram
Berat silika didalam feed = 4500 gram e. Ratio of Concentration
Berat konsentrat (C) = 450 gram F
Kadar besi di konsentrat = 60% RoC=
C
C. Pengolahan data percobaan

1. Langkah Kerja f. Efisiensi

Feed berupa 4500 gram silika dan 500 gram pasir T +C


besi
Efisiensi= 100
F

Aduk feed hingga homogen

3. Hasil Pengolahan Data
Masukkan feed ke dalam feeder dari magnetic
a. Berat tailing dengan asumsi semua bijih selain
separator
yang masuk ke konsentrat akan terbawa

Lakukan pemisahan hingga feed habis kedalam tailing.
T=FC
Tampung produk pemisahan berupa konsentrat T = 5000 450
T = 4550 gram
dan tailing

Timbang berat konsentrat b. Kadar pasir besi di dalam tailing
F.f=C.c+T.t
Masukkan tailing ke dalam feeder dan ulangi 5000 . 0,1 = 450 . 0,60 + 4550 . t
percobaan beberapa kali t = (270) / 4550
t = 0,05934
Hitung recovery pasir besi dan konsentrasi di t = 5,934%
tailing
c. Ratio of Concentration
2. Rumus-rumus Dasar F
RoC=
a. Kadar C

na a 5000
Kadar ( dalam )= 100 RoC=
na a +nb b 450

Wa RoC=11,1111
x 100
W a +W b
d. Recovery
C.c c. Derajat liberasi mineral
R= x 100 d. Besarnya bukaan splitter
F. f
e. Kecepatan putaran magnetic roll
f. %-solid dalam slurry
450 x 0,60
R= x 100 g. Sifat kemagnetan masing-masing mineral
500 h. Distribusi ukuran partikel
R=54,0
Sedangkan faktor yang memengarui pemisahan
pada alat electrostatic separator adalah :
e. Efisiensi Alat a. Kuat tegangan yang digunakan
T+C b. Kecepatan putar rotor
Efisiensi= 100 c. Derajat liberasi mineral
F
d. Laju pengumpanan material
4550+ 450 e. Kecepatan putar rotor
Efisiensi= 100 f. Jarak umpan dengan elektroda
5000
g. Distribusi ukuran partikel
Efisiensi=100
Prinsip pemisahan pada magnetic separator adalah
memisahkan mineral berdasarkan sifat magnetiknya.
D. Analisis Hasil Percobaan Sedangkan electrostatic separator memisahkan mineral
Dari hasil percobaan dan pengolahan data berdasarkan sifat konduktivitasnya. Prinsip kerja alat
percobaan diperoleh recovery sebesar 54 % yang yang terdapat di laboratorium sesuai dengan prinsip
tergolong rendah karena hampir setengah pasir besi kerja alat yang bisa dibaca di literatur, tidak ada
yang terdapat pada bijih terbuang masuk kedalam perbedaan yang signifikan dan hanya terdapat sedikit
tailing, walaupun efisiensi alat sudah mencapai 100 perbedaan pada desain alat yang memang hanya
%. Dari nilai recovery ini dapat dikatakan bahwa dibutuhkan untuk penggunaan skala laboratorium
proses pemisahan belum berjalan dengan baik. Nilai
recovery yang rendah ini dapat disebabkan oleh
intensitas medan magnet alat yang tidak optimal E. Jawaban Pertanyaan dan Tugas
sehingga pasir besi tidak tertarik magnet dan masuk 1. Magnetic Separator
ke dalam tailing, atau pasir besi menempel pada 1) Prinsip-prinsip pemisahan dan faktor-faktor
magnetic roll, dan tidak masuk ke dalam konsentrat. yang mempengaruhi pemisahan
Laju masuknya umpan kedalam magnetic separator Prinsip dasar pemisahan dengan menggunakan
yang tidak konstan juga dapat menyebabkan bijih magnetic separator adalah memisahkan
menumpuk pada waktu tertentu, banyak pasir besi mineral berdasarkan perbedaan sifat
yang tertumpuk dibawah silika dan tidak dapat kemagnetan mineralnya. Sedangkan faktor-
ditarik magnet karena tertahan oleh berat silika faktor yang mempengaruhi pemisahan dengan
diatasnya. Ukuran partikel juga dapat berpengaruh menggunakan magnetic separator ini adalah
kepada recovery yang dihasilkan, jika terlalu halus sifat kemagnetan mineral, derajat liberasi
maka akan ada partikel yang berterbangan sebagai mineral, kekuatan magnet alat, kecepatan aliran
debu, dan jika terlalu besar maka dengan derajat umpan, jarak umpan dan magnet, ukuran
liberasi yang belum memenuhi akan dapat umpan, dan kecepatan putaran magnetic roll.
menyulitkan pasir besi terangkat oleh magnet,
karena partikel non-magnetik yang terikat dengan 2) Alat pemisah magnetic dan jenis alat di Lab
pasir besi akan menjadi beban yang menahan pasir termasuk tipe
besi yang akhirnya masuk kedalam tailing. Oleh Ada empat tipe magnetic separator yaitu low-
karena itu perlu pengaturan variabel-variabel yang intensity magnetic separator, high-intensity
dapat mempengaruhi sehingga recovery yang magnetic separator, high-gradient magnetic
diperoleh menjadi maksimum seperti pengaturan separator, dan superconducting separator. Jenis
laju feed yang tepat dan pengaturan intensitas magnetic separator yang ada di Lab
medan magnet agar pasir besi dapat terangkat oleh Pengolahan Bahan Galian adalah jenis high-
gaya tarik magnet. intensity magnetic separator.

Faktor yang memengarui pemisahan pada alat 3) Material balance dan recovery berdasarkan
magnetic separator adalah : berat dari bahan
a. Kekuatan medan magnet yang digunakan a) material balance:
b. Laju pengumpanan material
F=C+T

T =FC Lifting effect

5000 gram450 gram

4550 gram Pinning effect

b) Recovery Pada lifting effect, mineral dengan


konduktivitas baik akan terpisah. Sedangkan
Cc pada pinning effect, mineral dengan
R= 100
Ff konduktivitas buruk akan menempel pada rotor
dan terpisah dari mineral yang memiliki
450 60 konduktivitas baik (mineral berharga)
R= 100 =54
5000 10
5) Mineral yang tergolong pada mineral dengan
konduktivitas baik dan konduktivitas buruk
4) Lima macam bijih yang terdapat di Indonesia antara monazite, cassiterite, wolfarmit, ilmenit,
yang mungkin diolah dengan magnetic rutile, dan zircon.
separator Wolfarmit, ilmenite, rutile, dan zircon adalah
Bijih yang terdapat di Indonesia yang dapat mineral dengan konduktivitas baik. Sedangkan
diolah dengan magnetic separator adalah monazite dan cassiterite adalah mineral yang
pyrrhotite (FeS), siderite (FeCO3), hematite tergolong pada mineral dengan konduktivitas
(Fe2O3), chromite (FeCr2O4), dan rutile (TiO2) buruk.

2. Electrostatic Separator F. Kesimpulan


1) Efek yang diperoleh dari kombinasi kedua Magnetic separator merupakan alat konsentrasi
elektroda yang mempunyai prinsip memisahkan mineral
Efek yang terjadi dari kombinasi dua elektroda berdasarkan perbedaan sifat kemagnetan mineral. Sifat
adalah pinning effect untuk mineral dengan kemagnetan sendiri terdiri dari ferromagnetik,
konduktivitas buruk dan lifting effect untuk paramagnetik, dan diamagnetik. Mineral yang bersifat
mineral konduktor. ferromagnetik dan paramagnetik akan tertarik oleh
medan magnet pada rotor yang selanjutnya akan
2) Syarat feed agar dapat dilakukan pemisahan terlempar dan ditampung di konsentrat, sedangkan
dengan electrostatic separator mineral yang bersifat diamagnetik atau mineral yang
Syarat feed agar dapat dilakukan pemisahan tidak tertarik oleh medan magnet akan langsung jatuh
dengan electrostatic separator adalah feed dari vibrating conveyor dan ditampung di tailing.
mengandung mineral dengan sifat Feed pada percobaan kali ini berupa pasir besi dan
konduktivitas yang baik sehingga dapat silica. Dari data percobaan, didapatkan %-pasir besi
dipisahkan. Kemudian feed juga harus dalam dalam feed sebesar 10 %, berat tailing sebesar 4550
keadaan kering dan memiliki ukuran optimum gram, %-pasir besi dalam tailing sebesar 5,934 %,
(tidak terlalu besar atau halus). Derajat liberasi recovery sebesar 54 %, dan ratio of concentration
feed juga harus cukup besar sehingga (nisbah konsentrasi) sebesar 11,1111
pemisahan dapat berlangsung maksimal.
G. Daftar Pustaka
3) Gaya yang bekerja pada mineral saat Wills, Barry A., Tim Napier-Munn.2006.Mineral
pemisahan Processing Technology 7th Ed. Pergamon
Gaya-gaya yang bekerja pada mineral saat Press: Canada. Hal 353-372.
terjadinya pemisahan adalah gaya gravitasi,
gaya sentrifugal, dan gaya elektrostatik/listrik, Kelly, Errol G. & David J. Spottiswood. 1982.
dan gaya gesek. Introduction to Mineral Processing. USA:
John Wiley & Sons. Hal 274-296.
4) Sketsa lifting effect dan pinning effect
H. Lampiran
1. Magnetic Separator f. Stabille
g. Ionizing

Keterangan :
a. Magnet unit
b. Conveyor belt
c. Feeder
d. Tailing
e. Concentrate

2. Electrostatic separator

Keterangan :
a. Feeder
b. Rotor
c. Tailing
d. Middling
e. Concentrate