Anda di halaman 1dari 8

TUGAS IPA

PENCEMARAN AIR

Disusun oleh : Kelompok 5


M. Dedi .S
M. Firza .F
M. Roni
M. Dairus .A

Kelas : XI.TKR.2

SMK MJPS 2
TASIKMALAYA
Tahun Ajaran
2015 / 2016
PENCEMARAN AIR

Pencemaran air bukanlah hal yang baru untuk kita jumpai. Sudah banyak kasus yang terjadi,
yaitu kerugian besar yang disebabkan pencemaran air. Di Negara kita contohnya, banyak ikan
mati karena danau tempat pemeliharaan ikan tercemar limbah berat. Tentu saja hal ini
menggggakibatkan kerugian yang besar. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai
pencemaran air.

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti
danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air
tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu
bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar
danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum,
sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai
objek wisata.

Sebab terjadinya pencemaran air:

1. Penyebab alami

yang pada dasarnya tidak dapat dihindari oleh makhluk di bumi. Yakni meningkatnya
kadar nutrien atau kandungan zat organik hasil pencernaan makhluk dan hasil
metabolisme, hal ini yang nantinya akan mengakibatkan terjadinya eutrofikasi, proses
ini terjadi dalam jangka waktu yang lama bahkan ribuan tahun.

2. Sampah organik
dapat menjadi penyebab terjadinya pencemaran di air, sampah organik yang
menumpuk diselokan-selokan akan menimbulkan cairan berbau yang lebih dikenal
sebagai air comberan, yang berdampak buruk bagi kehidupan.

3. Limbah pabrik yang tidak disaring.

limbah menjadi hal yang sangat menakutkan jika menyebar ke hulu air dan digunakan
oleh manusia. Pencemaran Air oleh limbah sangat berbahaya karena mengandung
banyak unsur kimia yang bukan hanya merusak organ dalam juga akan merusak
bagian luar.

4. Penggunaan bahan peledak.

Di daerah sungai, danau atau lautpun pencemaran air dapat terjadi oleh karena sebab
manusia yang menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak. Unsur
kandungan kimia di bahan peledak itu yang dapat menyebabkan terjadinya
pencemaran air.

Berdasar Jenis Bahannya pencemar air dibedakan menjadi:

a. Bahan pencemar fisik

Bahan pencemar fisik diantaranya adalah sampah, lumpur, pasir, dan sebagainya.

b. Bahan pencemar kimia

Bahan pencemar kimia antara lain zat-zat organik bisa berupa lemak, minyak,
detergen, sabun, zat warna, karbohidrat, protein maupun zat-zat anorganik (unsur
bebas, logam berat, asam, basa, dan garam) dan zat radioaktif.

c. Bahan pencemar biologis

Bahan pencemar biologis dapat dibagi menjadi dua yaitu mikroorganisme patogen
dan mikroorganisme yang pertumbuhannya tidak terkendali (bloming ) karena
eutrofikasi. Mikroorganisme patogen terutama berasal dari tinja manusia. Ada 4
kelompok mokroorganisme yang terkandung dalam tinja yaitu virus, bakteri,
protozoa, dan cacing. Mikroorganisme yang pertumbuhannya tidak terkendali antara
lain adalah fitoplankton, ganggang ,dan eceng gondok.

Pencemaran air dapat diamati dengan cara sebagai berikut :

1. Pengamatan secara fisis

Pengamatan pencemaran air secara fisis dapat dilihat dari tingkat kejernihan air atau
keruh tidaknya air, perubahan suhu, dan apakah ada perubahan warna, bau dan rasa.
Jika terdapat perubahan-perubahan tersebut seperti air menjadi berwarna hitam, bau
gas, dll berarti air lingkungan sudah tercemari

2. Pengamatan secara kimiawi

Pengamatan air secara kimiawi dilakukan dengan mengamati zat pencemar yang
terlarut di dalam air kemudian melihat apakah terdapat perubahan pH.

3. Pengamatan secara biologis

Pengamatan secara biologis dengan mengamati keberadaan mikroorganisme dalam air


seperti ada tidaknya bakteri patogen (contohnya E. coli dan Salmonella). Air yang
tercemar dan mengandung bakteri patogen dapat membahayakan kesehatan manusia

Air lingkungan yang tercemar memiliki beberapa indikator yang secara umum diketahui
dengan memeriksa pH atau konsentrasi ion hidrogen, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen,
DO), kebutuhan oksigen biokimia (Biochemiycal Oxygen Demand, BOD) serta kebutuhan
oksigen kimiawi (Chemical Oxygen Demand, COD). pH air normal yang memenuhi syarat
kehidupan dan kesehatan berkisar 6,5-7,5 yang artinya air tidak bersifat asam maupun basa.
Sumber pencemar air seperti limbah pabrik akan merubah pH air dan pada akhirnya akan
mengganggu kestabilan ekosistem biota aquatik. Ukuran pH 7 -8,5 sesuai dangan kehidupan
biota aquatik dan akan sangat sensitif karena nilai pH sangat mempengaruhi proses
biokimiawi perairan. Proses nitrifikasi tidak akan terjadi pada pH yang rendah.
Pencemaran Air dapat menyebabkan hal yang sangat buruk bagi kehidupan yang
diantaranya adalah:

1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen


(O2) yang dapat menyebabkan kematian.

2. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrifikasi)

3. Tersumbatnya penyaring reservoir dan menyebabkan perubahan ekologi

4. Sebagai penyebab banjir. Jika musim hujan tiba, maka diberita anda akan disajikan
materi banjir. Banjir terjadi karena penumpukan sampah yang menyumbat dan
mendangkalkan selokan-selokan, sungai serta danau.

5. Sumber air bersih menghilang, Air yang bersih sangat dibutuhkan makhluk hidup,
namun jika pencemaran di air sudah terjadi air bersih lambat laun akan menghilang
sehingga seluruh makhluk bumi ini terancam punah.

6. Sumber Penyakit. Ingat bahwa air yang sudah tercemar oleh sampah organik dan
anorganik dapat menyebabkan terjadinya banyak penyakit.

7. Pencemaran air sangat merusak ekosistem, tidak heran telah banyak tumbuhan dan
hewan yang punah karena ekosistem rusak.

8. Kerugian bagi pencari ikan yang disekitar sungai, muara, danau dan laut yang telah
digunakan sebagai tempat penangkapan ikan menggunakan bom. Zat kimia sulit
untuk hilang sehingga ikan enggan datang ketempat itu lagi dan menjadi sulit untuk
menangkap dan mencarinya.

9. Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat

10. Akibat penggunaan pastisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan
penyakit, juga membunuh serangga dan maskhluk berguna terutama predator

11. Kematian biota kuno, seperti: plankton, iank, bahkan burung


Cara Mengatasi Pencemaran Air yang Efektif

Mempertahankan sumber-sumber air bersih yang belum tercemar.

Sumber air yang masih bersih hendaknya tetap dipertahankan kebersihannya. Jangan
sampai ikut tercemar, karena jika sudah tercemar akan sulit membersihkannya.

Menanam tanaman-tanaman berkayu tebal.

Tanaman-tanaman yang berkayu tebal adalah tanaman yang dapat menyerap air
dengan baik. Dengan begitu, persediaan air tanah mencukupi dan sumber air bersih
dapat terjaga.

Tidak membuang sampah ke sungai.

Jika sampah yang dibuang dari satu rumah tangga masuk ke sungai saja sudah
mengotori sungai. Bagaimana halnya jika setiap rumah tangga yang ada di Indonesia
membuang sampah rumah tangga mereka ke sungai. Sungai menjadi sangat kotor dan
tercemar. Pendangkalan sungai pun terjadi yang akhirnya dapat menyebabkan banjir.
Banjir mengalirkan air tercemar ke kawasan pemukiman yang dapat menyebabkan
wabah penyakit, seperti diare, penyakit kulit, dan lain sebagainya.

Mendaur ulang semua sampah yang bsa didaur ulang.

Sampah yang bisa didaur ulang usahakan untuk didaur ulang. Tidak membuangnya ke
sungai atau got. Hal ini dilakukan agar perairan di sekitar masyarakat tidak tercemar.
Jika tercemar, biasanya menimbulkan bau tidak sedap. Hal ini sangat menganggu
masyarakat dalam menjalankan aktivitas mereka.

Penyuluhan pembuangan limbah industri.

Industri-industri yang mengeluarkan limbah cair hendaknya diberi penyuluhan agar


mereka melakukan pengolahan limbah sebelum dibuang ke sungai. Ini perlu
pengawasan ketat dari pemerintah karena sampai saat ini, masih banyak Industri-
industri yang membuang limbah cairnya begitu saja ke sungai. Mereka tidak
menghiraukan dampak yang akan timbul pada masyarakat yang hidup di area tersebut.
Penyuluhan bagi pengguna transportasi laut.

Bagi masyarakat pengguna transportasi lautan hendaknya diberikan penyuluhan agar


memastikan kendaraan mereka tidak bocor agar tidak mencemari air laut.

Peraturan yang tegas kepada para pengusaha minyak.

Peraturan tersebut dibuat agar tidak membuat kilang minyak dekat pemukiman
penduduk. Kilang-kilang minyak hendaklah didirikan sejauh mungkin dari kawasan
pemukiman, agar tidak membahayakan masyarakat sekitar. Jika terjadi kebocoran
minyak yang mencemari laut, maka binatang-binatang laut akan terganggu
ekosistemnya.

Pemerintah hendaknya membuat peraturan yang tegas untuk pembuangan


limbah beracun.

Dengan peraturan yang ketat, maka para pengusaha akan berpikir berulang kali untuk
membuang limbah cairnya begitu saja. Pengolahan limbah yang mahal sudah menjadi
risiko mereka sebagai pengusaha.