Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Cottage

Cottage, merupakan tempat peristirahatan yang digunakan untuk relaxasi, rekreasi, yang menarik pengunjung untuk
liburan. Cottage dioperasikan oleh perusahaan tunggal. Cottage kadang-kadang disalahgun akan untuk
mengidentifikasi suatu Cottage yang tidak menghasilkan kenyamanan suatu tempat peristirihatan penuh,
bagaimanapun suatu Cottage tetap mencerminkan dari corak peristirahatan dan terletak di kawasan yang strategis,
tenang, dan selaras dengan alam
Cottage secara tradisional : menjadi tempat untuk melakukan hubungan sosial, meningkatkan kesehatan dan
kebugaran serta meningkatkan kebudayaan
Cottage: merupakan tempat istirahat, bersantai, kemewahan, pelayanan, perawatan, dan pengunjung, resort
berharap untuk dapat melepaskan diri dari kepadatan sehari-hari dan jauh dari pusat kota ( kebisingan )

Sejenis akomodasi yang berlokasi di sekitar pantai atau danau dengan bentuk bangunan
bangunan terpisah, disewakan untuk keluarga, serta dilengkapi dengan fasilitas rekreasi.

Sejarah Unik Cottage: dari Gubuk ke Hunian Rekreasi


Dalam bahasa Indonesia, cottage bermakna gubuk. Istilah ini memiliki kesan yang
begitu berbeda dengan kesannya dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia,
gubuk diasosiasikan dengan kemiskinan dan masa lalu. Sedangkan dalam Bahasa
Inggris, istilah tersebut sejajar dengan bungalow dan berbagai bangunan rekreaktif
yang lain.

Yang dimaksud dengan cottage sendiri secara umum merujuk pada bangunan dengan
ciri-ciri sederhana. Dulu bangunan dengan nama ini dikaitkan dengan karakter:

1. Tinggi 1 hingga 1 setengah lantai (setengah lantai sebagai loteng).


2. Ukuran kecil
3. Arsitektur khas bangunan tradisional
Asal namanya sendiri berasal dari bahasa Perancis dan Eropa. Dulu cottage digunakan
untuk merujuk bangunan yang dimiliki budak dan masyarakat miskin. Jadi kurang lebih
pengertiannya bahkan lebih buruk daripada pengertiannya di Indonesia.

Dulu dan Sekarang Beda


Pergantian kesan cottage ke kesan yang lebih positif terjadi secara berangsur di Eropa.
Masyakarakat benua biru tersebut secara perlahan mengubah persepsinya mengenai
istilah gubuk menjadi lebih positif. Sebab banyak yang memanfaatkan bangunan
serupa untuk tempat tinggal sementara sambil bererkerasi. Gubuk dimaknai sebagai
bangunan yang bisa memberikan keuntungan.

Di era saat ini, perubahan makna dan kesan tersebut membuat karakter hunian itu juga
berubah. Meski tidak secara langsung disebut gubuk, orang Indonesia kerap
mengasosiasikannya dengan bangunan yang memiliki ciri tradisional, kecil, satu atau
dua lantai saja, dan memanfaatkan bahan organik seperti semen.

Memerlukan Teknologi Pembuatan Lebih Baik

Disebabkan tak lagi dimanfaatkan sebagai


hunian biasa, teknologi pembuatan bangunan ini pun ditingkatkan sedemikian rupa.
Kesan suram tergantikan dengan kesan asri yang menawan. Hal ini bisa terjadi karena
beberapa hal. Yang utama adalah teknologi pengawetan yang membuat bahan-bahan
pembuatnya menjadi lebih tahan lama.
Teknologi pengawetan akan membuat kayu, bambu, hingga ijuk atap cottage tidak
ditumbuhi hama-hama seperti jamur dan serangga. Aplikasi teknologi ini dilakukan
dengan memanfaatkan insektisida dan fungisida kayu seperti BioCide Insecticide serta
BioCide Wood Fungicide. Tidak adanya hama tentu juga akan membuat lingkungan
dalam gubuk lebih menarik dan bersih.