Anda di halaman 1dari 4

TUGAS UTS

Nama Anggota: 1. Dwi Anita 140534604139

2. Faizal Nurkhalim 14053460

3. Muhammad Rio Alrizal 140534603928

4. Ovi Andianto 140534602712

5. Risna Dwi Ambarwati 14053460

6. Sisco Agustian 14053460

Kelas : S1 PTE B 2014

Dosen : Bapak Arif Nur Afandi

Matakuliah : Analisis Sistem Tenaga Listrik

A. Judul
Analisis Sistem Jaringan Kelistrikan APJ Pasuruan

B. Pembahasan
1. Sistem Jaringan Kelistrikan APJ Pasuruan

PT. PLN (persero) Area Pasuruan, meliputi 9 sub Rayon, yakni ; Rayon Kraksaan,
Probolinggo, Grati, Pasuruan kota, Gondangwetan, Bangil, Pandaan, Sukorejo dan
Prigen.

2. Gangguan-Gangguan Jaringan
Ketika memasuki musim hujan, listrik PLN di wilayah Pasuruan rentan padam
karena gangguan. Sebab, 60 persen jaringan PLN dekat dengan pohon yang rawan
tumbang. Terutama, bila hujan disertai dengan angin kencang. Dari 16 penyulang itu, 60
persen di antaranya dekat dengan pohon, sehingga rawan terganggu. Dari 16 penyulang,
yang paling rawan adalah penyulang Sumber. Disusul olah penyulang Banjarsawah,
penyulang Bentar, penyulang Sukapura, dan penyulang Bromo. Idealnya, jarak aman
antara pohon dengan jaringan antar 2,5 meter sampai 3 meter.Terkait dengan kondisi itu,
pihaknya intens melakukan pemotongan ranting pohon yang mendekati jaringan listrik.
Hanya saja, upaya itu tak mudah dilakukan karena tak jarang mendapat larangan dari
pemiliknya lantaran merupakan pohon produktif. Gangguan yang sering terjadi di area
pasuruan yakni:

1. Gangguan Beban Lebih


Beban lebih mungkin tidak tepat disebut sebagai gangguan. Namun karena beban
lebih adalah suatu keadaan abnormal yang apabila dibiarkan terus berlangsung dapat
membahayakan peralatan, jadi harus diamankan, maka beban lebih harus ikut
ditinjau.Beban lebih dapat terjadi pada trafo atau pada saluran karena beban yang
dipasoknya terus meningkat, atau karena adanya maneuver atau perubahan aliran
beban di jaringan setelah adanya gangguan. Beban lebih dapat muengakibatkan
pemanasan yang berlebihan yang selanjutnya panas yang berlebihan itu dapat
mempercepat proses penuaan atau memperpendek umur peralatan listrik.
2. Gangguan Hubung Singkat (Short Circuit)
Gangguan yang permanent misalnya hubung singkat yang terjadi pada kabel, belitan
trafo atau belitan generator karena tembusnya (break downnya) isolasi padat.
Gangguan temporair misalnya akibat flashover karena sambaran petir, pohon, atau
tertiup angin.Gangguan hubung singkat dapat merusak peralatan secara termis dan
mekanis. Kerusakan termis tergantung besar dan lama arus gangguan, sedangkan
kerusakan mekanis terjadi akibat gaya tarik-menarik atau tolak-menolak.
Keterangan pada gambar di atas :
1. Hubung singkat 1 fasa ke tanah
2. Hubung singkat 2 fasa (antar fasa)
3. Hubung singkat 2 fasa ke tanah
4. Hubung singkat 3 fasa
5. Hubung singkat 3 fasa ke tanah
3. Gangguan Tegangan Lebih
Tegangan lebih dapat dibedakan sebagai berikut :
Tegangan lebih dengan power frequency
Tegangan lebih transient
4. Gangguan Daya
Kekurangan daya dapat terjadi karena tripnya unit pembangkit (akibat gangguan di
prime movernya atau di generator) atau gangguan hubung singkat di jaringan yang
menyebabkan kerjanya relay dan circuit breakernya yang berakibat terlepasnya suatu
pusat pembangkit dari sistem. Jika kemampuan atau tingkat pembebanan pusat atau
unit pembangkit yang hilang atau terlepas tersebut melampaui spinning reverse
system, maka pusat-pusat pembangkit yang masih ada akan mengalami pembebanan
yang berkelebihan sehingga frequency akan merosot terus, yang bila tidak diamankan
akan mengakibatkan tripnya unit pembangkit lain (cascading) yang selanjutnya dapat
berakibat runtuhnya (collapse) sistem (pemadaman total).
5. Gangguan Ketidakstabilan (Instability)
Gangguan hubung singkat atau kehilangan pembangkit dapat menimbulkan ayunan
daya (power swing) atau yang lebih hebat dapat menyebabkan unit-unit pembangkit
lepas sinkron (out of synchronism). Power swing dapat menyebabkan relay
pengaman salah kerja yang selanjutnya menyebabkan gangguan yang lebih luas.
Lepas sinkron dapat mengakibatkan berkurangnya pembangkit karena tripnya unit
pembangkit tersebut atau terpisahnya sistem, yang selanjutnya dapat menyebabkan
gangguan yang lebih luas bahkan runtuh (collapse).

3. Sistem Proteksi Jaringan

4. Perkembangan Pemanfaatan Energi listrik dan Beban Listrik

Dimisalkan dari total daya listrik yang digunakan pelanggan PLN di area
Kecamatan tutur Desa Nongkojajar, PLN mengalami devisit daya hingga 18,23 MW. APJ
PLN Pasuruan melakukan pemadaman bergilir mengurangi pasokan listrik. RE di
Pasuruan dari tahun mengalami peningkatan sebesar 1.18% pertahun. Artinya area
pasuruan masih ada devisit daya dan sering mengalami pemadaman bergilir, ini
sebaiknya tidak boleh terjadi. Karena pasuruan adalah salah satu kota pusat industri di
jawa timur. Kebutuhan supply tenaga listrik yang memadai dan handal sangat
dibutuhkan.
C. Daftar Rujukan
http://www.pasuruan.info/berita-6917-akhir-tahun-pln-apj-pasuruan-putus-aliran-listrik-
pelanggan-yang-nunggak.html
http://www.pasuruankab.go.id/berita-2941-sampai-2021-kebutuhan-listrik-di-jatim-
surplus-.html
http://www.kabarbromoterkini.com/2016/02/01/listrik-pln-rawan-padam/