Anda di halaman 1dari 7

Puji dan Syukur ke hadirat Allah Swt atas

limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga


buku panduan penilaian AMDAL atau UKL-UPL
untuk kegiatan pembangunan jalan ini dapat
tersusun dengan bekerjasama dengan GTZ.
Buku panduan ini berisi tentang hal-hal yang
yang perlu diperhatikan dalam melakukan
penilaian dokumen AMDAL atau UKL-UPL
kegiatan pembangunan jalan. Penyusunan
buku panduan ini ditujukan untuk
mempermudah anggota Komisi Penilai AMDAL
atau UKL-UPL dalam melakukan proses
penilaian.
Diharapkan dengan hadirnya buku panduan ini,
proses penilaian dokumen AMDAL atau UKLUPL
kegiatan pembangunan jalan menjadi lebih
mudah dan terarah, sehingga kualitas dokumen
AMDAL menjadi lebih baik.
Masukan dan saran guna penyempurnaan buku
panduan ini sangat diharapkan demi
terwujudnya pembangunan jalan yang benarbenar
memperhatikan aspek lingkungan
melalui dokumen AMDAL atau UKL-UPL yang
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (AMDAL)
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rencana kegiatan pembangunan jalan Tol Medan Binjai diharapkan berdampak positif bagi
kelancaran transportasi dalam kabupaten maupun luar kabupaten. Namun demikian selain
dampak positif yang akan diperoleh, kegiatan tersebut juga berpotensi akan menimbulkan
dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Dampak dari kegiatan peningkatan jalan tersebut
yang diperkirakan akan tterjadi antara lain adalah berubah/hilangnya asset, timbulnya keresahan
masyarakat, kecemburuan sosial, kerusakan jalan, menurunnya kualitas udara, meningkatnya
kebisingan, terganggunya aliran air permukaan, menurunnya kualitas udara, meningkatnya
kebisingan, terganggunya aliran permukaan, menurunnya kualitas air permukaan, adanya
kesempatan kerja dan peluang berusaha terganggunya sanitasi lingkungan, terganggunya lalu
lintas, terganggunya aksesbilitas, terganggunya utilitas, fasilitas umum dan fasilitas sosial,
meningkatnya pelayanan jalan dan terganggunya kesehatan masyarakat,
Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) disusun untuk memonitor dan kinerja
pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan dalam rangka menanggulangi dampak negatif suatu
lingkungan dan meningkatkan dampak positif.
1.2 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pembangunan Jalan Tol Medan Binjai adalah untuk mengoptimalkan fungsi jalan dalam
melancarkan arus lalu lintas, sejalan dengan meningkatnya mobilitas penduduk, pertumbuhan
dan perkembangan wilayah di sekitar jalan tol baik daerah permukiman, perkantoran dan bisnis,
daerah pertanian dan lainnya yang terdapat di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Kota
Binjai.
1.3 Landasan Kebijaksanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional sebagai Pemrakarsa kegiatan akan melaksanakan
pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan pada rencana pembangunan Jalan Tol
Medan Binjai sebagai salah satu komitmen dalam terciptanya pembangunan yang
berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang akan datang.
1.4 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup yang akan dilaksanakan diharapkan dapat
berguna bagi berbagai pihak yang berkepentingan, yaitu :
a. Sebagai dasar untuk mengetahui kondisi lingkungan yang ada di sekitar kegiatan
pembangunan Jalan Tol Medan Binjai.
b. Sebagai dasar untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan pengelolaan dampak
penting yang timbul akibat kegiatan pembangunan Jalan Tol Medan Binjai, sehingga dampak
negatif pada tahap pra konstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi dapat dicegah, dikurangi atau
ditannggulangi semaksimal mungkin dan meningkatkan dampak positif.
c. Sebagai sumber informasi bagi pihak-pihak yang terkait antara lain pemrakarsa, stakeholder,
instansi terkait dan masyarakat dalam memonitor kondisi lingkungan di wilayah kerjanya.
d. Sebagai masukan bagi para pengambil keputusan dan instansi terkait dalam perencanaan dan
pelaksanaan kegiatan pembangunan Jalan Tol Medan Binjai, sehingga dapat terwujud
pembangunanyangberwawasanlingkungandanberkelanjutan.

BAB II

PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN


Pendekatan pengelolaan lingkungan dalam rangka mencegah, mengurangi dan
menanggulangi dampak penting terhadap lingkungan hidup dilakukan melalui pendekatan
teknologi, pendekatan sosial dan pendekatan institusi.
2.1 Pendekatan Teknologi
Pendekatan teknologi dilakukan terhadap setiap kegiatan dan komponen lingkungan
terkena dampak. Adaoaun pendekatan teknologi dalam pengelolaan lingkungan hidup yang akan
diterapkan pada tahap konstruksi dan paska kontruksi diantaranya.
1. Dalam rangka mencegah, mengurangi, dan penggulangan sebaran debu akibat kegiatan
mobilisasi peralatan dan material bangunan akan dilakukan penutupan bak kendaraan
pengangkut dengan penutup, menyiram jalan, membatasi kecepatan, dan segera membersihka
ceceran/tumpahan material di atas jalan yang dilaului kendaraan proyek.
2. Dalam rangka mencegah dan mengurangi sebaran debu dan tingkat kebisingan dipasang pagar
penghalang dengan ketinggian 1,5 m 2,5 m.
3. Dalam rangka mencegah dan mengurangi kemacetan lalu lintas dipasang rambu lalu lintas
dilokasi proyek.
4. Dalam rangka upaya mencegah timbulnya genangan atau banjir saat musim hujan, maka akan
ditata jaringan drainase sesuai dengan kapasitas air larian (run off), terutama saat musim hujan.
2.2 Pendekatan Sosial Ekonomi
Pendekatan sosial, ekonomi, kultural, dan kesehatan masyarakat akan diimplementasikan untuk
meminimalkan dampak negatif dan meningkatkan manfaat positif bagi para penduduk desa di
sekitar area proyek sebagai akibat dari aktivitas infrastruktur, antara lain yaitu.
1. Berkoordinasi dan mensosialisasikan rencana kegiatan pembangunan Jalan Tol.
2. Berkoordinasoi dan menyampaikan informasi kepada pemerintah setempat.
3. Berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Pemerintah setempat dan instansi terkait dalam
rangka mencegah, mengurangi dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup karena
keterbatasan kemampuan pemrakarsa.
4. Proses pelaksanaan penggantian atas tanah milik penduduk untuk pembangunan Jalan Tol
Medan Binjai dilakukan secara langsung kepada yang berhak dengan prinsip saling
menguntungkan kedua belah pihak.
2.3 Pendekatan Kelembagaan (Institusi)
Pendekatan institusi dalam mencegah , mengurangi atau menanggulangi dampak
lingkungan, antara lain :
1. Membentuk suatu bagian atau unit dalam PPK Perencana dan Pengawasan Pembangunan Unit
yang menangani masalah lingkungan yaitu bagian lingkungan yang merupakan bagian dari unit
pelaksanaan yang bertanggung jawab dalam hal pengelolaan lingkungan mulai dari tahap
perencanaan pembangunan hingga paska konstruksi.
2. Berkoordinasi dan bekerjasama dengan instansi yang terkena dampak relokasi/pemindahan.
3. Berkoordinasi dengan pemerintah Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai
dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan tanah untuk kebutuhan pemmbangunan Jalan Tol
dalam rangka pengendalian penggunaan lahan di sekitar Ja;an RUMIJA.
4. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan RKL dan RPL oleh BLH
Provinsi Sumatera Utara.

BAB III

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP


Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan pembangunan Jalan Tol Medan
Binjai berdasarkan tahapan kegiatan, yaitu Pra-Konstruksi dan Paska Konstruksi.
3.1 Tahap Pra-Konstruksi
Untuk mencegah, mengurangi dan menanggulangi dampak lingkungan, maka sebelum
pelaksanaan konstruksi diperlukan persiapan yang baik, antara lain dalam hal pengadaan jasa
konstruksi dan penyiapan kontrak kerja pelaksanaan konstruksi jalan. Didalam dokumen lelang
dan dokumen kontrak kerja konstrksi perlu dicantumkan kegiatan-kegiatan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan anatara lain perlu dimasukkan klausul aspek pengelolaan lingkungan
hidup yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan
konstruksi jalan.

Tujuannya adalah agar pihak Kontraktor pelaksana cq PPK Kegiatan Pembinaan Teknik Jalan
Bebas Hambatan dan Jalan Perkotaan untuk kegiatan pembangunan Jalan Tol Medan Binjai
atau penyedia jasa konstruksi menjamin pelaksanakan pengelolaan lingkungan hidup pada saat
pekerjaan konstruksi jalan.
Hal hal yang perlu diperhatikan dalam mencantumkan aspek pengelolaan lingkungan hidup
da;am dokumen lelang dan dokumen kontrak kerja konstruksi antara lain adalah :
Penyusuan dokumen lelang pekerjaan konstruksi jalan yang mencantumkan persyaratan
pengelolaan lingkungan hidup sesuai yang diuraikan dalam dokumen RKL-RPL dan telah
dijabarkan dalam gambar kerja dan spesifikasi teknis atau desain teknis;
Penyusunan dokumen kontrak kerja pelaksanaan konstruksi jalan yang mencantumkan
persyaratan pengelolaan lingkungan hidup yang dijabarkan dallam gambar kerja dan spesifikasi
teknis sesuai dengan yang telah diuraikan dalam dokumen RKL-RPL yang telah dimuat dalam
dokumen lelang;
Ketentuan atau persyaratan pengelolaan lingkungan hidup dalam dokumen lelang dan
dokumen kontrak harus diuraikan secara rinci dan jelas agar tidak terjadi adanya salah pengertian
oleh pelaksana pekerjaan konstruksi jalan.
Rencana Kerja Kontraktor
Penyusunan rencana kerja yang disusun oleh kontraktor harus mencantumkan aspek pengelolaan
lingkungan hidup sesuai dalam dokumen kontrak. Hal tersebut diperlukan untuk dapat memberi
jaminan bahwa aspek pengelolaan lingkungan hidup yang telah diuraikan dalam dokumen
kontrak akan dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana cq PPK Kegiatan Pembinaan Teknik Jalan
Bebas Hambatan dan Jalan Perkotaan untuk proyek pembangunan Jalan Tol Medan Binjai.
Biaya pelaksanaan lingkungan hidup ditanggung oleh pemrakarsa proyek. Biaya untuk
melakukan pengelolaan lingkungan hidup dalam pelaksanaan lelang meliputi:
- Biaya Penyelenggaraan lelang
- Pembuatan kontrak kerja.

3.1.1 Penanganan Dampak Terhadap Komponen Sosial Ekonomi


A. Penanganan Keresahan Masyarakat
1. Dampak Penting dan Sumber Dampak Penting
a) Dampak Penting
- Timbulnya keresahan masyarakat yang ada di tapak proyek pembangunan jalan Tol Medan
Binjai di Kota Medan, kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai dan sekitarnya karena rasa
khawatir terhadap rencana pembangunan tersebut yang akan membebaskan tanah, bangunan,
tempat usaha, utilitas dan infrastruktur jalan dan saluran drainase, yang dapat menganggu
kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
- Timbulnya keresahan masyarakat yang ada di tapak proyek pembangunan jalan Tol Medan
Binjai di Kota Medan, kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai dan sekitarnya karena
hilang/berkurangnya aset, mata pencahatian penduduk dan besarnya penggantian tanah dan atau
bangunan jika tidak sesuai dengan keinginananya.
b) Sumber Dampak Penting
Sumber dampak berasal dari :
- Pekerjaan survai (topografi, penentuan trase jalan, geologi, hidrologi, lalu lintas, inventarisasi
lahan dan bangunan, lingkungan), konsultasi masyarakat.
-Pengadaan tanah yang masih ada di dalam area RUMIJA yang akan digunakan untuk
pembangunan Jalan Tol Medan Binjai. Keberadaan utilitas dan fasum/fasos yang harus
dipindahkan.
2. Tolak Ukur Dampak
- Kekhawatiran masyarakat yang terkena pembebasan tanah terhadap proses pembebasan tanah,
dan besarnya nilai penggantian yang akan diterima.
-Jumlah penduduk yang resah, intensitas terjadinya keluhan, protes unjuk rasa.
- Tingkat Kesulitan dari Instansi pengelola utilitas terkait yang akan terkena pembongkaran atau
pemindahan dan menyebabkan kerusakan atau terganggunya fungsi utilitas.
3. Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
-Mencegah dan mengurangi terjadinya keresahan masyarakat yang dapat menimbulkan masalah
sosial ekonomi dan gangguan kamtibmas.
-Mencegah dan atau mengurangi kerugian yang terlalu besar akan dialami oleh penduduk,
instansi pengelola utilitas umum yang terkena pembersihan lahan dan atau pembebasan tanah.
4. Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Sosial Ekonomi
Melaksanakan sosialisasi tentang rencana pembangunan Jalan Tol Medan Binjai di ( rencana
kegiatan, lokasi, tujuan, waktu, manfaat dan rencana pengadaan tanah) kepada masyarakat dan
instansi terkait yang akan terkena dampak lingkungan,
Pendekatan Institusi
Berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat dan instansi terkait mengenai rencana kegiatan
pembangunan Jalan Tol Medan Binjai di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Kota
Binjai di Kecamatan Medan Deli, Medan Helvetia, Labuan Deli, Sunggal, Hamparan Perak dan
Binjai Timur.

5. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup


Lokasi pengelolaan lingkungan hidup diantaranya adalah kelurahan Tanjung Mulia Hilir dan
Tanjung Mulia (Kota Medan); Desa Klambir Lima Kampung, Desa Paya bakung (Kec.
Hamparan Perak); Desa Mulyorejo (Kec. Sunggal; Kelurahan Helvetia, Desa Semayang).
6. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
Rencana pengelolaan lingkungan hidup akan dilakukan pada tahap pra-konstruksi sejak
persiapan pengadaan tanah, pelaksanaan pengadaan tanah dan persiapan konstruksi hingga tahap
konstruksi, minimal sebulan sekali.
7. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana Pengelola Lingkungan hidup
- Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian PU cq
Kegiatan Pembinaan Teknik Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Perkotaan untuk kegiatan
pembangunan Jalan Tol Medan Binjai
- Pemerintah Daerah Kota Medan, Kab. Delo Serdang dan Kota Binjai
b. Pengawas Pengoleloaan Lingkungan Hidup
- Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian PU
-Gubernur Prov. Sumatera Utara, Walikota Medan, Binjai dan Bupati Deli Serdang.
-BLH Provinsi Sumatera Utara, BLH Kota Medan dan Binjai serta Bapedalda Kab. Deli
Serdang.
c. Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Satuan Kerja Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU
- Gubernur Prov. Sumatera Utara, Walikota Medan, Binjai dan Bupati Deli Serdang.
- BLH Provinsi Sumatera Utara, BLH Kota Medan dan Binjai serta Bapedalda Kab. Deli
Serdang.
Tahap Konstruksi
Penanganan Dampak Terhadap Komponen Fisik Kimia
A. Menurunnya Kualitas Udara
Dampak penting berupa penurunan kualitas udara ambien yang disebabkan oleh meningkatnya
kandungan partikel debu, SO2, NOx, CO2, HC, Pb di udara. Dampak lanjut menurunnya kualitas
udara adalah terganggunya kesehatan masyarakat terutama yang ada didaerah pemukiman,
fasilitas umum dan fasilitas sosial di sekitar tepi Jalan rencana pembangunan jalan Tol Medan
Binjai di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai.
- Pengelolaan Lingkungan
Pendekatan Teknologi Untuk Kegiatan Mobilisasi Bahan Material dan Alat Berat
a. Melakukan perawatan peralatan dan kendaraan proyek secara teratur agar emisi gas buang
sesuai dengan standar yang berlaku.
b. Membersihkan ban kendaraan truk pengangkut material ketika akan meninggalkan area proyek
menuju jalan umum (pada musim hujan atau sesuai dengan kondisi)
c. Menutupi bak kendaraan pengangkut material dengan penutup bak truk (terpal) untuk
mencegah sebaran debu lingkungan.
B. Meningkatnya Kebisingan
Dampak penting yang akan terjadi ialah meningkatnya kebisingan di sekitar tapak proyek yang
merupakan daerah pemukiman, perdagangan dan fasilitas umum yang berpotensi menganggu
kenyamanan dan kesehatan masyarakat
- Tujuan Pengelolaan Lingkungan
Tujuan pengelolaan lingkungan adalah dengan mencegah dan mengurangi kebisingan di dalam
dan di sekitar tapak proyek dan mengusahakan tidak melampaui Baku Tingkat kebisingan
berdasarkan baku mutu sesuai dengan Kep.Men.48/MEN-LH/11/1996 tentang Baku Tingkat
Kebisingan.

C. Terganggunya Aliran Air Permukaan


Prakiraan dampak lingkungan yang akan terjadi adalah terganggunya drainase alami (parit dan
sungai) dan drainase buatan (gorong-gorong dan saluran tepi jalan), sehingga aliran air dari hulu
ke hilir terganggunya fungsi karena tertutup atau terpotong oleh bangunan atau badan jalan,
pekerjaan tiang pancang jembatan dan lainnya. Dampak lanjut adalah menurunnya kualitas air
- Pendekatan
Mencegah dan menanggulangi genangan banjir di sekitar ruas jalan tol Medan Binjai Kota
Medan dan Sekitarnya secara terpadu antar Instansi terkait mengacu pada tata ruang dan master
plan jaringan drainase Kota Medan, Binjai dan Kab. Deli Serdang.
- Membuat peta pola aliran air permukaan, arah aliran air, penerima air limpasan/resefoir
(sungai, rawa atau kolam retensi)
Penanganan Dampak Terhadap Komponen Biologi Seperti
1. Gangguan Flora/Vegetasi
2. Terganggunya Habitat Fauna
3. Terganggunya Habitat Biota Perairan