Anda di halaman 1dari 4

1. Kelebihan dan kekurangan sistem kadaster di Indonesia.

KELEBIHAN
a) Menurut PP Nomor 24 Tahun 1997, pendaftaram tanah bertujuan :
a. Untuk memberikan kepastian hukun dan perlindungan hukum kepada
pemengang hak atas suatu bidang tanah, suatu rumah susun dan hak-
hak lain yang terdaftar agar dengan mudah dapat membuktikan
dirinya sebagai pemegang hak yang bersangkutan
b. Untuk menyediakan informasi kepada pihak-pihak yang
berkepentingan termasuk pemerintah, agar dengan mudah dapat
memperoleh data yang diperlukan dalam mengadakan perbuatan
hukum mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah
susun yang sudah terdaftar
b) Pelaksana dari kegiatan pendaftaran tanah tersebut, menurut Pasal 19
ayat (1) UUPA diinstruksikan kepada Pemerintah, artinya perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dari kegiatan
pendaftaran tanah tersebut (di dalamnya mencakup inisiatif, metode/cara,
dana/biaya, sumber daya manusia dan sarana prasarana) semuanya
dilakukan oleh Pemerintah, dikenal kemudian dengan pendaftaran tanah
sistematik.
b) Pemisahan antara peta dan buku tanah akan berakhir
c) Pemetaan Kadaster akan mati, Modelling akan bertahan
d) Kadaster yang menggunakan kertas dan pensil akan punah
e) Program pemerintah tentang adanya Kebijakan Satu Peta atau One Map
Policy yang terlahir karena IGT ( Informasi Geospasial Tematik ) yang
dibangun tidak merajuk pada satu sumber rujukan Peta Dasar ( Peta Rupa
Bumi )

KEKURANGAN
a) Kurangnya surveyor kadaster di indonesia yang sudah memiliki lisensi
b) Sistem kadaster di Indonesia masih menganut Sistem negatif dimana
masih dapat terjadi ketika ada individu yang mengganggu gugat atau
mengakui bahwa tanah yang telah tersertifikasi tersebut adalah miliknya.
c) Berdasarkan UUPA Kepemilikan tanah di Indonesia pada prinsipnya
menganut asas pemisahan horisontal. Artinya bahwa tanah yang dapat
dikuasai dan dimiliki hanyalah sebatas pada permukaan bumi saja beserta
ruang yang ada diatasnya setinggi sewajarnya dalam rangka penggunaan
tanah tersebut. Sedangkan benda benda lain yang ada diatas tanah dan
segala kandungan mineral dan lain-lain yang ada dibawahnya, tunduk
pada ketentuan hukum yang lain ( tidak menyatu dengan tanah )
d) Pendaftaran hak-hak atas tanah dalam daftar-daftar umum harus
dilakukan setelah bidang-bidang tanah yang menjadi obyek hak-hak
diukur dan dipetakan. Selama bidang tanah belum diukur dan dipetakan,
maka hak-hak yang bersangkutan belum dapat didaftarkan dalam daftar-
daftar umum. Sehubungan dengan hal tersebut, apabila pengukuran dan
pemetaan bidang-bidang tanah yang terletak dalam wilayah Indonesia
dilakukan secara tahap demi tahap atau daerah, maka pendaftaran hak-
hak dengan sendirinya hanya dapat dilakukan di daerah-daerah yang
telah mendapat giliran, sedangkan pengukuran dan pemetaan di daerah
lainnya harus ditunda sampai bidang-bidang tanah dalam daerah-daerah
itu mendapat giliran diukur dan dipetakan
e) Dalam pendaftaran hak tanah masih terdapat pemdaftaran tanah secara
tidak lengkap yang ditegaskan dalam pasal 16 ayat (2) dan pasal 18 ayat
(1). Pendaftaran tanah secara tidak lengkap dengan sendirinya tidak dapat
menjamin kepastian hukum mengenai letak, luas dan batas-batas bidang
tanah yang didaftar, tetapi yang dijamin hanya kepastian hukum
mengenai subyek haknya. Hal ini tentunya kurang tepat jika dikaitkan
dengan tujuan pendaftaran tanah, karena apabila obyek tanah tidak pasti
maka subyek haknya juga tentu tidak pasti dan pemberian sertipikat
sementara kepada pemegang hak dapat menimbulkan sengketa di bidang
pertanahan.
2. Kelebihan dan kekurangan sistem kadaster di Luar Negeri.
Pada kasus ini mengambil sistem kadaster yang berada dinegara australia
KELEBIHAN
a) Kadaster dan survei menggunakan teknologi termasuk teodolit digital,
Global Positioning Sistems (GPS), teknik field-to-office dan sistern
konsepgambar yang terkomputerisasi untuk mendukung survei kadaster
danmenyiapkan denah kadaster. Beberapa negara bagian
mengijinkandenah-denah kadaster dikumpulkan kepada Land Regristry
datam bentukdigital untuk mernfasilitasi up-dating sistem pemetaan
kadaster digital.Prosedur kadaster standar diatur dalam suatu Act
(Undang-undang) danregulasi lainnya di setiap wilayah.
b) Survei kadaster di Australia dilakukan oleh surveyor profesional,
surveyor berlisensi.
c) Australia tetah menerapkan kadaster multiguna, dimanaorganisasi yang
berwenang untuk mengintegrasikan danmendistribusikan (menyebarkan)
informasi data spatialantar wilayah maupun antara state, adalah Public
Sector Mapping Agencies (PSMA Ltd) secara meluas di
tingkatnasional.semua negara bagian di Australia menganut sistem
Torrens, yaitu suatu sistem pencatatan hak atas tanah di mana
hukummenjamin bahwa seseorang yang namanya tercantum di dalam
daftarumum (public registered) adalah yang berhak untuk memiliki tanah
itu.
d) Dalam sistem Torens terdapat Prinsip Curtain yang berarti jika terjadi
suatu keadaan dimana seseorang taktercatat pada daftar umum, maka
pernerintah tidak dapat memaksa terhadaporang yang namanya
tercanturn datam daftar tersebut, atau dengankata laintidak pertu untuk
menelusuri pemilik yang lama
e) Sistem yang dianut adalah sistem postifi dimana tanah yang telah
terdaftar tidak dapat di gugat oleh pihak lain.

KEKURANGAN
a) Sistem kepemilikan tanah di Australia, hampir mirip dengan Indonesia.
Artinya tanah yang dapat dimiliki hanyalah permukaan bumi saja,
sedangkan bahan mineral yang ada dibawahnya dalam bumi adalah milik
Crown (Negara), selanjutnya Negaralah yang akan memberikan bahan
mineral tersebut kepada Sang Pemilik tanah.
b) Keterhubungan dari survei yang ditakukan denga nsistem koordinat
mernegang peran yang penting bagi upaya integrasi informasi spasial
tambahan seiring dengan mendesaknya penerapan sistem pemetaan untuk
tujuan kadaster multiguna di Australia.
c) Mengenai besarnya tarif yang berkaitan dengan penyelenggaraan
kegiatan transaksi pertanahan di Australia, pemerintah tidak menetapkan
keharusan pengenaan tarif yang seragam. Masing-masing solicitor dan
landbroker bebas untuk menetapkan tarifnya sendiri. Hal itu akan
mendorong timbulnya persaingan yang sehat antara sesama solicitor
dan landbroke