Anda di halaman 1dari 9

MANFAAT DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP

PENGADOPSIAN PROGRAM OPSI SAHAM PADA


PERUSAHAAN PUBLIK YANG LISTING DI BURSA EFEK JAKARTA

IDA BAGUS PUTRA ASTIKA


Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana

ABSTRACT

Various business innovations have been explored by practitioners and applied as


policies in creating value of firm, and in reducing agency problems. The innovation can be
permanent as it involves long-term policy or temporary to fulfill the existence opportunity.
Strategic cost-benefit consideration as the bas of policy making shows that the policy is the
best alternative to implement. One new form of innovation in Indonesia is stock option
program for executives and employees, named Executives and Employees Stock Option Plan
(ESOP).
The results of this study demonstrate that fundamental variables tested are able to
explain 60 percent of decision to adopt ESOP by firms listed on the Jakarta Stock Exchange.
Furthermore, ESOP can explain 23.6 percent of management performances in the coming one
year. These results are supported by statistical tests showing that current ratio, ratios of return
on assets, operating profit margin, debt to total assets, sales growth, and size simultaneously
affect total rupiahs of stock option to be granted. This effect could be seen from partial test (t-
test) showing that the greater profit and revenue earned by the company, the less attention
paid by the company on ESOP. ESOP is also needed by firms to increase stock price. The
result also indicates that total rupiahs stock option affect operating profit margin (OPM) in
one coming year, meaning that ESOP is useful to improve firms performances.

Keywords: fundamental variables, ESOP, operating profit margin, management performance

I. PENDAHULUAN jasa karyawan dikompensasi, diukur, dan


Program opsi saham karyawan atau diakui sebesar nilai wajar instrumen ekuitas
yang dikenal dengan sebutan executive yang bersangkutan.
and employee stock option plans (ESOP) Sebagai insentif untuk menghargai kinerja
merupakan salah satu kebijakan jangka jangka panjang perusahaan, ESOP merupakan
panjang perusahaan yang melibatkan langkah efektif untuk memper- sempit problem
psikologi tenaga kerja dalam bentuk keagenan dan menurunkan agency cost melalui
program kompensasi yang berbasis ekuitas penyejajaran kepenti- ngan para eksekutif
(saham). Program ini dilaksanakan untuk dengan para pemegang saham (Brenner et
menghargai kinerja jangka panjang al.,2000). Kepemilikan saham oleh karyawan
karyawan secara luas (para eksekutif dan perusahaan (insiders) memberi kesan sebagai
karyawan) terhadap perusahaan. Di financial investment. Kepemilikan tersebut
Indonesia program ini diatur dalam PSAK akan memberikan feeling yang besar terhadap
Nomor 53 (IAI, 2002) yang berlaku efektif kepuasan juga komitmen dan kontrol kepada
1 Oktober 1998. Opsi saham ditawarkan perusahaan. (Klein, 1987; Frech, 1987) dalam
kepada karyawan sebagai imbalan dan Iqbal (2000).
ESOP diharapkan dapat meningkatkan bila biaya pengawasan langsung terhadap
kinerja agen yang akan tercermin dalam karyawan mahal (Core and Guay, 2000).
informasi laba yang sering disebut dengan Perkembangan di Indonesia khususnya
laba akuntansi. Harapan tersebut tidaklah perusahaan publik yang mengadopsi ESOP di
berlebihan karena secara teoretis Bursa Efek Jakarta dapat dilihat dalam tabel 1
kompensasi yang berbasis ekuitas secara sebagai berikut.
tidak langsung akan mendistilasi keberadaan Tabel 1
tenaga kerja sehingga dalam jangka panjang Perkembangan Perusahaan Publik yang
perusahaan akan memiliki karyawan yang Mengadopsi ESOP di Bursa Efek Jakarta
secara umum berkualitas dan memegang No Tahun Jumlah Jumlah
konsep proprietary dalam menjalankan Perusahaan Kumulatif
tugas-tugas perusahaan. Beberapa kondisi 1 1999 3 3
yang digunakan sebagai alas an, yaitu faktor 2 2000 9 12
intrinsicsatisfaction, instrumental satisfacti- 3 2001 11 23
on dan exterinsik satisfaction. 4 2002 5 28
Insentif yang diberikan kepada para 5 2003 6 34
eksekutif dan karyawan perusahaan dalam 6 2004 6 40
bentuk opsi saham diharapkan dapat Sumber, Laporan keuangan
meningkatkan nilai perusahan melalui
peningkatan kinerja. Kinerja yang dicapai
perusahaan berhubungan dengan Penelitian ini memiliki beberapa
persentase modal yang dimiliki oleh para motivasi, yaitu memberikan fondamen atau
eksekutif serta persentase kompensasinya dasar bagi penelitian di bidang akuntansi
yang berbasis ekuitas (Mehran, 1995). keuangan yang berhubungan dengan ESOP di
Program kompensasi erat hubungannya Indonesia. Motivasi selanjutnya, yaitu
dengan usaha keras para eksekutif yang memperluas penelitian di bidang ESOP serta
pada umumnya didasarkan pada dua pola untuk mendapatkan bukti empiris manfaat
pengukuran, yaitu net income dan share ESOP bagi perusahaan.
price. Hubungan-hubungan kepemilikan Asyik (2005) menemukan bahwa
dengan kinerja menjadi sangat penting eksekutif perusahaan memiliki kompetensi
karena kepemilikan tenaga kerja untuk mengendalikan laba perusahaan.
menyediakan manfaat finansial yang Menjelang hibah opsi saham (exposure) para
menghubungkan antara kepemilikan eksekutif perusahaan telah melakukan
tenaga kerja dan komitmennya pada manajemen laba dengan cara menurunkan
perusahaan. jumlah akrual diskresioner dengan tujuan agar
Dari sisi perkembangan, pengadopsian harga pasar saham perusahaan mengalami
stock option plans untuk karyawan penurunan. Kondisi tersebut memungkinkan
perusahaan (ESOP) semakin meluas dan mereka lakukan karena informasi laba
terdapat tendensi bahwa penyediaan opsi digunakan, baik para investor maupun yang
saham untuk karyawan akan lebih intensif potensial sebagai salah satu indikator untuk
ketika perusahaan memiliki kebutuhan menilai perusahaan dalam hubungannya
financing yang lebih besar dan perusahaan dengan prediksi harga saham. Ball dan Brown
yang menghadapi kendala keuangan. (1968), Beaver (1968) secara empiris
Penyediaan perangsang dalam bentuk membuktikan bahwa informasi laba
ekuitas kepada karyawan akan lebih perusahaan ternyata direspon positif oleh para
intensif khususnya karyawan noneksekutif investor di New York Stock Exchange.
Sebagai suatu program yang baru,
penelitian-penelitian tentang ESOP Target populasi dalam penelitian ini
menjadi sangat penting dikembangkan adalah perusahaan yang saat ini menawarkan
untuk mengetahui bagaimana fenomena ESOP. Perusahaan-perusahaan yang dipilih
ESOP di Indonesia. Dengan menggunakan untuk tujuan pengujian merupakan sampel.
sampel emiten yang listing di Bursa Efek Dengan demikian, perusahaan-perusahaan
Jakarta, beberapa isu utama dapat diangkat yang dijadikan objek dan dipilih sebagai
dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut. sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan
a. Apakah variabel-variabel fundamental yang telah penerapkan ESOP, terdaftar di
berpengaruh pada nilai opsi saham Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan dibatasi pada
yang diputuskan untuk dihibahkan perusahaan yang mempublikasikan laporan
perusahaan dalam pengadopsian keuangan untuk tahun buku 1998 sampai
ESOP? dengan tahun 2004.
b. Apakah nilai opsi saham yang Pemilihan sampel didasarkan pada
diputuskan untuk dihibahkan kepada purposif (purposive sampling) dengan
para eksekutif dan karyawan perusa- pertimbangan, yaitu mendapatkan sampel yang
haan berpengaruh pada kinerja representatif dan sesuai dengan kriteria yang
perusahaan pada tahun mendatang. ditentukan. Kriteria yang digunakan sebagai
dasar pertimbangan adalah sebagai berikut.
a. Perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar
II. METODE PENELITIAN di Bursa Efek Jakarta sebelum 31 Desember
Penelitian ini merupakan causal 1998. Penetapan kriteria tersebut karena
research, yaitu penelitian yang perlakuan akuntansi tentang opsi saham di
menyelidiki hubungan sebab dan akibat Indonesia diatur sejak 1 Oktober 1998
antar variabel yang diteliti. Variabel yang melalui PSAK No. 53.
didefinisi sebagai penyebab disebut b. Perusahaan-perusahaan yang meng- adopsi
variabel dependen dan variabel yang ESOP dan datanya tersedia dalam laporan
didefinisi sebagai akibat disebut variabel keuangan, baih utama maupun dalam catatan
independen. atas laporan keuangan perusahaan.
Perusahaan yang memenuhi syarat untuk dipilih
2.1 Data dan Sampel menjadi sampel berjumlah 32 emiten.
Penelitian ini menggunakan data
sekunder berupa pelaporan keuangan 2.2 Variabel dan Definisi Operasional
untuk tahun buku yang berakhir 31 Variabel dependen untuk hipotesis 1, 2, 3,
Desember, mulai dari 31 Desember 1998 4, 5, dan 6 (H1, H2, H3, H4, H5, dan H6)
sampai dengan 31 Desember 2004 dengan berturut-turut adalah jumlah rupiah opsi saham
alasan dalam periode tersebut sebagian (Grants), sedanghan variabel dependen untuk
perusahaan telah memutuskan untuk hipotesis 7 (H7) adalah operating profit margin
mengadopsi ESOP dengan menentukan (OPM).
jumlah opsi saham yang ditawarkan, Jumlah rupiah opsi saham diukur
konversi setiap opsi, serta harga saham melalui konversi setiap opsi dengan lembar
pada saat exercise. saham dikalikan dengan nilai saham yang
Data diambil dari Pusat Referensi disepakati dalam kontrak pada saat jatuh tempo.
Pasar Modal, Indonesian Capital Market Nilai tersebut distandardisasi (ln) sehingga
Directory dan JSX Statistical Monthly, Grant merupakan logaritma natural jumlah
database MM UGM, database MSi UGM. rupiah opsi saham. Operating profit margin
merupakan rasio yang menunjukkan g. Untuk hipotesis 7 (H7) variabel
kemampuan penjualan yang dicapai emiten independennya adalah jumlah rupiah
dalam menghasilkan operating profit atau opsi saham (grants) yang diputuskan
laba operasi. oleh para pemegang saham dalam
Variabel independen secara berturut- pengadopsian ESOP.
turut adalah sebagai berikut.
a. Current Ratio (CURATit), sebagai 2.3 Alat Analisis dan Pengujian Hipotesis
proksi likuiditas, merupakan rasio Penelitian ini menggunakan model analisis
yang menunjukkan kemampuan regresi linier majemuk (multiple regression).
perusahaan untuk memenuhi Untuk menguji hubungan antarvariabel yang
kewajibannya pada periode t. diujikan dalam hipotesis 1 6, maka spesifikasi
Current Ratio it = Current Assets it model dapat digambarkan sebagai berikut:
Current Liabilities it. lnGrantit = + 1 CURATit + 2ROAit + 3
b. Return on Assets (ROAit) atau OPMit + 4DARit + 5 lnSIZEit +6 SALESGRit
earning power to total investment + it
sebagai proksi profitabilitas Keterangan :
perusahaan pada periode t, ditinjau GRANTit merupakan nilai opsi saham yang
dari sisi tingkat pengembalian aset. dihadiahkan, merupakan konstanta, 1, 2, 3, 4,
ROAit = Net Incomeit/Total Asset it. 5, merupakan koefisien regresi, CURAT adalah
c. Operating Profit Margin (OPMit), curent ratio, ROA adalah return on assets, OPM
sebagai proksi profitabilitas ditinjau adalah operating profit margin, DAR adalah debt
dari sisi efisiensi operasi perusahaan to assets ratio perusahaan, SIZE adalah nilai pasar
pada periode t. OPMit = Operating ekuitas perusahaan, SALESGR adalah pertumbuhan
penjualan perusahaan, dan it adalah eror.
Incomeit/ Total Sales it.
d. Debt to Assets Ratio (DARit),
Sebaliknya, untuk menguji variabel-variabel
sebagai proksi dari leverage,
dalam hipotesis 7, maka spesifikasi model dapat
merupakan ratio yang menunjukkan
digambarkan sebagai berikut:
perimbangan tingkat aktiva
OPMit = + lnGrantsit+ it
perusahaan dengan total utangnya.
DARit = Total Debtit/Total Assetsit.
III. PENGUJIAN EMPIRIS DAN HASIL
e. Ukuran Perusahaan (SIZEit), sebagai
proksi nilai perusahaan, merupakan
3.1 Statistik Deskriptif dan Pengujian
nilai pasar ekuitas perusahaan pada
Asumsi
awal periode t. Nilai absolut ukuran
Gambaran statistik deskriptif, penguji- an
perusahaan distandardisasi (ln)
asumsi, dan model analisis sangat diperlu- kan
sehingga variabel SIZEit merupakan
untuk mengetahui apakah karakteristik data
variabel logaritma natural ukuran
sudah memenuhi persyaratan sebelum dilakukan
perusahaan yang mengadopsi ESOP.
analisis regresi. Persyaratan yang dimaksud
f. Sales Growth (SALESGRit), sebagai
mencakup penyajian dan penguji- an sebagai
proksi ukuran perusahaan,
berikut.
merupakan pertumbuhan penjualan
a. Penyajian statistik deskriptif
perusahaan pada periode t.
Mean merupakan salah satu dari nilai
Pertumbuhan penjualan (SALESGR)
pusat (sentral) yang lazim digunakan untuk
dihitung dengan rumus: SALESGRit
mengukur nilai rata-rata suatu distribusi
= (Sit Sit-1) / Sit-1 .
data (kelompok data), sedang deviasi
standar merupakan nilai rata-rata hitung
dari selisih atau penyimpa- ngan setiap dihasilkan menunjukkan bahwa titik-titik
data dengan rata-ratanya. Tabel 2a variabel yang akan dianalisis tidak
menunjukkan bahwa nilai mean ln membentuk suatu pola tertentu. Uji
jumlah rupiah opsi saham (GRANT) Glejser (lampiran 4) menunjukkan
sebesar 24,04; Return on Assets (ROA) bahwa dilihat dari nilai t, tidak satu pun
sebesar 0,034; operating profit margin variabel independen mempengaruhi nilai
(OPM) sebesar -2,32; debt to assets residual secara signifikan pada tingkat
ratio (DAR) sebesar 0,85; 1% dan 5%.
pertumbuhan perusahaan
(SALES_GR) sebesar 1,56; ln market 3.2 Hasil Pengujian Hipotesis
value of equity (SIZE) sebesar 27,44; Penelitian ini bertujuan untuk menguji
sedang current ratio (CURAT) sebesar pengaruh variabel-variabel fundamental pada
1,67. Untuk tabel 2b, mean operating nilai opsi saham yang diputuskan untuk
profit margin (OPM) sama dengan dihibahkan kepada eksekutif dan karyawan
0,042 sedangkan mean ln GRANT perusahaan. Model yang digunakan adalah
tetap sebesar 24,04. analisis regresi linier berganda (multiple
Standar deviasi untuk setiap variabel regression analysis model) dengan ringkasan
tersebut menunjukkan kisaran yang hasil (tabel 2 dan tabel 3) sebagai berikut.
cukup besar yang berarti bahwa Tabel 2
terdapat selisih yang cukup besar Hasil Uji Hipotesis 1,2,3,4,5, dan 6
antara nilai amatan dengan nilai rata- lnGrantit = + 1 CURATit + 2ROAit + 3 OPMit +
rata data terkecuali ln GRANT dan ln 4DARit + 5 lnSIZEit +6 SALESGRit + it
Variabel Koefisien Nilai t- Nilai p
SIZE. statistik
b. Pengujian Asumsi Intercept 8,928 2,647 0,014
Uji Normalitas. Hasil uji normalitas CURAT -0,110 -0,905 0,374
didasarkan pada grafik dan uji ROA -3,005 -2,309 0,029
Shapiro-Wilk. Uji grafik normal P-P OPM 0,025 1,374 0,181
DAR -0,221 -1,571 0,129
plot of regression standardized SGR -0,157 -2,617 0,015
residual (lihat lampiran 2) SIZE 0,580 4,733 0,000
menunjukan bahwa residual
berdistribusi normal. Uji Shapiro- R2 0,600
Wilk menunjukan bahwa residual (adjusted R2) (0,504)
F 6,247***
tidak signifikan (0,303). Keterangan:
Uji Multikolinearitas. Hasil uji *** Secara statistis signifikan pada tingkat 0,01
multi- kolinearitas dapat dilihat dari ** Secara statistis signifikan pada tingkat 0,05
nilai tolerance atau variance Tabel 3
inflation factor (VIF). Nilai Hasil Uji Hipotesis 7
tolerance variabel bebas tidak ada OPMit = + lnGrantsit+ it
Variabel Koefisien Nilai t- Nilai p
yang kurang dari 0,0001 dan nilai statistik
VIF semuanya kurang dari 5 Intercept -3,971 3,004 0,005
(lampiran 3). Ini berarti tidak ada Grant 0,485 3,042 0,005
multikolinearitas (Santoso,2002).
Uji Heteroskedastisitas. Hasil uji R2 0,236
(adjusted R2) (0,210)
heteroskedastisitas menggunakan Keterangan:
pen- dekatan grafik dan pendekatan *** Secara statistis signifikan pada tingkat 0,01
uji Glejser (lampiran 3). Grafik yang ** Secara statistis signifikan pada tingkat 0,05
untuk tujuan pengembalian investasi maupun
Hasil analisis secara keseluruhan efisiensi operasi di samping untuk tujuan
menunjukkan gambaran sebagai berikut, R meningkatkan nilai saham perusahaan. Hasil
Square (R2) adalah sebesar 0,600, Ajusted R analisis yang mendukung pernyataan tersebut
Square adalah sebesar 0,504, serta F = 6,247 adalah sebagai berikut.
dengan signifikansi <0,001 yang berarti a. Return on Assets (ROA) sebagai proksi
terdapat pengaruh variabel independen tingkat profitabilitas perusahaan yang
current ratio (CURAT), return on assets menggambarkan semakin besar tingkat
(ROA), operating profit margin (OPM), profitabilitas yang dicapai perusahaan,
total debt to total assets (DAR), market semakin baik program opsi yang berbasis
value equity (SIZE), sebagai proxy nilai ekuitas atau ESOP kurang diminati.
perusahaan dan pertumbuhan perusahaan Pernyataan ini didukung oleh hasil analisis
(SALES_GR) sebagai proxy ukuran yang menggambarkan bahwa ROA
perusahaan terhadap program opsi saham memiliki unstandardized coeffisients beta -
eksekutif dan karyawan atau Grant. Variasi 3,005, nilai t sebesar -2,309 dengan tingkat
perubahan Grant tersebut dapat dijelaskan signifikansi 0,029, artinya ROA
oleh semua variabel independen sebesar berpengaruh negatif terhadap keputusan
60%, sedangkan sisanya 40% dijelaskan pengadopsian ESOP.
oleh faktor lainnya. b. Market Value of Equity (SIZE) sebagai
Pengaruh secara individual (parsial), proksi nilai perusahaan yang
ditunjukkan oleh hasil uji t (ttest) yang menggambarkan bahwa program opsi yang
menunjukkan bahwa keputusan untuk berbasis ekuitas atau ESOP diminati oleh
mengadopsi ESOP dipengaruhi oleh return perusahaan dalam rangka meningkatkan
on asset (ROA), nilai perusahaan (market harga saham perusahaan. Pernyataan ini
value of equity) serta ukuran perusahaan didukung oleh hasil analisis yang
(sales growth) dengan arah (koefisien beta) menggambarkan bahwa SIZE memiliki
berturut turut -3,005; -0,157; dan 0,580. standardized coeffisients beta 0,643 dan
Gambaran ini menunjukkan bahwa nilai t sebesar 4,733 dengan tingkat
pengadopsian ESOP berhubungan langsung sinifikansi 0,000, artinya SIZE berpengaruh
dengan permasalahan pencapaian positif terhadap keputusan pengadopsian
pendapatan, laba, dan nilai saham ESOP.
perusahaan. c. Perubahan penjualan (SALES_GR) sebagai
Hasil pengujian hipotesis 7 proksi ukuran perusahaan (size) yang
menunjukkan bahwa Grant memiliki menggambarkan bahwa semakin besar
standardized coeffisien beta 0,485 dan nilai t tingkat penjualan yang dapat dicapai
(t-test) sebesar 3,042 dengan tingkat perusahaan, program opsi yang berbasis
signifikansi 0,005. Hasil juga menunjukkan ekuitas (ESOP) kurang diminati. Pernyataan
bahwa R2 yang dicapai sebesar 23,6%. ini didukung oleh hasil analisis yang
menggambarkan bahwa SALES_GR
IV. SIMPULAN, SARAN, DAN memiliki unstandardized coeffisients beta -
KETERBATASAN 0,157 dan nilai t sebesar -2,617 dengan
4.1 Simpulan tingkat signifikansi 0,015, artinya
Berdasarkan gambaran analisis, SALES_GR berpengaruh negatif terhadap
pengadopsian ESOP oleh suatu perusahaan keputusan pengadopsian ESOP.
didasarkan pada pertimbangan pendapatan Hasil analisis juga menunjukkan bahwa
dan laba yang ingin dicapai perusahaan baik ESOP memberikan insentif pada eksekutif dan
karyawan perusahaan pemegang opsi untuk penjualan (SALES_GR); (2) penelitian hanya
meningkatkan kinerja perusahaan. menggunakan data emiten tanpa menyertakan
Pernyataan tersebut didukung oleh hasil perusa- haan yang nonpublik.
analisis yang menggambarkan besarnya R2 Peneliti berikutnya diharapkan dapat
(23,6%) yang berarti bahwa 23,6% laba mengekstensi dari sisi variabel fundamental
emiten yang mengadopsi ESOP dipengaruhi yang lainnya atau varibel nonkeuangan serta
oleh besarnya jumlah rupiah opsi saham dapat menyertakan perusahaan yang nonpublik.
yang diputuskan dan 76,4 % dijelaskan oleh
faktor di luar ESOP. Pernyataan tersebut DAFTAR - PUSTAKA
juga didukung oleh hasil analisis yang
menggambarkan bahwa GRANT sebagai Aboody, D. dan R, Kasznik. 2000. CEO
proxy keputusan RUPS memiliki Stock Option Awards and the Timing
standardized coeffisients beta 0,485 juga of Corporate Volountary Disclosure.
nilai t (t-test) sebesar 3,042 dengan tingkat Journal of Accounting & Economics
signifikansi 0,005 artinya GRANT 29, 73100.
berpengaruh positif terhadap operating APB. 1971. Basic Concepts and Accounting
profit margin (OPM) untuk satu tahun ke Principles Underlying Financial
depan. Statements of Business Enterprises,
AICPA.
5.2 Saran Asyik. F.A. 2005. Dampak Penyataan dan
Hasil analisis menunjukkan bahwa Nilai Wajar Opsi Saham pada Pengaruh
program opsi saham eksekutif dan Magnituda Kompensasi Program Opsi
karyawan (ESOP) bermanfaat untuk Saham Karyawan (POSK) terhadap
meningkatkan kinerja dan meningkatkan Pengelolaan Laba serta Pengaruh
nilai perusahaan. Sebagai sesuatu yang Ikutannya pada Nilai Interinsik Opsi.
bermanfaat, program ini baru diadopsi oleh Desertasi, Program Magister Sain dan
40 emiten dari 347 emiten yang listing di Doktor FE UGM.
Bursa Efek Jakarta. Oleh sebab itu, melalui Ball, R. dan P. Brown. 1968. An Empirical
penelitian ini disarankan kepada emiten Evaluation of Accounting Income
untuk mengadopsi program tersebut dan Numbers. Journal of Accounting
juga peran instansi yang terkait dengan pasar Research 6. Autumn: 159178.
modal seperti Bapepam dapat menggunakan Baker, T., D.Collins, dan A. Reitenga. 2002.
kewenangannya untuk mengimbau agar Stock Option Compensation and
emiten mengadopsi program opsi saham Earning Management Incentive,
eksekutif dan karyawan (ESOP). Working Paper.
Bapepam. 2002. Studi tentang Penerapan
5.3 Keterbatasan Penelitian ESOP Perusahaan Publik di Pasar Modal
Penelitian ini memiliki beberapa Indonesia. Departemen Keuangan
keterbatasan, antara lain (1) penelitian hanya Republik Indonesia.
menilai keputusan jumlah rupiah opsi saham Baridwan, Z. 2000. Perkembangan Teori dan
dalam pengadopsian ESOP hanya dari sisi Penelitian Akuntansi. Jurnal Eonomi
variabel fundamental yang terdiri atas dan Bisnis Indonesia. Vol. 15, No. 4.
current ratio (CURAT), return on assets Beatty, A. 1995. The Cash Flow and
(ROA), operating profit margin (OPM), Informational Effects of Employee Stock
total debt to total assets (DAR), market Ownership Plans. Journal of Financial
value of equity (SIZE), dan pertumbuhan Economics 38. 211240.
Belkaoui A. R. 2000. Teori Akuntansi. Earnings: Additional Evidence on Bonus
Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Plans and Income Management.
Empat. Journal of Accounting and Economics,:
Brenner, M., R.K Sundaram. dan D. 2974.
Yermack. 2000. Altering the Term Hughes, J.S. 1982. Agency and Stochastic
of Executive Stock Options. Dominance. Journal of Financial and
Journal of Financial Economics,103- Quantitative Analysi. Vol. XVII, No.
128 3.
Carberry. 1996. Assessing ESOPs. IAI.1998. Standar Akuntansi Keuangan.
Journal of Management in PSAK 53.
Engineering. Vol. 17. Iqbal, Z. dan H.S. Abdul. 2000. Stock Price
Chauvin, K.W dan C. Shenoy. 2001. and Operating Performance of Esop
Stock Price Decreases Prior to Firms: A Time-Series Analysis,
Executive Stock Option Grants. QJBE. Vol. 30, No.3.
Journal of Corporate Finance 7. 53 Jensen, M.C. dan W.H. Meckling. 1976.
76. Theory of the Firm: Managerial
Colgan, P.Mc. 2001. Agency Theory and Behavior, Agency Cost and Ownership
Corporate Governance: A Review of Structure.Journal of Financial
the Literature From a UK Economics. Vol. 3, No. 4.
Perspective. Working paper. Jones, J.J. 1991. Earning Management
Core, J.E. dan W.R. Guay. 2000. Stock During Import Relief Investigation.
Option Plans for Non-executive Jornal of Accounting Research 25, 85
Employees. Journal of Financial 125.
Economics 61, 253287. Loderer, C, dan K. Martin. 1997. Executive
Eisenhardt, K.M. 1989. Agency Theory: Stock Ownership and Performance
An Assessment and Review. Tracking Faint Traces. Journal of
Academy of Management Review. Financial Economics 45, 223255.
Vol. 14, No.1, 5774. Machfoedz, M. 1999. Akuntansi Keuangan
Gujarati, D. N. 2003. Basic Econometric, Menengah. Edisi Kedua. Yogyakarta:
Mc-Graw Hill Book Company. BPFE.
Hanson, R.C, dan M. H. Song. 2000. Mehran, H. 1995. Executive Compensation
Managerial Ownership, Board Structure, Ownership and Firm
Structure, and the Division of Gains Performance. Journal of Financial
in Divesture. Journal of Corporate Economics 38, 163184.
Finance 6, 5570. Paton, W.A. dan A.C. Littleton.1940. An
Hartono M.J. 2004. Metodologi Penelitian Introduction to Corporate Accounting
Bisnis: Salah Kaprah dan Standards. American Accounting
Pengalaman-Pengalaman. Edisi I. Association.
Yogyakarta: BPFE Quintero, S., M. L. Young and M. Blaur.1997.
Healy, P.M. 1985. The Effect of Bonus Executive Stock Option: Risk and
Schemes on Accounting Decisions. Incentives. Journal of Financial and
Journal Accounting and Economics Strategic Decisions. Vol. 10, No. 2.
7, 85107. Ross, A.S.1973. The Economic Theory of
Holthausen, R., D. Larcker, dan Agency: The Principals Problem.
Sloan.1995. Annual Bonus American Economic Association,
Schemes and Manipulation of Volume. 63, No.2
Sanders, W.G. 1999. Incentive Structure
of CEO Stock Option Pay and
Stock Ownwership: The
Moderating Effects of Firm Risk.
Managerial Finance, Volume. 25,
Number. 10.
Schipper, K. 1989. Earnings
Management. Accounting Horizons
3, pp. 91106.
Scott, W.R. 2000. Financial Accounting
Theory. Second Edition.
Scarborough, Ontario: Prentice Hall
Canada Inc.
Sugiri, S. 2005. Kejujuran Manajemen
Sebagai Dasar Pelaporan Laba
Berkualitas. Pidato Pengukuhan
Jabatan Guru Besar pada Fakultas
Ekonomi, Universitas Gajah Mada,
Yogyakarta.
Sweeney, A.P. 1994. Debt-Covenant
Violations and Managerss
Accounting Responses. Journal
Accounting and Economics. 17, pp
281-308.
Wolk., Tearney dan Dodd. 2001.
Accounting Theory: A Conceptual
and Institusional Approa., USA:
South Western College Publishing.
Watts, R.L. dan J.L. Zimmerman.1986,
Positive Accounting Theory,
Printice-Hall International.Inc, New
Jersey 07632: Englewood Cliffs.
Yermark, D. 1997. Good Timing: CEO
Stock Option Awards and Company
News Announcements. Journal of
Finance 52, 449476.