Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTEK KERJA KLINIK II

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN


PLASENTA PREVIA MARGINALIS
DI KLINIK PUSPITA DEWI
PERIODE 21 SEPTEMBER 10 OKTOBER
D
I
S
U
S
U
N

OLEH:

KETUA : KASIRIA HULU


NITA GUSTINA
SUSIANTI DAKHI

AKADEMI KEBIDANA HELVETIA MEDAN


T.A 2015/2016
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTEK KERJA KLINIK II


MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN
PLASENTA PREVIA MARGINALIS
DI KLINIK PUSPITA DEWI
PERIODE 21 SEPTEMBER 10 OKTOBER

DISAHKAN OLEH :

Koordinator Lapangan Dosen Pembimbing

( Siti Aisyah , SST) (Afrahul Fadilah, SST)

Diketahui Oleh :

Direktur Akbid Helvetia Medan

( Aida Fitria,SST, M.kes )

Laporan Praktik Kerja Klinik ke II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang II Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat
dan karunia-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini yang tepat waktu.
Adapun tujuan pembuatan makalah ini yaitu untuk memenuhi salah satu tugas
Laporan Klinik II dengan judul MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU BERSALIN DENGAN PLASENTA PREVIA MARGINALIS DI
KLINIK PUSPITA DEWI
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Namun demikian, kami mengharapkan semoga makalah ini dapat memberi
manfaat bagi kita yang masih banyak kekurangan dalam ilmu pengetahuan.

Kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan
demi perbaikan dalam makalah selanjutnya.

Medan, Oktober 2015

Penulis

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 1
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR...................................................................................... i
..........................................................................................................................
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................
1.1..................................................................................................Latar
Belakang..................................................................................
1.2..................................................................................................Tujua
n Kegiatan................................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1..................................................................................................Peng
ertian Persalinan......................................................................
2.2..................................................................................................Maca
m cara persalinan.....................................................................
2.3..................................................................................................Maca
m-macam persalinan................................................................
2.4..................................................................................................Seba
b Sebab Timbulnya Persalinan................................................
2.5..................................................................................................Tand
a-Tanda permulaan persalinan.................................................
2.6..................................................................................................Tand
a-tanda inpartu.........................................................................
2.7..................................................................................................Fakto
r-faktor yang mempengaruhi persalinan..................................
2.8..................................................................................................Meka
nisme Persalinan......................................................................
2.9..................................................................................................Plase
nta Previa.................................................................................

BAB III FORMAT PENDOKUMENTASIAN...........................................

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 2
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

BAB IV PENUTUP......................................................................................
4.1..................................................................................................
Kesimpulan
.................................................................................................
.................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 3
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Implantasi plasenta normalnya terletak di bagian fundus (bagian puncak atau
atas rahim). Bisa agak ke kiri atau ke kanan sedikit, tetapi tidak sampai meluas ke
bagian bawah apalagi menutupi jalan lahir. Patahan jalan lahir ini adalah ostium
uteri internum, sedangkan dari luar dari arah vagina disebut ostium uteri
eksternum.
Perdarahan pada kehamilan harus dianggap sebagai kelainan yang
berbahaya. Perdarahan pada kehamilan muda disebut keguguran atau abortus,
sedangkan pada kehamilan tua disebut perdarahan antepartum. Plasenta previa
merupakan salah satu penyebab utama perdarahan antepartum pada trimester
ketiga.
Setelah persalinan terjadi beberapa perubahan penting diantaranya makin
meningkatnya pembentukkan urin untuk mengurangi hemodilusi darah, terjadi
penyerapan beberapa bahan tertentu melalui pembuluh darah vena sehingga
terjadi peningkatan suhu badan sekitar 0,5 oC yang bukan merupakan keadaan
patologis atau menyimpang pada hari pertama. Perlukaan karena persalinan
merupakan tempat masuknya kuman kedalam tubuh, sehingga menimbulkan
infeksi pada kala nifas. Infeksi kala nifas adalah infeksi peradangan pada semua
alat genitalia pada masa nifas oleh sebab apapun dengan ketentuan meningkatnya
suhu badan melebihi 38 oC tanpa menghitung hari pertama dan berturut-turut
selama dua hari.

1.2. Tujuan Kegiatan


Dapat melakuakan asuhan kebidanan pada ibu dengan nifas normal
menggunakan 7 langkah manajemen varney dan melakukan
pendokumentasian menggunakan SOAP secara komperhensif.

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 4
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 PENGERTIAN PERSALINAN
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri),
yang dapat hidup ke dunia luar, dari rahim melalui jaln lahir atau dengan jalan
lain. (Mochtar,91:1998)

Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat


hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. (Sarwono,180:2007)

Persalinan adalah fungsi seorang wanita yang dapat melepas dan


mengeluarkan produk konsepsi (janin, air ketuban, plasenta, dan selaput ketuban)
dari uterus melalui vagina ke dunia luar. (Hakimi,103:2003)

2.2 MACAM CARA PERSALINAN


a. Persalinan biasa (normal/partus spontan)adalah proses lahirnya bayi pada
letak belakang kepala (LBK) dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat
alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang
dari 24 jam.
b. Persalinan luar biasa (abnormal) adalah persalinan pervaginam dengan
bantuan alat alat atau melalui dinding perut dengan operasi caesarea.
(Mochtar,91:1998).

2.3 MACAM MACAM PERSALINAN


a. Keguguran (abortus) adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat
hidup (viable), umur kehamilan di bawah 28 minggu, berat janin di bawah
1000gram.
b. Partus Prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 28
36 minggu, janin dapat hidup dengan berat janin antara 1000
2500gram
c. Partus Maturus (Aterm/Cukup Bulan) adalah partus pada kehamilan 37
40 minggu, janin matur, berat badan janin di atas 2500gram

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 5
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

d. Partus Postmaturus (Serotinus) adalah persalinan yang terjadi 2 minggu


atau lebih dari waktu persalinan yang diperkirakan, janinnya disebut
postmatur
e. Partus Presipitatus adalah partus yang berlangsung cepat, dapat terjadi di
kamar mandi, di atas becak, dan sebagainya
f. Partus Percobaan adalah suatu penilaian kemajuan persalinan untuk
memperoleh bukti tentang ada atau tidaknya disproporsi sefalopelvik
(Mochtar,91:1998)

2.4 SEBAB SEBAB TIMBULNYA PERSALINAN


a. Teori Penurunan Hormon
1-2 minggu sebelum partus muali terjadi penurunan kadar hormone
estrogen dan progesteron. Progesteron bekerja sebagai penenang otot
otot polos rahim dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah
sehingga timbul HIS bila kadar progesterone turun
b. Teori Plasenta Menjadi Tua
Tuanya plasenta akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan
progesteron yang menyebabakan kekejangan pembuluh darah yang
akan menyebabkan kontraksi rahim
c. Teori Distensi Rahim
Rahim yang menjadi besar dan merenggang menyebabkan iskhemia
otot - otot rahim, sehingga mengganggu sirkulasi utero plasenter
d. Teori Iritasi Mekanik
Di belakang serviks terletak ganglion servikale (Fleksus
Frankenhauser). Apabila ganglion ini di geser dan di tekan (missal :
oleh kepala janin), akan menimbulkan kontraksi uterus.
e. Induksi Partus (Induction of Labour)
- Gagang Laminaria
Beberapa laminaria dimasukkan dalam kanalis servikalis untuk
merangsang fleksus Frankenhauser
- Amniotomi
Pemecahan selaput ketuban
- Oksitosin drips
Pemberian oksitosin menurut tetesan per infuse

(Mochtar,92:1998)

2.5 TANDA TANDA PERMULAAN PERSALINAN

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 6
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

a. Lightening atau settling atau dropping yaitu kepala turun memasuki


pintu atas panggul terutama pada primigravida, sedangkan pada
multipara tidak begitu terlihat
b. Perut kelihatan lebih melebar,fundus uteri turun
c. Perasaan sering sering atau susah kencing (polikisuria) karena
kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin
d. Perasaan sakit di perut dan di pinggang oleh adanya kontraksi
kontraksi lemah dari uterus, kadang disebut false labor pains
e. Serviks menjadi lembek, mulai mendatar, dan sekresinya bertambah
bisa bercampur darah (bloody show)
(Mochtar,93:1998)

2.6 TANDA TANDA INPARTU


a. Rasa sakit oleh adanya HIS yang datang lebih kuat, sering, dan teratur
b. Keluar lender bercampur darah (show) yanglebih banyak karena
robekan robekan kecil pada serviks
c. Kadang kadang ketuban pecah dengan sendirinya
d. Pada pemeriksaan dalam, ditemukan serviks mendatar dan pembukaan
telah ada (Mochtar,93:1998)

2.7 FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PERSALINAN


a. Power (kekuatan yang mendorong janin keluar)
- HIS (kontraksi uterus)
- Kontraksi otot otot dinding perut
- Kontraksi diafragma
- Ligamentous action terutama ligamentum rotundum
b. Passanger (janin)
c. Passage (jalan lahir)
(Mochtar,93:1998)

2.8 MEKANISME PERSALINAN


Proses persalinan terbagi dalam 4 kala, yaitu :

Kala I (Kala Pembukaan)

Inpartu ditandai dengan keluarnya lender bercampur darah (bloody show)


yang disebabkan oleh membukanya serviks (dialtasi) dan mendatar (effacement),
Kala I dibagi dalam 2 fase :

a. Fase Laten

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 7
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

Pembukaan serviks lambat, pembukaan 0 -3 cm berlangsung dalam 7 8


jam
b. Fase Aktif, berlangsung selama 6 jam yang dibagi dalam 3 subfase :
- Periode Akselerasi; berlangsung selama 2 jam, pembukaan menjadi 4
cm
- Periode Dilatasi Maksimal (steady); selama 2 jam pembukaan
berlangsung cepat menjadi 9 cm
- Periode Deselerasi; berlangsung lambat dalam waktu 2 jam
pembukaan menjadi 10 cm (lengkap)
Perbedaan antara primigravida dan multigravida adalah jika
PRIMIGRAVIDA; serviks mendatar dulu, baru dilatasi dan berlangsung selama
13 14 jam. Untuk MULTIGRAVIDA; serviks mendatar dan membuka secara
bersamaan dan berlangsung selama 6 7 jam

(Mochtar,94 -95:1998)

Pemeriksaan Abdoment

1. Menentukan tinggi fundus uteri


Pastikan pengukuran dilakukan pada saat tidak sedang kontrasidengan
menggunakan pita pengukur. Ibu dengan posisi setengah duduk dan
ditempelkan pada ujung pita mulai dari tepi atas simfisis pubis.
2. Memantau kontraksi uterus
Letakakn tangan penolong diatas uterus dan palpasi jumlah kontraksi yang
terjadi dalam kurun waktu 10 menit. Tentukan durasi atau lama setiap
kontraksi yang terjadi. Pada fase aktif minimal terjadi dua kontraksi dalam
10 menit dan lama kontraksi 40 detik atau lebih. Diantara dua konraksi
akan terjadi relasasi dinding uterus.
3. Memantau denyut jantung janin
Nilai DJJ selama dan segera setelah konraksi uterus. Mulai penilaian
sebelum atau selama puncak kontrasi. Dengarkan DJJ selama minimal 60
detik, dengarkan sampai seditnya 30 detik setelah kontraksi berakhir.
Kegawatan janin ditunjukan dari DJJ yang kurang dari 100 atau lebih dari
180 laki permenit.
4. Menentukan presentasi

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 8
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

Untuk menentukan apakah persentasinya adalah kepala atau bokong maka


perhatikan dan pertimbangkan bentuk, ukuran dan kepdatan bagian
tersebut. Bagian berbentuk bulat, teraba keras, berbatas tegas dan mudah
digerakan (belum masuk panggul) biasanya kepala,. Jika berbentuk kurang
tegas, teraba kenyal, relatif lebih besar, dan sulit terpegang secara mantap
biasanya adalah bokong.

Jika bagian terbawah janin belum masuk maka bagian tersebut dapat
digerakkan, jika telah memesuki rongga panggul maka bagian terendah janin sulit
atau tidak dapat digerakkan lagi.

Dengan ibu jari atau jari tenggah dari satu tanggan (hati-hati dan mantap)
pegang babgian terbawah janin yang mengisi bawah abdoment (diatas simfisis
pubis) ibu. Bbagian yang teraba diantara ibu jajri dan jari tengah penolong adalah
penunjuk persentasi bayi.

Menentukan penurunan bagian terbawah janin penurunan bagian terbawah


dengan metode lima jari.

a. 5/5 jika bagian tebawah janin seluruh teraba diatas simfisis pubis
b. 4/5 jika bagian (1/5) bagian terbawah janin telah memasuki pintu atas panggul
c. 3/5 jika bagian (2/5) bagian terbawah janin telah memasuki rongga panggul
d. 2/5 jika hanya sebagian dari bagian terbawah janin masih berada diatas
simfisis dan (3/5) bagian telah turun melewati bidang tenggah rongga panggul
e. 1/5 jika hanya 1 dan 5 jari masih dpat teraba bagian terbawah janin yang
berada diatas simfisis ppubis dan 4/5 bagian telah masuk dalam rongga
panggul
f. 0/5 jika bagian terbawah janin sudah tidak dapat diraba dari pemeriksaan luar
dan seluruh bagian terbawah jani sudah masuk dalam rongga panggul

Kala II (Kala Pengeluaran Janin)

Kala II pada primi berlangsung selama 1 - 2 jam dan pada multi


berlangsung selama - 1 jam. Pada kala II ini, HIS terkoordinir, kuat, dan lebih
lama sekitar 2-3 menit sekali. Terjadi tekanan pada otot otot dasar panggul yang

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 9
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

secara reflektoris menimbulkan perasaan ingin mengedan, karena kepala janin


sudah turun masuk ruang panggul. Penurunan ini juga memberi tekanan pada
rectum yang membuat ibu seperti ingin BAB dengan tanda anus terbuka. Pada
saat HIS datang; kepala janin muali kelihatan, vulva membuka, dan perineum
meregang. Dengan HIS mengedan yang terpimpin, maka lahirlah kepala yang
diikuti oleh seluruh badan janin.

(Mochtar,95 95:1998)

Kala III (Kala Pengeluaran Uri)

Kontraksi rahim berhenti sebentar, setelah bayi lahir. Uterus teraba keras
dengan fundus uteri setinggi pusat, dan berisi plasenta yang menjadi lebih tebal 2x
sebelumnya. Kemudian akan timbul HIS pelepasan dan pengeluaran uri. Dalam
waktu 1 5 menit, seluruh plasenta akan terlepas, terdorong ke dalam vagina dan
akan lahir secara spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas simfisis dan
fundus uteri. Pengeluaran plasenta ini disertai dengan pengeluaran darah kira
kira 100 200cc dan seluruh proses kala II ini biasanya berlangsung antara 5 30
menit. (Mochtar,97:1998)

Tanda-tanda lepasnya plasenta

a. Perubahan bentuk dan tinggi fundus


b. Tali pusat memanjang
c. Semburan darah mendadak dan singkat
Manajemen aktif kala tiga terdiri dari tiga langkah

a. Pemberian suntikan oksitosin dam lnit pertama setelah bayi lahir


b. Melakukan penegangan tali pusat terkendali
c. Masase fundus uteri
Keuntungan-keuntungan manajement aktif kala tiga

a. Persalinan kala tiga yang lebih singkat

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 10
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

b. Mengurangi jumlah kehilangan darah


c. Mengurangi kejadian retensio plasenta

Kala IV (Kala Pengawasan)

Kala IV adalah kala pengawasan selama 1 jam setelah bayi dan uri lahir untuk
mengamati keadaan ibu terutama terhadap bhaya perdarahan postpartum.

Lamanya persalinan pada primigravida adalah 14 jam (Kala I 13 jam, Kala II 1


jam, Kala II jam) dan untuk multigravida berlangsung selama 7 jam (Kala I 7
jam, Kala II jam, Kala II jam). (Mochtar,97:1998)

Penanganan Kala IV:

a. Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan 20-30 menit selama jam
kedua
b. Pemerikasaan tekanan darah, nadi, kandung kemih, dan perdarahan, setiap 15
menit pada jam pertama dan 30 menit selama jam kedua
c. Anjurkan ibu untuk minum untuk mencegah dehidrasi
d. Bersihkan perinium ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering
e. Biarkan ibu istirahat setelah bekerja keras melahirkan bayinya
f. Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan ibu dan bayinya
g. Jika ibu perlu kekamar mandi, ibu boleh bangun, pastikan ibu dibantu karena
masih dalam keadaan lemah, pusing setelah persalinan.
h. Ajari ibu dan anggota keluarga ibu tentang:
- Bagaimana memeriksa fundus dan menimbulkan kontraksi
- Tanda-tanda bahaya bagi ibu dan bayi
-
2.9 PLASENTA PREVIA
2.9.1 PENGERTIAN
Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu
pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh
pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). Plasenta previa, perdarahan
yang terjadi pada implantasi plasenta, yang menutupi sebagian atau
seluruh ostium uteri internum. Menurut jenisnya plasenta previa terbagi
menjadi 4 yaitu sebagai berikut :

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 11
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

- Plasenta previa totalis. Plasenta yang menutupi ostium uteri


internum seluruhnya pada pembukaan 4 cm. Plasenta sentralis
adalah salah satu bentuk penutupan yang sentral plasenta sesuai
atau identik dengan garis tengah ostium uteri internum
- Plasenta previa lateralis, bila menutupi ostium uteri internum
sebagian pada pembukaan 4 cm.
- Plasenta previa marginalis, bila tepi plasenta berada pada tepi
ostium uteri internum pada pembukaan 4 cm.
- Plasenta previa letak rendah, bila tepi plasenta masih dapat
disentuh dengan jari, melalui ostium uteri internum pada
pembukaaan 4 cm.
2.9.2 ETIOLOGI
Penyebab yang pasti belum diketahui dengan jelas. Plasenta
bertumbuh pada segmen bawah uterus tidak selalu jelas dapat diterangkan.
Bahwasanya vaskularisasi yang berkurang atau perubahan atropi pada
desidual akibat persalinan yang lampau dapat menyebabkan plasenta
previa, tidaklah selalu benar . Memang dapat dimengerti bahwa apabila
aliran darah ke plasenta tidak cukup seperti pada kehamilan kembar maka
plasenta yang letaknya normal sekalipun akan memperluaskan
permukaannya sehingga mendekati atau menutupi sama sekali pembukaan
jalan lahir.
- Frekuensi plasenta previa pada primigravida yang berumur lebih 35
tahun kira-kira 10 kali lebih sering dibandingkan dengan
primigravida yang berumur kurang dari 25 tahun. Pada
grandemultipara yang berumur lebih dari 30 tahun kira-kira 4 kali
lebih sering dari grandemultipara yang berumur kurang dari 25
tahun.
- Endometrium bercacat pada bekas persalinan berulang-ulang,
bekas operasi, curettage, dan manual placenta.
- Corpus luteum bereaksi lambat, dimana endometrium belum siap
menerima hasil konsepsi.
- Adanya tumor; mioma uteri, polip endometrium.

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 12
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

2.9.3 TANDA DAN GEJALA


Tanda dan gejala plasenta previa diantaranya adalah :

1. Pendarahan tanpa sebab tanpa rasa nyeri dari biasanya dan berulang.

2. Darah biasanya berwarna merah segar.

3. Terjadi pada saat tidur atau saat melakukan aktivitas.

4. Bagian terdepan janin tinggi (floating), sering dijumpai kelainan letak


janin.

5. Pendarahan pertama (first bleeding) biasanya tidak banyak dan tidak fatal,
kecuali bila dilakukan periksa dalam sebelumnya. Tetapi perdarahan
berikutnya (reccurent bleeding) biasanya lebih banyak.

2.9.4 KOMPLIKASI

Pada ibu dapat terjadi perdarahan hingga syok akibat perdarahan, anemia
karena perdarahan. Plasentitis, dan endometritis pasca persalinan. Pada
janin biasanya terjadi persalinan premature dan komplikasinya seperti
asfiksia berat.

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 13
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

BAB III
FORMAT PENDOKUMENTASIAN MANAJEMEN ASUHAN
KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN
DENGAN PLASENTA PREVIA LETAK RENDAH
DI KLINIK DEWI PUSPITA

NO. REGISTER :
MASUK RS TANGGAL/JAM : 03 Oktober 2015, 04.00 wib
DIRAWAT DIRUANG : Bersalin

I. IDENTIFIKASI DATA DASAR.


A. DATA SUBJEKTIF
1. BIODATA
Ibu Ayah
Nama : Ny. S Tn. A
Umur : 23 tahun 25 tahun
Agama : Islam Islam
Suku/Bangsa : Jawa/indonesia Jawa/indonesia
Pendidikan : SMA SMA
Pekerjaan : IRT Wiraswasta
Alamat : Dusun II

2. DATA SUBJEKTIF
1. Alasan masuk kamar bersalin
Ibu ingin bersalin
2. Keluhan utama
Ibu mengatakan terdapat pengeluaran darah yang cukup banyak tetapi
tidak terdapat nyeri.

3. Tanda-tanda persalinan
a. Kontraksi uterus : Teratur sejak 03 Oktober 2015 pukul 01.00
Frekuensi : 2x/10menit

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 14
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

Durasi : 35 menit
Kekuatan : Lemah
Lokasi ketidaknyamanan di perut bagian bawah menjalar ke
punggung
b. Pengeluaran per vagina
Air ketuban : Masih Utuh
Darah : Ada, sekitar 450cc
4. Riwayat sebelum masuk ruang bersalin
5. Riwayat kehamilan sekarang
HPHT : 25 Desember 2014 TTP: 02 Oktober 2015
Menarche umur 14 tahun. Siklus 28 hari. Lama 6 Hari.
Banyaknya 2-3 kali ganti doek/hari cc.
ANC: Tidak Teratur, Frekuensi : 2x di Klinik Bidan
Keluhan/komplikasi selama kehamilan
Trimester I : Mengalami mual muntah pada pagi hari
Riwayat merokok/minum-minuman keras/minum jamu : Tidak ada
Imunisasi TT 1 : 01 Juni 2015
Imunisasi TT 2 : Tidak ada
6. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir 15 kali.
7. Riwayat Kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Penulisan Nifas
Hami Tgl Umur Jenis Komplikas Jenis BB
Laktas
l ke Lahi Kehamila Persalina i Kelami Lahi Komplikasi
Ibu Bayi i
r n n n r
H A M I L I N I

8. Riwayat kontrasepsi yang digunakan


Jenis Mulai Memakai Berhenti/Ganti Cara
N
kontraseps Ole Keluha Ole
o Tanggal Tempat Tanggal Tempat Keluhan
i h n h
T I D A K A D A

9. Riwayat kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita
Ibu mengatakan tidak menderita penyakit menurun ( ashma, DM ),
menular ( TBC ), menahun ( jantung ) seperti seperti dada berdebar

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 15
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

debar (jantung),sering makan,minum, dan kencing (DM), sesak nafas


(Asma),tekanan darah >140/90 mmHg (Hipertensi). Sakit Kuning
(Hepatitis), Kejang sampai keluar busa (Epilepsi) dan keputihan
Gatal Gatal (PMS).
b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga.
Ibu mengatakan tidak menderita penyakit menurun ( ashma, DM ),
menular ( TBC ), menahun ( jantung ) seperti seperti dada berdebar
debar (jantung),sering makan,minum, dan kencing (DM), sesak nafas
(Asma),tekanan darah >140/90 mmHg (Hipertensi). Sakit Kuning
(Hepatitis), Kejang sampai keluar busa (Epilepsi) dan keputihan
Gatal Gatal (PMS).
c. Riwayat keturunan kembar
Tidak ada
10. Makan terakhir tanggal 02 Oktober 2015, 15.15 (Nasi, Lauk, Sayur)
Minum terakhir tanggal 02 Oktober 2015, 21.45 (Air putih)
11. Buang air besar terakhir tanggal 02 Oktober 2015, 18.30
Buang air kecil terakhir tanggal 02. Oktober 2015, 22.00
12. Istirahat/tidur dalam satu hari terakhir 6 jam
13. Keadaan Psiko Sosial Spiritual
a. Pengetahuan tentang tanda-tanda persalinan dan proses persalinan
Ibu merasa cemas menghadapi persalinannya.hubungan ibu dengan
tetangga baik.ibu tidan menganut adat istiadat yang bertentangan
dengan kesehatan.ibu ditunggi dengan suami dan keluarga terdekat.
b. Persiapan persalinan yang telah dilakukan (pendamping, ibu, biaya,
dll)
Ibu mengatakan telah mempersiapkan pakaian ibu,bayi,serta biaya
dan suami bersedia mendampingi ibu dalam proses persalinan.
c. Tanggapan ibu dan keluarga terhadap proses persalinan yang
dihadapi
Keluarga memberikan support mental kepada ibu

B. DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum : Baik Kesadaran :
Composmentis
b. Status emosional : Stabil
c. Tanda vital :

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 16
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

Tekanan darah : 100/60 mmHg


Nadi : 90 kali per menit
Pernafasan : 24 kali per menit
Suhu : 3,67 oC
d. TB : 160 cm
BB : Sebelum hamil 50 kg, BB sekarang 62 Kg
LILA : 27 cm
e. Kepala :
Edema wajah : Tidak ada
Cloasma gravidarum +/ -
Mata : Konjungtiva tidak anemis,sclera tidak ikhterus
Mulut : Tampak bersih,tidak ada stomatitis pada
liah,tidak ada caries,tonsil tidak meradang.
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe

f. Payudara
Bentuk : Simentris
Putting susu : Menonjol
Colostrum : Ada
g. Abdomen
Pembesaran : Normal tidak ada kelainan
Benjolan : Tidak ada
Bekas luka : Tidak ada
Strie gravidarum : Ada
Palpasi Leopold
Leopold I : Teraba bagian besar bulat lunak,TFU 36 cm
Pertengahan antara pusat dengan processus
xyphoideus
Leopold II : Sebelah kiri teraba tahanan keras memanjang
sebelah kanan teraba bagian-bagian kecil janin
Leopold III : Teraba bagian besar bulatt keras melentig
Leopold IV : Divergen
Osborn test : Tidak ada kelainan pada panggul ibu
TBJ :=(36-11) x 155=3875 gram
Auskultasi DJJ : Punctum maksimum kuadran kiri bawah.
Frekuensi : 144 Kali per menit (11./12/13.)
His : Frekuensi : 2 Kali dalam 10 menit
Durasi : 35 Detik
Kekuatan : Lemah
Palpasi supra publik : Kosong
h. Punggung : Tidak ada kelainan
i. Pinggang : Nyeri
j. Ekstremitas :
Kekuatan otot dan sendi : Normal

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 17
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

Edema : Tidak ada


Varices : Tidak ada
Refleks patella : +/+
Kuku : Bersih dan pendek
k. Genetalia luar
Tanda Chadwich : Ada
Varices : Tidak ada
Bekas luka : Tidak ada
Kelenjar bartholini : Tidak ada
Pengeluaran : Ada, perdrahan sekitar 450cc
l. Anus
Haemoroid/tidak : Tidak haemoroid

M. Pemeriksaan dalam, 03 Oktober 2015, 04.20


Vulva/vagina : Tidak ada tumor atau benjolan
Keadaan : Elastis
Pembukaan : 1cm
Kulit ketuban : (+) utuh
Presentasi : Belakang kepala
Teraba bagian jaringan plasenta.
Pemeriksaan dalam, 03 Oktober 2015, 08.30
Vulva/vagina : Tidak ada tumor atau benjolan
Keadaan : Elastis
Pembukaan : 1cm
Kulit ketuban : (+) utuh
Presentasi : Belakang kepala
Teraba bagian jaringan plasenta.

Pemeriksaan dalam, 03 Oktober 2015, 12.30


Vulva/vagina : Tidak ada tumor atau benjolan
Keadaan : Elastis
Pembukaan : 3cm
Kulit ketuban : (+) utuh
Presentasi : Belakang kepala

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 18
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

Teraba bagian jaringan plasenta.


2. Pemeriksaan Penunjang
Hb : 7

1. Diagnosis Kebidanan
Ibu G1P0A0 in partu kala I fase Laten dengan plasenta Marginalis

2. Masalah
Ibu merasakan cemas dan pucat
3. Diagnosa potensial
Syok Hipovolemik.
4. Masalah potensial
Kesadaran Ibu bisa menurun.
5. Kebutuhan tindakan segera berdasarkan kondisi klien
a. Mandiri
Tidak ada
b. Kolaborasi
Dengan Dokter penanggung jawab.
c. Merujuk
Ya.

IV. PELAKSAAN RENCANA 03 Oktober 2015 : 12.45

1. Memberitahu ibu tentang keadaannya dan janinny, Ibu sudah


mengetahuinya
2. Memasangkan cairan Infus RL. 30gtt/i, Infus telah terpasang
3. Meminta persetujuan keluarga untuk di rujuk, dan mempersiapkan
surat-surat. Keluarga setuju, surat-surat telah siap.
4. Merujuk Ibu ke RS. Ibu telah dirujuk.

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 19
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Penyebab plasenta previa secara pasti sulit ditentukan, tetapi ada
beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya plasenta previa, yaitu
faktor-faktor yang mempengaruhi lokalisasi implantasi :Fertilisasi cepat
atau lambat, Variabilitas dalam implantasi berpotensi menyebabkan
blastokista, Daya penerimaan dan kecukupan endometrium, Pada
kehamilan kembar karena ukuran permukaan plasenta meningkat, Usia ibu
lanjut (lebih dari 35 tahun) pada 33% kasus. Pada umumnya komplikasi
pada plasenta previa merupakan perdarahan yang berat, dan jika tidak
mendapatkan penanganan yang cepat bisa mendatangkan syok dan
kematian. Oleh sebab itu pentingnya asuhan kebidaann dalam
menanggulangi klien dengan plasenta previa.

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 20
Akademi Kebidanan Helvetia
Medan 2015

DAFTAR PUSTAKA

Sbandiyah,Siti. (2009). Kehamilan, Persalinan, dan Gangguan Kehamilan.


Yogyakarta : Nuha Medika

Sulistyawati, Ari. (2009). Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta :


Salemba Medika

Straight, Barbara R. (2005). Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir. Edisi 3. Jakarta :


EGC

Winkjosastro, Hanifa. (2005). Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka


Sarwono Prawirohardjo

Cunningham, Gant. (2006). Obstetri Williams. Jakarta : EGC

Depkes RI. (2007). Menkes Canangkan Stiker Perencanaan dan Pencegahan


Komplikasi. (http:/www.litbang.com)

Mitayani .(2009). Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta : Salemba Medika

Laporan Praktek Kerja Klinik II (PKK II)


Di Klinik Puspita Dewi
Gelombang I Periode 21 September s/d 10 Oktober 2015 21