Anda di halaman 1dari 7

CHAPTER 4

SECURITIES MARKETS AND MARKET INDICES

Pasar keuangan memungkinkan bisnis dan pemerintah untuk menaikkan dana yang
dibutuhkan dengan menjual surat berharga. Secara bersamaan, investor dengan dana
berlebih dapat berinvestasi dan mendapatkan return yang akan meningkatkan
kesejahteraan mereka. Selain itu, pasar keuangan membantu mengalokasikan dana pada
bagian yang paling produktif.
Pasar primer adalah dimana emiten mencari dana baru dengan menjual surat
berharga tambahan dengan imbalan uang tunai dari investor (pembeli). Penjualan saham
biasa dari sebuah perusahaan publik disebut seasoned new issues. Di sisi lain, jika penerbit
menjual sekuritas untuk pertama kalinya, mereka disebut initial public offerings (IPO). Ketika
pasar IPO sangat aktif, dan investor berebut untuk saham perusahaan baru, harga saham
ini sering melambung pada hari pertama perdagangan.
Dalam proses menjual sekuritas baru, emiten sering mengandalkan seorang bankir
investasi untuk keahlian yang diperlukan serta kemampuan untuk mencapai pemasok
modal. Bankir investasi bertindak sebagai perantara antara emiten dan investor. Biasanya,
penerbit menjual sekuritas kepada bankir investasi dan sekuritas tersebut kemudian dijual
kepada investor.
Setelah sekuritas baru terjual di pasar primer, harus terdapat mekanisme yang efisien
untuk diadakan penjualan kembali jika investor melihat sekuritas sebagai peluang yang baik.
Pasar sekunder menyediakan mekanisme dimana sekuritas yang sudah ada dapat
diperjualbelikan kembali antar investor. Pasar sekunder hadir untuk perdagangan saham
biasa dan preferen, warrants, obligasi, dan sekuritas derivatif.
New York Stock Exchange (NYSE) merupakan pasar sekunder tertua dan paling
menonjol di Amerika Serikat, serta merupakan pasar ekuitas terbesar dan paling bernilai di
dunia. Untuk menjadi perusahaan yang terdaftar dalam NYSE, perusahaan harus memenuhi
beberapa persyaratan seperti tingkat kepentingan nasional dalam perusahaan, posisi relatif,
dan stabilitas perusahaan dalam industri.
Pasar Saham National Association of Securities Dealers Automated Quotations
(NASDAQ) menyebut dirinya pasar ekuitas berbasis layar elektronik terbesar di Amerika
Serikat. NASDAQ dikenal sebagai rumah dari berbagai perusahaan teknologi terkemuka.
NASDAQ sekarang merupakan bagian dari NASDAQ OMX Group, yang mengklaim sebagai
perusahaan pertukaran terbesar di dunia. Seperti NYSE, NASDAQ diperdagangkan secara
publik.
Pasar OTC (Over-the-Counter) bukanlah pasar yang terorganisir atau bursa.
Melainkan, pasar OTC adalah sebuah forum untuk sekuritas ekuitas yang tidak terdaftar di
bursa AS. Sekuritas OTC dikeluarkan oleh perusahaan yang baik karena tidak dapat
memenuhi standar untuk terdaftar atau memilih untuk tidak terdaftar dalam bursa.
Kebanyakan investor tidak mengenal pertukaran sekuritas terbaru yang dikenal
sebagai Better Alternative Trading System (BATS). BATS dirancang sebagai alternative
untuk NYSE dan NASDAQ. Sekarang BATS merupaan bursa efek terbesar ketiga di dunia.
BATS mengoperasikan dua bursa efek di Amerika Serikat atau pasar opsi ekuitas AS dan
BATS Eropa.
Electronic Communication Networks (ECN) memiliki pengaruh pada pasar tradisional
seperti NASDAQ dan NYSE. ECN merupakan jaringan perdagangan terkomputerisasi yang
mencocokkan pesanan pembelian dan penjualan yang datang dari pelanggan mereka
sendiri serta pesanan pelanggan yang diarahkan dari perusahaan broker lainnya.
Investor menjadi semakin tertarik pada pasar ekuitas di seluruh dunia karena Amerika
Serikat sekarang menyumbang bagian yang mengalami penurunan pada kapitalisasi pasar
saham dunia. Banyak pasar ekuitas yang ada, termasuk pada negara maju dan negara
berkembang. Seperti dijelaskan sebelumnya, baik NYSE Euronext dan NASDAQ OMX
menawarkan perdagangan di beberapa bursa pada beberapa negara.
Indeks pasar saham umumnya dapat mengecilkan total return pada investor dari
memiliki saham biasa karena mereka tidak termasuk dalam pembayaran kas yang diterima
dalam saham (dividen). Indeks ini hanya mengukur perubahan harga, namun hal ini yang
dapat menggambarkan bagaimana kinerja pasar ekuitas, apakah untuk sehari, sebulan,
atau satu tahun.
Dow Jones Industrial Average (DJIA) adalah ukuran pasar tertua, berawal pada tahun
1896 dan dimodifikasi selama bertahun-tahun. DJIA dihitung dari 30 saham unggulan yang
dipilih oleh Dow Jones & Company untuk mewakili industri yang berbeda. Biasanya, rata-
rata ini dikatakan terdiri dari blue-chip stocks, berarti perusahan-perusahaan yang besar,
mapan, dan terkenal. DJIA merupakan indeks pasar saham tertimbang harga, satu-satunya
indeks pasar utama yang dibangun dengan cara ini.
Standard & Poors 500 Composite Index (S&P 500 Index) biasanya merupakan ukuran
pasar yang lebih disukai oleh investor institusional ketika membandingkan kinerja mereka
untuk porotofolio saham besar dengan pasarnya. Salah satu alasan untuk ini adalah bahwa
S&P 500 Index menyumbang sekitar 75 persen dari nilai pasar saham AS.
Indeks pasar saham tersedia untuk sebagian besar pasar luar negeri, namun
komposisi, bobot, dan prosedur komputasi bervariasi dari indeks ke indeks. Hal ini membuat
sulit untuk membuat perbandingan. Untuk menangani masalah ini, beberapa organisasi
telah menetapkan sendiri indeks secara konsisten.
Indeks yang terkenal dari saham asing dan juga merupakan indeks internasional tertua
adalah MSCI EAFE Index, atau Europe, Australia, and Far East Index. Indeks ini, disusun
oleh Morgan Stanley Capital International, yang pada dasarnya adalah indeks dunia non-
Amerika. Indeks ini sering digunakan untuk mengukur kinerja pasar ekuitas internasional.

1
Namun, indeks ini memiliki keterbatasan yaitu, indeks ini tidak termasuk pasar berkembang
pesat seperti Brasil dan India. The Dow Jones World Stock Index mencakup Kawasan
Pasifik, Eropa, Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Ini dirancang untuk menjadi ukuran
yang komprehensif, dan mewakili sekitar 80 persen dari pasar saham dunia.
Sebagaimana pemegang saham perlu pasar sekunder yang baik untuk dapat
memperdagangkan saham dan mempertahankan fleksibilitas mereka, pemegang obligasi
membutuhkan pasar yang layak agar bisa menjual sebelum jatuh tempo. Investor dapat
membeli baik obligasi baru yang diterbitkan di pasar primer atau obligasi yang sudah ada
yang beredar di pasar sekunder. Imbal hasil keduanya harus dalam keseimbangan. NYSE
memiliki pasar obligasi terbesar yang disebut Obligasi NYSE. Biasanya, pasar obligasi
belum ramah terhadap investor individu. Saat ini, investor individu dapat membeli obligasi
secara langsung hanya dari pemerintah Federal. Bergerak di luar Treasuries, investor
umumnya harus menggunakan broker untuk membeli obligasi. Kebanyakan perdagangan
obligasi melalui counter, yang berarti tidak ada pasar terpusat atau bursa. Pasar obligasi
sebenarnya adalah jaringan dealer to dealer, dengan perusahaan broker mempekerjakan
para pedagang untuk menangani tipe tertentu dari obligasi. Broker obligasi umumnya
membeli obligasi untuk akun mereka sendiri, dan menjual mereka dengan keuntungan.
Mekanisme perdagangan elektronik memungkinkan investor besar (terutama institusi)
melakukan perdagangan dengan satu sama lain secara elektronik setiap jam. Melalui
sumber seperti Instinet, harga saham dapat berubah dengan cepat meskipun bursa sendiri
tutup. Saat ini, perdagangan obligasi semakin meningkat pada setiap waktu di seluruh
dunia, lebih dari saham. Munculnya penawaran global berarti bahwa obligasi
diperdagangkan sepanjang waktu diseluruh dunia. Hasil perdagangan global dalam obligasi
adalah bahwa dealer obligasi dan investor harus beradaptasi dengan tuntutan baru dari
pasar, yang bersedia untuk bereaksi dan berdagang di semua jam pagi dan malam.
Penelitian yang dilakukan oleh Yin, Yang, dan Mehran (2015) dalam jurnal yang
berjudul Do Chinese banks perform better after IPOs? Ditemukan bahwa bank yang
memilih untuk go public secara signifikan lebih efisien daripada mereka yang tidak. Selain
itu ditemukan juga bahwa bank-bank secara signifikan mengungguli rekan-rekan mereka
sebelum IPO, tetapi kinerja yang unggul ini menghilang segera setelah IPO. Hasil ini
konsisten dengan hipotesis window dressing bahwa perusahaan IPO mencoba untuk
window dress angka akuntansi mereka sebelum IPO dan memanipulasi ekspektasi investor
dan menjual saham mereka dengan harga yang lebih tinggi.

2
CHAPTER 5
HOW SECURITIES ARE TRADED

Secara umum, sangat mudah bagi setiap orang yang bertanggung jawab untuk
membuka rekening broker. Seorang investor memilih broker atau brokerage house melalui
kontak pribadi, rujukan, reputasi, dan sebagainya. Pelanggan dapat memilih jenis broker
yang mereka ingin gunakan. Broker dapat diklasifikasikan sesuai dengan layanan yang
ditawarkan dan biaya yang dikenakan.
Biasanya, perusahaan broker menawarkan berbagai layanan kepada investor,
khususnya informasi dan saran. Saat ini, investor masih dapat memperoleh berbagai
informasi tentang ekonomi, industri tertentu, masing-masing perusahaan, dan pasar obligasi
dari full-service brokers. Perusahaan broker ritel besar menjalankan perintah pelanggan
mereka, seperti menyediakan penelitian investasi, menawarkan saran dan rekomendasi
kepada investor.
Investor dapat memilih untuk menggunakan discount broker yang akan memberikan
hampir semua layanan yang sama kecuali mereka mungkin atau mungkin tidak
menawarkan saran dan publikasi yang akan dikenakan biaya lebih untuk pelaksanaan
perdagangan. Pada awal tahun 2008, sebuah survei yang dilakukan oleh American
Association of Individual Investors (AAII) mencakup 52 broker diskon dan 45nya
menawarkan online trading. Survei AAII menemukan bahwa sebagian besar perusahaan
menawarkan banyak layanan dasar yang sama kepada pelanggan. Sebagai contoh,
semuanya menawarkan cakupan SIPC, yang menjamin sekuritas dan uang tunai dalam
rekening nasabah, dan semua menawarkan rekening marjin.
Terdapat beberapa jenis akun, jenis yang paling dasar dari akun adalah akun kas,
dimana pelanggan membayar brokerage house dengan harga penuh untuk setiap efek yang
dibeli. Banyak pelanggan menambahkan marjin pinjaman ke rekening, yang memungkinkan
pelanggan untuk meminjam dari perusahaan broker untuk membeli sekuritas. Jenis yang
kedua adalah wrap account, dimana dalam akun ini semua biaya (biaya broker, konsultan
dan manajer uang, semua biaya transaksi, biaya custodian, dan biaya laporan kinerja)
dijadikan dalam satu biaya. Banyak perusahaan sekarang menawarkan dividend
reinvestment plans (DRIP). Untuk investor yang terdaftar dalam rencana ini, perusahaan
menggunakan dividen yang dibayarkan atas saham yang dimiliki untuk membeli saham
tambahan, penuh atau pecahan. Biasanya, tidak ada brokerage atau biaya administrasi
yang terlibat. Keuntungan dari rencana tersebut termasuk cost averaging dolar, dimana
banyak sahamnya dibeli saat harga saham rendah daripada tinggi.
NYSE secara tradisional dianggap sebagai pasar lembaga lelang. Artinya, agen yang
mewakili masyarakat dalam pelelangan di mana terjadi interaksi pembeli dan penjual dalam

3
menentukan hargauntuk saham yang diperdagangkan di NYSE. NYSE menggunakan fitur
baik lelang fisik yang diselenggarakan oleh DMMs dan lelang sepenuhnya otomatis yang
mencakup kutipan algoritmik dari DMM dan peserta lainnya. NASDAQ telah dianggap
sebagai pasar ekuitas berbasis layar elektronik, tetapi juga menggunakan market makers.
Market makers siap untuk membeli atau menjual efek tertentu, dengan demikian market
makers mencocokkan penawaran dan permintaan.
Investor menggunakan tiga jenis dasar order: (1) market order, memastikan bahwa
perintah akan dilaksanakan setelah diterima, tapi harga yang tetap dimana transaksi terjadi
tidak dijamin, (2) limit order, memastikan bahwa harga yang ditentukan oleh investor akan
lebih baik, tapi eksekusi perintah mungkin tertunda atau mungkin tidak terjadi, dan (3) stop
order, mengarahkan bahwa ketika saham mencapai harga tertentu dimana market order
berwenang, tetapi harga transaksi yang sebenarnya tidak terjamin.
Investor harus peduli bahwa pasar surat berharga diatur dengan baik untuk
perlindungan mereka. perlindungan investor dapat dibagi menjadi peraturan pemerintah,
terutama federal, dan self-regulation oleh industri. Meskipun negara juga mengatur transaksi
efek, penekanan utama adalah pada peraturan federal. Banyak legislasi yang mengatur
pasar sekuritas dan industri diberlakukan selama Great Depression. Pada tahun 1934,
Kongres menciptakan Securities and Exchange Commission (SEC) sebagai lembaga kuasi-
yudisial yang independen dari pemerintah AS. Misinya adalah untuk mengelola hukum di
bidang sekuritas dan untuk melindungi investor dan masyarakat dalam transaksi efek. SEC
diperlukan untuk menyelidiki keluhan atau indikasi pelanggaran dalam transaksi efek.
Sebuah ilustrasi terkenal aktivitas SEC melibatkan "insider trading," yang telah menjadi
penekanan utama dari SEC. Insider trading dapat didefinisikan sebagai pelanggaran
kewajiban fidusia selagi dalam kepemilikan materi, informasi non-publik tentang keamanan.
Bursa saham mengatur dan memonitor perdagangan untuk kepentingan investor dan
perlindungan sistem keuangan. NYSE khususnya memiliki seperangkat self-regulation yang
ketat. NYSE mengatur dirinya sebagai bagian dari upaya gabungan yang melibatkan SEC,
NYSE sendiri, dan anggota perusahaan. Bersama-sama, tiga serangkai ini memberlakukan
undang-undang federal dan self-regulation untuk kepentingan investasi publik.
Investor yang memiliki perselisihan dengan broker mereka umumnya tidak dapat
mencari bantuan di pengadilan. Ketika mereka membuka rekening, investor berjanji untuk
menyelesaikan sengketa melalui mediasi atau arbitrase daripada pergi ke pengadilan.
Ketika investor memiliki masalah, ada tiga tahap resolusi mungkin. Pertama, investor dapat
mencoba untuk memecahkan masalah dengan perusahaan broker. Hal ini penting untuk
mengajukan klaim tertulis (bukan email), menyediakan sebanyak dokumentasi yang
mungkin. Tahap kedua, terutama di mana kompensasi atau ganti rugi yang dicari adalah
mediasi, yang bersifat sukarela. Tahap terakhir adalah arbitrase, yang merupakan proses

4
yang mengikat yang dapat menentukan kerusakan. Arbiter dapat menjadi orang atau panel
yang memeriksa bukti dan membuat putusan. Arbitrase tidak bebas, dan investor mungkin
harus menyewa pengacara.
Seperti disebutkan sebelumnya, investor sering menambahkan fitur pinjaman marjin ke
rekening brokerage mereka. Dengan rekening margin, pelanggan dapat memilih untuk
membayar sebagian dari total jumlah terhutang dan meminjam sisanya dari broker, yang
pada gilirannya biasanya meminjam dari bank untuk membiayai pelanggan. Bank
mengenakan biaya broker call rate, pada broker, dan broker pada gilirannya mengenakan
biaya margin interest rate pada pelanggan, yang merupakan broker call rate ditambah
persentase yang ditambahkan oleh perusahaan broker.
Margin adalah ekuitas pelanggan dalam transaksi; yaitu, itu adalah bagian dari total
nilai transaksi yang tidak dipinjam dari broker. Ada dua persyaratan margin yang terpisah.
Persyaratan margin awal harus dipenuhi saat transaksi dimulai, namun margin
pemeliharaan harus dipenuhi secara berkelanjutan. Kegagalan untuk memenuhi
persyaratan terakhir dapat mengakibatkan margin call. Secara historis, margin awal untuk
saham berkisar antara 40 dan 100 persen, dengan current level 50 persen sejak 1974.
Margin awal dapat didefinisikan sebagai:

.
Selain margin awal, semua pertukaran dan broker membutuhkan margin
pemeliharaan.Margin pemeliharaan adalah jumlah minimum absolut margin (ekuitas) yang
seorang investor harus miliki di dalam akun pada setiap saat. Broker biasanya
membutuhkan 30 persen atau lebih pada long position. ekuitas investor ini dihitung sebagai
nilai pasar saham dikurangi jumlah yang dipinjam. Pada gilirannya, nilai pasar saham adalah
sama dengan harga pasar saat ini dikalikan dengan jumlah saham.
Broker menghitung margin yang sebenarnya dalam rekening pelanggan mereka setiap
hari untuk menentukan apakah margin call diperlukan. Hal ini dikenal sebagai memiliki
brokerage accounts marked to market.

Margin call terjadi ketika nilai pasar dari margin sekuritas kurang keseimbangan debit
(jumlah utang) dari penurunan rekening margin di bawah persyaratan pemeliharaan yang
ditetapkan oleh perusahaan pialang (biasanya 30 persen pada saham). Harga di mana
margin call akan dikeluarkan dapat dihitung sebagai:

Pembelian sekuritas menghasilkan investor yang menjadikan sekuritas atau posisi


long. Ini dikenal dengan istilah Wall Street. Transaksi normal (investor is long the position)

5
yaitu sekuritas di beli dan dimiliki, karena investor yakin harga kemungkinan akan
meningkat. Akhirnya, sekuritas tersebut dijual dan position is closed out. Pertama Anda
membeli, kemudian Anda jual. Membalikkan transaksi (investor is short the position) yaitu
jika investor yakin harga sekuritas akan menurun, apabila ia memilikinya, maka dengan
bijaksana akan dijual. Jika sekuritas tidak dimiliki, investor berharap keuntungan dari
penurunan harga yang diharapkan dapat menjual security short. Melakukan hal ini dengan
meminjam saham, menjualnya, membelinya kembali nanti, dan mengganti saham yang
dipinjam.
Short sellers berpendapat bahwa penjualan pendek membantu pasar secara
keseluruhan. Misalnya, penjualan pendek memberikan likuiditas dan dapat membantu
kelancaran harga saham tertinggi dan terendah. Dan, tentu saja, ada banyak periode di
pasar saham saat harga tidak naik, tapi malah jatuh. Selama periode tersebut, short selling
mungkin menjadi strategi yang baik untuk beberapa investor. The short interest ratio dihitung
untuk saham dengan membagi jumlah lembar saham yang dijual pendek dengan rata-rata
volume perdagangan harian. Hal ini menunjukkan jumlah hari yang dibutuhkan untuk
penjual pendek untuk membeli kembali (cover) semua saham yang dijual singkat. Semakin
tinggi rasio, semakin bearish mereka.
Penelitian mengenai Securities and Exchange Commission (SEC) telah dilakukan oleh
Parrino, Romeo, dan Dye (2015) dalam artikel yang berjudul Securities and Exchange
Commission announces enforcement initiative directed at reporting violations by public
company insiders. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa tindakan penegakan hukum SEC
belum pernah terjadi sebelumnya untuk pelanggaran laporan insider. Inisiatif penegakan
hukum yang baru mencerminkan pendekatan besar pasif yang ditinggalkan oleh SEC
selama belasan tahun terakhir, dimana SEC membebankan biaya atas laporan pelanggaran
insider hanya ketika terkait dengan penipuan atau pelanggaran besar lainnya dari undang-
undang sekuritas. Saat ini, jika pelanggaran pelaporan mencolok, SEC berjanji untuk
menargetkan pelaku untuk dilakukan penegakan secara mandiri tanpa memperhatikan
kesalahan lain. SEC juga memperingatkan bahwa, seperti yang terjadi pada beberapa
tindakan penegakan, maka perusahaan akan dikenakan biaya bagi mereka yang
menjanjikan untuk membantu insider dalam penyusunan dan pengajuan laporan, tetapi tidak
untuk membuat pengajuan pada waktu yang tepat, dengan kontribusi terhadap kegagalan
pengajuan.