Anda di halaman 1dari 16

Artikel tentang Penyakit

LIMFOMA

Oleh:

Erika Rizky Cahayanita

6511040035

K3 2B

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya


Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Latar Belakang

Limfoma merupakan kanker yang mempengaruhi sel-sel


yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh dan terutama
sel yang terlibat dalam sistem limfatik tubuh. Sistem limfatik
merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sistem ini
terdiri dari jaringan pembuluh yang membawa cairan yang
disebut getah bening, mirip dengan jaringan pembuluh darah
membawa darah ke seluruh tubuh. Getah bening mengandung
sel-sel darah putih yang disebut limfosit. Limfosit menyerang
berbagai agen infeksi serta banyak sel pada tahap prakanker
pembangunan.

Limfoma juga disebut sebagai penyakit limfosit yang


menyerupai kanker. Disebut penyakit limfosit karena
menyerang sel darah putih sehingga berkembang (membelah)
abnormal dengan cepat dan menjadi ganas.
Limfosit abnormal yang semakin banyak ini (kemudian disebut
limfoma) sering terkumpul di kelenjar getah bening dan
membuat bengkak. Karena sistem limfatik menyerupai
peredaran darah yang bersikulasi ke seluruh tubuh membawa
getah bening, maka penyakit limfoma juga dapat
terbentuk dimana saja.

Penyakit ini sudah banyak penderitanya. Semua orang


bisa terkena penyakit ini. Penyakit ini kemungkinan besar tidak
bisa menular tapi tekadang ada juga kemungkinan kecil bisa
menular. Di Indonesia penanganan penyakit ini kurang optimal.
Karena pemerintah tak mengantisipasi para mayarakat.

Oleh karena itu penulis membuat makalah ini untuk


membahas tentang penyakit ini agar pembaca bisa mencegah
penyakit ini sedini mungkin. Semoga makalah ini bisa
membantu masyarakat untuk mengurangi jumlah penderita
Limfoma.
Limfoma

Limfoma adalah kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit


(sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal. Seperti halnya limfosit
normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh,
termasuk kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, darah ataupun
organ lain.

Limfoma merupakan kanker yang mempengaruhi sel-sel yang


berperan dalam sistem kekebalan tubuh dan terutama sel yang terlibat
dalam sistem limfatik tubuh. Sistem limfatik merupakan bagian dari
sistem kekebalan tubuh. Sistem ini terdiri dari jaringan pembuluh yang
membawa cairan yang disebut getah bening, mirip dengan jaringan
pembuluh darah membawa darah ke seluruh tubuh. Getah bening
mengandung sel-sel darah putih yang disebut limfosit. Limfosit
menyerang berbagai agen infeksi serta banyak sel pada tahap prakanker
pembangunan.

Secara umum, limfoma diklasifikasikan menjadi 2 kelompok besar, yaitu :

Limfoma Hodgkin. Limfoma ini ditemukan oleh Thomas Hodgkin


pada tahun 1832. Pada lymphoma Hodgkin sel-sel dari sistem
limfatik bertumbuh secara abnormal dan dapat menyebar ke luar
sistem limfatik. Jika penyakit ini semakin berkembang, maka akan
mempengaruhi fungsi pertahanan tubuh penderitanya. Pada
penyakit ini ditemukan perkembangan sel B abnormal atau
dinamakan sel Reed-Sternberg (sel B adalah salah satu jenis sel
limfe yang berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh yang
memproduksi antibodi).

Limfoma non-Hodgkin. Pada limfoma jenis ini penyakit


berkembang dari limfosit (salah satu jenis sel darah putih). Pada
keadaan normal limfosit akan mengalami suatu siklus. Limfosit yang
tua akan mati dan tubuh membentuk limfosit yang baru. Pada
limfoma non-Hodgkin tubuh membentuk limfosit yang abnormal
yang akan terus membelah dan bertambah banyak dengan tidak
terkontrol. Limfosit yang bertambah banyak ini akan memenuhi
kelenjar getah bening dan menyebabkan pembesaran. Keganasan
ini dapat timbul pada berbagai lokasi di tubuh. Umumnya akan
timbul sel kanker di kelenjar getah bening, dan dapat menyebar ke
organ limfatik lainnya, termasuk pembuluh limfe, tonsil, adenoid,
limpa, kelenjar timus, dan sumsum tulang. Kadang-kadang limfoma
non-Hodgkin melibatkan organ lain di luar sistem limfatik. Insiden
limfoma non-Hodgkin secara global 7 kali lebih sering dibandingkan
limfoma Hodgkin.

Limfosit bertugas untuk mengenali benda-benda asing atau yang


dianggap membahayakan dan sekaligus untuk menghancurkan benda
asing tersebut. Ada dua subtipe utama limfosit yaitu limfosit B dan
limfosit T, juga disebut sebagai sel B dan sel T. Sel B bertugas untuk
memproduksi antibodi yang gunanya untuk mengenali dan
menghancurkan benda asing yang masuk. Sedangkan sel T bila diaktifkan
akan membunuh patogen secara langsung. Kanker limfoma terjadi ketika
sel-sel normal mengalami perubahan dimana mereka tumbuh dan
berkembang biak tak terkendali, terutama terjadi
transformasi pada pertumbuhan sel B dan T.

Penyebab Limfoma

Penyebab pasti terjadinya limfoma belum


diketahui . Beberapa faktor telah dihubungkan dengan
peningkatan risiko limfoma, tetapi tidak jelas apa peran mereka dalam
perkembangan aktual limfoma.

Faktor-faktor risiko tersebut antara lain:

- Umur: Secara umum risiko Limfoma Non Hodgkin meningkat seiring


dengan usia lanjut. Sedangkan pada Limfoma Hodgkin pada lansia
dikaitkan dengan prognosis yang lebih buruk daripada yang diamati
pada pasien yang lebih muda.

- Infeksi, diantaranya yaitu


1. infeksi HIV,

2. infeksi dengan virus Epstein-Barr (EBV) salah satu faktor


etiologi di mononucleosis,

3. infeksi dengan Helicobacter pylori , bakteri yang hidup


dalam saluran pencernaan

4. Infeksi dengan hepatitis B atau virus hepatitis C

- kondisi medis yang membahayakan sistem kekebalan tubuh

- Penyakit autoimun

- Penyakit yang membutuhkan terapi penekan kekebalan tubuh,


sering digunakan berikut transplantasi organ

- Immunodeficiency mewarisi penyakit (severe combined


immunodeficiency, ataksia telangiectasia, antara tuan rumah orang
lain)

- Paparan bahan kimia beracun

- Pekerjaan yang berkaitan dengan bahan kimia beracun tertentu


seperti pestisida, herbisida, atau benzena dan / atau lainnya pelarut

- Pewarna rambut hitam, yang selama lebih dari 20 tahun telah


dikaitkan dengan tingkat lebih tinggi Limfoma Non Hodgkin.

- Faktor Genetika

Gejala

Sering kali, tanda pertama dari limfoma adalah rasa sakit bengkak di
leher, bawah lengan, atau di selangkangan. Kelenjar getah bening atau
jaringan lain dalam tubuh juga dapat membengkak. limpa, misalnya,
sering menjadi diperbesar di limfoma. Simpul getah bening membesar
kadang-kadang menyebabkan gejala lain dengan menekan terhadap vena
atau pembuluh limfatik (pembengkakan tangan atau kaki), saraf (sakit,
mati rasa, atau kesemutan), atau perut (perasaan awal kepenuhan).
Pembesaran limpa dapat menyebabkan sakit perut atau
ketidaknyamanan.
Gejala limfoma dapat mencakup sebagai berikut:

Demam

Panas dingin

Penurunan berat badan

Malam berkeringat

Kurangnya energi

Gatal

Gejala-gejala ini tidak spesifik. Ini berarti bahwa mereka bisa disebabkan
oleh berbagai kondisi yang tidak terkait dengan kanker. Misalnya, mereka
bisa menjadi tanda-tanda flu atau infeksi virus, tetapi dalam kasus-kasus,
mereka tidak akan berlangsung lama. Pada limfoma, gejala bertahan dari
waktu ke waktu dan tidak dapat dijelaskan oleh infeksi atau penyakit lain.

Pada anak-anak, gejala awalnya adalah masuknya sel-sel limfoma ke


dalam sumsum tulang, darah, kulit, usus, otak dan tulang belakang;
bukan pembesaran kelenjar getah bening. Masulknya
sel limfoma ini menyebabkan anmeia, ruam kulit dan
gejala neurologis (misalnya kelemahan dan sensasi
yang abnormal). Biasanya yang membesar adalah
kelenjar getah bening di dalam, yang menyebabkan:

- pengumpulan cairan di sekitar paru-paru sehingga


timbul sesak nafas
- penekanan usus sehingga terjadi penurunan nafsu
makan atau muntah
- penyumbatan kelenjar getah bening sehingga terjadi penumpukan
cairan.

Diagnosis

Sebagian orang penderita penyakit ini mungkin tidak menyadari bahwa


dirinya menderita limfoma. Maka dari itu seseorang tersebut akan
diminta menjalankan tes darah dan prosedur diagnostik seperti berikut:
1. Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa pembengkakan kelenjar
getah bening di leher, ketiak dan selangkangan seseorang tersebut.
Dokter juga akan memeriksa limpa dan hati orang itu untuk
memastikan apakah ada pembengkakan.
2. Tes darah: Laboratorium akan melakukan pemeriksaan darah
lengkap untuk memeriksa jumlah sel-sel darah. Laboratorium juga
akan memeriksa zat-zat lain, seperti Lactate dehydrogenase (LDH).
Limfoma menyebabkan tingkat LDH yang tinggi.
3. Sinar X untuk dada: orang tersebut perlu menjalani sinar X untuk
memeriksa kelenjar getah bening yang bengkak atau tanda-tanda
penyakit lain di dada orang tersebut.
4. Biopsi: Dokter akan mengambil jaringan untuk mencari sel-sel
limfoma. Biopsi adalah satu-satunya cara terbaik untuk
mendiagnosis limfoma. Dokter bisa mengangkat seluruh kelenjar
getah bening (biopsi eksisi) atau hanya sebagian kelenjar getah
bening (biopsi insisional). Dokter patologi akan memeriksa jaringan
sel-sel limfoma dengan menggunakan mikroskop.

Setelah dilakukan pemeriksaan tersebut, dapat diklasifikasikan sebagai


berikut:.

- Pada limfoma Hodgkin kadang ditemukan dari adanya temuan pada


pemeriksaan rontgen dada untuk indikasi lain. Diagnosis ditegakkan
dari biopsi kelenjar getah bening yang membesar. Jika hasil biopsi
ditemukan perubahan bentuk kelenjar getah bening dan adanya sel
Reed-Sternberg, maka hal tersebut memastikan diagnosis.
Pemeriksaan penunjang lainnya yang mungkin dibutuhkan untuk
diganosis maupun untuk melihat perluasan / keterlibatan organ lain
adalah : rontgten, CT-scan, MRI, Gallium scan, PET scan, biopsi
sumsum tulang, dan pemeriksaan darah. Limfoma Hodgkin dapat
dibagi menjadi 2 yaitu Tipe A bila penderita tidak mengalami gejala
demam, berkeringat dan penurunan berat badan. Sedangkan tipe B
bila penderita mengalami gejala demam, berkeringat dan
mengalami penurunan berat badan.

- Sedangkan pada Limfoma non Hodgkin dapat dilihat melalui


pemeriksaan laboratorium untuk melihat kemungkinan timbulnya
penyakit akibat infeksi, karena infeksi juga dapat menimbulkan
pembesaran kelenjar getah bening. Selain juga dilakukan biopsi dan
pemeriksaan penunjang lainnya yang hampir sama dengan Limfoma
Hodgkin, juga dilakukan pemeriksaan laboratorium
immunophenotyping yang dapat membedakan limfoma non-
Hodgkin jenis sel B atau sel T.
Derajat Keganasan

Limfoma indolen (derajat rendah) tumbuh lambat sehingga diagnostik


awal lebih sulit. Pasien dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun
tetapi belum ada pengobatan yang menyembuhkan. Pasien biasanya
memberi respon baik pada terapi awal, tetapi sangat mungkin kambuh
lagi. Penderita limfoma indolen bisa mendapat terapi hingga enam kali
sepanjang hidup, tetapi makin lama responnya menurun.

Limfoma agresif (derajat keganasan tinggi) cepat tumbuh dan menyebar.


Jika dibiarkan tanpa pengobatan dapat mematikan dalam enam bulan.
Angka harapan hidup rata-rata lima tahun dan 30-40 persen sembuh.
Pasien yang terdiagnosa dini langsung diobati lebih mungkin meraih risiko
sempurna dan jarang kambuh, karena ada
proteksi kesembuhan, biasanya pengobatan lebih
agresif.

Tahapan Limfoma

Dokter harus mengetahui tingkatan (tahapan)


NHL untuk merencanakan pengobatan yang
terbaik. Tahapan ini berdasarkan lokasi tempat
sel-sel limfoma ditemukan (di kelenjar getah
bening atau di organ atau jaringan lain) dan jangkauan area yang terkena.
Tahapan NHL adalah sebagai berikut:

Stadium I: Sel-sel limfoma berada dalam satu kelompok kelenjar


getah bening (misalnya di leher atau di ketiak). Atau, jika sel-sel
abnormal itu tidak berada dalam kelenjar getah bening, tapi hanya
pada satu bagian jaringan atau organ tubuh saja (misalnya di paru-
paru, tapi tidak di hati atau di sumsum tulang).

Stadium II: Sel-sel limfoma berada sekurangnya di dua kelompok


kelenjar getah bening, pada sisi diafragma yang sama (baik di atas
atau di bawah). Atau, sel-sel limfoma ini berada di organ tubuh dan
di kelenjar getah bening di sekitarnya (pada sisi yang sama seperti
diafragma) Mungkin ada sel-sel limfoma di kelompok kelenjar getah
bening yang lain di sisi diafragma yang sama.

Stadium III: Limfoma terdapat dalam kelompok kelenjar getah


bening di atas dan di bawah diafragma. Juga dapat ditemukan di
organ atau di jaringan di sekitar kelompok kelenjar getah bening ini.
Stadium IV: Limfoma ini berada di seluruh satu organ atau jaringan
(selain di kelenjar getah bening). Atau, berada dalam hati, darah,
atau sumsum tulang.

Pengobatan

1. Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.


Terapi ini disebut terapi sistemik karena obat akan mengalir di sepanjang
aliran darah. Obat dapat mencapai sel-sel kanker di hampir seluruh
bagian tubuh.

Anda dapat menjalani kemoterapi melalui mulut, melalui pembuluh darah


balik, atau di ruang antara sumsum tulang belakang. Pengobatan
biasanya berupa rawat jalan, baik di rumah sakit/klinik atau di rumah.
Beberapa pasien harus menginap di rumah sakit selama pengobatan
untuk mendapatkan pengamatan yang seksama.

Jika pasien menderita limfoma di lambung akibat infeksi Helikobaktor,


dokter dapat mengobati limfoma ini dengan antibiotika. Setelah infeksi
sudah disembuhkan, kanker mulai dapat diobati.

2. Terapi Biologi

Penderita jenis limfoma non-Hodgkin tertentu dapat menjalani terapi


biologi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh agar dapat melawan
kanker dengan efektif.

Antibodi monoklonal digunakan untuk mengatasi limfoma. Antibodi ini


adalah protein yang mengikatkan diri pada sel-sel kanker untuk
membantu sistem kekebalan tubuh membunuh sel-sel limfoma. Pasien
mendapat pengobatan ini melalui pembuluh darah balik (vena), di klinik
dokter atau di rumah sakit.

3. Terapi Radiasi

Terapi Radiasi (juga disebut sebagai radioterapi) menggunakan sinar


berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel limfoma non-Hodgkin.
Pengobatan ini dapat memperkecil tumor dan membantu mengendalikan
rasa sakit.

Digunakan dua jenis terapi radiasi bagi penderita limfoma:


Radiasi eksternal: Sebuah mesin besar akan mengarahkan sinar ke
bagian tubuh di mana sel-sel limfoma terkumpul. Terapi ini bersifat
lokal karena hanya mempengaruhi sel-sel di area yang diobati saja.
Sebagian besar penderita pergi ke rumah sakit atau klinik untuk
dirawat 5 hari dalam seminggu, selama beberapa minggu.

Radiasi sistemik: Beberapa penderita limfoma akan mendapat


suntikan bahan radioaktif yang akan mengalir ke seluruh tubuh.
Bahan radioaktif itu akan terikat pada antibodi yang menargetkan
dan menghancurkan sel-sel limfoma.

Pencegahan

Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah limfoma. Sebuah


rekomendasi standar adalah untuk menghindari faktor risiko untuk
penyakit ini. Namun, beberapa faktor risiko untuk limfoma tidak diketahui,
dan karena itu tidak mungkin untuk menghindari. Infeksi virus seperti HIV,
EBV, dan hepatitis merupakan faktor risiko yang dapat dihindari dengan
sering mencuci tangan, mempraktekkan seks yang aman , dan dengan
tidak berbagi jarum, pisau cukur, sikat gigi, dan barang-barang pribadi
yang serupa yang mungkin terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi
atau cairan .

Penderitanya

Biasanya yang rentan terkena penyakit Limfoma adalah :

Orang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) memiliki


risiko tinggi untuk timbulnya limfoma.
Orang yang sering kontak dengan herbisida atau pestisida, misalnya
petani.
Bisa terjadi pada usia berapa saja, namun tersering ditemukan pada
usia 60-an. Sistem pertahanan tubuh yang menurun (imunosupresan),
seperti yang telah menjalani transplantasi organ.
Sejarah keluarga. Siapapun yang memiliki anggota keluarga dengan
kondisi ini rentan mengalaminya juga dikarenakan faktor genetik
Jenis kelamin. Laki-laki lebih sering terkena hodgkins lymphoma
Infeksi Past Epstein-Barr. Orang yang mengalami penyakit yang
disebabkan oleh virus Epstein-Barr lebih rentan terkena hodgkins
lymphoma.
Lemah sistem imun. Memiliki sistem imun yang lemah dapat
meningkatkan risiko Hodgkin lymphoma

Pekerjaan yang rentan terkena Limfoma


1. Bekerja di perusahaan plastik.

Orang yang terkena paparan styrene dalan jumlah yang tinggi akan
beresiko terkena serangan kanker limfoma.
Styrene merupakan salah satu jenis bahan kimia yang mesti
diminimalisir penggunaannya dalam kehidupan manusia karena
memiliki sifat karsinogenik atau menyebabkan penyakit kanker.

Selain styrene, menurut Departemen Kesehatan AS, ada bahan


kimia lainnya yang bersifat karsinogen yakni cobalt-tungsen
carbide, captafol, o-nitrotulene, dan juga riddelline.

Penggunaan styrene untuk berbagai barang yang diperlukan dalam


kehidupan sehari-hari sudah begitu luas mulai dari fiberglas,
onderdil otomotif, pipa plastik dan juga wadah minuman sekali
pakai.

Selain styrene yang begitu mengerikan bahayanya, ada zat lainnya


yang tak kalah beresikonya sepertiformaldehyde yang biasanya
banyak digunakan sebagai pengawet produk-produk tekstil dan
plastik.

Zat lainnya ialah asam asritolochic yang banyak dipakai dalam


berbagai produk herbal untuk mengobati asam urat, inflamasi dan
juga rematik, sebaiknya juga diwaspadai karena cukup beresiko
menimbulkan kanker.

Meski demikian, penjelasan tersebut bukan berarti bahwa bahan-


bahan kimia tersebut bisa secara langsung menjadi penyebab
kanker, ada banyak faktor yang juga berperan signifikan seperti
kerentanan tiap-tiap orang, besar kecilnya jumlah bahan kimia yang
terpapar, dan sebagainya.

Efek penderita Limfoma:

- Penderita akan merasakan lemah dan letih yang tidak kunjung


sembuh

- Penderita akan kehilangan berat badan tanpa alasan

- Penyakit ini juga menyebabkan kematian jika tidak ditangani


dengan baik
Cara pencegahan dihubungkan dengan K3:

*Sistem Administrasi:

Di perusahaan yang mengelola plastik itu terdapat bahan-bahan


kimia yang menyebabkan penyakit Limfoma. Bahan-bahan kimia tersebut
memiliki sifat karsinogenik yang menyebabkan para pekerja bisa terkena
penyakit limfoma apabila terpapar terus menerus selama bekerja setiap
hari. Oleh karena itu sebagai ahli K3, kita harus memperhatikan kesehatan
para pekerja di perusahaan itu. Dengan cara setiap 3-4 bulan sekali
pekerja diwajibkan untuk check up ke rumah sakit agar perusahaan
mengetahui kalau ada pekerja yang sakit. Selain cara tersebut
perusahaan juga harus memberlakukan sistem sift kerja atau rolling
waktu. Misalnya seorang pekerja itu bekerja dari pagi sampai malam trus
sampai lembur. Itu harus dihindari karena pekerja tersebut akan mudah
terkena penyakit ini. Kita harus membuat pekerja aman dalam bekerja
dan terhindar dari penyakit ini, misalnya dengan cara pukul 07.00-09.00
dia bekerja setelah itu dia istirahat dan digantikan dengan pekerja yang
lain, kemudian setelah istirahat pukul 15.00-17.00 si pekerja tersebut
bekerja lagi begitu seterusnya. Jadi pekerja bisa nyaman dalam bekerja.

*Sistem Mekanik

Di perusahaan yang mengelola plastik itu pasti terdapat mesin yang


digunakan untuk memproduksi produk-produk. Untuk menjaga agar
mesin-mesin tersebut tetap dalam keadaan yang baik,aman dan tidak
menimbulkan efek penyakit apapun maka kita sebagai ahli K3 harus
melakukan pengecekan terhadap mesin tersebut secara rutin dan berkala.

*APD :

Baju : (karyawan diwajibkan memakai baju kerja yang telah


ditentukan, tidak boleh saling meminjam, karena kalau dengan cara
begitu penyakit bisa menular)

Masker : (karyawan wajib memakai masker karena tanpa


masker karyawan bisa gampang tertular penyakit apapun dan juga
terpapar bahan kimia yang berbahaya)

Sarung tangan : (karyawan juga wajib memakai sarung tangan


agar tidak terkena kuman-kuman yang menyebakan penyakit yang
berbahaya)
Study kasus Penderita Limfoma
Sekitar 50% pcndcrita LNH yang berobat di Subbagian Hematologi-
Onkotogi Medik Bagian Itmu Penyakit Dalam FKUI-Dibacakan pada:
Simposium Lekemia dan Limfoma Malignum, Padang, 25 Juli 1992
RSCM berusia antara 40 sampai 60 tahun.

Tidak ada perbedaan berarti antara jumlah penderita yang berusia an tara
40 sampai 50 tahun dan yang berusia antara 50 sampai 60 tahun. Pria
lebih sering dijangkiti penyakit ini bila dibandingkan dengan wanita, yaitu
1,7 kali lebih sering. Perbandingan antara pria dan wanita yang terlihat di
Jakarta sesuai dengan apa yang terlihat pada orang Barat. Tempat
jangkitan pertama penyakit ini adalah seperti ter-
lihat dari namanya, tentu saja kelenjar getah bening, yaitu pada sekitar
73%. Pada 53% penderita yang berobat di FKUI-RSCM, penyakit ini mulai
pada kelenjar Idler, pada 16% mulai pada kelen jar getah bening inguinal,
dan 4% mulai pada kelenjar getah baling aksila. Pada 19,0% penderita
penyakit ini mulai pada jaringan limfoid di luar kelenjar getah bcning yaitu
9% pada cincin Waldeyer, 10% pada traktus gastrointestinal (jejas Peycri).
Hanya pada 8% penyakit ini mulai pada jaringan non- limfoid (jaringan
orbita, tulang dan lain-lain).

Dalam perjalanan penyakit penderita, metastasis pada daerah


intratorakal timbul pada 12,6% penderita, pembcsaran limpa tcrjadi pada
10,7%, metastasis tulang terjadi pada 8%. Pada 26,5% penderita, ukuran
diameter sudah melebihi 10 cm. Lima puluh dclapan pencil (58%)
pendcrita tidak dapat lagi mengerjakan pckerjaan schari-harinya dan
harus berada di tempat tidur selama 50% dari waktunya atau lebih.

Gejala klinis, yaitu demam (38C tanpa gejala infeksi) dan penurunan
berat badan (10% dalam waktu 6 bulan), ditemukan pada 35% penderita.
http://sweetspearls.com/health/super-lutein-obat-herbal-antikanker-untuk-kanker-kelenjar-
getah-bening-limfoma-pada-anak/
Kesimpulan

Limfoma merupakan kanker yang mempengaruhi sel-sel


yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh dan terutama
sel yang terlibat dalam sistem limfatik tubuh. Penyebab dari
limfoma adalah dikarenakan adanya paparan bahan kimia
beracun, infeksi dari virus-virus, faktor genetika dll. Penyakit ini
tampaknya tidak menular tetapi ada kalanya penyakit ini
menular apabila terkontaminasi dengan darah penderita.
Pencegahannya dapat dilakukan dengan pola hidup bersih
contohnya dengan tidak menggunakan barang pribadi bersama
orang lain dan rutin memeriksakan ke dokter atau check up.
Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Baik pegawai,
pedagang, mahasiswa dll bisa terkena penyakit ini. tetapi
kebanyakan penderita penyakit ini berjenis kelamin laki-laki.
Pengobatannya bisa dengan cara kemoterapi, terapi biologi,
atau dengan terapi radiasi.
DAFTAR PUSTAKA

- http://healindonesia.wordpress.com/2008/10/05/limfoma-waspadai-
benjolan-di-leher-ketiak-atau-pangkal-paha/
- http://sweetspearls.com/health/super-lutein-obat-herbal-antikanker-untuk-
kanker-kelenjar-getah-bening-limfoma-pada-anak/
- http://health.okezone.com/read/2012/05/02/482/622743/penanganan-
tepat-kanker-limfoma

- http://www.deherba.com/tahukah-anda-zat-zat-kimia-apa-saja-yang-bisa-
menyebabkan-kanker.html