Anda di halaman 1dari 3

TUJUAN PENGENCERAN SEMEN

Pengencer diberikan pada semen segar bertujuan sebagai media tempat


spermatozoa itu hidup dan harus dapat mencukupi kebutuhan nutrisinya serta tidak
menurunkan daya fertilitas spermatozoa tersebut. Spermatozoa tidak dapat tahan hidup
pada waktu yang lama, kecuali bila ditambahkan berbagai unsur kedalam semen. Fungsi
pengencer adalah sebagai berikut :
Menyediakan zat-zat makanan sebagai sumber energi bagi spermatozoa
Melindungi spermatozoa dari cold shock.
Menyediakan suatu penyanggah untuk mencegah perubahan pH akibat
pembentukan asam laktat dari hasil metabolisme spermatozoa.
Mempertahankan tekanan osmotik dan keseimbangan elektrolit yang sesuai.
Mengandung unsur-unsur yang sifat fisik dan kimianya hampir sama dengan
semen dan tidak mengandung zat yang bersifat toksik bagi spermatozoa dan
saluran kelamin betina.
Mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
Memperbanyak volume semen.
Syarat penting yang harus dimiliki pengencer menurut Toelihere (1993) adalah :
Murah, sederhana, praktis dibuat dan mempunyai daya preservasi yang tingg.
Mengandung unsur yang sifat fisik dan kimianya hampir sama dengan semen dan
tidak mengandung zat bersifat racun bagi spermatozoa dan alat kelamin betina.
Mampu mempertahankan daya fertilitas spermatozoa dan tidak terlalu kental
yang dapat menghambat fertilisasi.

dapus
Toelihere, M, R. 1985. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Fakultas
Kedokteran Hewan. IPB. Penerbit Angksa. Bandung
KESIMPULAN

1. Proses penampungan semen dipengauhi oleh:


a. Faktor internal yaitu hormon, metabolisme, keturunan, makanan, umur, dan
kesehatan secara umum dari pejantan tersebut,
b. faktor eksternal yang meliputi suasana lingkungan, tempat penampungan,
manajemen, penampung, cuaca, sarana penampungan, dll.
2. Penampungan semen bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan metode
pengurutan, vagina buatan, dan elektroejakulator. Namun metode yang paling
efektif adalah dengan vagina buatan. Kelebihannya adalah selain pelaksanaannya
tidak serumit dua metode lainnya, semen yang dihasilkannya pun maksimal.
3. Evaluasi semen terdiri dari:
a. Pemeriksaan makroskopik yaitu pemeriksaan semen secara garis besar tanpa
memerlukan alat bantu yang rumit, meliputi volume semen, warna semen,
bau semen, kekentalan semen, dan pH semen.
b. Pemeriksaan mikroskopik bertujuan untuk melihat kondisi semen lebih dalam
lagi, memerlukan alat bantu yang cukup lengkap, pemeriksaan mencakup
gerakan massa semen, gerakan individu semen, konsentrasi semen dalam tiap
mililiter semen, konsentrasi semen yang hidup dalam setiap mililiter semen,
konsentrasi semen yang mati dalam setiap mililiter semen, dan persentase
abnormalitas semen.
4. Pengenceran semen adalah upaya untuk memperbanyak volume semen,
mengurangi kepadatan spermatozoa serta menjaga kelangsungan hidup, daya
motilitas, dan fertilitas spermatozoa sampai batas waktu penyimpanan tertentu
pada kondisi penyimpanan di bawah atau di atas titik beku.
5. Pembekuan merupakan proses pengeringan fisik. Spermatozoa yang dibekukan
dan disimpan pada suhu -79OC di dalam CO2 padat dan alkohol tahan hidup 3-4
tahun atau lebih, sedangkan pada -196OC di dalam nitrogen cair tahan hidup
dalam waktu sampai 10 tahun. Proses pembekuan semen meliputi cooling
(pendinginan), pre freezing (pembekuan awal), dan freezing (pembekuan).
6. Teknik inseminasi buatan meliputi dua tipe, yakni Teknik IUI (Intrauterine
Insemination) dan Teknik DIPI (Direct Intraperitoneal Insemination).