Anda di halaman 1dari 43

Horsebow dan Teknik Memanah Thumb

Draw
Posted By: Kang Roy 05.27 2 Comments
Horsebow dan teknik memanah thumb draw sesungguhnya bukan hal baru bagi kebudayaan di
Nusantara. Berbagai peninggalan sejarah dalam bentuk manuskrip, relief dan artefak
menunjukkan bahwa horsebow dan thumb draw pernah hadir di berbagai wilayah Nusantara.
Namun karena satu dan lain hal tradisi ini punah ditelan jaman.

Sesungguhnya istilah horsebow ini digunakan hanya untuk mensimplifikasi genre busur yang
termasuk busur timur (Turki, Mongol, Korea, Tatar, Persia, Arab, Mughal, China, Jawa (Ya Jawa
juga punya horsebow!), Hun, Avar, Magyar dll) agar mudah saja. Karena faktanya ada busur-
busur timur yang tidak bisa digunakan di atas kuda.

Seiring maraknya kembali penggunaan horsebow di Indonesia dan teknik thumb draw sebagai
counterpartnya, maka group ini dibuat dalam rangka belajar bersama dan sharing semua hal-hal
terkait keduanya.
Hal-hal yang bisa disharing dan didiskusikan: Ilmu-teknik-metode panahan horsebow dan thumb
draw dari berbagai tradisi maupun mazhab serta cara membuat busur, pengalaman pribadi atau
orang lain, buku/kitab, sejarah, figur penting dan semua hal terkait dengannya.

Petunjuk keamanan dan keselamatan yang wajib dipatuhi oleh setiap penggiat horsebow meliputi
namun tidak terbatas pada:

1. Wajib mendahulukan keselamatan dirinya dan orang lain

2. Wajib menjunjung tinggi hukum dan aturan yang berlaku di wilayah Negara Republik
Indonesia tanpa terkecuali.

3. Jangan menarik dan melepaskan busur tanpa anak panah

4. Jangan menembakkan anak panah ke udara

5. Jangan mendekatkan kepala ke busur ketika sedang ditarik

6. Jangan menembak makhluk hidup; tanaman, hewan, dan terutama manusia

7. Jangan menembak pada jarak yang jauh sebelum menguasai jarak yang lebih dekat

8. Jangan menembakkan anak panah yang rusak

9. Jangan menembak di dalam rumah

10. Jangan menembak jika belum yakin atas keamanan dan keselamatan dirinya serta
lingkungan sekitar

Enjoy and keep sharing the good knowledge

by. Irvan Pani Abu Aqilah

Teknik Release atau Pelepasan Anak Panah: Teknik Mafruk/Pelintir


Posted By: Kang Roy 06.16 1 Comment
Dalam khasanah panahan timur tengah, dalam kitab-kitab panahan Arab, Mamluk,
Turki, Persia dan sebagainya terdapat 3 teknik release utama, yaitu teknik
mutamaththi atau teknik menjulur yaitu menarik anak panah hingga anchor point
lalu melepasnya, lalu ada teknik mukhtalas atau teknik pegas yaitu menarik anak
panah hingga tersisa jarak 1 kepal tangan dari ujungnya, lalu ditarik secara
dihentak lalu dilepas. Yang terakhir adalah teknik pelintir, atau teknik mafruk, yaitu
arrow ditarik dan kemudian tali busur dipuntir dan dilepas.

Kebanyakan orang mengenal teknik mafruk ini pada bagian akhir film War of The
Arrow. Video terlampir menampilkan peragaan teknik mafruk.

Busur Rekomendasi Rasulullah shallallahu


'alaihi wasallam Seperti Apa?
Posted By: Kang Roy 06.57 3 Comments
Dari 'Ali, ia berkata; "Di tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tergenggam busur buatan
orang Arab, kemudian beliau melihat seorang lelaki ditangannya busur buatan orang Persia,
maka beliau bersabda: "Apa ini, lemparkanlah, dan kalian harus dengan yang ini dan yang serupa
dengannya dan tombak-tombak yang bertangkai, karena dengan keduanya Allah akan menambah
kekuatan kalian didalam menegakan agama dan menguasakan kepada kalian negeri-negeri."
(Hadits Riwayat Ibnu Majah dengan derajat yang shahih)

Dari hadits shahih di atas, dapat disimpulkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan
para sahabat telah mengenal dan memahami kekuatan Busur Persia serta terdapat anjuran dari
Rasulullah untuk mengadaptasinya. Busur Persia adalah jenis busur komposit berbahan kayu,
tanduk dan otot/sinew, terdiri dari 3 bagian utama yaitu siyah (segmen ujung tempat mengaitkan
tali); dustar (inti lengan busur); dan gagang yang dilem jadi satu, memiliki reflex seperti pada
gambar terlampir bagian tengah serta memiliki kemiripan dengan Busur Turki pada gambar
bagian kanan.

Dalam Kitab Fi Bayan Fadl Al-Qaws Wa-s-Sahm Wa-Awsufihima pada bab "Tentang berbagai
jenis busur dan yang paling disukai diantaranya" dijelaskan bahwa Busur Arab terdiri dari dua
jenis utama, yaitu Busur Hijazi dan Busur Komposit Arab.

Busur Hijazi terdiri dari 4 jenis, yaitu

1. Busur yang dibuat dari satu batang kayu disebut qad b;

2. busur yang dibuat dari satu batang kayu yang dibagi dua memanjang disebut filq;

3. busur yang dibuat dari dua batang kayu yang dibagi dua memanjang disebut sharj,
4. Busur yang diberi penguat tapi bukan komposit, yaitu yang dilapisi tanduk kambing pada
bagian perut dan dilapisi otot/sinew pada bagian punggungnya. Busur jenis ini hanya
digunakan oleh para ahli atau mereka yang tinggal dekat air (oasis, sungai, danau, dsb).

Busur Komposit Arab (mas nah, murakkabah) merupakan adaptasi dari Busur Persia dan
kemungkinan besar ada kaitannya dengan hadits di atas tentang anjuran Rasulullah untuk
mengadaptasi Busur Persia. Terdiri dari empat jenis bahan, yaitu kayu, tanduk, otot, dan
lem/perekat dan terdiri darii 3 segmen utama yaitu siyah, dustar dan gagang. Busur Komposit
Arab memiliki siyah yang lebih pendek dari Busur Persia serta kurvatur yang lebih parabolik
seperti ilustrasi gambar bagian kiri. Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa daya jangkau Busur
Arab dapat mencapai 150 meter.

Busur Komposit Arab seringkali disebut sebagai Busur Menengah (wsit yah) karena busur
jenis ini menempati posisi pertengahan antara Busur Hijzi berpenguat dengan Busur
Persia/Turki.

Hadits di atas juga menguatkan hipotesis penggunaan teknik thumb draw di kalangan Ummat
Islam generasi awal, mengingat penggunaan Busur Persia adalah dengan teknik thumb draw.

Ilustrasi: (kiri) Gambar rekaan Busur Komposit Arab dari suatu kitab furusiyyah, (tengah)
Replika Busur Persia dan (kanan) Replika Busur Turki, courtesy of www.salukibow.com

by: Irvan Pani Abu Aqilah

Wajib Baca! Aturan Awal Sebelum Anda


Bermain dan Berlatih Panahan
Posted By: Kang Roy 07.46 Leave a Reply
Dalam menjalankan hoby apapun di dunia ini, kita dituntut untuk mengetahui aturan-aturan dasar
yang sebagai penuntun agar hoby bisa tersalurkan dengan baik tanpa merugikan siapapun. Untuk
itu, hendaknya kita sebagai pencinta dunia panahan juga mengetahui aturan dasar khususnya
mengenai aspek keamanan.

Karena... meskipun permainan panahan ini menyenangkan, bukan berarti kita bisa seenaknya
memperlakukannya. Karena seringkali kecelakaan terjadi karena kecerobohan kita ketika
melanggar aturan dasar yang seharusnya wajib kita pegang teguh.

Mengingatkan kembali bagi kawan2 dalam menggunakan busur dan panah khususnya horsebow
dan busur jenis lain pada umumnya, tentang standar keamanan minimal yang wajib diterapkan:

1. Wajib mendahulukan keselamatan dirinya dan orang lain

2. Wajib menjunjung tinggi hukum dan aturan yang berlaku di wilayah Negara Republik
Indonesia tanpa terkecuali

3. Jangan menarik dan melepaskan busur tanpa anak panah

4. Jangan menembakkan anak panah ke udara

5. Jangan mendekatkan kepala ke busur ketika sedang ditarik

6. Jangan menembak makhluk hidup; tanaman, hewan, dan terutama manusia

7. Jangan menembak pada jarak yang jauh sebelum menguasai jarak yang lebih dekat

8. Jangan menembakkan anak panah yang rusak

9. Jangan menembak di dalam rumah


10. Jangan menembak jika belum yakin atas keamanan dan keselamatan dirinya serta
lingkungan sekitar

Tambahan:

11. Jangan mencontoh atraksi panahan para ahli di TV, video, YouTube dsb, tanpa berkonsultasi
dahulu dengan yang sudah ahli atau berpengalaman, karena banyak detail yang tdk terlihat dan
tidak ditampakkan secara gamblang di balik atraksi tersebut.

Have fun and stay safe :)

Irvan Pani Abu Aqilah

Teknik / Cara Memanah Dengan Menggunakan Side Quiver


Posted By: Kang Roy 16.22 2 Comments
Teknik / cara memanah dengan menggunakan side quiver sangat lazim kita dapati
di negeri ini. Karena ini adalah cara yang paling mudah dan cepat untuk mengambil
anak panah dari sarungnya. Teknik ini juga sangat bagus untuk melatih kecepatan
loading arrow sebelum menembakkannya.

War Lord Side Quiver

Arrow sangat mudah diambil sehingga bisa menambah kecepatan waktu memanah
kita. Hal ini sangat penting, karena bagaimanapun juga kecepatan menjadi salah
satu aspek yang sangat penting dalam memanah.

Selain kecepatan, aspek penting lain yang harus didapat adalah akurasi, percuma
bisa memanah dengan cepat tapi akurasi nol besar. :) Begitu pula sebaliknya,
akurasi yang bagus harus diimbangi dengan kecepatan nocking arrow / memasang
anak panah di tali busur.
Berlatihlah dengan menggunakan busur yang ringan dulu, bisa dengan busur under
30#, untuk membiasakan otot tubuh dengan gerakan memanah kita.

Di bawah ini saya sertakan video praktek memanah dengan menggunakan busur
20# buatan saya sendiri. Dengan arrow dari bambu petung sepanjang 85cm
dengan diameter 7 mm dan 8 mm, jarak tembak cukup 4 meter saja. wkwkwk...

Silakan menikmati...

Video di atas, saya menggunakan War Lord Side Quiver, dengan tempat anak panah
menyerupai tempat peluru. Quiver ini masih baru jadi agak sedikit sempit / sesak
ketika mengeluarkan anak panah. Tapi lama-kelamaan quiver ini akan mudah dan
nyaman digunakan seiring dengan jam terbang kita. :)

Sedangkan video dibawah ini, menggunakan Back Quiver for Hunter yang bisa juga
berfungsi sebagai side quiver, dengan melepas bagian dasarnya lalu kita pasangkan
ke ikat pinggang.

Mari kita sama-sama belajar sebaik-baik permainan - memanah - dengan tekun dan
disiplin. :)

Doa yang Diucapkan Saat Menarik dan Melepaskan Anak Panah


Posted By: Kang Roy 07.39 1 Comment

Memanah bukanlah satu aktifitas fisik yang tidak ada hubungannya sama sekali
dengan ruhiyah pemanahnya, bahkan sebenarnya dua hal ini sangat erat
hubungannya. Hal ini terlihat dari berbagai kitab memanah yang menukil adab-
adab ketika seorang muslim melakukan aktifitas memanah.

Bahkan... saya katakan bahwa memanah adalah satu-satunya olah raga yang
memadukan kekuatan tubuh, kejernihan fikiran dan ketenangan jiwa. Jika salah satu
dari ketiga aspek tadi tidak terpenuhi dengan baik, maka akan sangat berpengaruh
terhadap hasil bidikan anak panah yang kita lepaskan ke target.

Sedikit saja gangguan dengan otot tubuh, atau pikiran yang tidak tenang, apalagi
ruhiyah yang merosot akan memberikan efek yang tidak bagus pada latihan-latihan
memanah kita. Otot tubuh bisa dilatih dengan seringnya kita memanah atau
berlatih dengan beban, pikiran bisa dilatih dengan senantiasa berpikir positif akan
segala hal, dan ketenangan bathin akan dicapai dengan penghambaan total kepada
Allah Jalla Jalaluhu.

Nah.. yang menarik adalah... doa/dzikir yang kita ucapkan sehari-hari akan
memberikan bekas yang bagus pada jiwa-jiwa kita. Pun termasuk doa yang kita
ucapkan pada saat memanah. Seringkali kita melupakan hal mendasar ini pada saat
memanah. Meskipun doa bukanlah termasuk teknik/cara memanah, tetapi termasuk
dalam adab memanah.

Mari kita simak bagaimana para pendahulu kita, As Salaf Ash Sholih mengagungkan
sunnah memanah ini dengan adab yang tinggi:

Diriwayatkan bahwa ketika Al Hasan(1) menarik anak panah, ia mengucapkan,


Bismillah [Dengan nama Allah] dan setiap ia melepaskan, ia mengatakan, Allahu
akbar [Allah Maha Besar].

Diriwayatkan juga bahwa Idris bin Yahya(2) mengatakan, Suatu saat As Saffah(3)
mengunjungiku dan ia bertanya apakah saya seorang pemanah yang jitu. Saya
menjawab bahwa terkadang saya jitu dan terkadang saya tidak. Kemudian ia
menyuruhku untuk mengucapkan ini pada saat menarik dan melepaskan, Masya
Allah! [Inilah yang dikehendaki oleh Allah] Laa ilaha illallah wa laa quwwata illa
billah! [Tiada tuhan selain Allah dan tiada kekuatan kecuali dari Allah] Ia
menambahkan bahwa apabila saya mengucapkan ini, maka saya akan mengenai
sasaran dan tidak akan meleset, insya Allah.

Keterangan nomer:

(1) Beliau bernama Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahuanhu; cucu pertama
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari putrinya Fatimah Radhiyallahuanha.
Lahir di Madinah pada 3 Hijriyah/625 Masehi dan wafat di tahun 50 Hijriyah/670
Masehi. Beliau bersama pasukan penjaga Khalifah Utsman bin Affan
Radhiyallahuanhu dalam menghadapi kaum pemberontak, serta turut dalam
Perang Siffin dan Perang Nahrawan melawan kaum Khawarij. Setelah ayahnya
wafat, beliau diangkat menjadi khalifah selama enam bulan yang kemudian
digantikan oleh Muawiyah bin Abi Sofyan Radhiyallahuanhu. Selepas masa
kekhalifahannya, beliau menetap di Madinah hingga wafat.

(2) Beliau adalah Idris bin Yahya Al Khawlani yang dalam kitab Al Jami li Akhlaqir
Rawi karya Al Khatib Al Baghdadi disebutkan bahwa di masa tuanya beliau bertugas
menjaga perbatasan di wilayah Mesir.

(3) Beliau adalah Abu Al Abbas Abdullah bin Muhammad As Saffah, yaitu khalifah
pertama dinasti Abbasiyah. Lahir di tahun 721 Masehi dan wafat pada 754 Masehi.
As Saffah adalah salah satu pemimpin Bani Hasyim dan ia bernasab hingga kakek
buyut Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, melalui jalur Abdullah bin Muhammad
bin Ali bin terhadap kekuasaan dinasti Umayah di Damaskus. As Saffah berhasil
menguasai Kufah di tahun 749 dan diangkat sebagai khalifah tandingan oleh
pendukungnya, lalu pada 750 ia berhasil mengalahkan pasukan Khalifah Marwan II
yang menandai runtuhnya dinasti Umayah dan dimulainya kekuasaan dinasti
Abbasiyah yang bertahan hingga tahun 1258 di Baghdad dan dilanjutkan di Kairo
hingga tahun 1517.

Adab & Tata Krama: Pinjam Meminjam Busur


Posted By: Kang Roy 08.56 Leave a Reply

Dalam kitab2 para ahli memanah dikatakan bahwa di dunia ini akan ada busur yang
paling sesuai/cocok/jodoh bagi masing2 pemanah sesuai dengan perawakannya dan
busur tersebut akan semakin terpersonalisasi setelah dipakai oleh si empunya
hingga terdeformasi/berubah bentuk secara mikrostruktur menurut kebiasaan cara
memanah si empunya.
Apabila busur tersebut digunakan oleh orang yang berbeda dengan kebiasaan
memanah yang berbeda maka busur akan terdeformasi kembali menjadi bentuk
yang lain. Terlalu banyak deformasi pada busur adalah tidak baik karena akan
menurunkan kemampuan busur tersebut. Istilah kesehariannya: banyak tangan bisa
cepet rusak.

Maka adalah hak si empunya busur untuk menolak meminjamkan ke orang lain, dan
apabila ada orang yang ditolak keinginannnya untuk meminjam maka ia tidak boleh
tersinggung. Dan apabila diperbolehkan maka harus menunjukkan rasa terima kasih
dan hormat, karena telah dipinjamkan sesuatu yang sifatnya personal atau pribadi.
Di sisi dunia lain bahkan ada yang menganalogikan busur sebagai seorang istri
yang haram untuk dipinjamkan ke orang lain

Penulis: Irvan Pani Abu Aqilah

Istilah-Istilah Teknik Memanah Peradaban


Islam
Posted By: Kang Roy 08.50 Leave a Reply
Horsebow by Khan Shab

Dalam berbagai kitab panahan peradaban Islam yang umumnya menggunakan Bahasa Arab,
lazim disebut berbagai prinsip-prinsip memanah sebagai berikut:

1. Menggenggam gagang busur dengan tangan kiri - Qobdhoh ().

2. Mengepalkan tangan kanan dalam teknik thumbdraw - Qoflah ( )atau Mengunci tali
busur - Aqd ().

3. Mengaitkan anak panah ke tali busur - Tafwiq ().

4. Membidik sasaran - I'timad ( )atau Melihat - Nadzor ().

5. Menarik busur - Mad ().

6. Melepaskan anak panah - Iflat ( )(atau Membebaskan - Ithlaq ()(.

7. Gerakan ikutan - Fathah ().

8. Cara berdiri - Intishob ().

9. Memasang tali busur - Iytar ().

Dan sebagainya...
Selayaknya diperkenalkan kembali dan dilestarikan...

by: Irvan Pani Abu Aqilah


Imam Mazhab Panahan Dalam Peradaban Islam
Posted By: Kang Roy 10.15 Leave a Reply

Mumpung masih pagi dan pikiran cerah, nambah wawasan ttg biografi ahli panahan
peradaban Islam dari kalangan imam mazhab panahan...

Sesungguhnya ada sekitar 10 imam panahan yang terkenal yg hidup dari abad ke 8
hingga 10, tapi yg paling terkenal adalah 4 org yg akan disebutkan berikut:

Abu Hashim Al Mawardi (wafat paruh pertama abad ke-8)

Beliau berasal dari Khorasan, berpostur tinggi, tungkai2 panjang, rentang tangan
panjang, leher panjang. Mazhab panahannya seperti panahan Persia Sasaniyah dan
berbasis panahan infantri dan menembak jarak jauh. Diriwayatkan bahwa beliau
mempelajari panahan langsung dari sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash
Radhiyallahu'anhu.

Thahir Al Balkhi (wafat paruh kedua abad ke-8)

Beliau berasal dari Kota Balkh di Khorasan, berpostur pendek, tungkai2 pendek,
rentang tangan pendek, tangan gempal, leher pendek, jenggot panjang. Mazhabnya
adalah panahan Khorasan yang merupakan perpaduan panahan Arab dan Persia,
berbasis panahan berkuda dan panahan infantri. Diriwayatkan bahwa beliau
mendapatkan ilmu panahan dari seorang putri sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash
Radhiyallahu'anhu.

Ishaq Ar Raqqi (wafat paruh pertama abad ke-9)

Beliau berasal dari Kota Raqqah di Irak utara yang pernah menjadi ibukota Khalifah
Abbasiyah, Harun Ar Rasyid. Berpostur sedang. Mazhabnya adalah hasil
pengembangan panahan Abbasiyah yang mengambil jalan pertengahan antara
Mazhab Abu Hashim dan Mazhab Thahir. Diriwayatkan bahwa beliau mempelajari
panahan dari Abu Hashim Al Mawardi.
Abdurrahman Ath Thabari (wafat paruh kedua abad ke-9)

Beliau berasal dari wilayah Thabaristan di utara Persia. Beliau seorang keturunan
Arab yang nenek moyangnya hijrah ke Thabaristan. Beliau berkelana menuntut ilmu
panahan di Irak dan Khorasan. Mazhabnya disebut Mazhab Ikhtiyariyah (pilihan),
karena menggunakan pendekatan memadukan teknik-teknik Mazhab Abu Hashim,
Thahir, dan Ishaq, kemudian memilih elemen-elemen teknik yang paling cocok bagi
diri seseorang berdasarkan postur tubuh dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.
Diriwayatkan bahwa beliau mempelajari panahan dari putra-putra Abu Hashim.

Merupakan suatu adab para pemanah muslim semenjak zaman dahulu, bahwa
ketika hendak berlatih atau memulai kegiatan memanah, setelah bersalawat pada
Nabi, mereka turut mendoakan para pemanah dari kalangan sahabat: Sa'ad bin Abi
Waqqash, Abu Thalhah Al Anshari, Qatadah bin An Nu'man, Uqbah bin Amir Al
Juhani, dsb... dan juga turut mendoakan para imam panahan tersebut, serta para
mujahidin dan syuhada' dari kalangan pemanah...

By Irvan Pani

Keutamaan Berjalan Di Antara Dua Target Panahan


Posted By: Kang Roy 08.30 Leave a Reply

KEUTAMAAN BERJALAN DIANTARA DUA TARGET, DAN INILAH YANG


DIKERJAKAN OLEH PARA PENDAHULU ISLAM

Telah diriwayatkan oleh Ath Thabrani dari hadits Sa'id bin Musayyib dari Abu Dzar dia berkata:
Telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:

"Barangsiapa yang berjalan antara dua target; dia mendapatkan dalam setiap langkahnya satu
kebaikan."

Ibrahim At Taimi berkata: dari bapaknya: "Aku melihat Hudzaifah berlari diantara dua target di
Mada`in dengan memakai baju gamis."

Al Auza'i berkata: dari Bilal bin Sa'id: "Aku bertemu kaum yang berlari diantara beberapa target,
dan saling tertawa, lalu ketika malam tiba mereka menjadi rahib-rahib."

Mujahid berkata: "Aku melihat Ibnu 'Umar berlari diantara dua target, dan dia berkata: "Aku
bersama dengannya." (yaitu: bersama Sunnah Nabi saw)

Dan telah kami kedepankan tadi bahwa 'Uqbah bin 'Aamir pernah berlari antara dua target
sedangkan dia telah tua renta."
~Al Furusiyyah, Ibnul Qoyyim

By: Irvan Pani Abu Aqilah


Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Adab dan Akhlak Seorang Pelajar Ilmu Panahan


Posted By: Kang Roy 17.04 Leave a Reply
Ustadz Jamal In Action

Adab dan akhlak seorang pelajar ilmu panahan berdasarkan kitab Al Ghuyah Al
Murami

1. Mempersiapkan diri untuk belajar dan memposisikan diri sebagai pelajar.

2. Rendah hati, mendengar dengan saksama, dan mematuhi apa-apa yang


mendatangkan rida Allah serta Rasulullah.

3. Memperhatikan dan menguasai secara teliti dasar-dasar panahan dan


pengetahuan penting lainnya yang disampaikan oleh guru memanah.

4. Menguasai secara menyeluruh dasar-dasar panahan dengan sempurna


melalui pelatihan yang keras dan teratur.

5. Bertekad kuat untuk mampu menarik busur dengan sempurna dan mencapai
akurasi di jarak yang jauh.

6. Bertekad kuat untuk menguasai cara menarik busur hingga anggota tubuhnya
menjadi kuat untuk memanah sehingga tidak akan menyalahi berbagai kaidah
dasarnya.

7. Menjadi bijaksana dengan berlatih secara sabar, tekun, dan gigih.

8. Berlatih secara keras, banyak, dan teratur sebagai kewajiban seorang pelajar
ilmu panahan.

9. Tidak meniru-niru seorang ahli panahan tanpa memiliki pengetahuan dasar-


dasar panahan karena dengan demikian ia secara tidak sadar telah menyalahi
kaidah dasar tersebut.

10. Tidak boleh berbangga diri, merendahkan, dan memancing-mancing jika ia


mengungguli orang lain.
11. Bersikap santun, perbanyak berdiam diri, serta berperilaku baik jika ia
mengungguli orang lain.

12. Tidak mencela diri sendiri, busur, anak panah, rekan, guru, atau siapapun atas
segala kegagalan dalam memanah, melainkan ia harus mencari tahu kesalahan-
kesalahannya dan berusaha memperbaikinya.

13. Memahami syariat Islam tentang perlombaan, bertaruh, dan memanah yang
shahih sehingga ia dapat membedakan mana yang halal dan yang haram.

14. Memahami aturan dan regulasi berbagai perlombaan memanah yang umum
diselenggarakan.

15. Kemauan untuk selalu menuntut ilmu dan belajar meskipun sudah berusia tua,
karena ahli panahan berkata bahwa berapapun banyaknya pengetahuan tentang
memanah yang dikuasai seseorang dan berapapun panjang usianya, ia tidak akan
pernah menguasai seluruh ilmu panahan dengan sempurna.

By: Irvan Pani Abu Aqilah

Adab dan Akhlak Pemanah Terhadap Guru, Para Ahli, Senior, dan Rekan Sesama
Pemanah
Posted By: Kang Roy 16.38 4 Comments

Panahan yang merupakan perpaduan kesakralan sunnah dan bagian kedisiplinan


furusiyah memiliki tujuan mulia, yaitu menciptakan seorang Faris yang mahir,
tangkas, berbudi luhur, beradab dan berakhlak mulia. Oleh karena itu para ulama
dan ahli panahan di masa lalu menetapkan berbagai kode etik, adab, dan akhlak
yang berasal dari syariat Islam yang wajib diterapkan oleh setiap Pemanah Muslim .

Setelah mengetahui 15 adab dan akhlak Pemanah Muslim secara umum, maka
berikut adalah adab dan akhlak Pemanah Muslim terhadap para guru, para ahli,
para senior dan rekan-rekannya sesama pemanah yang dirangkum dari berbagai
kitab panahan peradaban Islam.

Adab dan Akhlak terhadap Guru, Ahli, Senior:

1. Rendah hati dan hormat dalam bersikap kepada guru, ahli, dan senior.

2. Sopan dan ramah dalam berbicara kepada guru, ahli, dan senior.

3. Memahami kebiasaan, adat istiadat, tata krama, perilaku keseharian maupun tata
cara pelatihan guru, ahli, dan senior, serta berusaha menyesuaikan diri terhadap
hal-hal tersebut.

4. Selama proses pelatihan, seorang pelajar harus menemui dan meminta nasihat
pada para guru, ahli, dan senior.

5. Secara teratur, ia harus menyaksikan bagaimana para pemanah kelas atas


memanah tanpa turut memanah juga dan berusaha keras untuk menyerap hal-hal
baik dari apa yang ia lihat maupun dari pembicaraan-pembicaraan mereka.

6. Seorang pelajar baru boleh bergabung dan memanah bersama dengan para ahli
dan senior apabila telah dianggap layak oleh mereka, setelah mereka melihat dan
menilai tingkat kemahiran yang ditunjukkannya.

Adab dan Akhlak terhadap Rekan sesama pemanah

1. Pada saat melakukan kegiatan memanah bersama-sama, pemanah tidak boleh


terlalu sering melihat pada rekannya.

2. Pada saat melakukan kegiatan memanah bersama-sama, pemanah tidak boleh


mengganggu rekannya.

3. Pada saat melakukan kegiatan memanah bersama-sama, pemanah tidak boleh


mengalihkan perhatian rekannya dengan cara apapun seperti mengajak berbicara
atau semisalnya.

4. Tidak boleh mencela kesalahan-kesalahan rekannya atau menertawakannya,


karena jika seseorang melecehkan saudara sesama Muslim karena suatu
kemalangan, maka hal yang sama akan berbalik pada dirinya. Rasulullah
bersabda, Janganlah kalian menyakiti kaum Muslimin dan janganlah melecehkan
mereka dan janganlah mencari-cari kesalahan-kesalahan mereka (HR At Tirmidzi).

5. Pemanah, dan tentunya setiap Muslim dan Mukmin, harus lebih memperhatikan
kesalahan dirinya sendiri dibanding mencari-cari kesalahan-kesalahan orang lain.

6. Banyak memuji Allah serta tidak boleh dengki dan iri hati terhadap keberhasilan
rekan sesama pemanah.

7. Tidak boleh meremehkan keberhasilan pemanah lain dengan mengatakan,


Lumayan juga untuk seorang yang bukan pemanah sejati! atau, Itu suatu
kebetulan! Perilaku seperti ini adalah perilaku orang rendahan dan jahil yang tidak
paham tentang kehidupan dan tidak mempunyai pengalaman nyata dalam
menangani sesama manusia maupun berbagai urusan lainnya.

Semoga Bermanfaat

#akhlakdanadabpemanah
#islamicarchery
#sunnahmemanah
#panahandarisumberislam
#muslimarcher
#furusiyah
#jiwakesatria

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah

Adab Bagi yang Anak Panahnya Meleset Saat Berlatih


Posted By: Kang Roy 08.20 Leave a Reply
kitab al furusiyyah

"...Dan jika meleset dari sasaran, maka jangan gelisah, jangan gundah
dan jangan berputus asa dari rahmat Allah Ta'ala. Meleset dalam permainan ini
lebih dicintai Allah daripada tepat dalam permainan yg lain.

Jangan mencela busurnya, panahnya, dirinya atau pembimbingnya, karena ini


merupakan bentuk kezhaliman dan memancing permusuhan. Hendaknya tetap
bertahan bersama panah meski masih sering meleset.

Bisa jadi sebentar kemudian yg tadinya meleset menjadi tepat, hendaknya


dipahami bahwa meleset itu adalah awal dari tepatnya sasaran, kesalahan adalah
awal dari perbaikan..."

(al furusiyah hal. 402, penerjemah: Abu Umar Abdillah)

Kalimat di atas adalah terjemahan dari Kitab Al-Furusiyyah Karangan Ibnul Qoyyim
Al-Jauziyah, seorang ulama besar ahli ilmu yang juga mendalami panahan.

Jalan Juang Para Ksatria Muslim dalam Meniti Ilmu Furusiyyah


Posted By: Kang Roy 07.55 Leave a Reply
mamluk warior

Kaidah Dalam Pelatihan Keahlian dan Kemampuan Fisik serta Furusiyyah (Berkuda,
Memanah, Pedang dan Tombak)

Dikutip dari Kitab Al Furusiyyah karya Ibnul Qoyyim Rahimahullah, bahwa:

Ali bin Ja'd berkata: Syu'bah telah bercerita kepada kami, dia berkata: Qatadah
telah mengabariku, dia berkata: Aku telah mendengar Abu 'Utsman An Nahdi, dia
berkata: "Telah datang kepada kami surat dari Khalifah Umar bin Al Khattab ketika
kami sedang berada di Azerbaijan bersama Utbah bin Farqad Rodhiyallahu'anhum
ajmain.

Amma ba'du:

"Hendaklah kalian memakai sarung, menggunakan selendang, bersandal, buanglah


semua sepatu, buanglah semua celana, wajib atas kalian menggunakan baju bapak
kalian, Isma'il. Jauhilah hidup bersenang-senang dan ciri-ciri orang 'Ajam. Wajib atas
kalian mempergunakan panas matahari, karena ia adalah al hammam (pemandian)
bagi bangsa Arab. Dan tama'daduu*). Pilihlah jalan hidup yang keras dan sulit,
ikhlaulaquu (sigap, siap sedia), rusakkanlah semua pelana, naikilah kuda dengan
melompat setinggi mungkin, dan panahlah tepat pada target-targetnya."

Ibnul Qoyyim berkata: Ini adalah pelajaran tentang furusiyyah dari beliau, Umar bin
Al Khattab Rodhiyallahu'anhu, pelatihan fisik supaya bekerja keras dan tidak hidup
mewah dan bersenang-senang, memegang teguh ciri khas putra-putra Isma'il bin
Ibrahim, maka beliau perintahkan kepada mereka supaya memakai sarung,
memakai selendang, bersandal, dan membuang semua sepatu; supaya kaki-kaki
mereka terbiasa dengan panas dan dingin sehingga menjadi keras, kuat dan tahan
terhadap gangguan dari keduanya.
*) Tama'daduu maksudnya: Peganglah jalan hidup Al Ma'addiyyah, yaitu adat-
istiadat Ma'add bin 'Adnan (keturunan Nabi Isma'il Alaihissalam) di dalam
akhlaknya, ciri khasnya, furusiyyah-nya, dan segala perbuatannya. Jalan hidup al
maadiyyah merupakan jalan hidup yang keras dan sulit dengan menjauhi
bermudah-mudah dalam kesenangan hidup dan kemewahannya.

==============

Merupakan tradisi umat terdahulu untuk bersusah-susah dalam menempa


kemampuan dan keahlian fisik dengan ilmu yang benar secara sempurna, yaitu
jalan hidup Al Ma'addiyyah alias jalan hidup prihatin.

Mengikuti sepenuhnya dengan sekuat tenaga, jika tidak mampu maka


mendekatinya, jika masih tidak mampu maka cenderung padanya.

Sikap yang serupa juga berlaku dalam mendalami semua jenis ilmu pengetahuan,
lebih-lebih ilmu agama... Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian

penulis: Irvan Pani Abu Aqilah

Tahap Yang Harus Dilalui Untuk Belajar


Memanah
Posted By: Kang Roy 14.57 Leave a Reply

Thumbdraw Style

Tanya:

Pak irvan & senior2. Maaf ada yg mau sy tanyakan. Ada sedikit bacaan td yg sbtlnya gak
nyambung sm archery. Tp sy ambil kesimpulannya semua pelajar penting melakukan repetisi.
Dlm hal ini tanpa busur, spt kata dalam karate dsb. Apakah untuk archery kita perlu spt itu, tanpa
busur didepan kaca diulang2 teknik menarik busur, release dsb. Mhn maaf, tksh.

Jawab:

perlu, terutama di masa menyempurnakan format dan postur memanah, itu harus di depan kaca
biar cepet

Tahapan pelatihan:

1. Penguatan otot2 : target: tangan kiri gak bergetar

2. Pembentukan format dan postur memanah yang benar: target: arrow lurus gak mencong2

3. Pengembangan wawasan dan sense bidikan, jarak, dan elevasi: target: bisa menembak
obyek2 besar di jarak yg jauh (>30 m)

4. Penguasaan rukun memanah yang 4: target: cepat, akurat, kuat, selamat dalam tiap
tembakan

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah

Belajar Memanah Berkuda, Meneruskan


Tradisi Sahabat RA
Posted By: Kang Roy 13.46 1 Comment
Cozmei Mihai

Tradisi panahan yang sambung-menyambung semenjak zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi


wasallam dan para sahabat radhiyallahu'anhum aj'main di abad ke-6-7 Masehi hingga runtuhnya
Daulat Utsmaniyah di tahun 1922...

1300 tahun tradisi yang terus-menerus, dengan nama-nama para syaikh, imam, ahli panahan
yang disebut-sebut, dirujuk, dijadikan panutan berulang-ulang dari zaman ke zaman...

Mengikuti jejak pada ahli panahan dari kalangan Salaful Ummah: Sa'ad bin Abi Waqqash, Abu
Thalhah Al Anshari, Uqbah bin Amir Al Juhani, Qatadah bin An Nu'man, Utbah bin Farqad As
Sulami, Abdullah bin Abbas, Sahl bin Hunaif, Al Hasan bin Ali dan sebagainya
radhiyallahu'anhum aj'main...

Lalu hilang begitu saja... lalu mulai ditemukan dan digiatkan kembali di tahun 90-an, hingga
sekarang...

Yuk menjadi bagian tradisi 1300 tahun kekuatan peradaban Islam...

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum

Mau tanya
Bagaimana kurikulum yang baik dan benar dalam Horseback Archery
Apa belajar memanah dahulu sampai handal baru belajar berkuda sampai handal baru
selanjutnya di gabung latihan memanah dan berkuda
Atau
Latihan memanah sambil latihan berkuda. Baru latihan di gabung memanah sambil berkuda

Jawaban:

Bisa paralel. Sampe masing2 syarat terpenuhi baru digabungkan. Setelah digabungkan, mulai
dari nol lagi sebenernya. Tujuan akhir horseback archery adalah tetep akurasi tembakan.
Memanah dan berkuda, skill dasarnya itu berbeda dan gak saling terkait jadi bisa belajar paralel
khusus utk memanahnya saja maupun berkudanya saja. Ini utk basic. Ya spt latian nembak, latian
fisik, belajar teori2 operasi lapangan di kelas. Belajarnya masing2. Hingga ketika semuanya lulus
syaratnya, maka boleh digabung utk latihan operasi lapangan

Nah syarat minimal memanah utk memanah berkuda adalah:

1. Sudah bisa memanah akurat dijarak minimal 20 m

2. Sudah bisa menembak cepat/ fast shooting minimal 3 detik per arrow

Nah, mari kita saksikan video fast nocking / fast shooting oleh master Cozmei Mihai.

Fast Shooting Dengan Arrow Di Tangan

Fast Shooting Dengan Arrow di Quiver

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah

Busur Panah dan Senjata Api, Tentang


Filosifi, Mekanisme dan Mindset
Posted By: Kang Roy 17.24 Leave a Reply
Irvan Pani Abu Aqilah

Ane belajar menggunakan alat pelontar proyektil udah 20 thn, mulai pistol, senapan laras
panjang, senapan serbu dll... pernah belajar taktik operasi militer dsb

Dan ane bersaksi bahwa benar apa yg dikatakan Ibnul Qoyyim, dalam Al Furusiyah, bahwa
busur yg paling baik adalah yg:

1. Ringan,

2. Efektif dalam offence dan defence

Perbedaan jenis senjata kuncinya di jangkauan jarak dan laju kecepatan tembakan

Senjata api logikanya gini:

1. Senjata serbu: jangkauan akurasi pendek namun laju kecepatan tembakan cepat

2. Senjata support spt sniper rifle: jangkauan akurasi jauh namun laju kecepatan tembakan
rendah

Jadi jika AK 47 atau M 16 mematikan dijarak 60-100 m, maka Sniper Rifle mematikan hingga
200-400 m. Ada kompensasi jarak jangkau dan kecepatan. Nah dlm kasus panahan ini beda.
Karena semua jenis busur punya range akurasi yg sama. Pemanah korea dan turki sama2 bisa
mencapai akurasi di jarak 100 meter sampe 145 m. Dgn menggunakan horsebow, Compound dan
recurve pun sama.

Apa yg membuat semua ini sama dlm panahan? Krn mekanisme lontaran yg ada peran org di
sana
Kalo senjata api, mekanisme ini tok semata hanya dilakukan oleh triggering system... org tinggal
mencet pelatuk sahaja.

AK 47

Makin jauh jarak senapan, triggering systemnya makin canggih. Panahan gak begitu... karena
triggering systemnya melibatkan manusia yg memiliki kekuatan yang hampir seragam
Melibatkan otot2, walopun compound iya ada bantuan katrol utk nahan power... tapi gak berbeda
jauh.

Nah balik lagi, kalo jarak jangkaunya ternyata sama2 aja di antara busur2 yg ada, Maka variable
pemilihan busur hanya begantung pada laju kecepatan tembak. Seperti kita tau, sampai saat ini
laju kecepatan tembak lebih unggul di horsebow. Lebih dari itu...

Dlm suatu kondisi tempur menggunakan senjata pelontar proyektil... kunci utamanya adalah:

1. Lama2an mengungkap lokasi penembak

2. Setelah lokasi terungkap, maka harus cepet2an nembak

Senjata api sniper, bisa menikmati yg no 1, minimal bisa 5-10 kill, jika musuh masuk jarak
tembak seorang sniper di jarak 200 m misalkan sampai musuh yg bersenjata serbu bisa mulai
menembak balik di jarak 100 m

Pada saat ditembak balik, sniper bisa kabur. Tapi kalo sama2 pakai senjata serbu, setelah sekali
dua kali tembak... maka posisi kita akan segera diketahui lawan, dan setelah itu harus cepet2an
nembak, banyak2an mengeluarkan peluru.
Panahan, lebih mudah lagi menunjukkan posisi penembak, ketika sedang menyergap. Krn anak
panah panjang... bisa ketauan dia dateng dari arah mana. Pasukan lagi bergerak ke arah selatan,
salah satu kena panah nancep di leher, setelah diliat ternyata nock arrow ngadep ke barat... ya
berarti yg nembak dari arah barat... ketauan deh, padahal baru bisa nembak 1 arrow.

Nah dalam hal ini, kuncinya setelah posisi kita ketauan, maka pemanah dgn busur yg dapat
menembak dgn cepat adalah yg selamat

Mengingat tadi, dlm hal panahan, sangat mudah mengetahui dari mana arah tembakan
Serta, semua busur terbukti memiliki jarak jangkau akurasi yg hampir mirip2... beda dgn senjata
api yg jarak jangkau laras pendek pistol, laras panjang serbu, laras panjang sniper sangat berbeda
secara signifikan

Itu kalau alasan penggunaan busur dlm militer, Tapi kalo dalam olahraga dan rekreasi ya
kriterianya lain lg.

Tanya: Compound, recurve, standard bow, Jemparingan, long bow, flat Bow mana yang paling
cepat arrow nya saat melesat?

Jawab:

1. Paling cepat kecepatan arrownya adalah busur dgn draw weight paling tinggi. Mau
compound, recurve, jemparingan, horsebow dll... draw weight 150 lbs jelas lebih tinggi
kecepatan terbang arrow dibanding busur draw weight 50 lbs

2. Paling cepat melepaskan anak panah:


Busur yg paling memungkinkan utk mendapatkan mekanisme nocking arrow paling cepet
Lengkapnya busur yg paling bisa mengintegrasikan 3 kegiatan nocking-drawing-
releasing menjadi satu paduan gerakan
Gak putus2
Spt senapan api

Sekali pencet pelatuk ada 3 kegiatan yg dilakukan mekanisme triger

1. Narik peluru dari magazin

2. Narik per

3. Melepas per dan mematuk pantatnya peluru sehingga mesiu meledak

Itu yg terjadi dlm senjata api, ketika menarik pelatuk


Nah busur yg paling cepat melepaskan anak panah, adalah busur yg bisa menyelaraskan gerakan
mengaitkan anak panah, narik busur, ngelepas anak lanah dlm satu gerakan terpadu
Silakan dicobain satu2 mana yg paling memungkinkan dlm hal ini.

Sekian dan terima kasih.

Oleh irvan pani abu aqilah

Adab Ketika Mengalami Kesalahan/Kegagalan Dalam Mengenai Sasaran


Posted By: Kang Roy 17.04 4 Comments

Puta Target

Dari kitab al furusiyah ibnul qayyim rahimahullah

Apabila tembakan anak panah memeleset ke kanan sasaran atau kirinya atau
atasnya atau bawahnya, maka cari apa penyebabnya serta dari mana sumbernya.
Apakah karena busur, atau tali, atau anak panah, atau angin, atau dari diri
pemanah; yaitu cara memegang, atau kuncian tangan, atau cara melepas, atau
cara membidik.

Setelah letak kesalahannya berhasil ditemukan, maka pemanah harus segera


memperbaiki dan menghindarinya terjadi kembali. Lalu ia meneruskan memanah
dengan membaca basmalah setiap kali melepaskan anak panah. Jika tepat
mengenai sasaran maka ia harus mengucapkan hamdalah, memuji-muji Allah, dan
berkata: Ini karena keutamaan dari Allah. Jika tembakannya memeleset maka ia
tidak boleh merasa kecil hati, sempit hati, kesal, serta tidak boleh berputus asa dari
rahmat Allah. Kesalahan dalam hal ini lebih dicintai Allah daripada ketepatan pada
permainan-permainan lainnya.

Ketika mengalami kegagalan dalam mengenai sasaran, seorang pemanah tidak


boleh mencela busurnya, tidak pula anak panahnya, tidak pula dirinya, dan tidak
pula gurunya; karena semua itu termasuk perbuatan zalim dan sikap permusuhan.
Hendaknya ia mengedepankan sikap sabar dalam memanah walaupun masih
banyak mengalami kegagalan, dengan demikian semoga Allah membalik
kegagalannya menjadi keberhasilan. Hendaknya ia mengetahui bahwa kegagalan
adalah awal keberhasilan dan buruk adalah awal dari bagus

(Ibnul Qayyim Al Jauziyah, Al Furusiyah Al Muhammadiyah, Abad ke-14 Masehi).

Catatan: kesalahan dalam hal ini lebih dicintai Allah daripada ketepatan pada
permainan-permainan lainnya. Hendaknya ia mengedepankan sikap sabar dalam
memanah walaupun masih banyak mengalami kegagalan, dengan demikian
semoga Allah membalik kegagalannya menjadi keberhasilan
Istiqomah dan sabar dlm thumbdraw walopun masih mencong2, goyang naga,
meleset, belom bisa blind nocking, blom bisa fast shooting, blom bisa jarak jauh...

Semoga Allah membalik semua itu menjadi keberhasilan


Aamiin.

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah

Tanya Jawab 1: Tentang Kriteria Busur


Horsebow
Posted By: Kang Roy 16.52 Leave a Reply
Manchu bow

Afwan, mau tanya

1. . Apa definisi horsebow?

2. . Dalam bahasa arab horsebow disebut apa?

3. . Apa kriteria busur dikatakan horsebow?

Jawaban:
Horsebow ini nama generik utk jenis busur berbagai peradaban Asia yg umum digunakan oleh
para. Nama generik lain adalah busur komposit krn material pembentuknya. Busur pendek/short
bow krn ukurannya

Busur reflex krn bentuknya (flek melengkung, reflex dari melengkung ke suatu arah ditarik ke
melengkung arah lawannya). Cirinya terdiri dari bagian gagang/qabidh, lengan/dustar, .
Segmen kaku di ujung nya/siyah.

Ciri fisik. Dalam bahasa arab, horsebow dikenal dgn sebutan berdasarkan material
pembentukanya atau busur komposit. Material pembentuknya secara tradisional terdiri dari
bahan utama otot/sinew (Sinew macem , domba, rusa, sapi, dll), kayu/bambu, tanduk, Yg direkat
jadi satu.

Bahasa arabnya Masnu'ah, Mashnu'ah atau Murokkabah,

Lem buat laminasi, lem dri fish blader atau yg dri rebusan sinew? Paling bagus dari fish bladder,
berikutnya sinew, Yang terbaik fish bladder, alternatif kedua lem sinew. Kdg dicampur keduanya.
Kalau skrg materialnya sudah banyak pake material dgn metode laminasi ,modern.
Horsebow ini pun nama generik, krn ada busur yg serup tp dl sejarahnya jarang digunakan utk
naik kuda spt busur Manchu.

Ada busur yg bentuknya di luar pakem horsebow tp sering digunakan utk berkuda spt busur
yumi jepang... krn di jepang jarang tanduk jadi mekanika busurnya dibuat sedemikian serupa
me,bentuk spt yumi yg skrng

Jadi kriteria horsebow secara umum

1. Secara sejarah terbukti digunakan oleh penunggang kuda secara intensif

2. Terdiri dari bagian gagang, dustar, siyah

3. Busur komposit

4. Busur reflex

Dgn pengecualian utk busur manchu dan yumi

Berburu kelinci

Tanya: Klo di iklim tropis kyk di indo, lem fish blader bakal lumer ga tuh?
Jawab: lem klo sdh kering ga bakal lumer.. kecuali ada kandungan airnya

Tanya: Busur yg di pake indian, termasuk horsebow gk chief?


Jawab: Indian kan pake longbow, atau flatbow, selfbow alias dari 1 bahan

Yang disebut panahan berkuda itu mampu menggunakan busur di atas kuda yg berlari kencang
(gallop) dalam taktik hit and run dan memenuhi rukun memanah cepat, tepat, kuat, selamat, dan
melakukan tembakan berkali kali dgn cepat pada multiple target. Jadi... Kalo cuma nembak
sekali dua kali, atau nembak sambil berenti, ya bukan horseback archery namanya.
Pake recurve, standard bow, compound skalipun ya bisa aja nembak di atas kuda. Tapi apakah
bisa menembak dgn cepat melontarkan multipel arrow ke multiple target dimana kudanya sambil
berlari cepat

Tanya: setau sy manchu digunakan berkuda jg chief.. knp koq dikecualikan pd keterangan di
atas?
Jawab: Yang dimaksud busur manchu generasi akhir yg lbh berat dan panjang krn utk
menembakkan arrow panjang dan tebal.

Maksudnya gini, dlm satu genre busur berdasarkan budaya (dlm satu budaya busurnya bisa beda
bentuk krn perbedaan fungsi warbow, flight dll) hampir semuanya bisa digunakan utk di atas
kuda krn ukurannya yg relatif pendek

Manchu War

Tapi utk manchu, ada jenis manchu yg utk nembak proyektil gede gak bisa buat kuda krn
ukurannya besar shg menyusahkan rider, walopun busur manchu ukuran yg lebih pendek dari
busur tsb bisa. Ini klasifikasi yg pernah sy baca dari lukas novotny.

Kalo balik lg ke sniper, kriteria senjata sniper adalah ia dpt akurat di jarak yg lbh jauh dibanding
senjata umumnya, agar ia dpt melemahkan lawan sebelum lawan masuk jarak tembaknya. Shg
sniper punya waktu utk melarikan diri sebelum lawan masuk jarak tembaknya thd sniper tsb.

Tapi kalo cuma sekali tembak akurat, terus lawan dapat dgn mudah menyerang balik penembak
tsb krn ia gak punya keunggulan jarak, bukan sniper namanya... itu keunggulan first shot aja.

Contoh: sniper diposisinya punya akurasi di 300 meter, kompi lawan bergerak sejumlah 10 org
dgn senjata dgn jarak efektif 100 m.

Tembakan pertama sniper kena 1 org, tembakan kedua 2 org, tembakan ketiga 3 org, dan posisi
sniper ketauan lawan, 7 pasukan yg tersisa lari sejauh 300 m menuju posisi sniper, dlm 100
meter perjalanan pertma lawan sniper msh bisa tembak 2 org lagi, ketika sniper dan lawan
berjarak 200 meter lagi, sniper bisa melarikan diri,

sehingga ketika 5 org lawan sudah masuk jarak tembak 100 m thd posisi awal sniper, sniper
udah balik ke markasnya dgn selamat...

Ini filosofi sniper.


#
Pertanyaan dari kelas sebelah bang:

Menyimpulkan materi diatas horsebow itu harus pendek dan ringan


Apakah ada standar panjang dan berat busur yg bisa disebut horsebow???

Jawab:

Hmmm itu relatif mas, tergantung budayanya, besar kecilnya org, ketersediaan bahan dll. Tapi
kalo mau secara umum panjang itu dari 120-130 cm sampe 150-160 cm. Busur manchu ada yg
160 kalo gak salah. Yg dijual mariner itu 150 an. Ottoman flight bow ada yg 120 an ya, harus
pake siper.

sumber: Grup WA Pencinta Horsebow - KPBI


Pengisi: Irvan Pani Abu Aqilah
Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Definisi Busur Horsebow dan Thumb Draw


Posted By: Kang Roy 01.33 3 Comments

Memperhatikan masih adanya usaha-usaha posting tentang panahan yang tidak


ada hubungannya dengan Busur Horsebow dan Teknik Thumb Draw, maka ada
baiknya menjelaskan ulang apakah itu Busur Horsebow dan Thumb Draw.

Sebelum itu, untuk dapat paham secara utuh, perlu diketahui bahwa tradisi
panahan di dunia ini tidaklah sama semuanya, tradisi panahan di dunia ini berbeda-
beda menurut perkembangan kebudayaan dan peradabannya masing-masing.

Secara umum, ada 2 tradisi besar panahan, yaitu: Tradisi Barat dengan jenis busur
dan teknik yang biasa digunakan orang-orang barat semenjak dahulu seperti tradisi
peradaban Celtic/Galia, tradisi peradaban Romawi dan Yunani, tradisi peradaban
Germanic, tradisi peradaban Norse/Viking, tradisi peradaban Slavia, dan sebagainya
termasuk tradisi peradaban Barat Modern.

Serta ada Tradisi Timur dengan jenis busur dan teknik yang digunakan orang-orang
timur seperti dalam tradisi peradaban Islam (Arab, Ottoman, Mamluk, Mughal, dsb),
tradisi peradaban Stepa Asia Tengah (Mongol, Hun, Tatar dsb), tradisi peradaban
Persia dan Indo-Arya (India), tradisi peradaban Semit dan Mesir Kuno, tradisi
peradaban Timur Jauh (Jepang, Korea, China), tradisi peradaban Nusantara dan
sebagainya.

Selain itu ada lagi tradisi-tradisi panahan yang skalanya minor atau telah punah
seperti tradisi peradaban Afrika (barat, timur, tengah, selatan), tradisi peradaban
Indian Amerika Utara, tradisi peradaban Amerika Selatan (Aztec, Inca, Maya), tradisi
peradaban Aborigin dan sebagainya.
Sehingga masing-masing yang mempelajari tradisi memanah ini akan memiliki
sanad keilmuan yang berbeda-beda jika dirunut ke masa lalu.

Teknik dan metode panahan yang dipelajari dalam grup ini adalah Tradisi Panahan
Timur dengan menggunakan jenis Busur Horsebow dan teknik Thumb Draw.

Definisi Busur Horsebow: Busur Horsebow adalah istilah umum genre busur yang
secara tradisi biasa digunakan sambil menunggang kuda dengan performa yang
paling optimal, karena ada busur lain yang juga bisa digunakan di atas kuda namun
tidak optimal. Busur horsebow ditandai dengan ukurannya yang relatif pendek,
walau ada juga yang panjang, serta berbahan komposit: kayu/bambu, tanduk dan
otot/sinew, dan terdiri dari 3 bagian utama yaitu: gagang, dustar (lengan yang
dapat melengkung ketika busur ditarik) dan siyah (segmen kaku di ujung-ujung
busur tempat mengaitkan tali busur). Serta disebut dengan busur reflex, karena
busur ini umumnya berbentuk huruf C ketika belum dipasangkan tali, dan harus
diregangkan untuk dipasangkan tali hingga menjadi bentuk lain yang didalamnya
telah tersimpan energi potential pegas yang besar. (Gambar kiri dan kanan atas)

Definisi Thumb Draw: Teknik thumb draw adalah teknik memanah dengan
menggunakan jempol untuk menarik tali busur. Dalam teknik ini, tali busur dikaitkan
pada jempol yang diperkuat dengan kepalan seluruh tangan yang digunakan untuk
menarik busur. Ciri lainnya adalah anak panah diletakkan di sisi kanan pada pangkal
jempol tangan yang memegang busur, bukan di sisi kiri. Alat bantu yang diperlukan
dalam teknik ini adalah pelindung jempol baik dalam bentuk kulit pelapis maupun
cincin jempol atau thumb ring. (Gambar kiri dan kanan bawah)
Semoga mencerahkan

oleh: Irvan Pani Abu Aqilah


Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Cara Memasang Tali Busur / String Horsebow Dengan Benar


Posted By: Kang Roy 04.03 Leave a Reply

Cara memasang tali busur atau string horsebow sangat menentukan umur busur
tersebut. Biasanya busur yang dipasang talinya dengan cara yang salah, akan
mengakibatkan twist, retak, bahkan patah limbs nya. Untuk itu kita sebagai
pemanah hendaknya mengetahui teknik atau cara memasang string dengan benar,
agar busur kita tetap awet dan tahan lama.

Berikut ini adalah video tentang cara memasang tali busur dengan berbagai macam
teknik yang diperagakan oleh Malta Archery. Mulai dari yang mudah, mandiri,
hingga yang menggunakan alat bantu berupa tali. Ada juga yang memasang busur
dengan bantuan orang lain.

Semua dijelaskan dengan singkat oleh Armin Hirmer dari Malta Archery.

Selamat menyaksikan...

Oke, cukup mudah bukan memasang dan melepas tali string busur horsebow.
Sekarang saatnya anda praktek dengan busur yang anda miliki.

Dengan melakukannya berulang kali, Anda akan semakin mengenali karakter


masing-masing busur ketika memasang string. Dan memasang atau melepas string
akan semudah menghitung 1-2-3 :).

Credit Video to: Armin Hirmer

Cara Memegang Busur Agar Jempol Tidak Terluka


Posted By: Kang Roy 08.23 Leave a Reply

Memanah adalah masalah. Itu adalah pepatah kuno yang mungkin tidak begitu
akrab di telinga kita. Apasih maksudnya? Hmm... saya juga tidak begitu faham.
wkwkk..

Tapi menurut sepengetahuan saya, memanah memang memberikan


masalah/tantangan tersendiri bagi diri kita. Entah itu masalah otot, masalah teknik,
peralatannya, perlengkapannya, anak panah, quiver, berkuda, dan lain lain..

Nah.. salah satu masalah yang sangat sering dihadapi oleh pemanah pemula,
termasuk saya adalah.. jempol kiri yang seringkali terluka karena tergesek anak
panah. Bahkan seringkali jempol tersayat dan berdarah-darah.

Jangan salah lho ya.. bulu arrow itu memang tipis dan lembut, tapi... jika bergerak
dengan kecepatan yang tinggi, maka bagaikan silet yang siap menyayat kulit!
Ditambah lagi jika arrownya kurang halus finishing ujung bulunya. Hmm... dijamin
tambah banyak darahnya! Hahaha..

Tapi alhamdulillah.. beberapa saat yang lalu Coach Akmal, salah satu pemanah dari
negeri seberang, yang mendalami mamluke style, seperti Cozmei Mihai,
memberikan tips agar jempol kiri tidak terluka pada saat berlatih memanah. Ini
bukan sembarang tips, tapi gripping/menggenggam busur dengan teknik mamluk /
mamluke style.

Mari kita simak videonya...

Teknik ini memang sedikit kurang nyaman pada awalnya, bahkan ketika
menerapkan teknik ini, lengan bawah terasa ngilu sampai berhari-hari. Tekuni saja
teknik ini, karena saya sendiri juga membuktikan bahwa teknik ini juga sangat
efektif.

Sumber video: FB Ladang Alam Warisan

10 Aturan Paling Mendasar Dalam Belajar


Memanah
Posted By: Kang Roy 02.20 4 Comments

Pemanah

Sebelum belajar memanah atau berlatih memanah, setiap orang hendaknya mempelajari aturan
umum paling mendasar dalam dunia panahan. Hal ini agar memanah menjadi kegiatan seni dan
olahraga yang aman, menyenangkan dan menyehatkan jiwa, raga dan fikiran kita.

Siapapun yg memberikan busur ke orang lain entah meminjamkan, entah menjual, entah
menghibahkan, wajib memberitahukan 10 aturan dasar berikut ini dan memastikan orang
tersebut mengerti dan memahaminya:

1. Wajib mendahulukan keselamatan dirinya dan orang lain

2. Wajib menjunjung tinggi hukum dan aturan yang berlaku di wilayah Negara Republik
Indonesia tanpa terkecuali.

3. Jangan menarik dan melepaskan busur tanpa anak panah


4. Jangan menembakkan anak panah ke udara

5. Jangan mendekatkan kepala ke busur ketika sedang ditarik

6. Jangan menembak makhluk hidup; tanaman, hewan, dan terutama manusia

7. Jangan menembak pada jarak yang jauh sebelum menguasai jarak yang lebih dekat

8. Jangan menembakkan anak panah yang rusak

9. Jangan menembak di dalam rumah

10. Jangan menembak jika belum yakin atas keamanan dan keselamatan dirinya serta
lingkungan sekitar

10 aturan dasar ini dibuat untuk difahami, ditaati oleh para penuntut ilmu panahan, baik yang
akan memulai belajar maupun yang sudah mempelajarinya. Termasuk juga para pembuat
busur/bowyer dan arrow maker.

Semoga bermanfaat :)

Suasana yang Dihidupkan Ketika Bermain Panahan


Posted By: Kang Roy 21.24 Leave a Reply

Pemanah Malaysia

Dari berbagai riwayat digambarkan bagaimana suasana kegiatan memanah dalam


peradaban Islam di masa lalu, baik pelatihan maupun pertandingan. Yang paling
utama adalah kegiatan memanah harus dalam suasana yang penuh persaudaraan
atau ukhuwah Islamiyah dengan mengutamakan adab dan akhlak sesuai ajaran
agama Islam. Kitab panahan Utsmani menggambarkan suasana pertandingan yang
Islami dengan diawali ucapan salam dan saling menjabat tangan antar dua
kelompok yang mendapat giliran memanah, serta dihiasi dengan ucapan-ucapan
berbagai kalimat tayibah.

Secara umum, suasana yang diciptakan dalam pelatihan maupun pertandingan


adalah: Islami, penuh adab dan rasa saling menghormati, penuh persaudaraan,
semangat persatuan, persaingan yang sehat, cair, ceria, penuh tawa, semangat dan
saling menyemangati, serta saling menasihati dalam kebaikan. Beberapa kutipan
riwayat tentang suasana memanah adalah sebagai berikut.

Ibnul Qayyim mengutip riwayat tentang suatu kaum yang biasa memanah dalam
suasana ceria dan saling tertawa. Dari Al Auzai, dari Bilal bin Said, ia berkata, Aku
bertemu kaum yang berlari antara beberapa target, dan saling tertawa, lalu ketika
malam tiba mereka menjadi rahib-rahib.

Diriwayatkan dalam suatu hadis dari Imam Al Bukhari yang menyiratkan semangat
persatuan yang digalang Rasulullah bagi dua kelompok yang sedang memanah.
Dari Salamah bin Al Akwa' , ia berkata, Rasulullah keluar menuju suatu kaum yang
sedang bermain panahan, maka Beliau bersabda, Panahlah putra-putra Ismail,
karena bapak kalian dahulu adalah seorang pemanah. Panahlah dan aku bersama
Bani Fulan. Maka salah satu kelompok dari dua kelompok tersebut menahan
tangan-tangan mereka (berhenti memanah), maka Beliau bersabda, Ada apa
dengan kalian, kenapa tidak memanah? Maka mereka berkata, Bagaimana kami
bisa memanah sedangkan Anda bersama mereka? Maka Beliau bersabda,
Panahlah dan aku bersama kalian semua.

Dalam kitab Al Furusiyah, disebutkan beberapa riwayat yang menunjukkan


semangat kaum Muslimin dalam memanah hingga mereka berlari di antara target-
target. Ibrahim At Taimi berkata dari bapaknya: Aku telah melihat Hudzaifah bin An
Nu'man berlari-lari antara dua sasaran di kota Madain. Mujahid berkata, Aku
melihat Ibnu Umar berlari di antara dua target, dan ia berkata, Aku bersama
dengannya. Disebutkan juga bahwa Uqbah bin Amir Al Juhani berlari di antara dua
target, sedangkan ia adalah seorang kakek lanjut usia.

Diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad bahwa ketika Uqbah bin Amir Al Juhani
meminta Abdullah bin Zaid untuk mengikutinya berlatih memanah, Abdullah seperti
nyaris bosan. Maka Uqbah menasihatinya dengan berkata, Maukah kamu aku
kabarkan sebuah hadis yang aku dengar dari Rasulullah ? ia menjawab, Mau.
Uqbah berkata, Saya telah mendengar beliau bersabda: Sesungguhnya Allah akan
memasukkan tiga orang ke dalam surga karena satu anak panah, yaitu orang yang
membuatnya dengan mengharapkan kebaikan; orang yang menyiapkannya di jalan
Allah; serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.

Oleh: Irvan Pani Abu Aqilah

3 Hiburan Yang Menyenangkan Lagi Berpahala


Posted By: Kang Roy 17.31 2 Comments

Sunnah Memanah

Umur manusia begitu pendek, sudah selayaknya manusia mengisi waktu demi
waktu dengan segala hal yang bernilai ibadah. Bukan dengan hal-hal yang sia-sia
dan tak berguna. Karena setiap gerak-gerik, ucapan dan setiap dengusan nafas
selalu ada malaikat yang mencatat amal perbuatannya. Mestinya, ia tidak ingin
lembaran amalnya dipenuhi dengan hal-hal yang tak memiliki nilai ibadah.
Tapi, hati manusia memiliki masa-masa semangat, namun pada batas tertentu,
pada masa tertentu merasa penat pula. Adalah wajar jika seseorang mencari
sesuatu yang bisa menghibur hatinya. Sesuatu yang berupa hal-hal menyenangkan,
sekaligus menjadi penawar bagi aktivitas dan beban pikiran yang melelahkan.
Hanya saja, rata-rata hiburan yang dipilih oleh manusia itu termasuk hiburan yang
sia-sia, ada yang melenakan dari ketaatan, dan ada lagi yang jelas bernilai sebagai
kemungkaran. Orang cerdas akan menjatuhkan pilihannya pada aktivitas yang bisa
mengumpulkan dua kebutuhan itu, hati bisa terhibur, namun tetap memiliki nilai
pahala, tidak dianggap laghwun dan sia-sia. Apa itu?

Nabi SAW bersabda:

"Setiap permainan laghwun yang dilakukan seorang muslim adalah bathil, kecuali
ketika dia melemparkan panah dengan busurnya, ketika ia melatih kudanya, dan
bercanda dengan istrinya. Ketiga hal ini adalah al-haq."(HR Tirmidzi, beliau berkata,
"hadits hasan shahih.")

Memanah, Hiburan yang Mengantarkan ke Jannah

Berlatih memanah adalah olah raga yang menyenangkan, permainan yang


mengasyikkan, namun tidak dianggap laghwun dan sia-sia. Banyak sekali motivasi
Nabi SAW kepada umatnya untuk belajar memanah. Di antaranya, sabda Nabi saw,

"Sesungguhnya Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam jannah karena satu
anak panah, orang yang membuatnya dengan tujuan baik, orang yang
melemparkannya dan orang yang menyiapkannya. Hendaklah kalian memanah dan
berkuda, sedangkan memanah lebih aku sukai daripada berkuda." (HR Tirmidzi,
beliau mengatakan, hadits hasan shahih)

Ada pahala bagi yang membuat panah, ada ganjaran bagi yang melemparkan
panah, dan dijanjikan Jannah orang yang menyiapkan anak panah bagi yang hendak
memanah, dan tidak sia-sia pula orang yang berjalan untuk mengambil anak panah
dari tempat sasaran ketika latihan. Inilah sisi yang tidak tergantikan dari keutamaan
memanah, meskipun dalam banyak hal fungsi panah bisa diganti dengan senjata-
senjata modern.

Begitu kuat anjuran Nabi SAW kepada umatnya untuk belajar memanah, hingga
banyak keringanan khusus yang berlaku bagi orang yang memanah. Suatu kali Nabi
bersama Abu Bakar dan Umar melewati orang-orang yang berlatih memanah. Salah
seorang yang hendak melepaskan anak panah berkata, "Demi Allah, ini pasti kena!"
Ternyata panahnya meleset. Lalu Abu Bakar berkata, "ia telah melakukan dosa
wahai Rasulullah!" Tapi Rasulullah bersabda,

"Sumpahnya orang yang sedang berlatih memanah itu tidak dianggap laghwun,
tidak berdosa dan tidak ada kafarahnya." (HR. Thabrani)

Bahkan berjalannya seseorang untuk mengambil anak panah, dari tempat


memanah dengan sasaran bernilai satu kebaikan pada setiap langkahnya,
sebagaimana hadits Thabrani. Ini tidak berlaku dalam permainan yang lain. Dari sisi
hiburan, permainan ini juga menghibur, dan mungkin ada bumbu canda ria di
dalamnya. Imam al-Auza'y menyebutkan kesaksian dari Bilal bin Sa'ad tentang para
sahabat yang beliau lihat, "Saya menjumpai suatu kaum, mereka mondar mandir
antara tempat memanah dengan sasaran, mereka saling bercanda satu sama lain,
namun ketika malam tiba, mereka khusyuk laksana para rahib."
Sayang, hanya sedikit dari kaum muslimin yang melirik pada permainan yang
menyenangkan dan berpahala ini, sedikit pula para mubaligh dan penulis yang
memiliki perhatian dalam masalah ini.

Ibnul Qayyim al-Jauziyah, adalah satu dari ulama yang memiliki perhatian besar
tentangnya. Dalam buku karya beliau yang berjudul Al-Furusiyah, beliau bukan
saja memberikan motivasi, membahas hukum-hukum yang terkait dengannya,
bahkan sampai soal teknis bagaimana cara duduknya, cara memegang busur,
menarik talinya, membidiknya, hingga cara melepas anak panah dari busurnya.

Berlatih Mengendarai Kuda


Hampir tak ada yang menyanggah, belajar mengendarai kuda itu adalah hiburan
yang menyenangkan. Lebih menggembirakan, ternyata olah raga ini mendatangkan
pahala. Dalam banyak hadits Nabi SAW juga memberikan dorongan kepada
umatnya untuk melatih kudanya, berlatih mengendarai kuda, hingga lomba berpacu
sering diadakan di zaman Nabi SAW. Meskipun secara fungsi, sebagian bisa
tergantikan dengan alat transportasi modern, namun ada sisi yang tak bisa
tergantikan. Nabi SAW menyebutkan keutamaan kendaraan kuda, Allah telah
tetapkan pada ubun-ubun kuda itu terdapat kebaikan hingga hari Kiamat,
sebagaimana disebutkan oleh Nabi SAW,

"Pada ubun-ubun kuda itu, telah ditetapkan kebaikan, hingga hari Kiamat." (HR
Bukhari)

Terlalu mengada-ada jika mengqiyaskan kuda dalam hadits ini dengan kendaraan
yang ada di zaman ini.

Sunnah Nabi SAW yang satu ini juga banyak ditinggal oleh kaum muslimin hari ini.
Padahal di dalamnya ada nilai ketaatan, ada nilai i'dad, menyiapkan kekuatan, dan
padanya juga terdapat hiburan yang menyenangkan.

Bercanda dengan Istri

Jika rumah tangga berjalan normal dan harmonis, canda antara suami istri adalah
hiburan yang menyenangkan. Bukan saja hati menjadi tenteram dan damai, tapi
juga syahwat yang tersalurkan di tempat yang halal. Bertambah lengkap
kebahagiaan, karena ini dicatat sebagai sedekah. Hingga seseorang pernah
bertanya kepada Nabi SAW,

"Apakah salah seorang di antara kami memperoleh pahala, padahal ia


melampiaskan syahwatnya?"
Maka Nabi SAW menjawab,
"Bagai mana pendapatmu jika syahwat itu disalurkan ke tempat yang haram,
bukankah ia mendapat dosa? Begitulah jika ia salurkan di tempat yang halal, maka
ia mendapatkan pahala." (HR Muslim)

Semoga, Allah menjadikan kecenderungan kita kepada hal-hal yang bernilai


ketaatan, dan menjauhkan dari perkara sia-sia dan dosa. Amin.

(Ustadz Abu Umar Abdillah)