Anda di halaman 1dari 6

Kampuh Las ini berguna untuk menampung bahan pengisi agar lebih banyak yang merekat ke

benda kerja. Dengan demikian kekuatan las akan lebih terjamin.

Sedangkan jenis kampuh las yang dipakai pada tiap pengelasan tergantung pada :

1. Ketebalan benda kerja

2. Jenis benda kerja

3. Kekuatan yang diinginkan

4. Posisi pengelasan

Dan jenis-jenis kampuh diantaranya:

1. Kampuh I

Kegunaan : banyak dipakai pada pembuatan


tangki, dan berbagai konstruksi mesin.
Ada dua macam kampuh I:
- kampuh I tertutup
- kampuh I terbuka
Kampuh I biasanya dilas pada kedua sisinya.
Kampuh I terbuka dipakai untuk pelat 3 8
mm.
Ada kalanya dibawahnya dipasang pelat
penguat untuk menampung cairan las.
Jarak celah kampuh kira-kira 4 mm, untuk
tebal pelat 8mm. jarak kampuh juga
ditentukan oleh jenis elektroda dan kwalitet
pengelasan.
Kampuh I terbuka ada yang dilas tunggal
(untuk pelat tipis) dan ada yang dilas ganda
(untuk pelat tebal)
Agar cairan pada pengelasan kampuh I
terbuka tidak meleleh keluar, diperlukan
batang/pelat penahan.
2. Kampuh K

3. Kampuh V

Jenis kampuh ini banyak dipakai pada


dinding kapal, tangki ketel dan sebagainya.
Kampuh V dibedakan atas kampuh tertutup
dan kampuh terbuka.
Kampuh V penuh tertutup dipakai untuk
tebal pelat 6 12 mm.
Urutan pengisian pada kampuh V tertutup,
untuk pelat tebal dilakukan lebih dari satu
kali jalan.
Ketika mengelas kampuh V penuh terbuka
diberi pelat penahan cairan sepanjang
kampuh. Penahan itu dapat dilepas atau
dibiarkan tetap setelah selesai dilas.
Kampuh V tumpul dipakai untuk tebal pelat 8
15 mm.
4. Kampuh U

Kampuh U dipakai untuk sambungan yang


menerima beban berat untuk pelat yang
tebalnya 32 mm.
- kampuh ini mempunyai volume pengisian
yang lebih sedikit dari kampuh V
- urutan jalan pengisian untuk tebal pelat 32
mm
- sebelum dilas lawan, terlebih dahulu dialur
- urutan jalan pengisian untuk tebal pelat 25
mm 32 mm

5. Kampuh T

Kampuh T banyak dipergunakan pada


konstruksi baja, mesin dan sebagainya.
Disini diperlihatkan urutan pengisian kampuh
tanpa diayun (hanya ditarik) dan yang
diayun.
Dua macam ayunan yang biasa digunakan
pada kampuh T dibawah tangan.
Disini diperlihatkan hubungan antara tebal
pelat dengan banyaknya jalan pengisian.
- sekali jalan
- tiga kali jalan
- empat kali jalan
- sepuluh kali jalan

Disini diperlihatkan rigi-rigi las dan urutan


pengisian kampuh T tipe vertical ayunan
elektroda (lihat pada B.13)
- dua jalan pengisian
- tiga jalan pengisian
jalan kedua dan ketiga masing-masing
menutup setengah rigi-rigi pertama.
Hubungan antara tebal pelat dengan
banyaknya jalan pengisian pada kampuh T
vertical.
- tiga jalan pengisian- lima jalan pengisian

6. Kampuh X

Kampuh X dipakai untuk tebal pelat 12 45


mm.

Kampuh X, ada yang simetris dan yang tidak


simetris.
Disini diperlihatkan kampuh X simetris.
Sudut kampuh biasanya 60 derajat.

Kampuh X ada yang tumpul dan ada yang


lancip.
Kampuh X lancip dibuat apabila tebal pelat
12 20 mm, dan kampuh X tumpul lebih
tebal dari 20 mm.
Kampuh X simetris sering dipakai untuk
posisi pengelasan dibawah tangan dan atau
vertical.

Disini diperlihatkan urutan pengisian kampuh


X simetris untuk pelat tebal.
Kampuh X tidak simetris sering dipakai pasa
posisi pengelasan diatas kepala.

Disini diperlihatkan urutan pengelasan


kampuh X diatas kepala, untuk empat macam
tebal pelat (lihat A, B, C, D).

7. Kampuh tepi dan lain-lain

Kampuh tepi dipakai untuk pelat tipis 1,5 6 mm

Kampuh ini banyak digunakan pada pembuatan


tangki, bejana pemanas, sambungan alas/tutup
dengan dinding dan sebagainya.
http://www.bengkelbangun.com/2011/05/kampuh-las.html

http://laslistrik.blogspot.co.id/2007/12/kampuh-tepi.html

http://laslistrik.blogspot.co.id/2007/12/kampuh-v.html

http://laslistrik.blogspot.co.id/2007/12/kampuh-u.html

http://laslistrik.blogspot.co.id/2007/12/kampuh-t.html

http://laslistrik.blogspot.co.id/2007/12/kampuh-x.html

Anda mungkin juga menyukai