Anda di halaman 1dari 1

1.

Saat ini bank syariah marak memberikan program undian kepada nasabah, khususnya
nasabah pendanaan. Bukankah undian termasuk dalam kategori perjudian?

Jawab:

Undian merupakan alat/instrumen yang bisa bernilai positif ataupun negatif (termasuk judi).
Praktik undian yang diselenggarakan bank syariah bukan termasuk judi, karena nasabah tidak
dipungut biaya apapun untuk mengikuti undian tersebut. Oleh karenanya, bank syariah
diperbolehkan melakukan undian tersebut

2. Apa peran perbankan syariah di perekonomian Indonesia? Terutama segmen mikro?

Jawab:

Bank syariah sebagai lokomotif penggerak perekonomian yang bertumpu pada pertumbuhan
sektor riil, sekaligus memberi porsi yang lebih pada segmen mikro.

3. Dana yang bersumber dari bank syariah itu dari mana? apakah boleh bank syariah
mengambil dana dari bank konvensional,kalau boleh alasannya apa,kalau tidak boleh
alasannya mengapa?
Jawab:

Bank syariah, kira-kira bisa dibagi menjadi 3 jenis, al:

1) Bank syariah level-A.

Bank syariah ini dari hulu sampai hilir, dana yg mengalir adalah 100% tidak pernah
tercampur/tersentuh dgn lembaga/pihak yang mengandung unsur yg tidak halal (dalam hal
ini adalah unsur riba).

Bank mendapatkan dana dari bank sentral yg hanya mengelola dana bank syariah sejenis
saja. Dan hal ini hanya bisa tercapai pada negara yg punya bank sentral syariah tersendiri
(bank sentral yg hanya menangani bank2 syariah juga) atau di negara yang semua banknya
menganut sistim syariah. Sehingga tidak ada percampuran dana dengan bank konvensional.

2) Bank syariah level-B.

Bank yang bergerak dengan sistim syariah dan berdiri sendiri. Artinya bank ini bukan
merupakan bagian dari bank lain yg menganut sistim konvensional. Kalau di Indonesia,
setahu saya hanya ada dua bank, yaitu bank muamalat dan bank syariah mandiri (BSM
secara corporate berdiri sendiri, sekalipun pada namanya ada nama mandiri :P, tolong
dikoreksi bila keliru).

3) Bank syariah level-C.

Bank yang bergerak dengan sistim syariah, namun masih merupakan anak perusahaan
dari bank konvensional lain, dan secara pendanaan masih bercampur dengan bank induknya.
Atau yang lebih parah, sekalipun bank ini menggunakan sistim syariah, tapi sebenarnya
hanya merupakan merupakan salah satu divisi saja dlm bank konvensional.