Anda di halaman 1dari 4

Nama : Aldi Ridha Ramadhan

NIM : 1309025031

Prodi : Teknik Sipil

MK : Ekonomi Teknik

Mengapa Dollar menjadi Mata Uang Dunia?

US adalah sebuah Negara adikuasa dan menguasai dunia. Tidak bisa dipungkiri jika US
sedang dalam kesulitan maka hampir semua Negara terkena imbasnya. US menjadi seperti ini
karena mereka memiliki mata uang yang super yaitu US Dollar ( USD ). Untuk menjadi mata
uang yang super power maka syarat mutlaknya yaitu Ketersediaan uang tersebut untuk melayani
dunia.

Berakhirnya perang dunia kedua ditandai dengan runtuhnya Negara-negara eropa dan
dunia menjadi Negara yang hancur. Banyak Negara-negara eropa yang jatuh miskin dan tidak
berdaya bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangannya sekalipun. Maka US pada saat itu
memutuskan untuk membantu Negara-negara tersebut dengan memberi sedikit uang ( US
Dollar ) dalam bentuk kredit agar Negara-negara tersebut dapat kembali memenuhi kebutuhan
dan membangun negaranya.

Dahulu setiap uang yang dicetak harus di backup oleh emas, anggap saja US punya 100
emas maka US hanya bisa mencetak 100 uang. Untuk misi membantu negara-negara tersebut
maka US harus mencetak banyak uang. US akhirnya mencetak uang dan menyupplai uang ke
negara-negara tersebut. Disinilah awalnya US Dollar terdistribusi dan menyebar di negara-
negara di dunia.

Namun pada suatu waktu akhirnya US menyadari bahwa uang yang telah mereka cetak
sudah melebihi cadangan emas mereka punya, misalnya US sudah mencetak 500 uang tapi
sebenarnya US hanya punya 100 emas tentunya tidak cukup sebagai backup. Karena US telah
terlanjur mencetak banyak uang dan menyebarnya, pada akhirnya US Dollar dilepas pegging-nya
dari nilai emas dan dibiarkan mengambang bebas. Inilah yang di zaman sekarang disebut dengan
Fiat Money dimana uang yang dicetak sama sekali tak dijamin apapun.

Seiiring berjalannya waktu, nilai US Dollar ternyata terus stabil dan cenderung menguat
sejalan dengan menguatnya perekonomian US. Negara-negara bantuan US juga dapat
membangun negaranya dan semakin nyaman melakukan perdagangan dengan menggunakan US
Dollar, walaupun pada akhirnya setelah kondisi negara-negara tersebut pulih, mereka mulai
mencetak uang mereka sendiri.

Namun walaupun pada akhirnya negara-negara di dunia telah memiliki mata uang sendiri
namun mereka masih terus menggunakan US Dollar, karena mereka mepercayainya bahkan
sampai saat ini.

Ada beberapa alasan mengapa Dollar menjadi mata uang dunia, diantaranya :

1. Dimulai dari perjanjian Bretton Woods setelah Perang Dunia 2 yang efeknya masih terasa
hingga sekarang; perjanjian untuk menggunakan emas sebagai standar global nilai mata
uang. Pada saat itu keadaan ekonomi negara-negara dunia, kecuali Amerika Serikat,
hancur karena perang. Ini menyebabkan mereka bergantung pada pinjaman yang
diberikan oleh Amerika. Pinjaman ini diberikan dalam bentuk Dollar Amerika. Sebagai
jaminan, Amerika menerima emas yang dimiliki negara-negara ini. Hasilnya, Amerika
otomatis menguasai seluruh emas di dunia dan jadinya hanya Dollar Amerika yang
nilainya disokong oleh emas. Secara praktis, ini berarti Dollar Amerika telah
menggantikan emas sebagai sumber likuiditas perekonomian dunia dan menjadi basis
sistem keuangan dunia. Implikasinya, setiap negara membangun cadangan devisa dalam
bentuk Dollar Amerika; cadangan Dollar diperlukan agar mata uang negara yang
bersangkutan dapat ditukarkan dengan Dollar atau emas. Pada saat ini lah mata uang
Amerika itu menjadi mata uang internasional.

2. Tidak selalu menjadi mata uang internasional itu memberikan efek positif pada negara
yang memiliki mata uang itu, dalam hal ini negara Amerika dengan Dollarnya. Banyak
efek negatif yang dapat melanda Amerika saat mata uangnya menjadi mata uang
internasional. Beberapa efek negatif menjadi mata uang internasional antara lain:
a. Negara itu harus me-maintain trust, yang menyebabkan negara itu memiliki tugas
yang berat untuk dunia

b. Apabila negara pemilik mata uang internasional tidak dapat me-maintain trust, maka
dapat menyebabkan mata uang itu drop secara tiba-tiba.
c. Akan lebih sulit dalam mengontrol likuiditasnya.

3. Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat, dalam hal ini
negara yang kuat. Menjadi mata uang yang kuat bukan berarti mampu untuk menjadi
mata uang internasional. Ini disebabkan karena negara yang memiliki mata uang itu
belum tentu memiliki kestabilan ekonomi dan politik yang baik. Padahal untuk menjadi
mata uang internasional, dibutuhkan negara dengan keadaan ekonomi maupun politik
yang stabil, karena sebagai mata uang internasional dibutuhkan kepercayaan dari dunia
agar dunia menggunakannya.

Sebagai contohnya mata uang dari negara Iraq, yaitu Dinar. Walaupun saat ini Dinar sebagai
salah satu mata uang yang terkuat, namun keadaan Iraq tidak stabil, karena perang, konflik
dalam negeri, maupun perekonomiannya. Hal ini menyebabkan dunia tidak ingin
mempercayakan mata uangnya kepada Dinar Iraq sebab walaupun mata uang itu terkuat, namun
belum tentu dalam jangka panjang akan stabil. Tidak stabil bisa terjadi karena perang yang
makin menjadi-jadi atau konflik dalam negeri yang pada akhirnya dapat menyebabkan negara itu
jatuh miskin lalu mata uangnya turun menjadi mata uang terlemah. Padahal menukarkan mata
uang lalu menyimpannya adalah kegiatan jangka panjang, sehingga dibutuhkan kepercayaan
yang besar dari dunia. Inilah sebab Dollar Amerika menjadi mata uang yang dipercayai dunia
karena kondisi negaranya yang dapat diprediksi akan stabil dalam jangka panjang.
DAFTAR PUSTAKA

- https://lasonearth.wordpress.com/artikel/kenapa-dollar-menjadi-mata-uang-dunia/
- http://pusatwawasan.blogspot.co.id/2010/02/blog-post.html
- http://www.kaskus.co.id/thread/52299509a4cb17ae4c000008/bagaimana-us-dollar-bisa-
menjadi-mata-uang-dunia/