Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

Keanekaragaman Makhluk Hidup Dan


Persebarannya

KRIS MEILANDA LASEME

D10116513

UNIVERSITAS TADUAKO

FAKULTAS HUKUM
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan rahmat serta hidayahnya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah berjudul Keanekaragaman Makhluk Hidup /
Biodiversitas Makhluk hidup dengan lancar tanpa halangan suatu apapun.

Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat digunakan sebagai


tambahan pengetahuan mengenai keanekaragaman makhluk hidup. Kami
menyadari pembuatan makalah ini masih sangat sederhana dan jauh dari
sempurna, untuk itu segala kritik dan saran yang membangun akan kami
terima dengan tangan terbuka, demi keberhasilan makalah selanjutnya.

Makalah ini dapat terealisasi berkat bimbingan serta bantuan dari


berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis sangat berterima kasih kepada :

1. Allah SWT, yang memberikan kelancaran dan kemudahan dalam


menyelesaikan tugas ini.
2. Bapak Joharudin selaku pembimbing mata kuliah Ilmu Alamiah
Dasar yang telah memberikan pengarahan serta bimbingan
kepada penulis menyangkut masalah pembuatan makalah ini.
3. Semua pihak yang telah ikut serta membantu kami hingga
terselesaikannya makalah ini.

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para


pembaca pada khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya.

Demikian atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...

1.2 Rumusan Masalah.

1.3 Tujuan Penelitian...

1.4 Manfaat Penelitian.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Biosfer mahluk hidup.

2.2 Asal mula kehidupan dibumi.

2.3 Tingkat Keanekaragaman Hayati

2.4 Keanekaragaman mahluk hidup...

2.5 Persebaran dan sejarah perkembangan mahluk


hidup...

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan.

3.2 Saran...

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keanekaragaman adalah perbedaan di antara makhluk hidup yang hidup yang berbeda
jenis dan speciesnya.sedangkan Pengertian Keanekaragaman Hayati adalah keseluruhan variasi
berupa bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang dapat ditemukan pada makhluk hidup. Setiap
makhluk hidup memiliki ciri dan tempat hidup yang berbeda. Bagaimana keanekaragaman di
dunia terjadi? Keanekaragaman makhluk terjadi karena adanya perbedaan sifat, seperti: ukuran,
bentuk, warna, fungsi organ, tempat hidup dan lainlain. Keanekargaman makhluk hidup sangat
penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Suatu kelompok makhluk hidup yang
memiliki kelestarian tinggi, terdapat keanekaragaman yang tinggi. Sebaliknya makhluk hidup
yang memiliki tingkat kelestarian rendah, terdapat keanekaragaman rendah dan terancam punah.
Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya keanekaragaman makhluk hidup adalah : Mutasi
adalah peristiwa perubahan yang disebabkan oleh faktor internal seperti materi genetik atau
faktor lingkungan, seperti radiasi dan suhu. Rekombinasi adalah proses atau peristiwa yang
berakibat terbentuknya kombinasi gen baru pada kromosom. Individu baru dari reproduksi
seksual akan memiliki faktor keturunan dari kedua induknya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Pengertian biosfer dan mahluk hidup
2. sel sebagai unit kehidupan
3. reprodukdi sel
4 manusia modern berefolusi dari sejenis mahluk yang mirip kera
5. Apa pengertian klasifikasi makhluk hidup?

1.3. Tujuan penulisan


Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk membahas sedikit banyaknya tentang
keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya dalam dunia ini dan makhluk hidup sangat
penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Suatu kelompok makhluk hidup yang
memiliki kelestarian tinggi, terdapat keanekaragaman yang tinggi. Sebaliknya makhluk hidup
yang memiliki tingkat kelestarian rendah, terdapat keanekaragaman rendah dan terancam punah.

BAB II
PEMBAHASAN
KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA
A. Biosfer Dan Makhluk Hidup
Biosfer disebut sebagai lapisan kehidupan di bumi, tempat dimana makhluk hidup tinggal
dan melangsungkan kegiatan hidupnya.
Lapisan ini terbagi 3 lapisan yaitu:
1. Litosfer adalah lapisan kulit bumi, tempat dimana makhluk hidup darat tinggal dan
melangsungkan kehidupannya
2. Hidrosfer adalah lapisan air, merupakan tempat hidup bagi makhluk hidup aquatik dan
merupakan sumber dari air, yang mengalami siklus untuk terjadinya hujan
3. Atmosfer adalah lapisan udara, merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup, karena dari
sanalah gas-gas yang diperlukan untuk respirasi dan proses fotosintesis diperoleh. Bahkan unsur
hara dalam bentuk gas yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan juga diperoleh dari atmosfer.

B. Asal Mula Kehidupan Di Bumi


1. Sel Sebagai Unit Kehidupan
Sel merupakan unit kehidupan, baik dari segi struktural, pertumbuhan, reproduksi,
hereditas dan fungsional. Sel sebagai unit struktural maksudnya adalah sel merupakan satuan
terkecil penyusun tubuh organisme.
2. Pembelahan sel
Mitosis: pembelahan pada sel somatik yang menghasilkan sel anakan yang sama dengan sel
induk.
Meiosis: pembelahan reduksi yang memisahkan kromosom-kromosom yang homolog. Terjadi
pada proses gametogenesis.

3. Teori asal usul terjadinya makhluk hidup


a. Teori Generatio spontanea/ Abiogenesis, teori ini dicetuskan oleh Aristoteles (384-322 SM)
dengan percobaannya sebagai berikut: tabung reaksi diisi dengan air yang terdapat potongan
jerami, setelah sekitar 2 minggu, ternyata dalam tabung tersebut terdapat makhluk kecil, dari
percobaan tersebut Aristoteles menyimpulkan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati
secara spontan.
b. Teori Biogenesis, teori ini muncul untuk menyanggah teori diatas, yang dibuktikan secara
terpisah oleh Fransisco Redi (1626-1697M) dengan daging yang disimpan di dalam stoples
(tabung kaca) dan Lazarro Spallanzani (1729-1799M) dengan air kaldu yang dimasukkan dalam
botol atau tabung reaksi. Percobaan dari Spallanzani adalah sebagai berikut: 3 model, yang
tabung I tertutup rapat, II tertutup tapi tidak terlalu rapat, dan III terbuka.
c. Harold urey, Teori ini mengatakan bahwa sebelum ada kehidupan di bumi, penuh dengan
senyawa-senyawa kimia diantaranya adalah metana (CH4), amonia NH3, gas hidrogen
H2 danuap air (H2O), keempat senyawa kimia setelah terkena aliran listrik halilintar dan radiasi-
radiasi sinar kosmis akan terjadi reaksi-reaksi kimia membentuk zat hidup yang memungkinkan
terjadinya makhluk hidup yang mula-mula.
d. Teori Cosmozoa, Teori ini mengatakan bahwa makhluk hidup datang di bumi dari bagian lain
alam semesta ini. Asumsi yang mendasari teori ini adalah (a) benda hidup itu ada atau telah ada
di suatu tempat dalam alam semesta ini, (b) hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan
antar benda angkasa ke bumi.
e. Teori Allen, Mengatakan bahwa pada saat keadaan fisik bumi ini seperti keadaan sekarang,
beberapa reaksi terjadi, yaitu reaksi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang
lembab dan menimbulkan pengaturan atom dan materi-materi. Interaksi antara nitrogen, karbon,
hidrogen, oksigen, dan sulfur dalam genangan air di muka bumi akan membentuk zat-zat yang
akhirnya membentuk protoplasma benda hidup.

C. Reproduksi Atau Perkembangbiakan Variabilitas Makhluk Hidup


1. Reproduksi sel
Sel merupakan bagian terkecil yang menyusun tubuh kita. Setiap sel dapat
memperbanyak diri dengan membentuk sel-sel baru melalui proses yang disebut pembelahan sel
atau reproduksi sel . Pada organisme bersel satu (uniseluler ), seperti bakteri dan protozoa, proses
pembelahan sel merupakan salah satu cara untuk berkembang biak. Protozoa melakukan
pembelahan sel dari satu sel menjadi dua, dari dua sel menjadi empat, dan dari empat sel menjadi
delapan, dan seterusnya.
a. Pembelahan sel secara langsung (amitosis)
Proses pembelahan secara langsung disebut juga pembelahan ami-tosis atau pembelahan biner.
Pembelahan biner merupakan proses pembelahan dari 1 sel menjadi 2 sel tanpa melalui fase-fase
atau tahap-tahap pembelahan sel.
b. Pembelahan sel secara tidak langsung (Mitosis)
Pembelahan sel secara tidak langsung adalah pembelahan yang melalui tahapan-tahapan tertentu.
Setiap tahapan pembelahan ditandai dengan penampakan kromosom yang berbeda-beda.
2. Reproduksi tumbuhan
Sebelum menjadi individu baru, pada tumbuhan tentunya diperlukan bahan baku atau
cikal bakal pembentuk individu baru tersebut. Pada proses perkembangbiakan generatif (seksual)
tumbuhan, bahan baku tersebut berupa sel kelamin yang disebut gamet. Gamet jantan dan betina
diperlukan untuk membentuk zigot, embrio, kemudian individu baru. Proses pembentukan
gamet, baik jantan maupun betina yang disebut gametogenesis (genesis=pembentukan).
Gametogenesis melibatkan pembelahan meiosis dan terjadi pada organ reproduktif. Pada
tumbuhan terjadi pada putik dan benang sari. Hasil gametogenesis adalah sel-sel kelamin, yaitu
gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum atau sel telur).

3. Gametogenesis pada tumbuhan


Sebelum menjadi gamet, hasil akhir meiosis pada gametogenesis mengalami
perkembangan terlebih dahulu melalui proses yang dise-but maturasi. Proses gametogenesis pada
tumbuhan berbunga (Angiospermae) saja. Pada tumbuhan berbunga, gametogenesis diperlukan
dalam pem-bentukan gamet jantan dan pembentukan gamet betina. Pembentukan gamet jantan
disebut mikrosporogenesis, sedangkan pembentukan gamet betina disebut megasporogenesis.
4. Resproduksi hewan
Gametogenesis memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangbiakan
hewan. Gametogenesis pada hewan dibagi menjadi dua, yaitu spermatogenesis dan oogenesis.
Spermatogenesis merupakan proses pembentukan gamet jantan (sperma).Sementara oogenesis
adalah proses pembentuk an gamet betina (ovum atau sel telur).
5. Spermatogenesis
Sperma berbentuk kecil, lonjong, berfl agela, dan secara keselu-ruhan bentuknya
menyerupai kecebong (berudu). Flagela pada sperma digunakan sebagai alat gerak di dalam
medium cair. Sperma dihasilkan pada testis. Pada mamalia, testis terdapat pada hewan jantan
sebagai buah pelir atau buah zakar. Buah pelir pada manusia berjumlah sepasang.
6. Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin betina atau gamet betina yang
disebut sel telur atau ovum. Oogenesis terjadi di dalam ovarium. Di dalam ovarium, sel induk
telur yang disebut oogonium tumbuh besar sebagai oosit primer sebelum membelah secara
meiosis. Berbeda dengan meiosis I pada spermatogenesis yang menghasilkan 2 spermatosit
sekunder yang sama besar. Meiosis I pada oosit primer menghasilkan 2 sel dengan komponen
sitoplasmik yang berbeda, yaitu 1 sel besar dan 1 sel kecil. Sel yang besar disebut oosit
sekunder , sedangkan sel yang kecil disebut badan kutub primer ( polar body ).

D. Teori Evolusi (Darwin)


Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk
yang mirip kera. Selama proses evolusi tanpa bukti ini, yang diduga telah dimulai dari 5 atau 6
juta tahun yang lalu, dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia
moderen dan nenek moyangnya. Menurut skenario yang sungguh dibuat-buat ini, ditetapkanlah
empat kelompok dasar sebagai berikut:
1. Australophithecines
2. Homo habilis
3. Homo erectus
4. Homo sapiens
Genus yang dianggap sebagai nenek moyang manusia yang mirip kera tersebut oleh
evolusionis digolongkan sebagai Australopithecus, yang berarti "kera dari
selatan".Australophitecus, yang tidak lain adalah jenis kera purba yang telah punah, ditemukan
dalam berbagai bentuk. Beberapa dari mereka lebih besar dan kuat dan tegap, sementara yang
lain lebih kecil dan rapuh dan lemah. Dengan menjabarkan hubungan dalam rantai tersebut
sebagai "Australopithecus > Homo Habilis > Homo erectus > Homo sapiens," evolusionis secara
tidak langsung menyatakan bahwa setiap jenis ini adalah nenek moyang jenis selanjutnya.

E. Evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu
generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga
proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa
oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam
suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang
baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar
populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang
baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara
organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau
langka dalam suatu populasi.
1. Azoikum : belum ada kehidupan, bumi masih panas.
2. Archeozoikum : bumi dingin, ada daratan dan lautan.
3. Proterozoikum : zaman kehidupan protozoa bersel satu.

Ciri-ciri manusia yang mirip dengan mammalia adalah:


1. Mempunyai rambut
2. Mempunyai kelenjar keringat
3. Menyusui anaknya

Manusia termasuk pada ordo primata dapat kita pelajari hubungan kekerabatannya
dengan mengadakan perbandingan antara manusia dengan primata (kera).

Persamaan manusia dengan kera:


1. Mata menghadap ke depan
2. Ibujari tungkai depan dapat digerakkan ke segala arah
3. Letak kelenjar mammae di dada
4. Bentuk rahim bertipe simpleks (satu ruangan)
Perbedaan antara manusia dan kera:
1. Kera termasuk familia Pongidae, sedangkan manusia termasuk familia Hominidae
2. Volume otak manusia (1450 cm3) lebih besar dari otak kera ( shimpanse yang paling cerdas
vol. Otaknya 550 cm3) dan masih memungkinkan untuk berkembang
3. Anggota tubuh belakang pada manusia untuk berjalan, sedenga pada kera untuk memegang.
4. Tungkai belakang manusia lebih panjang dari tungkai depan, sedang pada kera tungkai
depan lebih panjang atau sama dengan tungkai belakang
5. Susunan haemoglobin berbeda

Manusia Modern, adalah manusia yang hampir menyerupai manusia sekarang, hidup
antara 150.000-15.000 tahun yang lalu.Volume otaknya kira-kira 1450 cm3 sama dengan
manusia sekarang dan merupakan satu spesies dengan manusia sekarang yaitu Homo sapiens.
Fosil yang di temukan al:
1. Manusia Neandertal, ditemukan di lembah Neander
2. Manusia Cro-Magnon, ditemukan di gua-gua Cro-Magnon, Dordogne, Lascaux, Perancis.
3. Manusia Swanscombe, ditemukan di Inggris
4. Manusia Steinheim , ditemukan di Jerman
5. Manusia Gunung Carmel , ditemukan di gua-gua Tabun dan Skhul di Palestina
6. Manusia Shanidar, ditemukandi Irak

F. Keanekaragaman Makhluk Hidup


Nomenklatur adalah cara pemberian nama ilmiah kepada makhluk hidup agar
keanekaragaman makhluk hidup dapat di pelajari. Makin banyak spesies organisme yang
ditemukan, menyebabkan orang melakukan klasifikasi/pengelompokan berdasarkan kepada ciri
khas organisme tersebut. Makhluk hidup di dunia ini terbagi menjadi 3 kelompok yaitu: dunia
Protista, dunia Plantarum dan dunia Animalia.
1. Dunia Plantarum terdiri dari dua super divisio yaitu:
a. Thallophyta
Thallophyta mempunyai bagian tubuh yang sederhana, tidak mempunyai pembuluh angkut,
akar, batang, dan daun sejati. Berikut ini yang termasuk Thallophyta.
1) Algae (ganggang) Algae banyak tumbuh di tempat basah, multiseluler, dapat benang atau
berkoloni, memiliki klorofil sehingga mampu melakukan fotosintesis. Tapi, ada juga yang
memiliki pigmen lain. Reproduksi secara aseksual dengan fragmentasi. Sedangkan secara
seksual dengan fertilisasi antara gamet jantan dan betina. Algae dibedakan atas 4 kelompok,
yaitu: Chloropyta (alga hijau), Chrysophyta (alga keemasan), Phaeophyta (alga cokelat), dan
Rhodophyta (alga merah).
2) Bryophyta (Lumut) Bryophyta hidup di tempat-tempat yang lembap, mempunyai bagian-bagian
tubuh yang menyerupai daun, batang dan akar, mampu melakukan fotosintesis karena memiliki
klorofil. Dalam masa hidupnya me ngalami pergiliran keturunan (metagenesis) yang
menghasilkan generasi penghasil gamet (gametofit) dan generasi penghasil spora (sporofit).
Spora dihasilkan oleh sporogonium. Lumut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
a) Hepaticeae (Lumut hati) Tumbuh secara horisontal, belum memiliki daun, dapat dibedakan
menjadi lumut hati jantan dan betina. Alat reproduksinya adalah gemma, secara seksual dengan
gametofit. Contoh: Marchantia.
b) Musci (Lumut daun) Tubuh lumut daun lebih menyerupai batang dan daun, hidup ditempat-
tempat basah, berkelompok. Contoh: Sphagnum fimbriatun, Mnium.

b. Tracheophyta
Tumbuhan ya ng memiliki pembuluh angkut memiliki bagian-bagian tubuh yang terdiri
dari akar, batang, dan daun sejati. Akar memiliki fungsi sebagai alat untuk menyerap air dan zat-
zat mineral. Batang berfungsi sebagai alat transportasi dan pernapasan. Daun berfungsi sebagai
organ untuk fotosintesis. Yang termasuk ke dalam Tracheophyta adalah:
1) Pterydophyta mempunyai daun, batang, dan akar sejati, tidak berbunga. Akarnya berbentuk
serabut, berfungsi untuk menyerap air dan zat makanan. Pterydophyta telah memiliki pembuluh
angkut (xilem) dan (floem), dan mengalami metagenesis, seperti tumbuhan lumut. Pterydophyta
dikelompokkan menjadi 4 divisio, yaitu: Psilophyta (paku purba), Lycophyta (paku kawat),
Sphenophyta (paku ekor kuda), dan Pterophyta (paku sejati).
2) Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Tumbuhan yang memiliki daun, batang, akar, dan bunga
sebagai alat reproduksi dan menghasilkan biji. Bagian bunga yang menghasilkan gamet jantan
disebut benangsari dan yang menghasilkan gamet betina disebut putik. Perkembangbiakan secara
seksual dengan biji. Di dalam biji terdapat embrio/lembaga (calon tumbuhan baru).
Spermatophyta dibagi menjadi dua kelompok yang didasarkan pada letak bijinya, yaitu:
a) Gymnosp ermae (tumbuhan biji terbuka) Gymnospermae tidak memiliki bunga yang
sesungguhnya. Biji tidak terbungkus daun buah. Biji sebagai alat perkembangbiakan berbentuk k
erucut yang disebut strobilus. Terdapat strobilus jantan dan strobilus betina. Gymnospermae
terbagi menjadi 4 kelas, yaitu: Cyadinae, contoh: Cycas rumphii (pakis haji). Coniferae,
contoh: Agathis alba (damar). Gnetinae, contoh: Gnetum gnemon (melinjo). Ginkyonae,
contoh: Ginkgo biloba.
b) Angiospermae (Tumbuhan biji tertutup) Angiospermae memiliki bunga sejati sebagai alat
reproduksi. Bakal biji diselubungi daun buah. Bunga-bunga pada Angiospermae ada yang
lengkap maupun tidak lengkap. Bunga lengkap bila memiliki kelopak bunga, mahkota bunga,
putik, dan benangsari. Biji terbungkus bakal buah. Se telah terjadi pembuahan, biji berkembang
sehingga mengandung kandung lembaga (embrio) dan endosperma (cadangan makanan).

G. Geografi
Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Makhluk hidup
1. Faktor Lingkungan
Dua faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup adalah faktor
abiotik dan biotik. Faktor abiotik merupakan factor fisik yang sangat berpengaruh terhadap
kehidupan tumbuhan dan hewan. Faktor abiotik meliputi:
a. Iklim
Iklim berpengaruh besar terhadap kehidupan. Unsur-unsur iklim sebagai berikut:
1) Suhu
Kodisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan, karena jenis
spesies tertentu memiliki persyaratan suhu lingkungan yang ideal atau suhu optimum bagi
kehidupannya, serta batas suhu maksimum dan minimum untuk tumbuh yang dinamakan
tolerensi spesies terhadap suhu. Suhu bagi tumbuh-tumbuhan merupakan faktor pengontrol bagi
persebarannya sesuai dengan letak lintang, ketinggian dan sebagainya. Penamaan habitat
tumbuhan biasanya sama dengan nama-nama wilayah berdasarkan lintang buminya, seperti
vegetasi hutan tropik, vegetasi lintang sedang, dan sebagainya.
2) Kelembaban udara
Kelembaban berpengaruh langsung terhadap kehidupan tumbuhan. Ada tumbuhan yang sangat
cocok hidup di daerah kering, daerah lembab bahkan ada yang dapat hidup di daerah yang sangat
basah.
3) Angin
Angin sangat membantu dalam proses penyerbukan atau pembuahan beberapa jenis tumbuhan,
sehingga proses regenerasi tumbuhan dapat berlangsung. Bahkan ada tumbuhan tertentu yang
penyebaran benihnya dilakukan oleh angin. Contohnya, ilalang atau sejenis rumput-rumputan.
4) Curah hujan
Untuk memenuhi kebutuhan akan air, tumbuh-tumbuhan sangat tergantung pada curah hujan dan
kelembaban udara. Banyak sedikitnya jumlah curah hujan di suatu tempat akan membentuk
karakter yang khas bagi formasi-formasi vegetasi di muka bumi. Kekhasan jenis-jenis vegetasi,
dapat mengakibatkan adanya hewan-hewan yang khas pada lingkungan vegetasi tertentu, karena
tunbuh-tumbuhan merupakan produsen yang menyediakan makanan bagi hewan.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu
generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga
proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa
oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam
suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang
baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar
populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang
baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara
organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau
langka dalam suatu populasi.
2. Azoikum : belum ada kehidupan, bumi masih panas.
3. Archeozoikum : bumi dingin, ada daratan dan lautan.
4. Proterozoikum : zaman kehidupan protozoa bersel satu.

B. Saran
Dua faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup adalah
faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik merupakan factor fisik yang sangat berpengaruh
terhadap kehidupan tumbuhan dan hewan.
DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2004. Makalah Pelatihan Dosen Mata Kuliah berkehidupan Bermasyarakat Ilmu
Kealaman Dasar (IAD).

Hendro Darmodjo dan Yeni Kaligis. 2004. Ilmu Alamiah Dasar. Ed. Rev. Jakarta: Universitas
Terbuka.

Anda mungkin juga menyukai