Anda di halaman 1dari 7

1

RINGKASAN KULIAH MIKROTEKNIK



KETERKAITAN MIKROTEKNIK DENGAN ILMU LAIN
Mikroteknik sangat berhubungan dengan ilmu lain, misal Histologi,
Teratologi (Kelainan perkembangan), maupun Patologi.
Pada dasarnya ilmu ini terkait sebagai penunjang dalam ilmu dasar
maupun ilmu terapan seperti Bidang pertanian, kedokteran maupun ilmu
lain yang serumpun.
MIKROTEKNIK DAN MANFAATNYA
Ilmu ini menyediakan berbagai metode preparasi yang banyak
digunakan untuk menelaah organ, jaringan maupun sel.
Organ maupun jaringan yang ditelaah bisa berupa organ maupun jaringan
yang normal, atau yang mengalami kelainan karena penyakit maupun
penyebab lain.
BERBAGAI MACAM AWETAN
Preparat Sementara :
Preparat yang dibuat bersifat sementara dan tidak dapat disimpan dalam
waktu lama. Contohnya untuk mengamati anatomi batang akar maupun bagian
lain pada tumbuhan dengan mengiris langsung bagian tersebut dan diletakkan
pada kaca benda yang ditetesi air, ditutup dengan kaca penutup dan diamati di
bawah mikroskop. Kalaupun misalnya ada pewarnaan sifatnya juga sementara.
Setelah pengamatan, spesimen dibuang, kaca benda dibersihkan.
BERBAGAI MACAM AWETAN ( lanjutan 1 )
Preparat permanen :
preparat yang dalam pembuatannya memerlukan prosedur tertentu, cukup
rumit dan melibatkan berbagai zat kimia dan peralatan tertentu.
hasilnya merupakan preparat yang dapat disimpan dalam waktu bertahun
tahun.
BERBAGAI MACAM AWETAN ( lanjutan 2 )
Preparat utuh / Whole Mount :
Preparat yang dibuat dari organ atau bagian organisme, atau organisme utuh
tanpa melakukan pengirisan.
Preparat hapusan / Smear :
Biasanya dibuat dari cairan maupun larutan yang dihapuskan pada kaca
benda. Contoh smear darah, smear sperma, smear faeces.
Contoh pembuatan preparat apusan.1
Contoh pembuatan preparat apusan.2
BERBAGAI MACAM AWETAN ( lanjutan 3 )
Preparat Pejetan / Squash :
Preparat ini dibuat dengan cara menekan benda yang diamati di atas kaca
benda, shg diperoleh lapisan yang cukup tipis dari benda yang diamati. Contoh
squash ujung akar Allium cepa, squash kelenjar ludah larva Drosophylla
Preparat Irisan :
Dibuat dari irisan / penyayatan organ tubuh mahluk hidup. ( baik preparat
sementara ataupun permanen )
BERBAGAI MACAM AWETAN ( lanjutan 4 )
Preparat Isolasi / pemisahan :
Preparat ini dibuat dengan cara memisahkan bagian bagian tubuh organisme
untuk di pelajari. Contoh preparat alat mulut serangga, kepala sari dari bunga,
dsb.
Maserasi :
2

Preparat ini dibuat dengan cara meluruhkan bagian yang tidak tahan terhadap
zat maserator, shg tersisa bagian yang tahan. Contoh sel sel dari jaringan
pengangkut.
Contoh alat dalam mikroteknik
Rottarry miicrrottomes
Contoh alat untuk mengamati hasil mikroteknik (Foto
mikroskop/fotomikrograf )
Contoh alat untuk mengamati hasil mikroteknik ( mikroproyektor )
GELAS PEWARNAAN

PEMBUATAN PREPARAT PEJETAN (SQUASH )
Kompetensi yang diharapkan :
Terampil membuat sediaan untuk memperoleh jaringan yang tipis dari
organ tumbuhan. Dengan tehnik squash ( pejetan )
Tujuan :
membuat preparat sementara dari ujung akar tumbuhan untuk melihat
tingkah laku kromosom pada saat terjadi pembelahan mitosis
membuat preparat sementara dari kepala sari bunga untuk melihat
tingkah laku kromosom pada saat terjadi pembelahan meiosis.
Cara Kerja:
Tahap I
Penumbuhan akar bawang merah dalam air
5 hari sebelum praktikum pembuatan preparat squash, dilakukan
penumbuhan akar dari umbi bawang merah dengan cara : beberapa umbi
bawang merah ditusuk dengan lidi dari samping setinggi setengah
panjang umbi; letakkan deretan umbi pada lidi dalam air dalam gelas aqua
dengan posisi sekitar 1/3 panjang umbi bagian bawah terendam air;
biarkan selama 5 hari sampai tumbuh akar.
Penumbuhan akar bawang merah dalam air
Tahap II
preparat untuk pengamatan mitosis :
1. Potonglah ujung akar bawang merah sepanjang sekitar 5 mm dari
ujungnya dan fiksir dengan FAA selama 24 jam. (pengambilan siang
14.00)
2. Pindahkan ke dalam alcohol 70 % sebagai larutan preservative. Dalam
larutan ini akar dapat disimpan lama;
3. Masukkan ujung akar ke dalam larutan hidrolisis yang terdiri dari HCl 1 N
selama 2 5 menit.
4. Pindahkan ujung akar ke dalam gelas arloji yang telah diisi dengan
acetocarmine dan biarkan sampai ujung akar berwarna biru kehitaman,
untuk mempercepat proses panaskan diatas api Bunsen.
5. Letakkan ujung akar diatas kaca benda dan tutup dengan kaca penutup.
Dengan menggunakan ibu jari dan bantalan kertas pejetlah akar tersebut
hingga rata.
6. Periksalah dibawah mikroskop dengan pembesaran kuat, kromosom akan
berwarna biru kehitaman.
Mitosis : ipmat
preparat untuk pengamatan meiosis :
1. Petiklah kuncup bunga (belum mekar, sebelum mikrosporogenesis
,pengambilan 08.00 11.00 pagi) dan fiksir dengan FAA selama 24 jam.
2. Pindahkan ke dalam alcohol 70 % sebagai larutan preservative. Dalam
larutan ini kuncup bunga dapat disimpan lama;
3

3. Bukalah kuncup bunga tersebut, carilah kepala sarinya, bila sudah


ketemu Masukkan ke dalam larutan hidrolisis yang terdiri dari HCl 1 N
selama 2 5 menit.
4. Pindahkan kepala sarinya ke dalam gelas arloji yang telah diisi dengan
acetocarmine dan biarkan sampai kepala sarinya berwarna biru
kehitaman, untuk mempercepat proses panaskan diatas api Bunsen.
5. Letakkan kepala sarinya diatas kaca benda dan tutup dengan kaca
penutup. Dengan menggunakan ibu jari dan bantalan kertas pejetlah
kuncup bunga tersebut hingga rata.
6. Periksalah dibawah mikroskop dengan pembesaran kuat, kromosom akan
berwarna biru kehitaman.
MIKROMETRI
Mengukur panjang/lebar sel atau bagian sel
Alat yg diperlukan :
Mikroskop
Okuler mikrometer
Objek mikrometer
Preparat
Okuler/objek mikrometer
Mencari nilai skala okuler mikrometer
1. Mata ditempelkan di atas lensa okuler, dilihat apakah bayangan skala-
skala okuler mikrometer sudah jelas.
2. Objek mikrometer ditempatkan di bawah objektif, dicari bayangan yang
jelas dari skala-skala objek mikrometer tsb, bersama-sama dengan bayang
skala-skala okuler mikrometer.
3. Kedua bayangan skala tersebut dibuat sejajar dengan memutar okuler
dalam tabungnya. Titik-titik 0 dari kedua skala tersebut diletakkan sama
tinggi dgn menggerakkan objek mikrometer.
4. Dicari bayangan garis skala kedua mikrometer tsb yg berimpit(sama
tinggi). Dihitung jumlah bagian skala pd masing-2 mikrometer dihitung
dari titik 0 s/d garis skala yang berimpit tadi.
5. Jarak sesungguhnya antara 2 garis skala objektif mikrometer diketahui
(tertulis pd objek mikrometer), jd skala okuler mikrometer dpt dihitung.
Mengukur panjang/lebar sel atau bagian sel
1. Objek mikrometer diambil, diganti dgn preparat, bayangan preparat dicari.
Kombinasi objektif, okuler serta panjang tubus sama dengan waktu
mencari nilai skala okuler mikrometer.
2. Bayangan skala okuler mikrometer ditempatkan pd bayangan preparat
sedemikian, hingga arah bayangan skala itu sesuai dgn arah
panjang/lebar sel/bagian sel yg diukur. Jml bgian skala dikalikan dgn nilai
skala adalah panjang/lebar yag dcari.
Catatan : perbesaran tetap dari peneraan s/d
pengamatan preparat.
SELAMAT MENCOBA
TERIMA KASIH

4. LANGKAH LANGKAH MIKROTEKNIK


Mematikan
Fiksasi
Pencucian
Dehidrasi
Dealkoholisasi
Infiltrasi parafin
Embedding dan pembuatan blok
4

Penyayatan
Penempelan
Pewarnaan / Staining
Merekat / Mounting
Pemberian etiket / Labelling
Mematikan
Bahan yang akan dibuat preparat baik sementara maupun awetan, baik dari
tumbuhan maupun hewan haruslah dimatikan terlebih dahulu. Mematikan bisa
secara cepat maupun secara lambat. Contoh zat yang bisa digunakan untuk
mematikan misalnya gas CO2, Eter, Kloroform, Aseton, Metan. Aplikasi zat bisa
lewat udara, perendaman, atau injeksi. Setelah mematikan, kemudian dilakukan
pemotongan organ dan jaringan yang dikehendaki.
Contoh pembuatan preparat apusan.1
Fiksasi
Fiksasi bertujuan untuk mempertahankan kondisi yang mendekati kondisi
aslinya.
Dilakukan sesegara mungkin setelah pemotongan ( diseksi )
Menggunakan larutan fiksatif yang sesuai, baik tunggal ( contoh : Formalin,
Alkohol, Asam asetat ) maupun majemuk ( contoh : Lar. Bouin, Carnoy, FAA ).
Waktu yang diperlukan bisa beberapa jam atau beberapa hari, tergantung sifat
zat dan jaringan.
BERBAGAI MACAM FIKSASI
Fiksasi merupakan suatu langkah dlm mikroteknik yang sangat menentukan
keberhasilan langkah selanjutnya.
Larutan yang digunakan dalam fiksasi sangat beragam, disesuaikan dengan sifat
spesiment yang akan difiksasi.
Contoh larutan fiksatif tunggal : Formalin, Alkohol, Asam asetat, asam pikrat,
Kalium bikromat, Asam kromat, Mercurie clorida, Osmium tetra oksida, Larutan
fiksatif tunggal pada umumnya kurang memenuhi syarat larutan fiksatif yang
baik.
Berbagai macam fiksasi lanjutan ( 1 )
Larutan fiksatif campuran lebih sering digunakan karena lebih bisa diramu
sesuai keinginan. Nama larutan biasanya sesuai nama penemu formulanya.
Contoh contoh larutan fiksatif campuran
Lar. Bouin : biasanya untuk fiksasi jaringan hewan. Merupakan campuran asam
pikrat dan asam asetat glasial.
Lar. Formol saline : campuran dari NaCl, Aquades, dan formalin
Berbagai macam fiksasi lanjutan ( 2 )
Larutan Zenker : campuran dari merkuri klorida, kalium bikromat, natrium sulfat,
aquadest. Jika akan dipakai, ditambahkan asam asetat glasial. Fiksatif ini sering
dipakai dalam patologi, misalnya untuk memfiksasi tumor, dan beberapa
jaringan lain pada hewan.
Larutan Helly : larutan induk sama dengan larutan zenker, tetapi learutan
tambahan ketika akan dipakai adalah formalin 5 10 %.
Berbagai macam fiksasi lanjutan ( 3 )
Larutan FAA : merupakan campuran dari Formalin, Alkohol 70 % dan Asam
asetat glasial. Sering digunakan dalam fiksasi jaringan tumbuhan, bisa
digunakan untuk fiksasi jaringan hewan dengan porsi komposisi yang berbeda.
Pencucian / Washing
Dilakukan segera setelah fiksasi selesai
Tujuannya menghilangkan sisa larutan fiksatif yang tertinggal dalam jaringan.
Pencuci : air, atau alkohol dengan konsentrasi tertentu.
Caranya : bisa direndam berkali kali dengan pencucinya, atau ditaruh dibawah
air mengalir pelan, dengan teknik tertentu.
5

Dehidrasi
Akibat pencucian terdapat air yang masih tertinggal dalam jaringan, sehingga
harus dikeluarkan
Cara : dengan direndam secara bertahap dalam alkohol bertingkat, dari
konsentrasi rendah ke tinggi. Sehingga air tertarik secara bertahap dan tidak
menyebabkan jaringan menjadi Colaps.
Pada langkah ini terdapat Stopping point ( waktu istirahat ) pada alkohol 70 %.
Shg proses bisa dilanjutkan esok hari.
Dealkoholisasi / Penjernihan Clearing
Setelah proses dehidrasi, terdapat alkohol yang tertinggal dalam jaringan.
Alkohol harus dikeluarkan dari jaringan karena alkohol tidak larut dalam parafin
maupun balsam canada.
Cara : dengan merendam bahan dalam campuran Alkohol dan Xylol berseri,
sampai ke Xylol murni.
Sifat Xylol memberi efek menjernihkan.
Infiltrasi Parafin
Infiltrasi berarti memasukkan medium kedalam seluruh ruangan yang ada
dalam jaringan, shg ketika medium ( parafin ) memadat, jaringan tidak rusak
ketika diiris.
Dilakukan bertahap dalam campuran Xylol dan parafin, sampai ke parafin murni.
Dilakukan dalam Oven, dengan suhu sedikit diatas titik leleh parafin yang
dipakai
Contoh titik leleh parafin dalam derajat Celcius 48, 52, 58.
Embedding / penanaman dan Pembuatan Blok
Penanaman dengan cara memasukkan sampel dari rendaman dalam infiltrasi
dalam Oven, ke dalam blok blok cetakan parafin
Cetakan bisa dibuat dari logam, plastik, atau kertas.
Dalam penanaman harus dipertimbangkan posisi dengan rencana arah irisan.
Biarkan sampai blok parafin mengeras, kemudian dilepas dari cetakan.
Contoh pembuatan cetakan blok
Penyayatan / Section
Penyayatan dilakukan dengan Mikrotom.
Cara : Tempelkan blok parafin pada pemegang blok, atur posisi, jarak dengan
pisau, ketebalan irisan, dan arah irisan
Arah irisan bisa - melintang
- membujur ( radial atau
tangensial )
CONTOH CONTOH ARAH PENYAYATAN
Contoh hasil irisan dengan arah berbeda
1. melintang
Contoh hasil irisan dengan arah berbeda
1. membujur
Contoh hasil irisan dengan arah berbeda
1. membujur
Menempel / Afiksasi
Melekatkan pita hasil irisan pada kaca preparat dengan perekat, misal perekat
Haupt, albumen Mayer.
Dilakukan dengan alat : kuas kecil, pinset, scalpel, cutter, dsb.
Lakukan dengan cermat hingga posisi datar.
Panaskan diatas Hotplate sampai kering.
Jika kaca benda tampak kotor sebelum dipakai, cuci dahulu dengan alkohol,
biarkan kering.
Pewarnaan / Staining
Tujuan : memperjelas unsur jaringan shg mudah dipelajari.
6

Tiap zat warna memiliki kemampuan khusus dalam mewarnai jaringan. Contoh :
Safranin untuk mewarnai lignin dan dinding sel; Hematoxylin dan Carmin untuk
inti sel; Fastgreen untuk selulose, kloroplast dan sitoplasma.
Prosedur pewarnaan bisa pewarnaan tunggal atau ganda. ( lihat bagan )
BERBAGAI MACAM PEWARNAAN
Beberapa contoh pewarnaan.
Mayers Hemalum : zat warna hematin dilarutkan dalam alkohol 95 %, biasanya
ditambahkan Potasium alum. Dibiarkan dahulu selama 24 jam, lalu disaring
sebelum digunakan.
Hematoxilin asam Ehrlich : campuran dari alkohol absolut, hematoxilin, asam
asetat glasial, dan gliserol. Tambahkan larutan Mordannya berupa kalium alum (
hablur ) dengan akuades. Larutan ini bisa dipakai mewarnai sayatan dan organ
utuh.
BERBAGAI PEWARNA LANJUTAN ( 1 )
Larutan Hematoxilin Mallory : merupakan campuran dari akuades,
phosphotungstic acid, hematoxilin, hidrogen peroxide. Bahan padat( 2,3 )
dimasukkan dalam akuadfes, tambahkan bahan 4. Pewarna ini jika digunakan
akan menghasilkan warna biru pada inti dan jar. Penghubung, serabut kolagen
dan elemen antar sel akan berwarna kuning, merah, atau merah coklat.
BERBAGAI PEWARNA LANJUTAN ( 2 )
Safranin Fast Green : pewarnaan ganda ini dilakukan berturutan. Dilakukan dulu
pewarnaan dengan safranin 1 % dalam akuades, setelah pembilasan, kemudian
secara bertahap dalam larutan alkohol berseri, kemudian dimasukkan dalam
pewarna Fast green 0,2 % dalam alkohol 95 %.
Beberapa contoh hasil pewarnaan ganda
Contoh hasil pewarnaan pada jaringan muda dengan pewarna Haemalum
Contoh hasil pewarnaan dengan safranin
Merekat / Mounting
Tujuan : agar preparat tahan lama.
Dilakukan setelah preparat selesai diwarnai, dan dikeluarkan dari Xylol murni.
Cara : ditetesi Entelan atau balsam canada, kemudian ditutup dengan kaca
penutup.
Dilakukan dengan cermat, baik posisi maupun jumlah tetesan, shg tidak lebih
atau kurang.
Jangan sampai ada gelembung udara yang terbentuk di dekat spesimen, ketika
meneteskan Entelan,
Pemberian Etiket / Labelling
Tujuan : memudahkan dalam penyimpanan maupun pengambilan
Letak label di sebelah kiri
Isi : * Divisi marga
* Bidang irisan
* Pewarnaan
* Nama pemroduksi ( orang, instansi,
perusahaan ).
Cara pelabelan
Contoh alat untuk mengamati hasil mikroteknik ( mikroskop )
Contoh alat untuk mengamati hasil mikroteknik ( mikroproyektor )
Contoh contoh hasil mikroteknik
Contoh daun Hidrofit
Contoh Sistolit dan Litokis pada daun
Contoh serabut pada penampang melintang dan membujur
Perkembangan Embryo Capsella
Perkembangan daun rumput
Peristiwa plasmolisis pada preparat segar
7