Anda di halaman 1dari 59

ANALISA SISTEM PENGGAJIAN KARYAWAN

PADA CV. JAGOAN RASA PONTIANAK

LAPORAN
KULIAH KERJA PRAKTEK

Di ajukan untuk memenuhi mata kuliah KKP


Pada Program Diploma III

Di Susun Oleh :
Nur Hajar Aswad
11141628

Program Studi Komputerisasi AkuntansiAkademi Menejemen Informatika dan


Komputer BSI Pontianak
Pontianak
2016
PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN KULIAH KERJA PRAKTEK

1
Kuliah Kerja Praktek ini telah disetujui dan disahkan serta diizinkan untuk di nilai pada periode :

KKP 2016/2017 di semester V (lima)

Dosen Penasehat Akademik

Kelas D3.KA-5C.30

Windi Irmayani,SE.M.Kom
3

PENILAI LAPORAN KULIAH KERJA PRAKTEK

Laporan Kuliah Kerja Praktek ini di nilai pada tanggal : ..

PENILAI

(..)

SARAN-SARAN DARI PENILAI :

iii
4

................................

iii
5

5
4

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji dan syukur kehadirat Allah SWT, penulis panjatkan

atas segala Rahmat, Hidayah dan Ridho-Nya atas terselesainya Laporan Kuliah Kerja

Praktek (KKP) ini dengan judul : ANALISA SISTEM PENGGAJIAN CV.

JAGOAN RASA PONTIANAK , yang merupakan salah satu syarat kelulusan

mata kuliah Kerja Praktek Lapangan program studi Komputerisasi Akuntansi

Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika.

Penulis menyadari sepenuh nya bahwa, dalam penulisan Kuliah Kerja Praktek

ini tak terlepas atas bantuan banyak pihak. Oleh karena itu penulis ingin

mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak Dedi Saputra,S.Pd.M.Kom, selaku direktur AMIK BSI Pontianak.


2. Ibu Lisnawanty,ST.M.Kom, selaku ketua program studi Komputerisasi

Akuntansi.
3. Ibu Windi Irmayani,SE.M.Kom, selaku dosen pembimbing akademik

11.5C.30.
4. Seluruh staff, karyawan dan dosen di lingkungan AMIK Bina Sarana

Informatika.
5. Ibu Putri, selaku pimpinan dari Restoran Ayam Dadakan.
6. Bapak Sonny Irawan, selaku Districk Manager Restoran Ayam Dadakan.
7. Seluruh staff Restoran Ayam Dadakan, atas bantuan nya dalam memberikan

informasi yang dibutuhkan penulis.


8. Orang tua, serta keluarga, atas bantuan moril dan materil serta dukungan dan

doanya selama ini.


9. Seluruh teman-teman kelas KA-11C.30 pada AMIK Bina Sarana Informatika

cabang Pontianak.
10. Dan semua pihak yang telah membantu penulis, namun tak bisa penulis

sebutkan satu persatu.

4
5

Dalam penulisan Laporan Kuliah Kerja Praktek ini, tentunya masih jauh dari

kesempurnaan, karna masih banyak kesalahan dan kekurangan yang ada. Oleh karena

itu penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun untuk memperbaiki di

masa yang akan datang.


Akhir kata, penulis mohon di bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,

apabila ada kesalahan dan kekurangan yang penulis lakukan. Dan penulis

mengharapkan Laporan Kuliah Kerja praktek ini dapat berguna dan bermanfaat bagi

siapa saja yang menggunakannya, khususnya bagi mahasiswa/i AMIK Bina Sarana

Informatika Pontianak.

Pontianak, Desember 2016

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar judul....................................................................................................i

Lembar Persetujuan dan Pengesahan KKP....................................................ii

Lembar Penilaian Laporan KKP...................................................................iii

5
6

Kata Pengantar...............................................................................................iv

Daftar Isi.........................................................................................................v

Daftar Simbol................................................................................................ix

Daftar Gambar..............................................................................................x

Daftar Tabel.................................................................................................xi

Daftar Lampiran.........................................................................................xii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Umum.................................................................................1
1.2 Maksud dan Tujuan............................................................2
1.3 Metode Penelitian...............................................................3
1.4 Ruang Lingkup...................................................................3
1.5 Sistematika Penulisan.........................................................4

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem...................................................................6


2.1.1 Pengertian Sistem........................................................................6
2.1.2 Karakteristik Sistem.....................................................................7
2.1.3 Klasifikasi Sistem.....................................................9
2.1.4 Pengertian Informasi...............................................10
2.1.5 Pengertian Sistem Informasi......................................................12
2.1.6 Sistem Informasi Akuntansi....................................12
2.1.7 Tujuan Sistem Informasi Akuntansi........................13
2.2 Peralatan Pendukung (Tool System)...........................................14
2.2.1 Diagram Alir Data...................................................14
2.2.2 Kamus Data.............................................................16

BAB III ANALISA SYSTEM BERJALAN

3.1 Umum........................................................................................21
3.2 Tinjauan Perusahaan..................................................................22
3.2.1 Sejarah Perusahaan.....................................................................22
3.2.2 Struktur Organisasi Perusahaan.................................................23

3.3 Prosedur Sistem Berjalan...........................................................26

3.4 DAD Sistem Akuntansi Berjalan................................................27

6
7

3.5 Kamus Data Sistem Berjalan.....................................................28

3.6 Spesifikasi Sistem Berjalan.......................................................32

3.6.1 Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan.....................................32

3.6.2 Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran.....................................34

3.7 Permasalahan Pokok...................................................................35

3.8 Alternatif Pemecahan Masalah...................................................36

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan................................................................................37

4.2 Saran..........................................................................................37

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

SURAT KETERANGAN RISET

LAMPIRAN-LAMPIRAN

7
8

DAFTAR SIMBOL

A. SIMBOL DATA FLOW DIAGRAM


KESATUAN LUAR ( EXTERNAL ENTITY )
Kesatuan luar sistem yang di gunakan untuk menggambarkan

suatu sumber atau tujuan data

ARUS DATA ( DATA FLOW )


Digunakan untuk menggambarkan suatu arus data, yang dapat

berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem

PROSES ( PROCESS )
Digunakan untuk menggambarkan suatu tempat untuk

menyimpan suatu proses yang sedang berlangsung

SIMPANAN DATA ( DATA STORE )


Digunakan untuk menggambarkan suatu tempat untuk

menyimpan atau mengambil data yang diperlukan

8
9

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
1. Gambar III. 1 Struktur Organisasi Restoran Ayam Dadakan........23
2. Gambar III. 2 Diagram Konteks Sistem Akuntansi Berjalan.........27
3. Gambar III. 3 Diagram Nol Sistem Akuntansi Berjalan................28

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
1. Tabel II. 1 Notasi Tipe Data...........................................................19
2. Tabel II. 2 Notasi Struktur Data.....................................................20

9
10

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran
1. Data Absen
2. Data Karyawan
3. Tanda Terima Gaji
4. Rekap Absen
5. Data Gaji
6. Slip Gaji
7. Kwitansi

10
11

11
12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Umum
Masuknya sistem teknologi informasi ke Indonesia merupakan era baru dalam

dunia komputerisasi. Seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi, sistem

komputerisasi tak dapat dihindarkan lagi. Penggunaan komputer diefisiensikan dalam

berbagai aspek kehidupan, baik dalam dunia bisnis maupun dunia pendidikan, dimana

dalam penggunaan komputer tersebut dapat meningkatkan produktifitas dalam waktu

dan tenaga kerja.


Pengembangan komputer di era sekarang banyak sekali kita rasakan manfaat

dan keuntungan nya, karena kecanggihan komputer dalam menghitung khususnya

untuk memproses data yang sangat banyak dan rumit. Manfaat komputer sudah tidak

kita rugikan lagi karena dengan adanya komputer kita dapat melakukan pekerjaan

dengan mudah dan cepat. Namun dalam perkembangan dan kemajuan komputer pasti

ada dampak positif dan dampak negatif pada dunia informasi. Dampak positif dari

adanya komputer yaitu proses data dan informasi menjadi tulang punggung dan dapat

dilakukan dengan cepat, akurat dan tepat waktu, sedangkan dampak negatifnya

adalah timbulnya kejahatan dan penyelewengan dari pengguna komputer tersebut.

Akan tetapi terlepas dari semua itu bahwa kemajuan teknologi dapat mendukung
2

pengolahan informasi menjadi alat pemicu persaingan dunia bisnis dan ekonomi yang

semakin baik.
CV. Jagoan Rasa adalah perusahaan yang berdiri dibidang kuliner, dan juga

memperkerjakan cukup banyak karyawan, sistem penggajian di CV. Jagoan Rasa

masih menggunakan sistem manual.


Dalam bidang keuangan suatu sistem yang digunakan haruslah tepat karena

guna menghindari kesalahan pencatatan / merekap gaji. Akan tetapi proses perekapan

absen karyawan, pembuatan data gaji dan pembuatan laporan penggajian sudah

terkonmputerisasi dengan mengunakan microsoft excel.


Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk menganalisis Sistem

Penggajian pada CV. Jagoan Rasa. Sehubungan dengan itu maka penulis akan

mengambil judul Analisa Sistem Penggajian Karyawan Pada CV. Jagoan Rasa

Pontianak .
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud penulisan tugas Kuliah Kerja Praktek ini adalah :
1. Mengimplementasikan ilmu yang penulis peroleh selama mengikuti kuliah

yang dipraktekan di Kuliah Kerja Praktek.


2. Mengetahui cara kerja sistem penggajian karyawan pada CV. Jagoan Rasa.
3. Membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas sistem kerja yang baik pada

perusahaan.
Sedangkan tujuan dalam penulisan tugas Kuliah Kerja Praktek ini

adalah untuk memenuhi salah satu syarat tugas kuliah Diploma Tiga (D-III) Jurusan

Komputerisasi Akuntansi pada Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina

Sarana Informatika (AMIK BSI).

1.3. Metode Penelitian


Dalam penulisan Kuliah Kerja Praktek ini, penulis menggunakan metode

deskriptif. Metode deskriptif adalah metode pencarian data dengen interpretasi yang
3

tepat, jadi di harapkan dengan menggunakan metode ini penulis dapat menjelaskan

sistem yang berjalan di CV. Jagoan Rasa Jalan Teuku Umar Pontianak.

Untuk memperoleh data atau informasi yang diperlukan dalam penulisan

tugas Kuliah Kerja Praktek ini, penulis menggunakan beberapa metode yang penulis

gunakan, yaitu :

1. Metode pengamatan ( Observation )


Penulis mengamati secara langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang

dilakukan di CV. Jagoan Rasa Jalan Teuku Umar Pontianak agar dapat

mengetahui setiap proses yang dikerjakan oleh para karyawan.


2. Wawancara ( Interview )
Secara langsung berinteraksi dan melakukan tanya jawab dengan Ibu Putri

selaku manager CV. Jagoan Rasa Jalan teuku Umar Pontianak yang

berhubungan langsung dengan masalah yang diteliti.


3. Studi Pustaka ( Library Research )
Penulis mengumpulkan data dari buku-buku yang berkaitan dengan masalah

yang akan dibahas.

1.4. Ruang Lingkup


Dalam penulisan tugas Kuliah Kerja Praktek ini, penulis hanya membahas

tentang sistem penggajian, agar makalah ini mencapai sasaran maka ruang lingkup

pembahasan dimulai dari proses rekap absen, proses pembayaran gaji, proses

pembuatan laporan.
1.5. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan merupakan uraian tentang susunan dari penulisan itu

sendiri yang dibuat secara teratur dan terperinci, sehingga memberikan gambaran
4

secara menyeluruh. Adapun sistematika penulisan Tugas Kuliah Kerja Praktek ini

terdiri dari empat bab, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini penulis membahas tentang latar belakang, maksud dan tujuan

penulisan, metode riset dalam memperoleh data atau informasi, ruang lingkup

dan sistematika penulisan yang dibahas dalam bab demi bab.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini penulis juga mengemukakan uraian secara teoritis mengenai

pengertian informasi, sistem akuntansi, dan peralatan pendukung ( Tools

System ) yang penulis gunakan dapa penerapan sistem berjalan seperti

Diagram Alir Data (DAD), normalisasi dan kamus data dalam proses

berjalannya sistem pengkodean.

BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN

Bab ini penulis menerangkan tentang uraian umum, tinjauan perusahaan yang

meliputi sejarah perusahaan, struktur organisasi dan fungsi, prosedur sistem

berjalan, diagram alir data (DAD) sistem berjalan, kamus data sistem berjalan,

spesifikasi sistem berjalan yang terdiri dari bentuk dokumen masukan dan

bentuk dokumen keluaran, permasalahan pokok dan alternatife pemecahan

masalah.

BAB IV PENUTUP

Pada bab ini merupakan bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan serta

saran beserta koreksi dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis.
5

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Sistem saat ini banyak digunakan, banyak orang yang membicarakan tentang

sistem baik perbankan, sistem pemasaran, sistem pembelian dan lainnya. Sistem

sangat penting bagi manajemen pada semua tingkatan, sistem informasi guna

mendukung di dalam pengambilan keputusan.


6

Mempelajari suatu sistem akan lebih mengetahui bila mengetahui dahulu

apakah suatu sistem itu. Untuk lebih memahami pengertian sistem, sistem informasi

akuntansi, maka kami akan menambahkan definisi tentang hal tersebut diatas.

2.1.1. Pengertian Sistem

Menurut Williams dan Sawyer ( 2007:552 ) menerangkan bahwaSistem

adalah kumpulan dari komponen-komponen yang saling berhubungan yang saling

berinteraksi untuk melakukan suatu tugas untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut Jogiyanto (2009:34) mengemukakan bahwa sistem dapat di

definisikan dengan pendekatan prosedur dan pendekatan komponen. Sistem dan

prosedur merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Suatu

sistem baru bisa terbentuk bila didalamnya terdapat beberapa prosedur yang

mengikutinya.

Dan Sutarman (2012:13) menerangkan bahwa Sistem adalah kumpulan

elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk

menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama.

Berdasarkan dua definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah

kumpulan dari komponen-komponen yang berhubungan antara satu dengan yang

lainnya dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan suatu sistem

baru bisa terbentuk bila didalamnya terdapat beberapa prosedur yang mengikutinya.

2.1.2. Karakteristik Sistem

Menurut Mulyanto (2009:2), sistem mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1. Mempunyai Komponen Sistem (Components Sistem)


7

Suatu sistem tidak berada dalam lingkungan yang kosong, tetapi sebuah

sistem berada dan berfungsi di dalam lingkungan yang berisi sistem lainnya.

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja

sama membentuk satu kesatuan. Apabila suatu sistem merupakan salah satu

dari komponen sistem lain yang lebih besar, maka akan disebut dengan

subsistem , sedangkan sistem yang lebih besar tersebut adalah lingkungannya.

2. Mempunyai Batasan Sistem (Boundary)

Batas sistem merupakan pembatas atau pemisah antara suatu sistem dengan

sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

3. Mempunyai Lingkungan (Environment)

Lingkungan luar adalah apa pun di luar batas dari sistem yang dapat

mempengaruhi operasi sistem, baik pengaruh yang menguntungkan ataupun

yang merugikan. Pengaruh yang menguntungkan ini tentunya harus dijaga

sehingga akan mendukung kelangsungan operasi sebuah sistem. Sedangkan

lingkungan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan agar tidak

mengganggu kelangsungan sebuah sistem.

4. Mempunyai Penghubung (Interface) Antar Komponen

Penghubung (Interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem

dengan subsistem yang lainnya. Penghubung inilah yang akan menjadi media

yang digunakan data dari masukan (Input) hingga keluaran (Output). Dengan

adanya penghubung, suatu subsistem dapat berinteraksi dan berintegrasi

dengan subsistem yang lain membentuk satu kesatuan.

5. Mempunyai Masukan (Input)


8

Masukan atau input merupakan energi yang dimasukan ke dalam sistem.

Masukan dapat berupa masukan perawatan (Maintenance Input), yaitu bahan

yang dimasukkan agar sistem tersebut dapat beroperasi dan masukan sinyal

(Signal Input), yaitu masukan yang diproses untuk mendapatkan keluaran.

6. Mempunyai Pengolahan (Processing)

Pengolahan (Process) merupakan bagian yang melakukan perubahan dari

masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.

7. Mempunyai Sasaran (Objective) dan Tujuan

Suatu sistem pasti memiliki sasaran (Objective) atau tujuan (Goal). Apabila

sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

Tujuan inilah yang mengarahkan suatu sistem. Tanpa adanya tujuan, sistem

menajdi tidak terarah dan terkendali.

8. Mempunyai Keluaran (Output)

Keluaran (Output) merupakan hasil dari pemrosesan. Keluaran dapat berupa

informasi sebagai masukan pada sistem lain atau hanya sebagai sisa

pembuangan.

9. Mempunyai Umpan Balik (Feed Back)

Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (Control) sistem untuk mengecek

terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan mengembalikannya ke

dalam kondisi normal.

2.1.3. Klasifikasi Sistem

Menurut Mulyanto (2009:8) dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi

Konsep dan Aplikasi .Sistem dapat di klasifikasikan sebagai berikut:


9

1 Sistem abstak (abstract system) dan sistem fisik (physical system).

Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berupa pemikiran atau

gagasan yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik (physical

system) adalah sistem yang ada secara fisik dan dapat dilihat dengan mata.

2 Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made

system).

Sistem alamiah adalah sistem yang keberadaannya terjadi karena proses alam,

bukan buatan manusia. Sedangkan sistem buatan manusia (human made

systems) adalah sistem yang terjadi melalui rancangan atau campur tangan

manusia.

3 Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic

system)

Sistem tertentu (deterministic systems) yaitu sistem yang operasinya dapat

diprediksi secara cepat dan interaksi diantara bagian-bagiannya dapat

dideteksi dengan pasti. Sedangkan sistem tidak tentu (probabilistic systems)

yaitu sistem yang hasilnya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur

probabilitas.

4 Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system).

Sistem tertutup (closed systems) yaitu sistem yang tidak berhubungan dengan

lingkungan di luar sistem. Sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi

oleh lingkungan luar. Sistem ini juga bekerja secara otomatis tanpa adanya

campur tangan dari pihak luar. Dalam kenyataannya tidak ada sistem yang

benar-benar tertutup, yang ada hanyalah sistem yang relatif tertutup (relative
10

closed system). Sistem relatif tertutup biasanya mempunyai masukan dan

keluaran yang tertentu serta tidak terpengaruh oleh keadaan di luar sistem.

Sedangkan sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan

dengan lingkungan luar dan dapat terpengaruh dengan keadaan lingkunga luar.

Sistem terbuka menerima input dari subsistem lain dan menghasilkan output

untuk subsistem lain. Sistem ini mampu beradaptasi dan memiliki sistem

pengendalian yang baik karena lingkungan luar yang bersifat merugikan dapat

mengganggu jalannya proses di dalam sistem.

2.1.4. Pengertian Informasi

Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi

manajemen dalam pengambilan keputusan. Beberapa ahli mendefinisikan informasi

sebagai berikut:

Menurut Mulyanto (2009:12), Informasi adalah data yang diolah menjadi

bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data

merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata.

Menurut Goal (2008:8), Informasi adalah data yang telah diproses atau

diolah ke dalam bentuk yang berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang

sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau

nantinya.
11

Menurut Jogiyanto (2008:36), Informasi adalah data yang diolah menjadi

bentuk yang berguna bagi para pemakainya.

Berdasarkan pendapat yang dikemukan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa

Informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan

keperluan tertentu.

2.1.5. Pengertian Sistem Informasi

Menurut Mulyanto (2009:29), Sistem informasi adalah suatu komponen yang

terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses,

menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu

tujuan. Sistem informasi terdiri dari beberapa komponen-komponen, yaitu :

1. Blok Masukan (Input Block)

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini

termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan

dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematika yang

akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan dibasis data dengan

cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran (Output Block)


12

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang

berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen

serta semua pemakai sistem.


4. Blok Teknologi (Technology Block)

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan

dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu

pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5. Blok Basis Data (Database Block)

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu

dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan

perangkat lunak untuk memanipulasinya.

6. Blok Kendali (Control Block)

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam,

temperature, api, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan dan

yang lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan

untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah

ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.

2.1.6. Sistem Informasi Akuntansi

Dalam melaksanakan dan mengelola perusahaan seorang pemimpin harus

mengambil keputusan yang tepat diantara alternatif yang akan diproses. Dalam

pengambilan keputusan manajemen membutuhkan informasi yang handal mengenai

apa yang akan terjadi didalam perusahan. Informasi tersebut dapat dipenuhi dengan
13

adanya sistem informasi akuntansi yang telah dirancang dan direncanakan dengan

baik sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sistem informasi akuntansi menurut Susanto (2008:72), Sistem Informasi

Akuntansi adalah kumpulan (integrasi) dari subsistem atau komponen baik fisik

ataupun non fisik yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sma lain secara

harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan

menjadi informasi keuangan.

Menurut Gelinas dan Dull (2008:14), sistem informasi akuntansi adalah

spesialisasi subsistem dari SI untuk mengumpulkan, memproses, dan melaporkan

informasi yang berhubungan dengan aspek keuangan dari kejadian bisnis.

Dari difinisi di atas dapat penulis simpulkan bahwa sistem informasi akuntansi

adalah kumpulan (integrasi) dari subsistem atau komponen baik fisik ataupun non

fisik yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sma lain yang mengolah

transaksi keuangan untuk menyediakan informasi scorekeeping, attention directing,

dan decision-making kepada pemakai informasi.

2.1.7. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Susanto (2008:8-11), tujuan sistem informasi akuntansi adalah

sebagai berikut :

1. Mendukung aktivitas perusahaan sehari-hari.


2. Mendukung proses pengambilan keputusan.
3. Membantu pengolahan perusahaan dalam memenuhi tanggung jawabnya

kepada pihak eksternal.


4. Mengumpulkan data memasukan data transaksi ke dalam sistem informasi

akuntansi.
5. Mengolah data transaksi.
14

6. Menyimpan data untuk tujuan dimasa mendatang.


7. Memberi pemakai atau pemberi keputusan (manajemen) informasi yang

mereka perlukan.
8. Mengontrol semua proses yang terjadi.
2.2 Peralatan Pendukung ( Tool System )
Peralatan pendukung (tool system) merupakan alat yang digunakan untuk

menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan

symbol-simbol lambang dan diagram. Adapun peralatan pendukung untuk merancang

model sistem, terdiri dari :

2.2.1 Diagram Alir Data

Menurut Kristanto (2008:61), Data Flow Diagram merupakan suatu model

logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan

kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang

menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang

dikenakan pada data tersebut. Beberapa symbol yang digunakan di DFD (Data

Flow Diagram) adalah sebagai berikut :

1. Kesatuan Luar
Keluaran luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan

luar sistem yang dapat bebrupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang

berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau

menerima output dari sistem.


2. Arus Data
Digambarkan dengan anak panah yang digunakan untuk arah dari proses

sistem. Data Flow ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau

informasi dari satu bagian ke bagian lainnya. Data Flow ini mengalir diantara

proses (process), simpanan data ( Data Store ) dan kesatuan luar (external
15

entity). Selain menunjukan arah alir data, arus data ini perlu diberikan nama

sesuai dengan data atau informasi yang dimaksud.


3. Proses
Proses digambarkan dengan bujur sangkar dengan sudut membulat digunakan

untuk menunjukan adanya suatu perubahan didalam transformasi. Proses-

proses tersebut selalu menunjukan perubahan atau perubahan data. Jadi aliran

data yang meninggalkan suatu proses selalu diberi label yang berbeda dari

aliran data yang merusak.


4. Simpanan Data
Penyimpanan data digambarkan dengan bujur sangkar dengan ujung terbuka,

yang menunjukan penyimpanan data. Simpanan data menunjukan tempat

penyimpanan data-data yang memungkinkan penambahan dan perolehan data.

Adapun bentuk aturan main dalam penggunaan diagram alir data untuk

membuat model sistem adalah sebagai berikut :

1. Didalam diagram alir data tidak boleh menghubungkan antara external

entity dan external entity secara langsung.


2. Didalam diagram alir data tidak boleh menghubungkan antara data store yang

satu dengan data store yang lainnya secara langsung.


3. Didalam diagram alir data tidak boleh menghubungkan antara

data store dengan exsternal entity secara langsung.


4. Setiap proses ada data flow yang masuk dan data flow yang keluar.

Langkah-langkah dalam membuat diagram alir dayta terbagi menjadi tiga

bagian diantaranya :

1 Diagram Konteks
Diagram konteks adalah yang Detail menggambarkan proses suatu sistem

secara garis besar atau secara umum.


2 Diagram Nol
16

Diagram yang dibuat untuk menggambarkan tahapan proses yang ada di

dalam diagram konteks yang penjabarannya secara terperinci.


3 Diagram Detail
Diagram yang dibuat untuk menggambarkan arus data atau sistem secara

terperinci dan mendetail dari tahapan proses pada diagram nol.

2.2.2 Kamus Data

Kamus data adalah suatu aplikasi khusus dari jenis kamus-kamus yang

digunakan sebagai refensi kehidupan setiap hari. Kamus data merupakan hasil

referensi data mengenai data (maksimal, metadata), suautu data data yang disusun

oleh penganalisis sistem yang membimbing mereka selama melakukan analisa dan

desain. Sebagai suatu dokumen, kamus data mengumpulkan dan mengkoordinasi

istilah-istilah data tertentu, dan menjelaskan apa arti dari setiap istilah yang ada.

Fungsi dari kamus data adalah sebagai suatu katalog yang menjelaskan lebih dari

tentang DAD yang mencakup proses, data flow dan data store. Selain itu juga untuk

menghindari penggunaan kata-kata yang sama, karena itu kamus data disusun secara

abjad.

Isi kamus data harus mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang

dicatat. Maka kamus data harus memuat hal-hak berikut :

1. Nama Arus Data


Kamus data dibuat berdasararkan arus data yang mengalir di DAD, maka nama

dari arus data juga harus dicatat dikamus data, sehingga mereka yang membaca

DAD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu

di DAD dapat langsung mencarinya dengan mudah dikamus data.


2. Alias
17

Alias atau nama lain dari data dapat ditulis bila nama lain ada. Alias perlu

ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang

atau departemen satu dengan yang lainnya.


3. Bentuk Data
Data yang mengalir dari hasil suatu proses ke proses lainnya dalam bentuk

dokumen dasar atau formulir, dokumen hasil cetak komputer, laporan terarah,

tampilan layar dimonitor, variable dan parameter dan parameter dan field-field

adalah bentuk data dari arus data yang mengalir yang perlu dicatat dikamus

data.

4. Arus Data
Arus data menunjukan dari nama data mengalir dan kemana data akan

menuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat dikamus data supaya

memudahkan mencari arus data ini di DAD.


5. Penjelasan
Menjelaskan lagi tentang makna dari arus data yang dicatat dari kamus data,

maka bagi penjelsan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus

data tersebut.
6. Periode
Periode ini menunjukan kapan terjadinya arus data ini. Periode ini perlu

dicatat dikamus data karena dapat digunakan untuk mendefinisikan kapan

input dan harus dimasukan kedalam sistem, kapan proses program harus

dilakukan, dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.


7. Volume
Volume yang dicatat didalam kamus data adalah tentang volume rata-rata dan

volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukan banyaknya arus

data yang mengalir dalam suatu periode tertentu, sedangkan volume puncak

merupakan volume yang terbanyak.


18

8. Struktur Data
Struktur data menunjukan yang dicatat pada kamus data yang terdiri dari item-

item atau elemen data. Selain hal-hal diatas, kamus data juga mempunyai

suatu bentuk untuk mempersingkat arti actual maka symbol yang dijelaskan,

yang disebut notasi. Dimana notasi kamus data lebih mudah menjelaskan

datanya dibandingkan dengan narasi. Notasi atau symbol yang digunakan ada

dua macam yaitu :


1. Notasi Tipe Data
Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi format

input maupun output suatu data. Notasi ini umumnya digunakan adalah

sebagai berikut :

Tabel II.1. Notasi Tipe Data

Notasi Arti
X Setiap karakter
9 Angka numeric
A Angka alphabet
Z Angka nol ditampilkan sebagai notasi kosong
. Sebagai pemisah ribuan
, Koma sebagai tanda penghubung
~ Hypen sebagai tanda penghubung
/ Slash sebagai tanda spasi
Sumber : Kendall (2010:344)

2. Notasi Struktur Data


Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data yang umum

digunakan adalah sebagai berikut :

Tabel II.2. Notasi Struktur Data

Notasi Arti
= Terdiri dari
19

+ Dan
() Menunjukan suatu elemen yang bersifat pilihan
{} Menunjukan elemen-elemen repitif
[] Menunjukan salah satu dari dua situasi tertentu
Sumber : Kendall (2010:338)

BAB III

ANALISA SISTEM BERJALAN

3.1. Umum
Dalam era globalisasi ini kebutuhan akan teknologi sangat dibutuhkan

terutama untuk membantu dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi pada

suatu instansi pemerintah maupun instansi swasta. Untuk mengatasi masalah-masalah

tersebut dibutuhkan sarana atau alat yang membantu memberikan informasi yang

cepat, tepat dan akurat. Bila dalam suatu perusahaan informasi tersebut berhenti atau

terlambat, maka sistem perusahaan akan menjadi tidak seimbang. Contohnya adalah
20

sistem penjualan karena erat kaitannya dengan perhitungan dan juga informasi yang

beranekaragam yang harus tepat pada waktunya. Untuk perusahaan pun perlu adanya

tenaga yang ahli dan alat pengolahan data seperti komputer.


Dengan masih adanya sistem penggajian karyawan pada CV. Jagoan Rasa

yang menggunakan cara manual, mulai dari absen karyawan sampai pada

pembayaran gaji karyawan oleh bagian HRD, masih terdapat banyak kesalahan yang

terjadi, antara lain membutuhkan banyak waktu dan tenaga bila kita membutuhkan

dokumen, ada nya data yang terselip karena kurang terjaminnya keamanan data

sehingga butuh media penyimpanan yang cukup besar untuk dokumen tersebut.
Dengan terjadinya masalah tersebut diatas, diperlukan sarana yang dapat

meringankan tugas manager, HRD, dan bagian keuangan dalam menyelesaikan suatu

masalah terutama masalah pengolahan data gaji karyawan.

3.2. Tinjauan Perusahaan


Dalam pelaksanaan kegiatan pekerjaan di CV. Jagoan Rasa terdapat aturan
21
yang ditentukan, dalam hal ini struktur organisasi adalah media untuk

menggambarkan tugas serta fungsi dari pimpinan di CV. Jagoan Rasa sehingga

semua menjadi lancar dan terstruktur. Penulis akan menerangkan sejarah dan struktur

organisasi di tempat penulis mengadakan Praktek Kerja Lapangan untuk

pembuatan Kuliah Kerja Praktek ini, yaitu sebagai berikut:


3.2.1. Sejarah Perusahaan
CV.Jagoan Rasa adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang

kuliner. Perusahaan ini berdiri pada tanggal 13 Maret 2013 sampai dengan saat ini.

Restoran ini dirikan oleh seorang owner bernama Anton Darmawan pria keturunan

cina tionghoa kelahiran Pontianak, walau usia perusahaan ini masih muda diantara
21

perusahaan kuliner yang lainnya akan tetapi perusahan ini telah memiliki tiga cabang

Restoran di Pontianak, nama restoran ini yaitu Restoran Ayam Dadakan.


Adapun nama Ayam Dadakan ini di bentuk karna restoran tersebut di buat

dengan mendadak tanpa ada pemikiran panjang. Kini Ayam Dadakan memiliki 120

karyawan yang tersebar di Ayam Dadakan Panglima Aim, Ayam Dadakan Podomoro

dan Ayam Dadakan Teuku Umar.


Manager Ayam Dadakan pertama di pimpin oleh Bapak Hasanudin di gantikan

oleh Ibu Putri selanjutnya Bapak Slamet sampai saat ini.

3.2.2 Stuktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi perusahaan adalah jaringan kerjasama dalam sekelompok

orang guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut skema struktur organisasi

pada CV. Jagoan Rasa :


22

Sumber : Restoran Ayam Dadakan

Gambar III.1. Struktur Ogranisasi

Dalam struktur organisasi perusahaan masing-masing jabatan mempunyai

tanggung jawab dan wewenang yang berbeda sesuai bidang keahliannya, Adapun

tugas dari tiap-tiap bagian adalah sebagai berikut :

1. Direktur Utama

Tugasnya yaitu sebagai pemimpin dan pemilik restoran.

2. Wakil Direktur
Tugasnya yaitu mengatur oprasional restoran.
3. HRD & GA
Tugasnya yaitu pemeliharaan perusahaan dan kesejahteraan karyawan.
4. Districk Manager
Tugasnya yaitu membatu manager dalam oprasional restoran.
5. Restauran Manager
Tugasnya yaitu menjaga restoran saat oprasional berlangsung.
6. Finance Head
Tugasnya yaitu pemegang keuangan restoran.
7. Accounting
Tugasnya yaitu menyusun laporan keuangan restoran.
8. Admin
Tugasnya yaitu menyusun laporan pembelanjaan restoran.
9. Cashier
Tugasnya yaitu bagian pembayaran pembelanjaan restoran.
10. Purchasing
Tugasnya yaitu bagian pembelanjaan keperluan oprasional restoran.
11. Head Produksi
Tugasnya yaitu mengepalai bagian pembuatan makanan
12. Supervisor Service
23

Tugasnya yaitu mengontrol berlangsungnya oprasional restoran di lapangan.


13. Chef Departy
Tugasnya yaitu mengepalai bagian dapur restoran saat oprasional.
14. Produksi Helper
Tugasnya yaitu back up pekerjaan Head Produksi.
15. Captain Servis
Tugasnya yaitu mengawasi bagian SPG/SPB.
16. Captain checker
Tugasnya yaitu mengawasi bagian pengeluaran makanan yang akan di sajikan
17. Cook
Tugasnya yaitu bagian memasak makanan.
18. Bartender
Tugasnya yaitu bagian membuat minuman.
19. Steward
Tugasnya yaitu bagian mengurus peralatan dapur yang akan di gunakan

sebagai oprasional restoran.


20. Service
Tugasnya yaitu sebagai melayani tamu dan sebagai pramusaji.
21. Checker
Tugasnya yaitu sebagai pengecek dan menyiapkan makanan yang akan di

keluarkan.

22. Cook Helper


Tugasnya yaitu membantu bagian cooking.
23. Bar Helper
Tugasnya adalah membantu bagian pembuatan minuman.
24. Diswasher/Potwasher
Tugasnya yaitu pencucian piring/ bagian kebersihan saat tutup restoran.
3.3. Prosedur Sistem

Berjalan

Pada prosedur sistem berjalan ini ada beberapa prosedur yang ditetapkan pada

CV. Jagoan Rasa adalah sebagai berikut :

a. Proses Rekap Absen


Hasil data absen akan di ambil manager untuk di rekap dan di kirim ke

kebagian HRD, setelah itu HRD akan menyerahkan Rekap gaji kebagian
24

keuangan. Kemudian bagian keuangan akan membuatkan laporan gaji yang

akan diserahkan ke Direktur. Lalu di arsipkan sebagai laporan gaji.


b. Proses Pembayaran Gaji
Proses penyerahan gaji dilakukan pada awal bulan oleh HRD setelah

menerima uang dari keuangan dan serah terima uang. Uang di berikan kepada

karyawan beserta slip gaji dan karyawan menandatangani tanda terima gaji.

Slip gaji di buat oleh HRD di copy lalu di arsipkan.


c. Proses Pembuatan Laporan
Pembuatan laporan gaji diambil dari arsip data gaji dan di laporkan ke

direktur.

3.4. Diagram Alir Data

(DAD) Sistem Berjalan


Definisi dari DAD adalah alat pembuatan model yang memungkinkan

profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses

fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual

maupun komputerisasi.
25

Gambar III.2 Diagram Konteks Sistem Berjalan

Gambar III.2 Diagram Konteks Sistem Berjalan


26

Data karyawan

Data karyawan

Gambar III.3 Diagram Nol Sistem Berjalan

3.5. Kamus Data

Sistem Berjalan

Untuk menjelaskan diagram alir data dibuatkan kamus data yang meliputi

nama arus data, alias, bentuk data, arus data, penjelasan, priode,volume, dan struktur

data. Adapun data sistem berjalan dari proses rekap absen sampai proses penyerahan

gaji adalah sebagai berikut :


27

A. Kamus Data Dokumen Masukan


1. Data Absen

Nama Arus Data : Data Absen

Alias : DA

Bentuk Data : Cetak Komputer

Arus Data : Karyawan Proses 01

Proses 01 HRD

Penjelasan : Untuk mengetahui data absen kehadiran karyawan

Periode : Setiap hari

Volume : 1 Lembar

Struktur Data : Header + Isi + Footer

Header = Nama Perusahaan + Nama Dokumen + Periode +

Nama Karyawan

Isi = Tanggal + Jam Masuk + Jam Keluar + Keterangan

Footer = Mengetahui + Manager + HRD

2. Data Karyawan

Nama Arus Data : Data Karyawan

Alias : DK

Bentuk Data : Cetak Komputer

Arus Data : HRD proses 02

Penjelasan : Untuk mengetahui jumlah karyawan yang menerima

gaji
28

Periode : Setiap bulan

Volume : 1 Lembar

Struktur Data : Header + Isi + Footer

Header = Nama Perusahan + Nama Dokumen + Divisi +

Periode

Isi = Nama + Gaji Pokok + Total

Footer = Mengetahui + HRD

3. Tanda Terima Gaji

Nama Arus Data : Tanda Terima Gaji

Alias : TTG

Bentuk Data : Cetak Komputer

Arus Data : 2.0 Karyawan

Penjelasan : Sebagai bukti bahwa karyawan telah menerima gaji.

Periode : Setiap bulan

Volume : Satu lembar

Struktur Data : Header + Isi + Footer

Header = Nama Perusahaan + Nama Dokumen

Isi = Nama + Tanda Tangan

Footer = Tanda Tangan HRD

B. Kamus Data Dokumen Keluaran

1. Rekap Absen

Nama Arus Data : Rekap Absen

Alias : RA
29

Bentuk Data : Cetak Komputer

Arus Data : Manajer proses 01

Proses 0.1- HRD

Penjelasan : Untuk mengetahui data absen kehadiran karyawan.

Periode : Tiap Bulan

Volume : 1 Lembar

Struktur Data : Header + Isi + Foter

Header = Nama Perusahaan + Nama Dokumen +

Periode

Isi = Nama + Tanggal + Jam Kerja

Footer = Mengetahui + Manajer

2. Data Gaji

Nama Arus Data : Data Gaji

Alias : DG

Bentuk Data : Cetak Komputer

Arus Data : Keuangan proses 02

Penjelasan : Untuk mengetahui data gaji karyawan

Periode : Setiap bulan

Volume : Sesuai kebutuhan

Struktur Data : Header + Isi + Foter

Header = Nama Perusahaan + Nama Dokumen + outlet + Periode

Isi = Nama + Gaji Pokok + Gaji Kotor + Gaji Bersih +

Total Potongan
30

Footer = Tanda Tangan + Keuangan

3. Slip Gaji

Nama Arus Data : Slip Gaji

Alias : SG

Bentuk Data : Cetak Komputer

Arus Data : Proses 3.0 Karyawan

Penjelasan : Bukti jumlah menerimaan gaji karyawan

Periode : Setiap Bulan

Volume : Satu Lembar

Struktur Data : Header + Isi + Footer

Header : Nama Perusahaan + Nama Dokumen + Periode +

Nama

Isi : Jumlah Kehadiran + Gaji Pokok + Tunjangan + Uang

Lembur + Total

Footer : Tanda Tangan + Staff + HRD

3.6. Spesifikasi Sistem Berjalan

Spesifikasi sistem merupakan rangkaian yang terdiri dari dokumen masukan

(Input) dan dokumen keluaran (Output) yang semuanya teratur dan dipakai pada

sistem berjalan. Spesifikasi sistem penggajian karyawan pada CV. Jagoan Rasa

adalah :

3.6.1. Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan


31

Dokumen masukan merupakan dokumen yang mengalami proses awal dari

sistem penggajian pada CV. Jagoan Rasa, bentuk dokumen masukan tersebut adalah

sebagai berikut :

a. Data Absen

Nama Dokumen : Data Absen

Fungsi : Sebagai bukti kehadiran karyawan

Sumber : Karyawan

Tujuan : HRD

Frekuensi : Setiap karyawan masuk kerja

Media : Kertas

Jumlah : 1 Lembar

Bentuk : Lampiran 1

b. Data Karyawan

Nama Dokumen : Data Karyawan

Fungsi : Mengetahui jumlah karyawan yang menerima gaji

Sumber : HRD

Tujuan : Bagian Keuangan

Frekuensi : Setiap Bulan

Media : Kertas

Jumlah : 1 Lembar

Bentuk : Lampiran 2

c. Tanda Terima Gaji

Nama Dokumen : Tanda Terima Gaji


32

Fungsi : Sebagai bukti bahwa karyawan telah menerima gaji.

Sumber : HRD

Tujuan : Karyawan

Frekuensi : Setiap Bulan

Media : Kertas

Jumlah : 1 Lembar

Bentuk : Lampiran 3

3.6.2. Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran

Pada sistem keluaran dan penyajian laporan dibutuhkan suatu keluaran data

dari sumber data yang ada. Untuk itu perlu adanya spesifikasi keluaran yang nantinya

digunakan sebagai kerangka penyesuaian data yang dipindahkan dari sumber data.

Bentuk dokumen keluaran tersebut adalah sebagai berikut :

a. Rekap Absen

Nama Dokumen : Rekap Absen

Fungsi : Untuk mengetahui rekap absensi selama 1 bulan

Sumber : Manajer

Tujuan : HRD

Frekuensi : Setiap akan melakukan penggajian

Media : Kertas

Jumlah : 1 Lembar

Bentuk : Lampiran 4

4. Data Gaji

Nama Dokumen : Data Gaji


33

Fungsi : Sebagai bukti perhitungan gaji karyawan

Sumber : HRD

Tujuan : Keuangan

Frekuensi : Setiap akan melakukan penggajian

Media : Kertas

Jumlah : 1 Lembar

Bentuk : Lampiran 5

5. Slip Gaji

Nama Dokumen : Slip Gaji

Fungsi : Sebagai bukti penerimaan gaji

Sumber : HRD

Tujuan : Karyawan

Frekuensi : Setiap akan melakukan penggajian

Media : Kertas

Jumlah : 1 Lembar

Bentuk : Lampiran 6

3.7. Permasalahan Pokok

Berdasarkan pengamatan penulis di CV. Jagoan Rasa Jalan Teuku Umar

Pontianak proses mulai rekap data absen sampai pembuatan laporan sudah

terkomputerisasi menggunakan microsoft excel, akan tetapi proses pengiriman

laporan, proses absensi dan proses pemberian gaji karyawan masih manual sehingga

keamanan dokumen tidak terjamin dan proses penggajian karyawan menjadi sedikit

merepotkan.
34

3.8. Alternatif Pemecahan Masalah

Dengan melihat berbagai permasalahan yang ada, maka untuk mengatasi

permasalahan tersebut penulis mengajukan pemecahan masalah yaitu untuk

pengiriman data rekap absen dan data gaji karyawan dikirim menggunakan E-mail.
35

BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Dari hasil magang di CV. Jagoan Rasa, penulis mendapatkan beberapa

permasalahan dan kelebihan di bagian penggajian seperti :


1. Proses nya masih menggunakan system manual yaitu seperti proses

pengiriman laporan, pembayaran gaji karyawan, absensi karyawan.


2. Adapun proses yang sudah terkomputerisasi dengan menggunakan microsoft

excel yaitu proses rekap absen, proses pembuatan slip gaji, proses pembuatan

data karyawan, proses pembuatan absen karyawan, proses pembuatan data

gaji, proses pembuatan tanda terima gaji.


4.2. Saran
Dari permasalahan yang ada di CV. Jagoan Rasa penulis menyarankan untuk :
1. Proses pengiriman laporan menggunakan E-Mail.
2. Proses penggajian langsung menggunakan bank agar tidak mempersulit HRD

saat pemberian gaji kepada karyawan.


3. sistem absensi karyawan menggunakan sistem finger print.

37

DAFTAR PUSTAKA

William dan Sawyer. 2007.Using Information Technologi.Yogyakarta:Andi

Jogiyanto, HM. 2009. Analisis dan Desain. Yogyakarta : Andi OFFSET.


36

Sutarman. 2012. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Agus Mulyanto. 2009. Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi. Pustaka Pelajar.
Yogyakarta

Azhar Susanto. 2008. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Gramedia

Gaol, L, Jimmy. 2008. Sistem Informasi Manajemen Pemahaman dan Aplikasi.


Jakarta : Penerbit PT Grasindo.

Gelinas, U.J., & Dull, R.B. 2010. Accounting Information Systems (8 th ed). Ohio:
South-Western Cengage Learning.

Andri Kristanto. 2008. Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya. Gava Media,
Yogyakarta.

Kenneth E. Kendall, Julie E. Kendall, 2010, Analisis dan Perancangan Sistem. Jakarta
, PT Indeks.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Biodata Mahasiswa

N.I.M : 11141628
37

Nama Lengkap : Nur Hajar Aswad

Tempat & Tanggal Lahir : Pontianak, 21 November 1995

Alamat lengkap : Desa Pematang Tujuh Kecamatan Rasau

Jaya Kabupaten Kubu Raya

B. Riwayat Pendidikan Formal & Non-Formal


1. Sekolah Dasar Negeri 12 Rasau Jaya, lulus tahun 2006
2. Madrasah Tsanawiyah Swasta Al-Huda, lulus tahun 2010
3. Madrasah Aliyah Negeri Kubu Raya, lulus tahun 2013

Pontianak, 19 Desember 2016

Nur Hajar Aswad

SURAT KETERANGAN RISET


38
39

LAMPIRAN
40

Lampiran 1. Absen Karyawan


41

Lampiran 2. Data Karyawan


42

Lampiran 3. Tanda Terima gaji


43

Lampiran 4. Rekap Absen


44

Lampiran 5. Data Gaji


45

Lampiran 6. Slip Gaji


46

Lampiran 7. Kwitansi