Anda di halaman 1dari 8

17

BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Kegiatan praktikum pengolahan bahan galian yang praktikan lakukan,
berlangsung pada hari Jumat, tanggal 31 bulan Maret tahun 2017, yang dimulai
pada pukul 08.20 WIB dan berakhir pada pukul 10.00 WIB.
Lokasi kegiatan praktikum dilaksanakan di dalam laboratorium Pengolahan
Bahan Galian dan Metalurgi di Gedung Pengabdian Jurusan Teknik Pertambangan
Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung. Laboratorium ini dilengkapi
dengan sistem ventilasi yang dapat menyedot debu-debu hasil kegiatan alat-alat
keluar dari ruangan laboratorium.

3.2 Alat dan Bahan


1. Alat Pelindung Diri (APD)
Safety Shoes, Dust Masker, Safety Glasses, Safety Gloves
2. Jaw Crusher
3. Double Roll Crusher
4. Rotary Sample Divider
5. Disk Mill
6. Raymond Mill
7. Sieve Shaker
8. Timbangan
9. Kantong Sampel
10. Karton
11. Alat Tulis
12. Kamera

3.3 Langkah-Langkah Praktikum


3.3.1 Jaw Crusher
18

Gambar 3.1 Alat Jaw Crusher

1. Gunakan alat pelindung diri sebelum kegiatan praktikum dimulai, seperti


menggunakan safety shoes, safety glasses, dust masker, dan safety gloves
2. Siapkan material berupa bongkahan batu granit
3. Setelah itu sambungkan aliran listrik ke alat jaw crusher
4. Nyalakan alat tersebut dengan menekan tombol on yang ada pada alat
5. Kemudian masukkan bongkahan batu granit yang telah diketahui ukurannya.
6. Tunggulah beberapa saat sampai yakin bahwa batu yang dimasukkan tadi
sudah selesai dihancurkan oleh alat
7. Jika sudah tidak ada lagi batu yang dihancurkan di dalam alat, maka matikan
alat tersebut
8. Amati ukuran batu hasil olahan alat tersebut yang ada dibagian bawah alat
yang merupakan tempat hasil olahan
9. Setelah itu ambillah 5 buah sampel hasil crusher dan diukur panjang serta
lebarnya, sehingga didapatkan rata-rata ukuran dari sampel batuan
10. Dokumentasikan gambar alat, bahan sampel sesudah dan sebelum
dihancurkan dengan menggunakan crusher.
11. Setelah praktikum selesai dilaksanakan, bersihkan alat praktikum, rapikan
kembali alat pelindung diri yang telah dipakan sebelumnya dan bersihkan
ruang laboratorium.

3.3.2 Double Roll Crusher


19

Gambar 3.2 Alat Double Roll Crusher

1. Gunakan alat pelindung diri sebelum kegiatan praktikum dimulai, seperti


menggunakan safety shoes, safety glasses, dust masker, dan safety gloves
2. Siapkan sampel berupa batu granit yang telah dilakukan proses penggerusan
ukuran menggunakan Jaw Crusher
3. Setelah itu sambungkan aliran listrik ke alat Double Roll Crusher
4. Aturlah gape pada alat menggunakan setting block sesuai dengan pengujian
yang dilakukan
5. Kemudian kunci agar gape nya tidak berubah posisi
6. Nyalakan alat tersebut dengan menekan tombol on yang ada pada alat
7. Kemudian masukkan bongkahan batu granit yang telah diketahui ukurannya.
8. Tunggulah beberapa saat sampai yakin bahwa batu yang dimasukkan tadi
sudah selesai dihancurkan oleh alat
9. Jika sudah tidak ada lagi batu yang dihancurkan di dalam alat, maka matikan
alat tersebut
10. Amati ukuran batu hasil olahan alat tersebut yang ada dibagian bawah alat
yang merupakan tempat hasil olahan
11. Setelah itu ambillah 4 buah sampel hasil crusher dan diukur panjang serta
lebarnya, sehingga didapatkan rata-rata ukuran dari sampel batuan
12. Dokumentasikan gambar alat, bahan sampel sesudah dan sebelum
dihancurkan dengan menggunakan crusher.
13. Setelah praktikum selesai dilaksanakan, bersihkan alat praktikum, rapikan
kembali alat pelindung diri yang telah dipakan sebelumnya dan bersihkan
ruang laboratorium.

3.3.3 Rotary Sample Divider


20

Gambar 3.3 Alat Rotary Sample Divider

1. Gunakan alat pelindung diri sebelum kegiatan praktikum dimulai, seperti


menggunakan safety shoes, safety glasses, dust masker, dan safety gloves
2. Siapkan sampel berupa batu granit yang telah dilakukan proses penggerusan
ukuran menggunakan jaw crusher dan double roll crusher
3. Timbanglah sampel seberat 1 kg menggunakan bantuan timbangan
4. Setelah itu sambungkan aliran listrik ke alat rotary simple divider
5. Putar tombol untuk menggetarkan alat dengan getaran 8 Hz, 9 Hz, dan 10 Hz
6. Kemudian putarlah segmen yang terdapat pada alat
7. Setelah itu masukkan sampel yang telah ditimbang ke dalam alat melalui
hopper
8. Nyalakan alat tersebut dengan menekan tombol on yang ada pada alat
9. Pada saat alat dinyalakan, hitung waktu penyortingan sampel dengan bantuan
stopwatch hingga sampel telah masuk seluruhnya kedalam segmen
10. Setelah itu matikan alat rotary simple divider
11. Bukalah kunci yang ada pada setiap segmen
12. Sampel pada tiap-tiap segmen dikeluarkan, dan dimasukkan ke dalam
kantong sampel yang telah disediakan
13. Beri nomor pada setiap kantong sampel, dan timbanglah berat tiap kantong
sampel tersebut
14. Kemudian dokumentasi gambar alat, sampel sebelum di sorting dan sesudah
di sorting
21

3.3.4 Disk Mill

Gambar 3.4 Alat Disk Mill

1. Gunakan alat pelindung diri sebelum kegiatan praktikum dimulai, seperti


menggunakan safety shoes, safety glasses, dust masker, dan safety gloves
2. Siapkan sampel berupa batu granit yang telah dilakukan proses penggerusan
ukuran menggunakan jaw crusher, double roll crusher, dan hammer mill
3. Timbanglah sampel seberat 2 kg menggunakan timbangan
4. Kemudian lakukan pengayakan menggunakan alat screening terhadap sampel
yang telah ditimbang tadi
5. Material yang diambil dari hasil pengayakan ialah material undersize
6. Setelah itu sambungkan aliran listrik ke alat Disk Mill
7. Nyalakan alat tersebut dengan menekan tombol on yang ada pada alat
8. Kemudian masukkan sampel material ke dalam alat melalui hopper
9. Material yang telah digerus oleh alat Disk Mill akan masuk ke dalam tempat
penampungan
10. Setelah itu matikan alat Disk Mill
11. Material hasil penggerusan menggunakan alat Disk Mill kemudian dilakukan
proses pengklasifikasian ukuran butir menggunakan alat Sieve Shaker
12. Sambungkan aliran listrik ke alat Sieve Shaker, kemudian hidupkan alat
dengan cara memutar tombol on pada alat
13. Setelah alat hidup, masukkan material secara perlahan ke alat Shieve Shaker,
dan digunakan perhitungan waktu selama 5 menit menggunakan stopwatch
22

14. Material hasil pengklasifikasian menggunakan Sieve Shaker, kemudian


dimasukkan ke dalam kantong sampel yang telah diberi label 60, 80, 120,
200, dan -200
15. Setelah itu timbang setiap kantong sampel
16. Dokumentasi gambar alat, sampel sebelum dan sesudah di screening dan
grinding.
17. Setelah praktikum selesai dilaksanakan, bersihkan alat praktikum, rapikan
kembali alat pelindung diri yang telah dipakai sebelumnya dan bersihkan
ruang laboratorium.

3.3.5 Raymond Mill

Gambar 3.5 Alat Raymond Mill

1. Gunakan alat pelindung diri sebelum kegiatan praktikum dimulai, seperti


menggunakan safety shoes, safety glasses, dust masker, dan safety gloves
2. Siapkan sampel berupa batu granit yang telah dilakukan proses penggerusan
ukuran menggunakan jaw crusher, double roll crusher, dan hammer mill
3. Lakukan pengayakan material menggunakan alat screening dengan lebar
lubang screen 0,5 inch
4. Timbanglah sampel seberat 1 kg menggunakan timbangan
5. Material yang diambil dari hasil pengayakan ialah material undersize
6. Setelah itu sambungkan aliran listrik ke alat Raymond Mill
7. Nyalakan alat tersebut dengan menekan tombol on yang ada pada alat
23

8. Kemudian masukkan sampel material ke dalam alat melalui hopper


9. Material yang telah digerus oleh alat Raymond Mill akan masuk ke dalam
tempat penampungan
10. Setelah itu matikan alat Raymond Mill
11. Material hasil penggerusan menggunakan alat Raymond Mill kemudian
dilakukan proses pengklasifikasian ukuran butir menggunakan alat Sieve
Shaker
12. Sambungkan aliran listrik ke alat Sieve Shaker, kemudian hidupkan alat
dengan cara memutar tombol on pada alat
13. Setelah alat hidup, masukkan material secara perlahan ke alat Shieve Shaker,
dan digunakan perhitungan waktu selama 3 menit untuk sampel 1 dan 6 menit
untuk sampel 2 menggunakan stopwatch
14. Material hasil pengklasifikasian menggunakan Sieve Shaker, kemudian
dimasukkan ke dalam kantong sampel yang telah diberi label 60, 80, 120,
200, dan -200
15. Setelah itu timbang setiap kantong sampel
16. Dokumentasi gambar alat, sampel sebelum dan sesudah di screening dan
grinding.
17. Setelah praktikum selesai dilaksanakan, bersihkan alat praktikum, rapikan
kembali alat pelindung diri yang telah dipakai sebelumnya dan bersihkan
ruang laboratorium.

3.3.6 Quartening
1. Material yang sudah digiling menggunakan alat Raymond mill dituang diatas
karton secara perlahan sehingga membentuk gunung
2. Kemudian material tersebut ditekan menggunakan mangkuk sehingga
permukaan material tersebut rata
3. Setelah itu material yang sudah rata tersebut dibagi menjadi 4 bagian sama
besar
4. Gabungkan 4 bagian tersebut menjadi 2 bagian secara menyilang
24

3.3.7 Sieve Shaker

Gambar 3.6 Alat Sieve Shaker

1. Hasil dari material yang sudah digiling menggunakan alat Raymond mill
langsung dimasukkan kedalam alat sieve shaker
2. Kemudian material tersebut diayak selama 3 menit untuk sampel 1 dan untuk
sampel yang ke 2 diayak selama 5 menit
3. Setelah material diayak,material tersebut dipisahkan berdasarkan masing-
masing ukuran butir meshnya dan di masukkan kedalam kantong sampel
4. Lalu material yang sudah dimasukkan ke dalam kantong sampel ditimbang
beratnya dan didokumentasikan