Anda di halaman 1dari 9

10 PERTANYAAN DAN JAWABAN SARANA AIR BERSIH

1. Air bersih adalah?

Air bersih adalah air sehat yang dipergunakan untuk kegiatan manusia dan harus bebas dari
kuman-kuman penyebab penyakit, bebas dari bahan-bahan kimia yang dapat mencemari air
bersih tersebut

2. Syarat air minum menurut permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990

Adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat-syarat kesehatan dan langsung dapat
diminum

3. Batasan-batasan sumber air yang bersih dan aman ?


1. Bebas dari kontaminasi kuman dan bibit penyakit
2. Bebas dari substansi kimia yang berbahaya dan beracun
3. Secara fisik jernih, tidak berasa dan tidak berbau
4. Secara bakteriologis tidak mengandung Escherechia coli
5. Dapat dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan domestic/ rumah tangga
6. Memenuhi standar minimal yang ditentukan oleh WHO atau Departemen Kesehatan
RI.
Air dinyatakan tercemar bila mengandung bibit penyakit, parasit, bahan-bahan kimia

4. Apa saja sarana air bersih yang dapat digunakan oleh masyarakat?

1 Sumur Gali
Merupakan sarana penyediaan air bersih tradisional yang banyak dijumpai di
masyarakat pada umumnya. Sumur gali menampung air dangkal atau kurang dari 7
meter

2. Sumur Pompa

Merupakan sarana penyediaan air bersih yang mempergunakan pompa baik tangan
maupun listrik untuk menaikkan air lubang sumur

3. Sumur Pompa Listrik (SPL)

Pada prinsipnya, cara pembuatan dan cara kerja SPL sama dengan SPT. Bedanya, SPL
menggunakan tenaga listrik sedangkan SPT menggunakan tenaga manusia
5. Apa saja petunjuk yang bermanfaat dalam menilai kualitas air ?

1. Kekeruhan

Kekeruhan yang tinggi akan melindungi mikroorganisme dari pengaruh desinfeksi,


mendorong pertumbuhan bakteri dan menaikkan kebutuhan klor. Agar pada semua proses
disinfeksi memperoleh hasil yang efektif, maka kekeruhan air harus selalu rendah.

2. Warna

Warna dalam air minum mungkin disebabkan karena adanya bahan organic berwarna
seperti bahan organic yang membusuk, logam (besi dan mangan); atau air buangan
industri yang berwarna kuat. Pengalaman menunjukkan bahwa konsumen akan mencari
sumber air yang lain yang mungkin tidak aman bilamana sumber air yang disediakan
tidak estetik karena warnanya. Oleh karena itu, sebaiknya air bersih tidak berwarna.

3. Rasa dan bau

Bau air kebanyakan disebabkan oleh adanya bahan organic dalam air. Beberapa bau busa
menunjukkan adanya peningkatan aktivitas bakteri dan yang lain bisa disebabkan oleh
pengotoran industri

6. syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam pengolahan air?

a. Syarat fisik: air tersebut bening (tidak berwarna), tidak berasa, dan suhu berada di
bawah suhu di luarnya.

b. Syarat bekteriologis: air untuk minum harus bebas dari segala bakteri, terutama
bakteri pathogen. Untuk mengetahuinya dengan memeriksa melalui sampel air, jika
dari hasil pemeriksaan 100cc air terdapat <4 bakteri E.Coli maka air tersebut sudah
memenuhi syarat kesehatan.

c. Syarat kimia: air minum harus mengandung zat-zat tertentu dalam jumlah tertentu.
Kekurangan atau kelebihan salah satu kimia di dalam air akan menyebabkan
gangguan fisiologis pada manusia
7. Kriteria air bersih yang memenuhi syarat:

- Secara fisik, yaitu jernih, suhu lebih rendah dari suhu sekitar, tidak berwarna, tidak
berbau, dan tidak berasa.

- Secara bakteriologis dan kimiawi sesuai Kepmenkes No. 907 tahun 2002

8. Persyaratan konstruksi sumur gali

Bangunan sumur gali terdiri dari dinding sumur, lantai sumur, dan bibir sumur yang harus
dibuat dari bahan kuat dan kedap air.

Dinding sumur sedalam minimal 3 meter dari permukaan tanah untuk mencegah
merembesnya air ke dalam sumur.

Bibir sumur harus setinggi minimal 0,7 meter dari permukaan tanah, harus kedap air
untuk mencegah merembesnya air ke dalam sumur, sebaiknya bibir sumur diberi penutup
agar air hujan dan kotoran lain tidak dapat masuk ke dalam sumur.

Lantai sumur harus kedap air, mempunyai luas dengan lebar minimal 1 meter dari tepi
bibir atau dinding sumur dengan tebal 10 cm.

Saluran air limbah minimal sepanjang lebih kurang 10 m dan sumur peresapan air
buangan yang dibuat dari bahan kedap air dan licin dengan kemiringan 2 % ke arah
pengolahan air buangan atau badan penerima.

Bangunan sumur gali harus dilengkapi dengan sarana untuk mengambil dan menimba air,
seperti timba dengan kerekan, timba dengan gulungan untuk timba atau pompa tangan,
jika menggunakan timba, timba tidak boleh diletakkan di atas lantai sumur, untuk
menghindari pencemaran sehingga kualitasnya terjamin.

Dasar sumur lebih baik diberi kerikilataupecahan batu atau pecahan marmer untuk
menahan endapan lumpur, agar tidak terbawa sewaktu pengambilan air dari sumur.

9. Latar belakang pemeriksaan bakteriologis air dengan metode H2S?


Bahwa keberadaan bakteri coliform didalam air diasosiasikan dengan organisme
penghasil hidrogen sulfide/H2 S (Allen & Geldreich-1975). Berdasarkan kepastian adanya
H2s dalam air tersebut sekaligus merupakan indikator adanya bakteri coliform (Manya
dkk, 1982)

10. sebutkan beberapa keuntungan sekaligus kerugian pemeriksaan kualitas


bakteriologis air dengan menggunakan metode H2S

- Beberapa keuntungan dapat kita sebutkan antara lain sederhana, mudah, cepat, murah,
peralatan dan media mudah diperoleh, serta tidak memerlukan keahlian khusus, karena
cukup dengan pelatihan sederhana petugas sudah mampu melakukan pemeriksaan.
- Kerugian, diantaranya metode ini bersifat kualitatif, sehingga tidak
terukur percise dalam bentuk satuan (range atau angka). Berdasarkan uji coba, hasil yang
didapat kurang sensitif dibanding dengan metode tabung ganda

PILIHAN JAMBAN SEHAT

1. Apa yang dimaksud dengan jamban ?

Jamban merupakan tempat yang aman dan nyaman untuk digunakan sebagai tempat buang
air besar. Berbagai jenis jamban yang digunakan di rumah tangga, sekolah, rumah ibadat, dan
lembaga-lembaga lain

2. Jamban Sehat adalah fasilitas pembuangan tinja yang:

1) Mencegah kontaminasi ke badan air

2) Mencegah kontak antara manusia dan tinja

3) Membuat tinja tersebut tidak dapat dihinggapi serangga, serta binatang lainnya

4) Mencegah bau yang tidak sedap

5) Konstruksi dudukannya dibuat dengan baik, aman dan mudah dibersihkan


3. Apa saja manfaat menggunakan jamban?

Membangun dan menggunakan jamban dapat memberikan manfaat berikut ini:

Peningkatan martabat dan hak pribadi

Lingkungan yang lebih bersih

Bau berkurang, sanitasi dan kesehatan meningkat

Keselamatan lebih baik (tidak perlu pergi ke ladang di malam hari)

Menghemat waktu dan uang, menghasilkan kompos pupuk dan biogas untuk energi

Memutus siklus penyebaran penyakit yang terkait dengan sanitasi

4. Bangunan jamban dapat dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu

1) bangunan bagian atas, disebut Rumah Jamban, berlabel A;

2) bangunan bagian tengah, disebut Slab atau dudukan jamban, berlabel T dan

3) bangunan bagian bawah, disebut penampung tinja berlabel B

5. Guna mendapatkan lebih banyak manfaat dan kenyamanan pada penggunaan


jamban, dapat memperhatikan hal-hal ?

1. Pertimbangan untuk bangunan bagian atas:

Sirkulasi udara yang cukup

Bangunan dapat meminimalkan gangguan cuaca, pada musim panas dan hujan

Kemudahan akses di malam hari

Bangunan menghindarkan pengguna terlihat dari luar/ pandangan dari luar

Disarankan untuk menggunakan bahan lokal

Ketersediaan fasilitas penampungan air dan tempat sabun untuk cuci tangan
2. Pertimbangan untuk bangunan bagian tengah:

Terdapat penutup pada lubang sebagai pelindung terhadap gangguan serangga atau binatang
lain

Dudukan jamban/slab penutup dibuat dengan memperhatikan keamanan pengguna (tidak


licin, runtuh dan terperosok ke dalam lubang penampungan tinja, dsb.)

Bangunan melindungi dari kemungkinan terciumnya bau yang tidak sedap, yang berasal
dari tinja dalam lubang penampungan

Mudah dibersihkan dan dipelihara

Diutamakan menggunakan bahan lokal

Ventilasi udara cukup

3. Pertimbangan untuk bangunan bagian bawah:

Ketinggian muka air tanah

Daya resap tanah (jenis tanah)

Jenis bangunan, jarak bangunan dan kemiringan letak bangunan terhadap sumber air minum
(lebih baik di atas 10 m)

Kepadatan penduduk (ketersediaan lahan)

Umur pakai (kemungkinan pengurasan, kedalaman lubang/ kapasitas)

Diutamakan dapat menggunakan bahan lokal

Bangunan yang permanen dilengkapi dengan manhole


6. Apa saja syarat jamban sehat menurut DEPKES RI Tahun 2004?

Tidak mencemari sumber air minum, letak lubang penampung berjarak 10-15 meter dari
sumber air minum.

Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamah oleh serangga maupun tikus.

Cukup luas dan landai/miring ke arah lubang jongkok sehingga tidak mencemari tanah di
sekitarnya.

Mudah dibersihkan dan aman penggunannya.

Dilengkapi dinding dan atap pelindung, dinding kedap air dan berwarna.

Cukup penerangan

Lantai kedap air

Ventilasi cukup baik

Tersedia air dan alat pembersih.

7. Sebutkan prosedur pemeliharaan jamban menurut DEPKES RI Tahun 2004?

Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan kering


Di sekeliling jamban tidak ada genangan air
Tidak ada sampah berserakanan
Rumah jamban dalam keadaan baik
Lantai selalu bersih dan tidak ada kotoran yang terlihat
Lalat, tikus dan kecoa tidak ada
Tersedia alat pembersih
Bila ada yang rusak segera diperbaiki

8. Kriteria yang digunakan JMP WHO- UNICEF Tahun 2008, salah satu kriteria
sanitasi adalah improved, jelaskan yang dimaksud dengan jamban dengan kriteria
improved
Dikategorikan sebagai improved bila penggunaan sarana pembuangan kotoran nya sendiri,
jenis kloset latrine dan tempat pembuangan akhir tinjanya tangki septik atau SPAL

9. Apa saja bagian dari sanitasi pembuangan tinja?


Rumah Kakus
Lantai Kakus
Tempat Duduk KakusKecukupan Air Bersih
Tempat Penampungan Tinja
Saluran Peresapan

10. SSebutkan fungsi dari masing- masing bagian sanitasi pemmbuangan tinja ?

Rumah Kakus: Berfungsi sebagai tempat berlindung dari lingkunagn sekitar, harus
memenuhi syarat ditinjau dari segi kenyamanan maupun estetika. Konstruksi disesuaikan
dengan keadaan tingkat ekonomi rumah tangga.

Lantai Kakus: Berfungsi sebagai sarana penahan atau tempat pemakai yang sifatnya harus
baik, kuat dan mudah dibersihkan serta tidak menyerap air. Konstruksinya juga disesuaikan
dengan bentuk rumah kakus.

Tempat Duduk Kakus: Fungsi tempat duduk kakus merupakan tempat penampungan tinja,
harus kuat, mudah dibersihkan, berbentuk leher angsa atau memakai tutup yang mudah
diangkat.

Kecukupan Air Bersih: Jamban hendaklah disiram minimal 4-5 gayung, bertujuan
menghindari penyebaran bau tinja dan menjaga kondisi jamban tetap bersih. Juga agar
menghindari kotoran tidak dihinggapi serangga sehingga dapat mencegah penularan
penyakit.
Tersedia Alat Pembersih: Tujuan pemakaian alat pembersih, agar jamban tetap bersih setelah
jamban disiram air. Pembersihan dilakukan minimal 2-3 hari sekali meliputi kebersihan lantai
agar tidak berlumut dan licin. Sedangkan peralatan pembersih merupakan bahan yang ada di
rumah kakus didekat jamban.

Tempat Penampungan Tinja: Adalah rangkaian dari sarana pembuangan tinja yang
berfungsi sebagai tempat mengumpulkan kotoran/tinja. Konstruksi lubang harus kedap air
dapat terbuat dari pasangan batu bata dan semen, sehingga menghindari pencemaran
lingkungan.

Saluran Peresapan: Merupakan sarana terakhir dari suatu sistem pembuangan tinja yang
lengkap, berfungsi mengalirkan dan meresapkan cairan yang bercampur tinja