Anda di halaman 1dari 46

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PEMBANGUNAN STRUKTUR ATAS GEDUNG


APARTEMENT CASA DE PARCO BSDCITY
TANGERANG SELATAN

Diajukan sebagai Syarat Menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S-1)


Program Studi Teknik Sipil Fakultas Sains Dan Teknologi
Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta

DISUSUN OLEH :

Peri Yanto

201131052

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL KAMAL


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
JAKARTA
2016
BAB IV

TEKNIS PELAKSAAN PEKERJAAN

4.1 Pendahuluan

Pada pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan apartemen Casa de


Parco ini, mulai dengan melakukan mobilitas, pembersihan lahan, survey
lapangan dan pembuatan fasilitas sementara lapangan. Dalam bab ini tidak di
bahas lebih jauh dari pekerjaan-pekerjaan di atas, namun secara khusus membahas
tentang pelaksanaan pekerjaan sub struktur atas Proyek Apatemen Casa de Parco.

Proyek Pembanguna Apartemen Casa de Parco ini dimulai beberapa tahap.


Pada tahap pertama, dibangun 2 tower yaitu Tower C dan D serta satu Rukan.
Pembanguna tahap pertama tersebut dimulai sejak bulan Agustus 2015,
pembangunan Tower C dan D sudah mencapai lantai 9. Pekerjaan struktur yang
diamati pada praktik lapanagan ini adalah tahap pelaksanaan pekerjaan kolom,
balok dan plat lantai 9 pada Towe D Apartemen Casa de Parco.

4.2 Pekerjaan Struktur Atas

Struktur bangunan terdiri dari struktur bawah dan atas. Struktur bawah pada
bangunan merupakan bagian dari struktur yang berfungsi menerima beban dari
struktur atas bangunan yang akan diteruskan kedalam tanah. Sedangkan struktur
atas merupakan bagian sturktur yang berfungsi menerima kombinasi pembebanan,
beban mati, beban hidup, berat sendiri struktur, dan beban lainnya yang telah di
perhitungkan sehingga dapat menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna
gedung. Selain itu struktur, bangunan harus mampu mewujudkan perancangan
arsitektur bangunan (Wibowo, 2011).

Pekerjaan struktur atas melibatkan beberapa kegiatan, antara lain adalah


pekerjaaan pengukuran, pembesian,, bekisting, pengeccoran, pembongkaran
bekisting, dan perawatan beton yang dilakukan pada elemen-elemen struktur atas
seperti kolom, shear wall dan corelift, ok dan pelat lantai. untuk struktur atas lihat
Gambar 4.1

Program Studi Teknik Sipil |2


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Gambar 4.1 Struktur Atas Bangunan Tower D Apartemen Casa de Parco

Pekerjaan struktur atas merupakan pekerjaan struktur pada elemen-elemen


struktur yang berada di atas permukaan tanah. Pada umumnya gedung bertingkat
memiliki beberapa bentuk struktur atas yaitu podium dan tower. Pekerjaan struktur
atas merupakan pekerjaan yang sebagian besar adalah pekerjaan berulang atau
typical. Oleh karena itu, pada pekerjaan struktur atas hal yang perlu di perhatikan
adalah pola pergerakan pekerjaan termasuk materialnya.

Bahan konstruksi yang umumnya digunakan pada konstruksi struktur atas


adalah beton bertulang. Bagian utama struktur atas bangunan adalah kolom, balok,
pelat dan atap. Sedangkan elemen struktur yang dikaji pada praktik lapangan ini
adalah tahapan pelaksanaan pekerjaan, kolom, balok dan pelat, mulai dari pekerjaan
bekisting, pembesian hingga pengecoran.

Program Studi Teknik Sipil |3


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
4.2.1 Pekerjaan Kolom

Tabel 4.1 Detail Kolom tipe 513

Pekerjaan kolom dalam proyek ini secara keseluruhan sama, meskipun


dimensi dan jumlah tulangan pada kolom berbeda-beda. Kolom merupakan
komponen struktur bangunan yang tugas utamanya adalah menyangga beban aksial
tekan vertical namun pada umumnya kolom juga berfungsi untuk menahan momen
lentur. Kolom menempati posisi yang sangat penting dalam struktur bangunan,
kegagalan dalam pembuatan suatu kolom akan mengakibatkan keruntuhan
komponen struktur bangunan, kegagalan dalam pembuatan suatu kolom akan
mengakibatkan keruntuhan komponen struktur yang lain. Maka dalam
merencanakan struktur kolom harus memperhitungkan secara cermat dengan
memberikan cadangan kekuatan lebih tinggi atau safety factor dari pada komponen
struktur yang lain.

Program Studi Teknik Sipil |4


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Penentuan As Kolom + Marking

Pabrikasi Tulangan Kolom

Pemasangan Tulangan Kolom


Pabrikasi Bekisting
Decking
Kolom
Pemasangan Sepatu
Kolom
Instalasi Pipa Elektrikal

Instalasi Bekisting yang telah diberi Oil Form

Pemberian Beton Eksisting dengan


Calbond
Pengecoran Kolom

Pembongkaran Bekisting Kolom

Perawatan Beton

Gambar 4.2 Urutan Pekerjaan Kolom

4.2.1.1 Spesifikasi

Pada proyek pembangunan Apartement Casa de Parco di pakai beberapa


profil kolom dengan dimensi yang berbeda-beda dan penggunaan tulangan yang
juga berbeda menurut kebutuhan dan perhitungan beban. Mutu beton yang di
gunakan adalah untuk kolom adalah fc = 40 Mpa. Dengan mutu baja tulangan fy
=400 Mpa. Diameter baja yang digunakan sebagai tulangan kolom antara lain D25
dan D22 dengan diameter sengkang yaitu D10. Terdapat beberapa tipe kolom yang
ada pada lantai 9-16 Tower D yang dapat dilihat pada table 4.2.

Program Studi Teknik Sipil |5


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Tabel 4.2 Spesifikasi Jenis Kolom

Tipe Dimensi Jumlah

K 413 400 x 1300 14

K 513 500 x 1300 8

KL 413 400 x 1300 2

KT 413 400 x 1300 1

4.2.1.2 Peralatan dan Material Pekerjaan Kolom

Peralatan dibutuhkan untuk menunjang kelancaran kegiatan proyek


pembangunan Apartement Casa de Parco. Dalam proyek ini bahan dan material
yang digunakan untuk proses pekerjaaan kolom antara lain, yaitu :

4.2.1.2.1 Material Utama


a. Baja Tulangan

Gambar 4.3 Baja Tulangan


Baja tulangan dengan kualitas yang baik pada umumnya
mempunyai kondisi fisik berwarna abu-abu dan tidak berkarat. Kualitas
baja diuji dengan melakukan percobaan tarik (stress train)
menggunakan beberapa sampel. Baja tulangan digunakan untuk
pembesian balok.

Program Studi Teknik Sipil |6


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
b. Kawat Pengikat (Bendrat)

Gambar 4.4 Kawat Pengikat (Bendrat)


Fungsi dari kawat pengikat adalah agar besi rakitan kolom tidak
berubah bentuk pada saat di cor.
c. Beton Decking

Gambar 4.5 Beton Decking


Beton decking adalah beton atau spesi yang di bentuk sesuai dengan
ukuran selimut beton yang di inginkan. Biasanya berbentuk kotak-
kotak atau silinder. Pada pembuatannya, beton decking diisikan kawat
bendrat pada bagian tengah yang nantinya dipakai sebagai pengikat
pada tulangan.

Program Studi Teknik Sipil |7


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
d. Bekisting knock down

Gambar 4.6 Bekisting Knock down


Bekisting knock down merupakan bekisting yang terbuat dari plat
baja dan besi hollow. Untuk 1 unit bekisting knock down ini memang
biayanya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan bekisting kayu,
namun bekisting ini lebih awet dan tahan lama, sehingga dapat
dipergunakan seterusnya sampai pekerjaan selesai. Jadi jika ditotal
sampai selesai pelaksanaan, bekisting knock down ini jauh lebih murah.
e. Tang Besi

Gambar 4.7 Tang Besi

Program Studi Teknik Sipil |8


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Tang sebagai pengikat pemasangan kawat seperti bendrat. Tang
juga merupakan alat yang digunakan untuk mencengkram atau
memegang komponen yang akan dibuka dengan cara diputar
bagiannya.
f. Palu

Gambar 4.8 Palu

Palu merupakan alat yang digunakan untuk membuka paku pada


bekisting atau untuk memukul benda dari bahan logam yang keras
dibantu dengan alat perantara.
4.2.1.2.2 Alat Ukur
a. Theodolit

Gambar 4.9 Theodolit

Program Studi Teknik Sipil |9


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Alat ini digunakan untuk pekerjaan pengukuran, diantaranya untuk
menentukan garis As (Marking). Penggunaan Theodolite dilengkapi
dengan target rod yang berguna sebagai skala pembaca.

b. Meteran

Gambar 4.10 Meteran


Alat ini hamper digunakan hamper oleh struktur pekerja di lapangan,
fungsinya mulai dari mengukur ketinggian perancah, mengukur dimensi
kayu untuk bekisting, hingga cek vertical.

4.2.1.2.3 Alat Utama

a. Bar Bender

Gambar 4.11 Bar Bender

Program Studi Teknik Sipil | 10


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Alat ini digunakan untuk membengkokan besi tulangan guna
mendapatkan bentuk pembesian yang sesuai dengan rencana. Besi
tulangan dapat dibengkokan 45 ataupun 90 sesuai denga kebutuhan.
b. Bar Cutter

Gambar 4.12 Bar Cutter

Alat ini digunakan untuk memotog tulangan, alat pemotong


tulangan yang digunakan adalah alat pemotong tulangan otomatis untuk
memotong tulangan berdiameter besar.
c. Concrete Vibrator

Gambar 4.13 Concrete Vibrator

Program Studi Teknik Sipil | 11


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Alat ini digunakan untuk proses pemadatan beton pada saat
pengecoran. Concrete Vibrator ini digunakan untuk memadatkan beton
ready mix yang baru dituang ke bekisting sehingga tidak terdapat rongga
udara.

d. Concrete mixer truck

Gambar 4.14 Concrete Mixer Truck


Truck ini berfungsi sebagai alat pengangkut beton dan mengaduk
beton Ready Mix dari tempat pembuatan ke lokasi proyek.
e. Tower Crane

Gambar 4.15 Tower Crane

Program Studi Teknik Sipil | 12


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Tower crane adalah suatu alat bantu yang berfungsi sebagai alat
mobilisasi vertical-horizontal material atau peralatan pada proyek.
f. Concrete Bucket

Gambar 4.16 Bucket


Concrete bucket adalah tempat pengangkutan beton dari truck
mixer concrete sampai tempat pengecoran. Setelah dilakukan
pengetesan slump dan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan,
maka beton dari truck mixer concrete dituangkan kedalam concrete
bucket, kemudian pengkutan dilakukan dengan bantuan tower crane.

4.2.1.3 Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Kolom

4.2.1.3.1 Pelaksanaan Pembesian

Pembesian merupakan bagian dari suatu struktur dalam bangunan, yang


berfungsi menahan gaya tarik akibat beban pada beton. Pekerjaan pembesian adalah
pekerjaan perakitan besi tulangan untuk mendukung kekuatan pada beton bangunan
yang disesuaikan dengan shop drawing.

Tahapan pekerjaan pembesian :

Program Studi Teknik Sipil | 13


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
a. Proses Pabrikasi Besi

Gambar 4.17 Pabrikasi besi

Proses fabrikasi adalah merupakan tahap pekerjaan pembesian yang


pertama kali, dan merupakan proses perakitan tulangan disuatu tempat yang
telah ditentukan yang meliputi proses pemotongan, pembengkokan dan
penyambungan.

b. Pemasangan Tulangan

Gambar 4.18 Pemasangan Tulangan

Program Studi Teknik Sipil | 14


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Dalam pelaksanaan pekerjaan pembesian pada proyek
Pembangunan Apartement Casa de Parco, besi-besi tulangan yang telah
datang dilokasi proyek, diletakan dilokasi penyimpanan yang telah
ditentukan sebagai lokasi fabrikasi besi. Transfortasi besi ke tempat yang
diinginkan baik secara vertical maupun horizontal dapat dipermudah
dengan bantuan tower crane yang telah tersedia dilokasi proyek.
Tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan pembesian harus tetap mengacu
pada instruksi yang diberikan, diantaranya membuat dan melaksanakan
pekerjaan pembesian harus sesuai dengan daftar pemotongan dan
pembengkokan besi tulangan yang tidak boleh menyimpang dari gambar
kerja yang sesuai dengan bar banding schedule.

4.2.1.3.2 Penentuan As Kolom (Marking As)

Titik-titik as kolom diproleh dari hasil pekerjaan tim survey yang


melakukan pengukuran dan pematokan. Penentuan as kolom dilakukan dengan
menggunakan alat theodolite. Posisi as kolom arah vertical ditentukan berdasarkan
as kolom pada lantai sebelumnya. Proses pemindahan titik as (axis) kolom lantai
bawah ke lantai atas berikutnya dengan pembuatan lubang-lubang pada pelat lantai.
Lubang-lubang tersebut nantinya ditutup kembali setelah pemindahan as kolom
selesai.

Posisi as kolom harus sentris kedudukannya terhadap as pada lantai


sebelumnya, untuk itu juga dilakukan juga pengecekan dengan menggunakan
benang dan unting-unting. Dengan bantuan titik-titik acuan bangunan yang sentris
disetiap lantainya, maka dapat ditentukan letak as kolom dan kemudian dibuat as-
as yang lain dengan mengikuti jarak yang telah disyaratkan dalam perencanaan
awal. Lihat gambar 4.18.

Program Studi Teknik Sipil | 15


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
(a) (b)

Gambar 4.19 Pemberian Marking

4.2.1.3.3 Pemasangan Tulangan Kolom

Tulangan yang telah dibuat dan disimpan sementara di Gudang terbuka


diangkat dengan menggunakan bantuan alat tower crane untuk kemudian
ditempatkan pada posisi penyambungan antar kolom. Instalasi kolom harus
dilakukan dengan benar sehingga tidak terjadi pergeseran posisi kolom yang
kemudian akan menyebabkan terjadinya eksentrisitas pada kolom.

Pekerjaan penulangan kolom sesusai dengan tanda yang telah dibuat pada
saat penentuan titik kolom. Pada ujung kolom atas terdapat angkur sepanjang 80
cm dengan diameter 16 mm untuk rencana kedepan apabila ada perluasan
pembangunan.pemasangan tulangan kolom pada setiap lantai dilakukan dengan
cara penyambungan tulangan pokok pada stek-stek yang telah disediakan.

Langkah-langkah penulangan kolom :

1. Pasang tulangan pokok secara bersamaan pada sambungan kolom atau stek
kolom.
2. Setelah itu pasang tulangan sengkang disekeliling tulangan pokok yang
belum terpasang dengan spasi sesuai gambar rencana.

Program Studi Teknik Sipil | 16


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
3. Didalam pemasangan harus mengikuti aturan gambar struktur yang telah
direncanakan.
4. Untuk mendapatkan selimut beton dipasang beton decking.

(a) (b)

Gambar 4.20 Penulangan kolom

4.2.1.3.4 Pemasangan Sepatu Kolom

Sepatu kolom adalah sebuah alat bantu yang dibuat pada bawah tulangan
kolom yang berhubungan dengan pondasi yang sudah di cor. Sepatu kolom pada
pembangunan Apartement Casa de Parco ini terbuat dari profil baja siku L 30,30,3
yang di las ke sengkang kolom.

Adapun fungsi sepatu kolom ini adalah sebagai pengaku posisi tulangan
kolom agar tidak berubah posisi pada saat proses pengecoran dan juga berfungsi
sebagai penahan bekisting bagian bawah agar posisi bekisting tidak berubah dan
ukuran kolom menjadi benar.

Program Studi Teknik Sipil | 17


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
(a) (b)

Gambar 4.21 Pemasangan Sepatu Kolom

4.2.1.3.5 Pekerjaan Bekesting Kolom

Pemasangan bekisting kolom berbeda dengan bekisting pelat lantai dari


balok, bekisting kolom di pasang setelah penulangan. Maka dalam perakitan
bekisting harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :

Bekisting harus kuat dan kaku untuk mendukung beban yang bekerja
dari tekanan vibrator selama pengecoran berlangsung sehingga
dapat menjamin kedudukan konstruksi tidak bergeser/miring.
Bekisting harus dibuat dengan ukuran dan bentuk yang sesuai
dengan gambar rencana.
Permukaan bekisting harus rapat dan rata, serta dapat mencegah
merembesnya air semen sehingga factor air semen tidak berkurang.
Sebaiknya permukaan bekisting di olesi minyak pelicin agar
mencegah melekatnya beton pada bekisting, sehingga dapat mudah
dilepas.

Untuk itu pemasangan bekisting harus benar-benar kuat menerima beban


yang terjadi, dan selama pengecoran tidak terjadi kebocoran. Kebocoran dari
bekisting dapat mengakibatkan hasil pengecoran menjadi keropos, hal ini karena

Program Studi Teknik Sipil | 18


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
campuran beton dalam keadaan kental tersebut keluar melalui celah bekisting yang
bocor.

Pemasangan bekisting harus memperhatikan posisi yang tegak lurus


sehingga menghasilkan kolom yang tegak lurus terhadap sumbunya, bekisting yang
tidak tegak lurus akan menghasilkan kolom yang tidak lurus. Untuk itu bekisting
kolom harus di setel tegak lurusnya dengan benar dan teliti. Pemasangan bekisting
kolom menggunakan bekisting peri, karena dengan cara tersebut pekerjaan menjadi
lebih efektif dan efisen.

(a) (b)

Gambar 4.22 Pekerjaan Bekisting Kolom

4.2.1.3.6 Pekerjaan Pengecoran Kolom

Pekerjaan pengecoran kolom di lakukan setelah pemasangan bekisting


kolom selesai di lakukan menurut rencana, dan mendapatkan ijin pengecoran dari
konsultan pengawas. Pengecoran di lakukan menggunakan beton ready mix
dilakukan secara bertahap dan setiap tahapannya di padatkan dengan alat penggetar
(vibrator) yang di maksudkan untuk menghilangkan rongga udara sehingga kolom
mendapatkan kepadatan maksimum tanpa keropos dan juga agar adukan beton
dapat mengisi bagian-bagian yang susah seperti celah antar tulangan.

Beton yang digunakan untuk pengecoran kolom adalah beton dengan mutu
beton fc 40 MPa dan fy 400 MPa..

Program Studi Teknik Sipil | 19


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Langkah-langkah pengecoran kolom :

1. Siapkan semua peralatan pendukung pengecoran


2. Pengecoran di lakukan menggunakan coran beton yang siap dipakai.
3. Coran dan truk pengaduk campuran beton di tuangkan kedalam concrete
pump, selanjutnya di pompa ke areal atau ke lokasi pengecoran.
4. Setelah posisi pioa dari concrete pump tepat pada posisi pengecoran, maka
sedikit demi sedikit coran dimasukan kedalam bekisting sampai akhirnya
terisi penuh.
5. Untuk mengatasi agar coran tidak keropos maka perlu di lakukan pemadatan
dengan menggunakan alat vibrator.
6. Setelah pengecoran selesai maka pengecoran beralir ke kolom yang lain.

Gambar 4.23 Pekerjaan Pengecoran Kolom

4.2.1.3.7 Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Kolom

Bekisting kolom boleh di bongkar apabila bagian dan struktur telah


mencapai kekuatan yang cukup kuat untuk memikul berat sendiri dan beban-
beban pelaksanaan selama pembangunan. Pembongkaran bekisting untuk kolom
di lakukan setelah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas.

Untuk menentukan saat pembongkaran bekisting tidak di lakukan


pengujian terlebih dahulu, biasanya bekisting kolom harus di bongkar setelah

Program Studi Teknik Sipil | 20


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
berumur 3 minggu. Pada proses pembongkaran bekisting kolom harus di lakukan
dengan hati-hati agar mencegah timbulnya retak-retak, pengelupasan atau cacat
lainnya pada beton.

(a) (b)
Gambar 4.24 Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Kolom

4.2.1.3.8 Perawatan Beton Kolom

Pada saat pembongkaran bekisting selesai, maka langsung dilakukan


perawatan betong (curring), yaitu dengan menggunakan curring compound,
caranya yaitu dengan membasahi permukaan kolom dengan menggunakan roll
secara merata (naik turun). Pada proyek ini proses roll dilakukan sebaanyak 4 kali.

Tujuan utaama dari perawatan beton ialah untuk menghindari :

1. Kehilangan zat cair yang banyak pada proses awal pengerasan beton yang
akan mempengaruhi proses pengikatan awal beton.
2. Penguapan air dari beton pada saat pengerasan beton pada hari pertama.
3. Perbedaan temperatur dalam beton, yang mengakibatkan retak-retak pada
beton. Permasalahan pada waktu pelaksanaan pekerjaan disebabkan empat
hal pokok yaitu, Keterbatasan pengawasan, kelalaian pekerjaan, urutan
pekerjaan yang kurang tepat, dan adanya kesulitan dalam mengaplikasikan
gambar rencana.

Program Studi Teknik Sipil | 21


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
4.2.2 Pekerjaan Balok Dan Pelat Lantai

Balok merupakan elemen struktur yang berfungsi menstranmisikan beban


dari pelat menuju kolom. Balok juga berfungsi membagi-bagi pelat menjadi
segmen-segmen dan sebagai pengikat kolom yang satu dengan yang lainnya
sehingga di proleh struktur yang kaku dan kokoh (Wibowo, 2011). Urutan
pekerjaan pelaksanaan balok dapat dilihat pada gambar 4.25 berikut.

Penentuan As Balok dan Plat

Pabrikasi Scaffolding Pabrikasi Pembesian

Pabrikasi Bekisting
Balok

Oil Form dioleskan pada permukaan Playwood Balok

Pemasangan tulangan Balok + Decking

Penyatuan Bekisting Balok dengan Precast

Instalasi Pipa

Pemberian Batas Pengecoran

Pengercoran Balok dan Plat

Pembongkaran Bekisting Balok

Gambar 4.25 Urutan Pekerjaan Balok dan Plat Lantai

Balok umumnya ada dua tipe, yaitu balok T dan balok L. Bekisting dari balok
sendiri akan menerima gaya vertical dan horizontal dari berat beton, gaya angin,
beban konstruksi dan beban kejut. Lihat detail balok T Tabel 4.3 dibawah ini.

Program Studi Teknik Sipil | 22


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Tabel 4.3 Detail Balok tipe 35

Pelat lantai merupakan komponen struktur yang memikul pembebanan yang ada di
atasnya baik beban hidup, beban mati maupun beban lainya. Kemudian beban di
salurkan ke balok untuk selanjutnya disalurkan ke kolom.

4.2.2.1 Spesifikasi

Pada proyek pembangunan Apartement Casa de Parco di pakai beberapa


profil balok dengan dimensi yang berbeda-beda dan penggunaan tulangan yang
juga berbeda menurut kebutuhan dan perhitungan beban. Mutu beton yang di
gunakan adalah untuk balok adalah fc = 35 Mpa. Dengan mutu baja tulangan fy
=400 Mpa. Diameter baja yang digunakan sebagai tulangan balok antara lain D16,
D19, D22, dengan diameter sengkang yaitu D10. Terdapat beberapa tipe balok yang
ada pada lantai 9-16 Tower D yang dapat dilihat pada table 4.4.

Program Studi Teknik Sipil | 23


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Tabel 4.4 Spesifikasi Jenis Balok

Tipe Dimensi Jumlah

B 175 x 300 175 x 2


300

B 23 200 x 17
300

B 24 200 x 400 5

B 35 300 x 500 17

B 36 300 x 600 16

B 37 300 x 700 9

B 46 400 x 600 2

B 47 400 x 700 13

B 66 600 x 600 1

4.2.2.2 Material Dan Peralatan Balok

Dalam hal ini sama seperti kolom peralatan di butuhkan untuk menunjang
kelancaran kegiatan proyek pembangunan Apartement Casa de Parco. Peralatan
yang di perlukan antara lain adalah peralatan konstruksi, baik alat-alat berat
maupun peralatan lainnya. Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan pada proyek
pembangunan Apartement Casa de Parco adalah sebagai berikut :

4.2.2.2.1 Material Utama

a. Bekisting Plywood Phenol Film

Bekisting merupakan cetakan beton lengkap dengan konstruksi


pendukung yang memungkinkan pengecoran beton sampai mengeras.

Program Studi Teknik Sipil | 24


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Bekisting untuk pekerjaan balok menggunakan Bekisting Plywood phenol
film. Bekisting dirakit dengan menggunakan paku kayu, baut atau yang
lainnya dengan ukuran yang sesuai.

Gambar 4.26 Plywood pheno film (t=18 mm)


b. Kawat Pengikat (Bendrat)
Fungsi dari kawat pengikat adalah agar besi rakitan kolom tidak
berubah bentuk pada saat di cor.

Gambar 4.27 Kawat Pengikat (Bendrat)

Program Studi Teknik Sipil | 25


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
c. Baja Tulangan

Baja tulangan dengan kualitas yang baik pada umumnya mempunyai


kondisi fisik berwarna abu-abu dan tidak berkarat. Kualiatas baj di uji dengan
melakukan percobaan tarik (stress train) menggunakan beberapa sampel. Baja
tulangan di gunakan untuk pembesian balok.

Gambar 4.28 Baja Tulangan

d. Ready Mix

Beton ready mix merupakan beton siap pakai yang dibuat dan diolah sesuai
mutu pesanan untuk keperluan pengecoran. Penggunaan beton ready mix
memudahkan pelaksanaan dilapangan karena kontraktor tidak perlu
menyediakan pekerja dan menyimpan bahan dan material di lapangan.

4.2.2.2.2 Material Bantu

a. Beton Decking

Beton decking adalah beton atau spesi yang dibentuk sesuai dengan ukuran
selimut beton yang di inginkan. Biasanya berbentuk kotak-kotak atau slinder.
Pada pembuatannya, beton decking di isikan kawat bendrat pada bagian tengah
yang nantinya di pakai sebagai pengikat pada tulangan. Beton decking dapat di
lihat pada Gambar 3.19.

Program Studi Teknik Sipil | 26


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Gambar 4.29 Beton Decking

b. Cakar ayam

Cakar ayam merupakan besi ikatan yang pemasangannya dimaksudkan


untuk menjaga jarak antara tulangan atas dan tulangan bawah tetap sama. Cakar
ayam dapat di lihat pada Gambar 3.20.

Gambar 4.30 Ikatan cakar ayam

4.2.2.2.3 Alat Utama


a. Bar bender
Alat ini di gunakan untuk membengkokan besi tulangan guna
mendapatkan bentuk pembesian yang sesuai dengan rencana. Besi tulangan
dapat dibengkokan 45 ataupun 90 sesuai dengan kebutuhan. Bar bender
dapat di lihat pada Gambar 4.28

Program Studi Teknik Sipil | 27


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Gambar 4.31 Bar bender

b. Bar Cutter

Alat ini dugunakan untuk memotong tulangan, alat pemotong tulangan


yang digunakan adalah alat pemotong tulangan otomatis untuk memotong
tulangan berdiameter besar. Bar cutter yang digunakan oleh proyek ini dapat
dilihat pada Gambar 4.4.

Gambar 4.32 Bar Cutter


c. Concrete Vibrator

Alat ini digunakan untuk proses pemadatan beton pada saat pengecoran.
Concrete Vibrator ini digunakan untuk memadatkan beton ready mix yang
baru dituang ke bekisting sehingga tidak terdapat rongga udara. Concrete
vibrator dapat dilihat pada Gambar 3.5.

Program Studi Teknik Sipil | 28


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Gambar 4.33 Concrete Vibrator

d. Scaffolding

Scaffolding adalah rangka-rangka besi yang disusun sedemikian rupa


hingga menjadi satu kesatuan yang dapat memikul beban beton bertulang.

Gambar 4.34 Scaffolding

Scaffolding adalah rangka batang dari besi yang terdiri dari beberapa bagian yang
dapat dilihat pada Tabel 4.5.

Program Studi Teknik Sipil | 29


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Tabel 4.5 Bagian-bagian scaffolding

Nama Bagian Gambar keterangan


No
Jack Base Befungsi sebagai tumpuan atau
1
kaki dari rangkaian. Yang
terletak paling bawah.

Tiang Vertikal Merupakan rangka utama


2
scaffolding.

Tiang Berfungsi untuk mengikat dua


3
Horizontal tiang vertical.

Balok girder Sebagai penyangga hollow


4
yang dipasang tegak lurus.
Hollow bagian yang menahan kayu
5
bekisting dan dipasang sejajar
dengan balok

U-head jack Digunakan sebagai ujung


6
ladder frame berfungsi untuk
menopang balok kayu dan
dapat di atur ketinggiannya.
Main Frame Merupakan rangka utama
7
pada rangkaian. Main frame
mempunyai beberapa ukuran,
yang paling umum digunakan
memliki lebar 1.22 m. dengan

Program Studi Teknik Sipil | 30


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
3 ukuran tinggi yaitu, 1,5 m ;
1,7 m dan 1,9 m.
Berfungsi sebagai sambungan
8 Join Pin
untuk menghubungkan atau
menyambung frame

Cross bracing Dipasang menyilang yang


9
digunakan untuk menyambung
antar main frame dan berfungsi
untuk memperkokoh berdirinya
rangkain.
Cat Walk Berfungsi sebagai tempat
10
pijakan/pekerja dan juga dapat
dimanfaatkan sebagai tempat
meletakan perkakas.

Ladder Berfungsi sebagai sarana untuk


11
naik turun pekerja pada
perancah.

e. Concrete Pum Truck

Concrete pump truck adalah truck yang di lengkapi dengan pompa dan
lengan (boom) untuk memompa campuran beton ready mix ke tempat-
tempat yang sulit di jangkau. Untuk pengecoran lantai yang lebih tinggi dari
panjang lengan concrete pump truck dapat dilakukan dengan cara
disambung dengan pipa secara vertical sehingga mencapai ketinggian yang
diinginkan, pipa dan lengan ini dapat dipasang kombinasi vertical dan
horizontal atau miring. Gambar 4.31.

Program Studi Teknik Sipil | 31


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Gambar 4.35 Concrete pump truck

f. Portable Concrete Pump

Portable concrete pump atau pompa kodok memiliki fungsi yang sama
seperti concrete pump truck. Alat ini di gunakan ketika tempat yang akan
dicor tidak dapat di jangkau oleh concrete pump truck. Beton siap pakai
disalurkan melalui pipa-pipa saluran yang terbuat dari besi yang dirangkai.
Portable Concrete Pump dapat dapat dilihat pada gambar 4.32

Gambar 4.36 Portable Concrete Pump

g. Tower crane

Tower crane adalah suatu alat bantu yang berfungsi sebagai alat
mobilisasi vertical-horizontal material atau peralatan pada proyek. Tower
crane memiliki kapasitas ketinggian dan beban maksimum yang dapat
diangkut, dan pada proyek Apartement Casa de Parco Tower crane yang

Program Studi Teknik Sipil | 32


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
digunakan adalah jenis statis artinya crane berdiri pada suatu tempat
tertentu dan tidak dapat berpindah-pindah. Tower crane dapat dilihat pada
Gambar 4.

Gambar 4.37 Tower crane


h. Kompresor

Kompresor merupakan alat yang digunakan pada tahap sebelum


pengecoran. Sebelum pengecoran, bekisting harus dipastikan bebas dari
debu dan kotoran-kotoran yang menempel pada bekisting, maka untuk
membersihkan kotoran tersebut dibutuhkan alat yaitu kompresor yang
mengeluarkan angina sehingga mendorong kotoran dan debu.

Gambar 4.38 Kompresor

Program Studi Teknik Sipil | 33


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
4.2.2.2.4 Alat Ukur

a. Theodolit
Alat ini digunakan untuk pekerjaan pengukuran, diantaranya untuk
menentukan garais As (marking), kedataran posisi balok dan plat (cek
horizontal). Penggunaan theodolite dilengkapi dengan target rod yang
berguna sebagai skala pembaca. Theodolite dapat dilihat pada gambar 4.26.

Gambar 4.39 Theodolite


b. Meteran
Alat ini digunakan hampir seluruh pekerja di lapangan, fungsinya mulai
dari mengukur ketinggian perancah, mengukur dimensi kayyu untuk
bekisting, hingga cek vertical untuk kolom. Meteran dapat dilihat pada
Gambar 4.27.

Gambar 4.40 Meteran

Program Studi Teknik Sipil | 34


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
4.2.2.2.5 Alat Bantu

a. Tang Besi

Gambar 4.41 Tang Besi

Tang sebagai pengikat pemasangan kawat seperti bendrat. Tang juga


merupakan alat yang digunakan untuk mencengkram atau memegang komponen
yang akan dibuka dengan cara diputar bagiannya.

b. Palu
Palu merupakan alat yang digunakan untuk membuka paku pada
bekisting atau untuk memukul benda dari bahan logam yang keras
dibantu dengan alat perantara.

Gambar 4.42 Palu

c. Gergaji

Pada proyek ini gergaji adalah alat yang digunakan untuk memotong
kayu pada pembuatan bekisting. Gergaji dapat dilihat pada Gambar 4.

Program Studi Teknik Sipil | 35


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Gambar 4.43 Gergaji

4.2.2.3 Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Balok

Pekerjaan balok dilaksanakan setelah pekerjaan kolom selesai. Pada


umumnya balok dan pelat beton di cor secara bersamaan, dimana antara balok dan
pelat menyatu secara monolit, sehingga ada bagian pelat yang bekerja bersamaan
dengan memikul beban. Balok seperti ini disebut sebagai balok T. Pekerjaan balok
meliputi beberapa kegiatan antara lain penentuan as balok (marking), pemasangan
bekisting balok, pemasangan tulangan, pengecoran balok, pembongkaran bekisting
balok, serta perawatan balok. Pekerjaan balok dilaksanakan melalui beberapa
tahapan.

4.2.2.3.1 Penentuan As Balok (Marking As)

Marking adalah penandaan sebagai acuan dasar untuk posisi bekisting balok
yang sesuai dengan gambar shop drawing. Pada pemasangan bekisting balok, acuan
yang digunakan untuk marking adalah kolom. Marking dilakukan dengan memberi
tanda elevasi pada dua kolom yang sudah berdiri sesuai dengan ukuran balok, lalu
dipasang benang sebagai acuan ketinggian. Setelah itu dipasang perancah dengan
ketinggian yang di atur sesuai acuan sehingga bekisting terpasang tetap dan sesuai
posisinya.

Program Studi Teknik Sipil | 36


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Gambar 4.44 Tahapan marking As

4.2.2.3.2 Pemasangan Scaffolding

Sebelum pekerjaan perakitan bekisting dilaksanakan, terlebih


dahulu dipasang scaffolding yang digunakan sebagai penopang bekisting.
Berikut tahapan pelaksanaan pemasangan scaffolding :

1. Pembbuatan marking sebagai acuan bekisting dasar.


2. Pemasangan scaffolding di awali dengan pemasangan base jack
yang berfungsi sebagai kaki scaffolding yang dapat diatur
ketinggiannya sesuai dengan rencana.
3. Setelah base jack di pasang, langkah berikutnya adalah memasang
main frame yang merupakan begian utama pada scaffolding.
4. Pasang U-head jack dan diatur sesuai dengan rencana.
5. Pasang beodeman dan besi hollow.

Program Studi Teknik Sipil | 37


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
(a) (b)
Gambar 4.45 Tahapan Pemasangan Scaffolding

4.2.2.3.3 Pemasangan Bekisting Balok

Bekisting adalah cetakan beton yang biasanya terbuat dari kayu dan
berfungsi untuk membuat beton bertulang agar mempunyai bentuk dan ukuran yang
dikehendaki sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan Rencana Kerja dan Syarat-
syarat Pekerjaan Struktur (RKS) yang ditetapkan oleh PT. Stadin selaku perencana
bahan yang di gunakan untuk bekisting herus terbuat dari kayu dengan jenis meranti
atau setaraf dengan tebal multipleks, besi hollow sebagai rangka bekisting.Acuan
harus tepat ukuran agar diperoleh ukuran beton sesuai dengan yang di rencanakan,

a. Acuan harus cukup kaku, kuat, rapat, dan tidak melendut sehingga tidak
berubah bentuk selama pengecoran dan pelaksanaan,
b. Acuan harus rata, sehingga tidak ada bagian yang menjadi menonjol atau
menggelembung,
c. Bekisting mudah dibongkar tanpa menimbulkan kerusakan ada beton,serta
perlu dipikirkan pemakaian berulang-ulang.

Pada pekerjaan bekisting balok, bekisting dibuat di lantai kerja dengan


menggunakan papan dan kayu.

Program Studi Teknik Sipil | 38


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
(a) (b)
Gambar 4.46 Tahapan pemasangan bekisting Balok

4.2.2.3.4 Penulangan Balok

Pada proyek pembangunan Apartement Casa de Parco pemasangan tulang


balok dilakukan pada tempat kerja, sedangkan fabrikasi pembesian tidak dilakukan
di area kerja. Setelah diketahui kebutuhan jumlah besi tulangan yang diperlukan,
maka dapat dilakukan pemotongan besi sesuai prosedur dan kebutuhan bahan.
Semua besi beton yang digunakan pada proyek ini harus memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut :

a. Baru, bebas dari kotoran-kotoran, lapisan minyak/karat dan tidak cacat


(retak-retak, mengelupas, luka, dan sebagainya).
b. Berdasarkan jenis baja dengan mutu sesuai denga shop drawing dan bahan
tersebut dalam segala hal harus memenuhi ketentuan-ketentuan SNI 03-
2847-2002.
c. Mempunyai penampang yang sama rata.
d. Harus tulangan ulir, kecuali baja polos diperkena mnkan untuk tulangan
spiral atau tendon.
e. Pada prinsipnya, besi beton tidak boleh direkuk saat di angkut ke lapangan,
kecuali untuk diameter lebih kecil dari 13 mm.

Sebelum besi digunakan untuk tulangan, PT. CBM harus mengadakan


pengujian mutu besi beton yang akan di pakai, sesuai dengan petunjuk-petunjuk

Program Studi Teknik Sipil | 39


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
dari Direksi/MK. Sample diambil dan di uji dibawah kesaksian Direksi/MK
berjumlah minimum 3 batang untuk tiap-tiap diameter dan panjangnya 100
cm. Pengujian mutu besi beton harus dilakukan di laboratorium Uji Mekanik
Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2KTS), Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT). Setelah besi tulangan sudah memenuhi kriteria
sesuai dengan perencanaan kekuatannya, lalu dilakukan proses fabrikasi.

Baja tulangan beton harus dibengkok atau di bentuk dengan teliti sesuai
dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang tertera pada shop drawing. Baja
tulangan dipesan dengan ukuran panjang standar. Untuk keperluan tulangan
yang pendek, diperlukan adanya pemotongan terhadap tulangan yang ada.
Untuk itu diperlukan suatu alat potong tulangan, yaitu bar cuuter. Alat
pemotong tulangan yang digunakan dalam proyek ini di operasikan secara
manual menggunakan tenaga manusia. Menurut tenaga pergerakannya di bagi
menjadi dua jenis, yaitu bar bender manual dan bar bender mesin. Bar bender
yang digunakan pada proyek ini adalah jenis mesin. Bar bender ini digunakan
untuk besi tulangan dengan diameter cukup besar. Penggunaan bar bender
otomatis akan mempermudah dalam pekerjaan ini.

Gambar 4.47 Proses Fabrikasi Besi


Setelah fabrikasi tulangan pembesian dilakukan lalu besi-besi tersebut
diangkut ke lantai kerja menggunakan Tower crane . Selanjutnya dilakukan
pemasangan tulangan balok di tempat pengerjaan. Adapun tahapan dalam
penulangan balok adalah sebagai berikut :

Program Studi Teknik Sipil | 40


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
a. Memasang penyangga kayu penggantung besi balok.
b. Memasang besi utama dan sengkang balok sesuai jumlah, jarak dan
diameter pada shop drawing.
c. Pembesian dirakit dengan mengganjal besi diatas kayu penyangga sehingga
lebih mudah dalam pelaksanaan perakitan.
d. Memasang beton decking pada bagian bawah rakitan besi balok agar
tulangan bawah memiliki jarak terhadap bekisting untuk selimut beton.
e. Memasang conduit dan sparing secara lengkap dan rapi.
f. Bekisting dalam balok dibersihkan menggunakan compressor

(a) (b)
Gambar 4.48 Proses pekerjaan pembesian

4.2.2.3.5 Pengecoran Balok

Sebelum dilaksanakan kegiatan pengecoran hal yang pertama dilakukan


adalah persiapan yang meliputi :

1. Pemeriksaan kesiapan pelaksanaan pekerjaan yaitu pengecekan


tulangan dan bekisting apakah telah sesuai dengan perencanaan.
2. Pembersihan area pengecoran dari debu, kotoran, atau sampah dengan
menggunakan compressor.

Program Studi Teknik Sipil | 41


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Pada kegiatan pengecoran, beton yang akan digunakan terlebih dahulu
dilakukan trial untuk melakukan pencocokan jumlah material yang
digunakan pada acuan rencana kerja struktur dengan pabrik beton. Adapun
nilai slump harus memenuhi ketentuan pada RKS yaitu sebesar 132 cm
untuk balok dan plat. Proses pengujian slump harus dibawah kesaksian
langsung direksi/MK dan dicatat secara tertulis. Selama pelaksanaan PT.
CBM harus selalu membuat benda-benda uji berupa slinder beton dengan
dimensi 15 x 30 dan memenuhi syarat yang disebut dalam SNI 03-2847-
2002. Sampel beton yang dibuat sebanyak 4 buah, pertama untuk pengujian
kuat tekan beton hari ke-7, kedua untuk hari ke- 14, ketiga untuk hari ke-
28, dan terakhir untuk cadangan.

(a) (b)
Gambar 4.49 (a) Pembuatan Benda Uji (b) Pengukuran nilai slump
Proses trial yang dapat dillihat pada Gambar 4.49 (a) dan Gambar 4. (b)
dilakukan di pabrik beton ready mix, trial beton yang digunakan untuk pengecoran
balok adalah beton dengan mutu fc35. Setelah proses trial ini dilakukan, maka
selanjutnya membuat benda 4 buah benda uji untuk dilakukan uji tekan pada hari
ke- 7, 14, 28 dan satu untuk cadangan. Di targetkan hasil pengujian beton sampai
hari ke 28 harus mencapai 35 MPa. Pengujian kuat tekan beton dilakukan
menggunakan Universal Testing Machine (UTM) di laboratorium independen.
Kecepatan pembebanan umumnya dilakukan antara 2 kg/cm-4 kg/cm. Contoh
hasil pengujian kuat tekan untuk balok atau plat dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Program Studi Teknik Sipil | 42


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Tabel 4.6 Contoh hasil uji kuat tekan beton plat dengan fc35

Sample Tanggal Tanggal Umur Hasil Kuat


Beton pemberbuatan pengujian (Hari) Test Tekan (%)
(MPa)
Plat Lt. 7 Z2 23-06-2015 07-07-15 14 33,95 97%
Tower D
Plat Lt. 7 Z2 23-06-15 07-07-15 14 33,39 95,4%
Tower D
Plat Lt. 7 Z2 23-06-15 07-07-15 14 34,52 95,77%
Tower D

Pekerjaan pengecoran balok proyek pembangunan Apartement Casa de


Parco dilakukan dengan menggunakan bantuan 2 alat, concrete pump dan portable
concrete pump. Tower yang di amati pada praktik lapangan ini adalah Tower D
yang memiliki 24 lantai. Pada tower ini alat concrete pump digunakan hanya sampai
lantai 10, karena alat tersebut tidak menjangkau untuk memompa beton ke lantai
lebih tinggi. Maka, alat portable concrete pump yang memiliki tenaga dan
jangkauan lebih besar dibandingkan concrete pump dipilih untuk mendorong beton
ready mix ke lantai yang lebih tinggi. Adapun langkah-langkah kegiatan
pengecoran pada Tower D proyek Apartement Casa de Parco sebagai berikut :

1. Sebelum dilakukan pengecoran, alat yang digunakan yaitu concrete


pump/portable concrete pump terlebih dahulu disiapkan dan dibersihkan
dari sisa-sisa adukan yang menempel agar mempermudah pelaksanaan
pengecoran.
2. Jika pengecoran akan di lakukan didaerah sambungan dengan beton yang
telah mengeras, terlebih dahulu dilakukan penyiraman calbond sebelum
pengecoran, agar pertemuan antara beton lama dengan beton baru dapat
merekat dengan baik.
3. Beton dari truck mixer dituangkan ke dalam concrete pump, dan dialirkan
melalui pipa-pipa tremi.

Program Studi Teknik Sipil | 43


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
4. Pipa ditopang tulangan penyangga agar tinggi jatuh beton sesuai dengan
yang diisyaratkan yaitu 50 cm sehingga tidak terjadi segregasi beton yang
dapat mempengaruhi kualitas beton.
5. Pada saat pengecoran, beton dituangkan dan diratakan kesetiap sisi dengan
menggunakan penggaruk.
6. Proses pengecoran dilakukan secara terus menerus selapis demi selapis
sambil dipadatkan dengan concrete vibrator. Hal ini dimaksudkan agar
didapat beton yang monolit dan padat. Setelah itu adukan diratakan sesuai
dengan elevasi yang telah di ukur.

(a) (b)
Gambar 4.48 Pekerjaan Pengecoran Balok dan Plat Lantai
Terdapat 2 jenis beton yang di gunakan untuk pengecoran pada proyek
pembangunan Apartement Casa de Parco, yaitu beton normal dan beton kedap air.
Contohnya balkon.

4.2.2.3.6 Pembongkaran Bekisting Balok

Pembongkaran bekisting dilakukan setelah kekuatan beton dianggap dapat


menerima beban di atasnya yaitu setelah hasil kuat tekan minimum telah mencapai
75% dari kuat tekan rencana, yaitu setelah umur beton mencapai minimal 14 hari.
Pada saat umur beton belum mencapai 28 hari atau umur beton telah sesuai dengan
rencana mutu beton flat plate hanya akan ditopang oleh scaffolding.

Program Studi Teknik Sipil | 44


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
Gambar 4.49 Pembongkaran Bekisting Balok

4.2.2.3.7 Perawatan Beton (curing)

Perawatan beton merupakan suatu pekerjaan menjaga permukaan beton


agar segar selalu lembab, sejak adukan beton dipadatkan sampai beton dianggap
cukup keras. Kelembaban permukaan beton itu harus dijaga untuk menjamin proses
hidrasi semen (reaksi semen dan pasir) berlangsung dengan sempurna. Kelembaban
permukaan tadi juga menambah beton lebih tahan cuaca, dan lebih kedap air
(Tjokrodimuljo, 1997). Bila hal itu tidak dilakukan, beton menjadi kurang kuat dan
juga timbul retak-retak. Berdasarkan semua RKS semua permukaan beton harus
dijaga tetap basah terus menerus selama 14 hari, untuk lantai dan balok proses
curing dilakukan dengan cara menutupi dengan karung basah, menyemprotkan air
atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut.

Program Studi Teknik Sipil | 45


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta
DAFTAR PUSTAKA

1. Ass, Juanita Indriaty.2014. Kajian Peranan Pengelola Proyek dalam


Menyelenggarakan Proyek pada Tahap Pelaksanaan. Jurnal Sipil
Statik. 2(2): 94-106
2. Soeharto Imam. 1995. Manajemen Proyek, cetakan Pertama, Penerbit
Erlangga, Jakarta.
3. Nuraisyiah, Siti.2012. Organisasi Proyek Kontruksi. Bandung:
Pendidikan Teknik Sipil, Universitas Pendidikan Indonesia.
4. Tjokrodimuljo, Kardiyono. 1997. Teknologi Beton Kolom, Balok dan
Pelat Lantai pada Proyek Pembangunan Armada Town Square
Magelang [Internet].
5. http://maygunrifanto.blogspot.co.id/search?q=metode+kerja+kolom+pada
+bangunan
6. http://maryadimn.blogspot.co.id/?view=magazine.
7. Teknik-Sipil-IPB

Program Studi Teknik Sipil | 46


Institut Sains Dan Teknologi Al-Kamal Jakarta