Anda di halaman 1dari 2

FOUNDATION OF INTERNAL AUDITING

Audit telah berkembang selama ribuan tahun, dan kali ini kita biasanya berpikir
dari dua tipe dasar auditor bisnis yaitu eksternal dan intern. Auditor eksternal
adalah pihak ketiga, disewa oleh otoritas pengawas untuk mengunjungi suatu
perusahaan atau entitas dan untuk meninjau dan independen melaporkan hasil
review. Secara umum audit internal merupakan suatu fungsi penilaian yang
independen atas efektivitas-efektivitas yang dilaksanakan dalam suatu
organisasi. Auditor internal berkewajiban untuk menyediakan informasi tentang
kelengkapan dan keefektivan pengendalian internal. Klien utama dari internal
audit adalah manajemen, dewan direksi dan komisaris. Auditor internal di
Indonesia berpedoman pada Institute of Internal Auditors (IIA), yang memeliki
arti Internal audit adalah suatu aktivitas independen, yang memberikan jaminan
keyakinan serta konsultasi yang dirancang untuk memberikan suatu nilai tambah
serta meningkatkan kegiatan operasi organisasi. Internal auditing membantu
organisasi dalam usaha mencapai tujuannya dengan cara memberikan suatu
pendekatan disiplin yang sistematis untuk mengevaluasi dan meningkatkan
keefektivan manajemen resiko, pengendalian dan proses pengaturan dan
pengelolaan organisasi. Sedangkan auditor di Amerika Serikat berpedoman pada
American Institute of Certified Public Accountants (AICPA).

Hal yang penting dalam profesi audit internal menurut IIA:

Independen (Independent)
Bebas dari yang membatasi ruang lingkup efektivitas dari review serta
pelaporan.
Didirikan (Established)
Formal, dan terdapat fungsi definitif dalam perusahaan modern.
Penilaian (Appraisal)
Untuk mendorong auditor internal agar lebih mengembangkan
kesimpulan-kesimpulan.
Memeriksa dan mengevaluasi (Examine and Evaluated)
Peran aktif dari internal auditor, pencarian fakta, dan kemudian dilakukan
evaluasi.
Aktivitas perusahaan (Its Activities)
Lingkup yurisdiksi audit internal dalam kinerjanya terhadap semua
aktivitas perusahaan.
Pelayanan (Service)
Pelayanan yang hasilnya diharapkan mampu membantu dalam mengambil
keputusan.
Kepada perusahaan (to the Organization)
Ruang lingkup pelayanan audit internal melingkupi perusahaan secara
keseluruhan, termasuk personil, dewan direksi, dan komite audit,
pemegang saham, serta pemilik lainnya.

I. Sejarah dan Latar Belakang Internal Audit


Pada 3500 sebelum masehi awal ilmu audit internal ditemukan auditor
Menerapkan internal audit yang sangat sederhana dengan menggunakan tanda
centang, dan titiktitik. Pada abak ke-13 perdagangan di Italia mulai
menerapkan sistem pencatatan dengan double entry. Pada abad ke-18
Perusahaan mulai memperkerjakan akuntansi untuk memeriksa catatan
keuangannya. Selanjutnya pada tahun 1930-an SEC mewajibkan perusahaan
yang teregistrasi harus menyediakan laporan keuangan yang disahkan oleh
internal auditor. Baru pada tahun 1940-an audit internal modern baru saja
mulai.

II. Common Body Of Knowledge (CBOK)


CBOK adalah Tingkat kemampuan minimum yang dibutuhkan untuk mencapai
kinerja yang efektif dalam suatu profesi. Dibanding menaruh semua
pengetahuan dibidang yang mana praktisi, seperti misalnya internal auditor,
perluterlihat ahli dalam profesi tersebut, suatu CBOK lebih memfokuskan pada
pengetahuan minimal yang diperlukan oleh setiap professional dalam disiplin
ilmu tersebut untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif.
Manfaat CBOK bagi IIA :
Revisi ke The International Standards for Professional Practice of Internal
Audit
Materi ujian sertifikasi
Advokasi upaya memajukan profesi
Program pendidikan bagi praktisi
Proses penilaian kualitas
Isi dan materi publikasi
Produkpenelitian dan edukasi
Perencanaan strategis
Aktivitias komite IIA

Manfaat CBOK bagi profesional :