Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH

KIMIA ANORGANIK FISIK

BELERANG DIOKSIDA (SO2) CAIR SEBAGAI PELARUT

DISUSUN OLEH

DIANA LESTARI (E1M014011)

EKA HARYATI (E1M014013)

FITRIANI (E1M014019)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATARAM

2016
BELERANG DIOKSIDA (SO2) CAIR SEBAGAI PELARUT

Belerang dioksida adalah pelarut polar yang memiliki sebuah momen dipol yang
signifikan, pelarut yang bagus untuk kovalen dan hidrokarbon alifatik tidak larut dalam
belerang dioksida. SO2 cair sebagai pelarut menyukai air memiliki titik didih -10 oC dan titik
beku -75 oC. Meskipun = 1,61D, tapi range cair dan BM menyebabkan SO 2 cair tidak
berasosiasi sebanyak NH3 dan HF karena SO2 cair tidak mempunyai atom H yang dapat
digunakan untuk ikatan H. = 17,27 meskipun < air tapi tetap dapat melarutkan sejumlah
garam. Larutan garam dalam SO2 cair mempunyai konduktivitas listrik tinggi, membuktikan
bahwa pelarut merupakan media pengion. Kelarutan senyawa-senyawa anorganik dalam SO 2
cair sangat bervariasi dan dalam rentang nilai yang tinggi, kecuali I, sebagian besar
kelarutannya kecil (0,2-2,0 g/100ml). Sedangkan alkali dan alkali tanah-iodida mudah larut
tapi kelarutannya menurun dari Br ke F, Oleh karena urutan kelarutan alkali halida dalam SO 2
>< NH3, dapat digunakan 2 pelarut tersebut untuk memisahkan Cs dan Pb dari ion-ion logam
alkali. Pada industri menggunakan sifat-sifat pelarut SO2 cair untuk pemurnian produk
petroleum.

Belerang dioksida atau sulfur dioksida (SO2) merupakan pelarut non air yang penting.
Hal ini karena SO2 cair bersifat polar.aprotik, dan mudah tersolvasi anion. Self Non-ionizing
adalah zat yang tidak dapat menghasilkan kation dan anion sendiri sehingga butuh senyawa
lain untuk mengionkan kation dan anionnya. Contohnya yaitu cairan SO2 adalah pelarut yang
sangat inert (tidak mau bereaksi baik dengan senyawa organik maupun senyawa anorganik.
SO2 juga merupakan pelarut non air mirip dengan amonia, dan digunakan untuk reaksi khusus.
Belerang dioksida melarutkan banyak senyawaan organik dan anorganik dan digunakan
sebagai pelarut untuk studi NMR.
A. Larutan Logam-Logam Dalam Belerang Dioksida Cair
1. Belerang dioksida dengan logam karbon
Belerang dioksida melakukan reaksi insersi dengan ikatan logam-karbon.
Misalnya:
R3PbR + SO2 R3Pb SO2R
RCH2HgOAc + SO2 RCH2SO2HgOAc
(CH3)4 Sn + SO2 (CH3)3SnSO2CH3
Insersi digunakan secara luas dalam bidang kimia bila didefinisikan sebagai suatu
reaksi di mana setiap atom atau gugus atom diselipkan antara dua atom.
2. Dengan aluminium
Aluminium memiliki karaktristik anion pada senyawa membentuk endapan, yang
kemudian larut dalam asam atau basa dalam cairan belerang dioksida. Reaksinya:
2AlCl3 + 3[(CH3)4N]2SO2 Al2(SO2)3 + 6[(CH3)4N]Cl

B. Reaksi-Reaksi Dalam Belerang Dioksida Cair


1. Reaski redoks
Meskipun garam belerang dioksida mengalami oksidasi seperti agen pereduksi
tetapi cairan belerang dioksida tidak mempunyai kecenderungan untuk tereduksi
dan teroksidasi dan bereaksi sebagai medium untuk beberapa reaksi redoks.
Awalanya, diusulkan belerang dioksida cair mengalami self-ionisasi menurut
reaksi:

Terionisasi lemah : SO2 + SO2 SO2+ + SO32- (Autoionisasi pada

belerang dioksida. Jika tidak terionisasi maka akan terbentuk spesi asam berupa
SO2+ dan spesi basa berupa SO32-

2. Reaksi asam basa


a. Titrasi kalium sulfit dengan tionil halida. Reaksinya:
SOX2 + K2SO3 2KX + 2SO2
(asam) (basa)
Dalam belerang dioksida, tionil halida mempunyai ion SO 2- yang berperilaku
sebagai asam, sedangkan sulfit (SO32-) merupakan basa kuat.
b. Dengan asam kuat Lewis
Dengan beberapa asam kuat Lewis hidolisis terjadi untuk menghasilkan
oksihalida.
Reaksinya:
SO2 + NbCl5 NbOCl3 + SOl3
c. Dengan oksida bukan logam dan halide
Beberapa oksida bukan logam dan halide, dapat bertindak sebagai pelarut
penerima, bereaksi dengan anion dan pusat basa lainnya. Reaksinya:
Ph3CCl + SO2 Ph3C+ + SO2Cl-
3. Reaksi solvolisis
Reaksi solvolisis diamati seperti kovalen halide tertentu. Reaksi dengan PCl 5 akan
menghasilkan tionil klorida dan posporil klorida. Reaksinya:
PCl5 + SO2 POCl3 + SOCl2
Tionil klorida akan mengalami disosiasi terurai menjadi Cl- bebas dalam larutan.
SOCl2 SOCl+ + Cl-

4. Reaksi Kristalisasi Belerang dioksida


Seperti kristalisasi air atau amoniak, garam yang mempunyai belereng dioksida
kristalisasinya juga dapat diamati. Sebagai contoh: NaI. 4SO 2, KI. 4SO2, LiI. 2SO2,
BaI2. 4SO2, AlCl3. SO2, KCNS. SO2, SbF5. SO2 yang terbentuk dengan kelarutan
garam yang tinggi atau analog dengan hidrat.
Kesetimbangan dalam larutan SO2 dalam akua, dinyatakan paling baik sebagai
SO2 + xH2O SO2. xH2O (hidrat SO2)

5. Reaksi pembentukan kompleks


Belerang dioksida mempunyai pasangan-pasangan menyendiri dan dapat bertindak
sebagai asam lewis menghasilkan kompleks, misalnya dengan amina seperti
Me3HSO2 dan dengan kompleks logam transisi yang kaya elektron.

6. Reaksi lain dalam Belerang dioksidasi


a. Reaksi AsF5 dan I2 dalam belerang dioksida (SO2) cair akan menghasilkan
garam masing-masing. Reaksinya:
3AsF5 + 5I2 SO2 cair 2[I5][AsF6] + AsF3
DAFTAR PUSTAKA

Cotton dan Wilkinson. 1989, Kimia Anorganik Dasar. Cetakan Pertama. Jakarta: UI-
Press.
https://www.scribd.com/doc/241640428
https://www.scribd.com/doc/248296901
https://www.scribd.com/doc/929922012