Anda di halaman 1dari 6

RINGKASAN MATERI KULIAH

AUDITING DAN PROFESI AKUNTAN PUBLIK

ALBERTHUS SENDHY

A31114327

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN
A. AZAS-AZAS YANG MENDASARI AUDIT LAPORAN KEUANGAN

Boyton (2003:50), menjelaskan tentang azas-azas yang mendasari audit laporan keuangan
dengan membagi kedalam lima bagian yaitu:

1. Hubungan antara Akuntansi dan Auditing


2. Pembuktian dan Pertimbangan Profesional dalam Audit Laporan Keuangan
3. Kebutuhan akan Audit Laporan Keuangan
Perlunya dilakukan audit independen atas laporan keuangan karena:
a. Pertentangan kepentingan (conflict of interest) pertentangan kepentingan dapat terjadi
di antara berbagai kelompok pengguna laporan keuangan seperti para kreditor dan
para pemegang saham, oleh karena itu para pengguna mencari keyakinan dari auditor
independen luar bahwa informasi tersebut telah (1) bebas dari bias untuk kepentingan
manajemen dan (2) netral untuk kepentingan berbagai kelompok pengguna
b. Konsekuensi (consequence) laporan keuangan yang di terbitkan menyajikan informasi
yang penting, dan dalam beberapa kasus, merupakan satu-satunya sumber informasi
yang di gunakan untuk membuat keputusan investasi yang signifikan, peminjaman,
serta keputusan lainnya..
c. Kompleksitas (complexity) dengan meningkatnya tingkat kompleksitas,maka risiko
interpretasi dan risiko timbulnya kesalahan yang tidak disengaja juga ikut meningkat .
karena para pengguna merasa semakin sulit, atau bahkan mustahil untuk
mengevaluasi sendiri mutu laporan keuangan, maka mereka mengandalkan auditor
independen untuk menilai mutu informasi yang dimuat dalam laporan keuangan
d. Keterpencilan (remotenes) para pengguna laporan keuangan, bahkan yang paling
pandai sekalipun menganggap tidak praktis lagi untuk mencari akses langsung pada
catatan akuntansi utama guna melaksanakan sendiri verifikasi atas asersi laporan
keuangan. Daripada mempercayai mutu data keuangan begitu saja, para pengguna
laporan keuangan lebih mengandalkan laporan auditor untuk memenuhi
kebutuhannya.

4. Manfaat Ekonomi Suatu Audit


a. Ases ke pasar modal
b. Biaya modal yang lebih rendah
c. Penangguhan inefisiensi dan kecurangan
d. Peningkatan pengendalian dan operasional

5. Keterbatasan Audit Laporan Keuangan

Keterbatasan auditor adalah bahwa auditor bekerja dalam batasan ekonomi yang wajar.
Batasan ekonomi yang dimaksud adalah:

Biaya yang memadai (reasonable cost). Pembatasan biaya audit dapat menimbulkan
terbatasnya pengujian, atau penarikan sampel dari catatan akuntansi atau data
pendukung yang dilakukan secara selektif.
Jumlah waktu yang memadai (reasonable length of time). Biasanya laporan auditor
atas demikian banyak perusahaan akan terbit dalam waktu tiga sampai lima minggu
setelah tanggal neraca. Hambatan waktu ini dapat mempengaruhi jumlah bukti yang
di peroleh tentang peristiwa dan transaksi setelah tanggal neraca yang berdampak
pada laporan keuangan

B. PIHAK-PIHAK YANG BERHUBUNGAN DENGAN AUDITOR INDEPENDEN


a. Manajemen
Istilah manajemen menunjuk pada kelompok perorangan yang secara aktif
merencanakan, melakukan koordinasi, serta mengendalikan jalannya operasi dan
transaksi klien. Dalam konteks auditing manajemen menunjuk pada para pejabat
perusahaan, pengawas, dan personel kunci sebagai penyelia (supervisor).
b. Dewan Direksi dan Komite Audit
Dewan direksi (board of directors) suatu perusahaan bertanggung jawab untuk
memastikan bahwa perusahaan dioperasikan dengan cara terbaik untuk kepentingan
para pemegang saham. Hubungan auditor dengan para direktur sebagian besar
tergantung pada komposisi dewan itu sendiri, bila dewan terutama terdiri dari para
pejabat perusahaan, maka hubungan auditor, dewan dan manajemen pada dasarnya
adalah satu dan sama,
Fungsi suatu komite audit yang secara langsung mempengaruhi auditor independen
adalah:
Mencalonkan kantor akuntan publik untuk melaksanakan audit tahunan
mendiskusikan lingkup audit dengan auditor
mengundang auditor secara langsung untuk mengkomunikasikan masalah-
masalah besar yang di jumpai selama pelaksanaan audit
me-review laporan keuangan dan laporan auditor bersama auditor pada saat
penyelesaian penugasan.
c. Auditor Internal
Seorang auditor independen biasanya memiliki hubungan kerja yang dekat dengan
auditor internal yang ada pada perusahaan kliennya. Manajemen dapat meminta
auditor independen untuk me-review kegiatan auditor internal yang telah
direncanakan untuk tahun berjalan serla melaporkan mutu kerja mereka, auditor
memiliki kepentingan kepada auditor internal yang berkaitan dengan struktur
pengendalian intern klien, dan manajemen internal juga di perbolehkan membantu
auditor independen dalam melaksanakan audit laporan keuangan. Untuk menentukan
pengaruh pekerjaan audit internal terhadap audit, auditor independen harus (1)
mempertimbangkan kompetensi dan objektivitas auditor internal dan (2)
mengevaluasi mutu pekerjaan auditor internal
d. Pemegang Saham
Para pemegang saham sangat mengandalkan laporan keuangan yang telah diaudit
untuk mendapatkan keyakinan bahwa manajemen telah melaksanakan tugas yang
dibebankan dengan penuh tanggung jawab. Auditor memiliki tanggung jawab yang
penting kepada para pemegang saham sebagai pengguna utama laporan auditor,
auditor tidak berhubungan langsung dengan para pemegang saham yang bukan
pejabat, pegawai kunci atau direktur perusahaan klien, namun demikian auditor dapat
di perbolehkan mengikuti rapat umum pemegang saham serta memberikan tanggapan
atas pertayaan-pertanyaan para pemegang saham.

C. STANDAR AUDITING
Statements on Auditing Standars (SAS)
SAS menjelaskan sifat dan luasnya tanggung jawab seorang auditor serta menawarkan
bimbingan bagi seorang auditor yang melaksanakan audit. Kepatuhan kepada SAS
merupakan kewajiban anggota AICPA yang harus siap untuk memberikan alasan atas
setiap penyimpangan suatu pernyataan.
Generally Accepted Auditing Standars (GAAS)
Standar auditing yang di akui secara luas dalam kaitannya profesi akuntan publik
dikenal dengan sebutan the ten (general accepted auditing standards)/ sepuluh standar
yang berlaku umum.
a) Standar Umum
Standar umum berkaitan dengan kualifikasi auditor dan mutu pekerjaan
auditor. Terdapat tiga standar umum menurut Boyton (2003:61):
1. Keahlian dan Pelatihan Teknik yang Memadai.
Kompetensi auditor ditentukan oleh 3 faktor: (a) pendidikan universitas
formal untuk memasuki profesi; (b) pelatihan praktik dan pengalaman
dalam auditing, dan (c) mengikuti pendidikan profesi berkelanjutan selama
karir profesional auditor.
2. Independensi dalam Sikap Mental
Kompetensi saja tidak mencukupi. Auditor juga harus bebas dari pengaruh
klien dalam melaksanakan audit serta dalam melaporkan temuan-
temuannya. Standar umum yang kedua ini mengaitkan peran auditor dalam
seuatu audit dengan peran sebagai penengah dalam perselisian dalam
pemburuan atau sebagai hakim dalam kasus hukum.
3. Penggunaan Kemahiran Profesional
Seorang auditor juga diharapkan memiliki kesungguhan dalam
melaksanakan audit serta menerbitka laporan atas temuan. Dalam
melakukan standar ini, seorang auditor yang berpengalaman harus secara
kritis melakukan review atas pekerjaan yang dikerjakan dan pertimbangan
yang digunakan oleh personil kurang berepengalaman yang turut
mengambil bagian dalam audit.
b) Standar Pekerjaan Lapangan
1. Perencanaan dan Supervisi yang Memadai
Perencanaan meliputi pengembangan strategi audit serta rencana program
audit yang akan digunakan dalam melaksanakan audit
2. Pemahaman atas Struktur Pengendalian Intern
Merupakan hal yang sangat mendasar bagi seorang auditor untuk
memahami struktur pengendalian intern, sehingga dapat merencanakan
suatu audit yang efektif dan efisien
3. Mendapatkan Bukti Audit Kompeten yang Cukup
Tujuan akhir standar pekerjaan lapangan adalah menyediakan dasar yang
memadai bagi auditor untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan
klien.
c) Standar Pelaporan
1. Laporan keuangan disajikan sesuai GAAP
2. Konsistensi dalam penerapan GAAP
3. Pengungkapan informatif yang memadai
4. Pernyataan pendapat
Penerapan Standar Auditing
Standar audit dapat diterapkan pada setiap audit laporan keuangan oleh seorang
auditor independen tanpa memandang skala ukuran kegiatan klien, bentuk organisasi,
jenis organisasi, atau apakah tujuan entitas adalah mencari laba atau nirlaba.
Hubungan Antara Standar Auditing Dengan Prosedur Auditing
Prosedur auditing (auditing procedures) adalah metode-metode yang digunakan serta
tindakan yang dilakukan oleh auditor selama audit berlangsung

D. LAPORAN AUDITOR DAN TANGGUNGJAWABNYA


1. Laporan Standar
Laporan standar adalah laporan yang lazim diterbitkan laporan ini memuat pendapat
wajar tanpa pengecualian (unqualitfied opinion) yang menyatakan bahwa laporan
keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan,
hasil usaha, dan arus kas entitas sesuai dengan prisnsip akuntansi yang berlaku umum.
Menurut Boyton (2003:75), terdapat enam elemen dasar dari laporan standar auditor
yaitu:
a. Judul laporan
b. alamat/ pihak yang dituju oleh auditor
c. paragraf pendahuluan
d. paragraf ruang lingkup audit
e. paragraf pendapat
f. tanda tangan kantor akuntan publik
g. tanggal laporan

2. Penyimpangan dari Laporan Standar


Penyimpangan dari laporan standar tergolong dalam salah satu dari dua kategori
berikut ini
a. Laporan Standar dengan Bahasa Penjelasan
Karakteristik berbeda yang ada dalam kategori jenis laporan ini adalah bahwa
paragraf pendapat tetap menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian,
Biasanya informasi penjelas diletakkan pada paragraf penjelas yang mengikuti
paragraf pendapat, dalam bebrapa hal diperlukan susunan kata-kata penjelasan
dalam tiga paragraf standar, dan dalam hal ini paragraf penjelas diletakkan
sebelum paragraf pendapat..
b. Jenis-Jenis Pendapat Lain
Kategori kedua penyimpangan dari laporan standar adalah apabila terjadi salah
satu dari kondisi berikut:
1. laporan standar mengandung penyimpangan yang material dari GAAP
2. auditor tidak mampu mendapatkan bukti kompeten yang cukup berkenaan
dengan salah satu atau lebih asersi manajemen, sehingga tidak memiliki dasar
yang memadai untuk memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian atas
laporan keuangan secara keseluruhan
c. Laporan Pertanggungjawaban Manajemen
Manajemen yang bertanggung jawab atas semua keputusan berkenaan dengan
bentuk dan isi laporan keuangan. Laporan tersebut mencantumkan komentar
tentang pengendalian intern, audit internal, serta akses auditor independen pada
dewan direksi dan komite audit.
Menurut Supriadi (2012) Managemen bertanggung jawab dalam menerapkan
kebijakan akuntansi yang sehat dan untuk menbangun serta memelihara struktur
pengendalian intern yang digunakan dalam mencatat,mengolah, meringkas, dan
melaporkan data keuangan yang sejalan dengan asertasi managemen yang
tercantum dalam laporan keuangan