Anda di halaman 1dari 7

PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KOMPLIKASI ABORSI

1. Pengertian aborsi
Pengertian aborsi adalah keluar prematur dari hasil konsepsi ( janin, membran janin, dan plasenta )
dari rahim. Ini adalah hilangnya dan tidak mengacu pada mengapa kehamilan yang hilang

Penyebab Terjadinya Aborsi :

a. Telur tak dapat tumbuh dengan sempurna karna faktor umur,kesehatan kurang
baik,berpenyakit syphilis atau tuberculose,dan sebab dari ibu,dimana ibu terserang penyakit
ginjal,diabetes,kekurangan vit E,atau kelainan alat kandungan seperti radang dari selaput
lendir rahim,tumor dari uterus, robekan cervix, dan rahim yang tidak sempurna

Jenis Jenis Aborsi :

Abortus Spontan :

a. Abortus completus : pengeluaran keseluruhan hasil konsepsi dari rahim

b. Abortus inkompletus : pengeluaran sebagian hasil konsepsi dari rahim pada kehamilan
sebelum 20 minggu

c. Abortus imniens : Pengeluaran hasil konsepsi masih dalam uterus dan tanpa adannya dilatasi
serviks
d. Abortus insipiens : Pendarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, ada dilatasi
serviks yang meningkat tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus
Abortus provokatus : Menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup diluar tubuh ibu
Abortus theraupethic : Abortus yang dilakukan oleh dokter atas dasar indikasi medis misalnya
jika kehamilan di teruskan bisa membahayakan jiwa si calon ibu karena penyakit berat seperti
: TBC yang berat dan ginjal
Abortus Habitualis : Abortus yang terjadi secara berulang yang mungkin disebabkan karena
penyakit diabetes dari si ibu dan kekurangan vitamin E
Missed Abotion : Suatu kondisi dimana embrio dinyatakan telah meninggal di dalam rahim
dengan usia embrio kurang dari 20 minggu

Komplikasi Abortus :

1. Pendarahan Hebat : Jika leher rahim robek atau terbuka lebar akan menimbulkan pendarahan
yang menyebabkan terganggunya keselamatan ibu dan dapat menyebabkan trauma pada
rahim
2. Infeksi : Terjadi jika penggunaan alat medis yang tidak steril yang dimasukkan ke dalam
rahim atau sisa janin yang tidak di bersihkan dengan benar dan juga faktor penyakit dari ibu

Penanganannya :

1.Menghentikan pendarahan dengan cara : observasi, penanganan medis, menyuntikan VIT K,


transfusi darah dan melakukan rujukan
2.Mengatasi infeksi dengan cara : menggunakan alat yang steril, pertolongan medis
2..KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari
penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta
prosesnya.

Ciri-ciri perubahan masa remaja

Perkembangan non fisik

Masa remaja, menurut ciri perkembangannya dibagi menjadi tiga tahap yaitu :

1. Masa remaja awal (10-12 tahun) dengan ciri khas antara lain : ingin bebas, lebih dekat dengan
teman sebaya, mulai berpikir abstrak dan lebih banyak memperhatikan keaadan tubuhnya
2. Masa remaja tengah ( 13 15 tahun) dengan ciri khas antara lain : mencari identitas diri,
timbul keinginan berkencan, berhayal tentang aktifitas seksual , mempunyai rasa cinta yang
mendalam
3. Masa remaja akhir ( 16 19 tahun) dengan ciri khas antara lain : mampu berpikir abstak,
lebih selektif dalam mencari teman sebaya, mempunyai citra jasmani dirinya, dapat
mewujudkan rasa cinta , pengungkapan kebebasan diri

Peruhan fisik pada masa remaja

Perubahan fisik dalam masa remaja merupakan hal yang sangat penting dalam kesehatan reproduksi
karena pada masa ini terjadi pertumbuhan fisik yang sangat cepat untuk mencapai kematangan,
termasuk organ- organ reproduksi sehingga mampu melaksanakan fungsi reproduksi. Perubahan yang
terjadi yaitu :

1. Munculnya tanda tanda seks primer : terjadi haid yang pertama pada masa remaja
perempuan, dan mimpi basa pada remaja laki-laki
2. Munculnya tanda seks sekunder yaitu :
a. Pada remaja laki- laki tumbuhnya jakun, penis dan buah jakar bertambah besar, terjadinya
ereksi dan ejakulasi, suara bertambah besar, dada lebih lebar, badan berotot, tumbuh
kumis di atas bibir, cambang dan rambut disekitar kemaluan dan ketiak
b. Pada remaja perempuan : pinggul melebar, pertumbuhan rahim dan vagina, tumbuh
rambut di sekitar kemaluan dan ketiak, payudara membesar.

Perubahan kejiwaan

Pada masa remaja perubahan kejiwaan terjadi lebih lambat dari fisik dan labil

3. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN INFERTILE

A . Infertil
Sekalipun gerakan keluarga berencana sangat gencar digalakkan,tetapi ada sebagian kecil
masyarakat sangat mendambakan keturunan karena telah cukup waktu untuk menunggunya namun
belum berhasil.Diperkirakan jumlah mereka sekitar 10% pasanagan usia suburatau sama dengan 7
sampai 8 juta orang

Penanganan masalah infertile atau mandul merupakan masalah medis yang kompleks dan
menyangkut beberapa disiplin ilmu kedokteran,sehingga memerlukan konsultasi dan pemeriksaan
yang kompleks pula.Pasangan infertile merupakan satu kesatuan yang biologis. Penanganan pasangan
infertile memerlukan waktu, biaya yang sulit diperhitungkan,lama dan jumlahnya.

Factor penyebab infertilitas

Factor wanita (60-75 % )

Faktor vagina 3-5%


Serviks 1-10 %
Uterus 4-5 %
Tuba Fallopi 65 80%
Ovarium 5-10 %
Peritoneum 5-10 %

Factor pria ( 30 40 %)

Pemecahan masalah infertilitas

Dalam melakukan pemecahan masalah infertil secara umum dilakukan :

1. Anamnesis umum (bersama)


Berapa usia perkawinan
Umur istri dan suami
Frekuensi hubungan seksual
Tingkat kepuasan seksual
Tehnik hubungan seksual
Apakah masing-masing pernah kawin
Apakah dari perkawinan tersebut mempunyai anak
Kalau punya anak, berpa umur anak terkecil
Apakah pernah menderita penyakit yang mungkin dapat menurunkan kesuburan ,
seperti penyakit hubungan seks atau pernah mengalami operasi
2. Anamnesa khusus
a. Anamnesa khusus istri :
Berapa usia saat menarche
Apakah haid teratur
Berapa lama terjadi perdarahan ( apakah terdapat gumpalan darah , apakah
disertai rasa nyeri saat menstruasi , apakah keputihan , apakah terdapat kontak
darah)
Riwayat alat reproduksi ( apakah pernah mengalami operasi alat genetalia,
apakah pernah memakai KB AKDR, apakah pernah keguguran, apakah pernah
infeksi genetalia)
b. Anamnesa suami
Bagaimana tingkat ereksi
Apakah pernah mengalami penyakit hubungan seksual
Apakah pernah menderita penyakit mump ( parotitis epidemika ) waktu kecil.

Pencegahan Infertil ( Kemandulan)

Untuk dapat menegakkan kemungkinan penyebab infertilitas padsa pasangan suami-istri dilakukan
pemeriksaan dasar ssebagai berikut :
1. Pemeriksaan pasangan infertile secara umum
a.Pemeriksaan fisik umum suami dan istri
b. pemeriksaan laboratorium dasar
c. pemeriksaan rontgen atau ultrasonografi

2.Pemeriksan pasangan mandul secara khusus


a. pemeriksaan istri
pemeriksaan organ kandungan
pemeriksaan lender serviks ( reaksi imunologis,tes shim huhner
pemeriksaan rahim : histeroskopi, histerosalpingografi,hidrotubasi,partubasi)
pemeriksaan laparoskop
b. pemeriksaan untuk menetapkan terjadinya ovulasi.
pemeriksaan suhu basal
pemeriksaan mikrokuretase
pemeriksaan sitologi cairan serviks / vagina
pemeriksaan daun pakis
c. pemeriksaan khusus suami
pemeriksaan fisik alat genitalia bagian luar
analisis sperma sebanyak tiga kali dengan interval sekitar lima sampai tujuh hari

Penangan Pasangan Infertile

INSEMINASI BUATAN

Inseminasi buatan adalah upaya untuk memasukkan spermatozoa langsung kedalam


kavum uteri dari luar.Syarat utama untuk dapat berhasil dalam teknik inseminasi buatan adalah hasil
pemeriksaan tuba fallopi dalam batas normal.

Terdapat dua jenis inseminasi yaitu inseminasi artificial homolog,yaitu menggunakan


sperma dari suami sendiri dan inseminasi artificial donor yang spermanya bersal dari donor .bila
berhasil tetap menjadi milik suami istri yang sah karena identitas donor dirahasiakan.

TEKNIK INSEMINASI BUATAN ADA 3 BENTUK

1. Menaruh sperma ke dalam forniks posterior, dalam posisi bokong yang lebih
tinggi sehingga tidak akan banyak tumpah keluar melalui vagina
2. Dengan spuit langsung sperma disemprotkan melalui kanalis servikalis ke dalam
kavum uteri
3. Memasang cup sekitar serviks sehingga sperma yang dimasukkan tidak banyak
tumpah keluar melalui vagina.

ASSISTED TECHNOLOGY REPRODUCTIVE

Assisted technology reproductive (ART ) dikenal dengan arti bayi tabung.Menangani


pasangan infertile merupakan masalah yang rumit,kompleks dan keberhasilannya sulit
diterka.

4. KANKER PADA USIA LANJUT

Sekilas tentang penyakit kanker

Kanker disebut juga tumor ganas adalah penyakit yang umumnya terjadi pada usia lanjut karena
bermutasi gen akibat dari gaya hidup sehari-hari atau sebab lain, yang ditandai dengan pembelahan sel
melebihi batas normal, mendesak dan/atau merusak jaringan tubuh disekitarnya, dan mempunyai
kemungkinan besar untuk bermetastasis ke jaringan atau organ tubuh lain melalui sirkulasi darah
dan/atau kelenjar getah bening/ sistem limfatik.

Penyakit kanker sendiri termasuk ke dalam kelompok penyakit tidak menular (Non Communicable
Disease), seseorang tidak bisa tertular kanker hanya dengan bersentuhan, melalui jarum suntik,
menghirup udara yang sama, dan hal lainya yang menjadi pemicu sebuah penyakit menular. Seorang
yang sehat atau daya tahan tubuhnya dalam keadaan normal, sel-sel kanker yang tersebar melalui
udara atapun medium lain dan masuk tanpa sengaja ke dalam tubuh, tidak akan bisa bertahan hidup
apalagi berkembang, karena sistem imun secara otomatis mengenali dan memusnahkan sel kanker
tersebut, dan hal serupa juga akan terjadi apabila sel asing lain masuk kedalam tubuh, walaupun
sel/jaringan/organ tubuh tersebut sebetulnya tidak berbahaya, seperti halnya pada kasus transplantasi
organ tubuh.

Pada kasus tertentu penyakit kanker bisa saja menular, transplantasi organ tubuh dengan donor
penderita kanker ataupun survivor kanker sekalipun, dapat menularkan kanker ke tubuh penerima
organ, oleh sebab itu pendonor organ setidaknya akan diperiksa kesehatannya sekaligus riwayat
kesehatannya di masa lalu. Tidak hanya menularkan kanker, transplantasi organ tubuh juga
meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker di masa yang akan datang.

Jenis-jenis penyakit kanker pada lansia

Ada banyak sekali jenis kanker, sekitar 36% dari semua jenis kanker terdiagnosa pada kelompok
umur lanjut usia di UK sekitar tahun 2010-2012. Hal senada juga di temukan pada berbagai negara
bahwa kanker cenderung meningkat dan fase puncak berada pada golongan lansia.

Berikut beberapa jenis kanker yang cukup sering menyerang beberapa golongan usia termasuk di
dalamnya usia lanjut, jenis kanker ini biasanya menyerang salah satu gender atau bisa juga menyerang
dua-duanya apabila kedua gender baik pria maupun wanita sama memiliki organ tubuh yang
bersangkutan seperti paru-paru, dimana organ tubuh tersebut tidak terikat oleh gender.

1. Kanker payudara.
Jenis kanker ini sangat sering ditemukan pada lansia, namun jarang ditemukan pada seseorang
berumur di bawah 30 tahun. Kanker payudara adalah jenis kanker nomor dua yang paling banyak
menyebabkan kematian pada wanita, setelah kanker paru-paru.

Kanker payudara bisa menyerang wanita maupun pria, setiap tahun terdapat 2.300 kasus baru kanker
payudara pada pria dan 230.000 kasus baru setiap tahunnya kanker payudara pada wanita.

Gejala yang sering ditimbulkan oleh kanker payudara antara lain, terdapat benjolan disekitar
payudara, kulit pembungkus payudara kemerah-merahan dan berkerut, keluar cairan asing (bukan
ASI) dari puting payudara, dan payudaran berubah bentuk menjadi tak proporsional.

2. Kanker serviks.

Sebenarnya kanker serviks bisa dideteksi dengan mudah dengan rajin melakukan screening kanker
serviks, pap smear. Kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang di saluran leher rahim
wanita (serviks).

Pada umumnya kanker serviks disebabkan oleh Human Pappiloma Virus (HPV), perkembangan virus
HPV sampai menjadi kanker serviks cukup lambat, berkisar antara 10-20 tahun, oleh karena itu
kanker serviks cukup sering ditemukan pada wanita yang lanjut usia.

Kanker serviks tidak menyebabkan gejala apapun pada tahap awal, gejala kanker serviks baru timbul,
ketika sudah memasuki stadium lanjut, adapun gejala kanker serviks yang sering timbul, pendarahan
ketika berhubungan intim, nyeri pinggul, pendarahan diluar fase menstruasi atau setelah menopause,
keputihan abnormal, dan nyeri kelamin.

3. Kanker prostat.

Kebanyakan kanker prostat tumbuh secara lambat dan tidak menyebar, bisa saja pria yang terlihat
sehat dan bugar, berkembang sel-sel prostat dalam tubuhnya karena pada tahap awal kanker prostat
tidak memiliki gejala sama sekali, bahkan sel-sel kanker prostat bisa nonaktif selama bertahun-tahun
di dalam tubuh pria, tanpa menimbulkan gejala sedikit pun.

Karena prostat adalah termasuk ke dalam alat reproduksi pria, gejala yang timbul karena kanker
prostat tidak jauh-jauh dari situ seperti disfungsi ereksi, sulit buang air kecil, nyeri ketika buang air
kecil, dan urine pasien kanker prostat biasanya bercampur bercak darah dan sperma.

4. Kanker kolon dan rektum.

Umumnya jenis kanker ini terjadi pada seorang lansia, tetapi semua golongan umur tetap memiliki
resiko untuk terserang kanker kolon. Kanker kolon adalah jenis kanker yang terjadi pada usus besar.
Sedangkan kanker rektum adalah kanker yang menyerang saluran paling akhir dari usus besar
(rektum).

Awal kanker kolon dan kanker rektum hanya berupa polip, apabila polip ini tidak teratasi dan terus
berkembang, lama-kelamaan polip-polip yang bersarang di usus besar akan menjadi kanker yang
ganas dan bisa menyebar ke organ tubuh lain melalui saluran darah dan kelenjar getah bening.

Gejala yang timbul akibat kanker kolon dan kanker rektum antara lain, terdapat bercak darah pada
feses, diarea dan/atau sembelit, tidak bisa buang air besar secara tuntas, dan terasa tidak nyaman pada
perut.

5. Kanker paru-paru.
Jenis kanker ini merupakan kanker pembunuh nomor satu, baik pada pria maupun pada wanita.
Perokok aktif merupakan seseorang yang memiliki resiko paling tinggi terserang kanker paru-paru,
semakin lama seseorang merokok, semakin banyak pula rokok yang dihabiskan, semakin besar pula
resiko seseorang terserang kanker paru-paru.

Gejala yang timbul karena kanker paru-paru adalah bantuk menahun atau batuk yang tidak kunjung
sembuh, batuk disertai bercak darah, sesak nafas, nyeri dada, dan gejala kanker umum seperti mual,
muntah, kepala pusing, dan menurunnya berat badan.

6. Kanker kulit.

Biasanya kulit yang mengalami kanker kulit adalah kulit yang langsung terpapar oleh sinar matahari,
terdapat tiga jenis tipe dari kanker kulit, pertama melanoma, kedua basal cell carcinoma, dan squa cell
carcinoma.

Umumnya gejala yang timbul karena kanker kulit adalah perubahan pada ukuran, warna, bentuk, dan
teksture pada tahi lalat atau kulit tumbuh lainya.

Kesimpulan

Kanker merupakan sebuah keadaan dimana struktur dan fungsi sebuah sel mengalami perubahan
bahkan sampai merusak sel-sel lainnya yang masih sehat. Sel yang berubah ini mengalami mutasi
karena suatu sebab sehingga ia tidak bisa lagi menjalankan fungsi normalnya. Biasanya perubahan sel
ini mengalami beberapa tahapan, mulai dari yang ringan sampai berbah sama sekali dari keadaan awal
(kanker). Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua setelah penyakit jantung. Faktor resiko
yang paling utama adalah usia. Dua pertiga kasus kanker terjadi diatas usia 65 tahun. Mulai usia 40
tahun reiko untuk timbul kanker meningkat