Anda di halaman 1dari 10

SALINAN P U T U S A N

Nomor : 001/Pdt.G/2011/PA.Mtp

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIM
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Agama di Martapura yang menerima, memeriksa dan mengadili


perkara-perkara perdata pada tingkat pertama dalam persidangan Majelis telah
menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Cerai Gugat yang diajukan
antara :

PENGGUGAT, umur 45 tahun, agama Islam, pendidikan SMA, pekerjaan


Mengurus rumah tangga, tempat kediaman di Kabupaten Banjar,
selanjutnya disebut sebagai Penggugat;
melawan:
TERGUGAT, umur 48 tahun, agama Islam, pendidikan SMA, pekerjaan
Petani, tempat kediaman di (Marabahan), selanjutnya disebut
sebagai Tergugat;

Pengadilan Agama tersebut;


Telah membaca dan meneliti berkas perkara;
Telah mendengar keterangan pihak Penggugat dan para saksi;
Telah memperhatikan bukti-bukti lainnya dalam persidangan;

TENTANG DUDUKNYA PERKARA

Menimbang, bahwa Penggugat dalam surat Gugatannya tertanggal 03 Januari


2011 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Agama Martapura dan dicatat dalam
register perkara Nomor : 001/Pdt.G/2011/PA.Mtp tanggal 03 Januari 2011, telah
mengajukan hal-hal yang pada pokoknya sebagai berikut :
1. Bahwa pada tanggal 23 Juli 1988 Penggugat dengan Tergugat melangsungkan
pernikahan yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama (KUA)
Kecamatan Banjarmasin Utara sesuai dengan Kutipan Kutipan Akta Nikah
Nomor: A1/153/23/VII/1988 tanggal 25 Juli 1988;
2. Bahwa sesudah akad nikah Tergugat ada mengucapkan sighat taklik talak yang
bunyinya sebagaimana tercantum dalam buku nikah tersebut;
3. Bahwa setelah pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat bertempat
tinggal di di rumah sendiri di Kota Banjarmasin selama 12 tahun, terakhir
bertempat kediaman di rumah sendiri di Desa Kertak Hanyar II Kecamatan

Hal. 1 dari 10 No. 0001


Kertak Hanyar Kabupaten Banjar selama 10 tahun sampai terjadi pisah pada
bulan Agustus 2010 atau bertepatan dengan awal bulan Ramadhan 1431 H;
4. Bahwa pada awal pernikahan Penggugat dengan Tergugat telah hidup rukun
sebagaimana layaknya suami isteri dan dikaruniai 3 orang anak bernama :
a. ANAK 1( Pr ) umur 21 tahun,
b. ANAK 2( Lk-lk ) umur 10 tahun,
c. ANAK 3( Lk-lk )
sekarang ketiganya bersama Penggugat;;
5. Bahwa sejak tahun 2010 antara Penggugat dan Tergugat terus-menerus terjadi
perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam
rumah tangga disebabkan antara lain :
a. Tergugat tidak pernah memberi nafkah secara layak kepada Penggugat
karena Tergugat bekerja yang penghasilannya hanya untuk dirinya sendiri
dan orang tua Tergugat tanpa memperhatikan Penggugat dan kehidupan
rumah tangganya, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah
tangganya;
b. Tergugat sering berbohong kepada Penggugat soal penghasilan yang diterima
Tergugat setiap bulan;
c. Tergugat bersikap keras kepala dan mau menang sendiri dengan melakukan
pembelian beberapa hektar tanah di daerah Jelapat Kabupaten Barito Kuala
tanpa merun dingkannya dengan Penggugat;
6. Bahwa puncak ketidakharmonisan terjadi pada bulan Agustus 2010 atau
bertepatan dengan awal bulan Ramadhan 1431 H terjadi perselisihan antara
Penggugat dengan Tergugat disebabkan oleh masalah yang sama. Kemudian
Tergugat pergi meninggalkan Penggugat dan tempat kediaman bersama hingga
sekarang;
7. Bahwa Tergugat pergi meninggalkan Penggugat pulang kerumah Tergugat
sendiri dengan alamat sebagaimana tersebut diatas selama 4 bulan hingga
sekarang. Selama itu sudah tidak ada lagi hubungan baik lahir maupun batin dan
Tergugat sudah tidak lagi memberi nafkah kepada Penggugat serta tidak ada
suatu peninggalan apapun yang dapat digunakan sebagai pengganti nafkah;
8. Bahwa Penggugat menyatakan sudah tidak suka dan tidak ridha lagi bersuamikan
Tergugat dan mohon diceraikan saja;
9. Bahwa Penggugat sanggup membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara
ini;

Hal. 2 dari 10 No. 0001


Berdasarkan dalil/alasan tersebut di atas, Penggugat mohon kepada Ketua
Pengadilan Agama Martapura cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili
perkara ini berkenan menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi sebagai berikut :
Primer :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat;
2. Menetapkan perkawinan antara Penggugat dengan Tergugat putus karena
perceraian;
3. Membebankan biaya perkara kepada Penggugat;
Subsider :
- Atau menjatuhkan putusan lain yang seadil-adilnya;
Menimbang, bahwa pada hari dan tanggal persidangan yang telah ditetapkan
Penggugat telah datang menghadap, sedangkan Tergugat telah datang menghadap
pada persidangan tanggal 7 Pebruari 2011 akan tetapi pada persidangan selanjutnya
Tergugat tidak datang menghadap dipersidangan;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah berusaha menasihati Penggugat dan
telah berupaya keras memberi pandangan agar Penggugat mau damai atau rukun lagi
dengan Tergugat, akan tetapi Penggugat tetap pada pendiriannya semula;
Menimbang bahwa untuk memenuhi ketentuan pasal 4 peraturan mahkamah
agung RI No. 1 Tahun 2008 perlu ditempuh jalur mediasi, sehingga berdasarkan
kesepakatan Penggugat dan Tergugat Ketua Majelis menunjuk Hakim Mediator yaitu
Ahmad Zainal Fanani, S.H.I, S.Mi, akan tetapi berdasarkan laporan Hakim Mediator
tertanggal 5 Juni 2010 tersebut, mediasi gagal;
Menimbang, bahwa kemudian dibacakan surat Gugatan Penggugat tersebut,
yang isinya tetap dipertahankan oleh Penggugat;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil-dalil Gugatannya Penggugat
telah mengajukan bukti tertulis berupa :
a. Foto copy Kutipan Akta Nikah Nomor: A1/153/23/VII/1988 Tanggal 25 Juli
1988 yang dikeluarkan oleh Kepala KUA Kecamatan Banjarmasin Utara Kota
Banjarmasin , telah bermeterai cukup dan dicocokkan dengan aslinya kemudian
diberi tanda P ;
Menimbang, bahwa selain alat bukti tertulis tersebut Penggugat juga telah
menghadirkan saksi-saksinya yang bernama :
1. SAKSI 1, Umur 45 tahun, agama Islam, pendidikan terakhir MAN, pekerjaan
Tani, bertempat tinggal di Kabupaten Banjar, yang di bawah sumpahnya telah
memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut :
bahwa saksi kenal dengan Penggugat dan Tergugat karena saksi bertetangga
dengan Penggugat sejak mereka tinggal di Desa Kertak Hanyar;
Hal. 3 dari 10 No. 0001
bahwa sepengetahuan saksi pada awalnya keadaan rumah tangga Penggugat
dengan Tergugat baik, dan telah dikaruniai 3 orang anak, akan tetapi sekarang
mereka sudah pisah tempat tinggal kurang lebih 8 bulan lamanya;
bahwa setahu saksi mereka pisah disebabkan mereka sering bertengkar karena
masalah ekonomi dan Tergugat sering mengatakan Penggugat tidak baik;
bahwa selama pisah Tergugat tidak pernah datang menemui Penggugat dan
Tergugat tidak pernah memberi nafkah kepada Penggugat serta tidak pula
meninggalkan harta atau peninggalan apapun yang dapat dijadikan sebagai
pengganti nafkah oleh Penggugat;
bahwa keluarga Tergugat dan saksi sudah berusaha mendamaikan Penggugat
dengan Tergugat tetapi tidak berhasil;
bahwa saksi tidak sanggup lagi untuk merukunkan mereka lagi;
2. SAKSI 2, Umur 48 tahun, agama Islam, pendidikan terakhir SD, pekerjaan Tani,
bertempat tinggal di Kabupaten Banjar, yang di bawah sumpahnya telah
memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut :
bahwa saksi kenal dengan Penggugat dan Tergugat karena saksi bertetangga
dengan Penggugat sejak mereka tinggal di Desa Kertak Hanyar;
bahwa sepengetahuan saksi pada awalnya keadaan rumah tangga Penggugat
dengan Tergugat baik, dan telah dikaruniai 3 orang anak, akan tetapi sekarang
mereka sudah pisah tempat tinggal kurang lebih 8 bulan lamanya;
bahwa setahu saksi mereka pisah disebabkan karena masalah keuangan dan
anak-anak;
bahwa selama pisah Tergugat pernah datang menemui Penggugat tetapi hanya
melihat rumah saja;
bahwa selama pisah Tergugat tidak pernah memberi nafkah kepada Penggugat
bahkan rumah telah digadaikan oleh Tergugat dan Penggugat telah diusir oleh
Tergugat serta Tergugat tidak meninggalkan harta atau peninggalan apapun
yang dapat dijadikan sebagai pengganti nafkah oleh Penggugat;
bahwa saksi sudah berusaha mendamaikan Penggugat dengan Tergugat tetapi
tidak berhasil karena Tergugat tidak mau;
bahwa saksi tidak sanggup lagi untuk merukunkan mereka lagi;
Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi-saksi tersebut Penggugat
menyatakan tidak keberatan dan membenarkan;
Menimbang, bahwa Penggugat menyatakan tidak rela atas telah ditelantarkan
oleh Tergugat selama 4 bulan tanpa diberi nafkah lahir maupun batin, dan
menyatakan ingin bercerai serta sanggup membayar uang iwadl seperti apa yang
dijanjikan Tergugat;

Hal. 4 dari 10 No. 0001


Menimbang, bahwa kemudian Penggugat telah menyerahkan iwadh berupa
uang sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah);
Menimbang, bahwa selanjutnya Penggugat telah mengajukan kesimpulannya
bahwa Penggugat tetap sebagaimana maksud Gugatannya semula, menyatakan
mencukupkan dengan keterangan saksi yang telah dihadapkan, dan selanjutnya tidak
akan mengajukan sesuatu apapun lagi kecuali mohon agar perkaranya segera
diputuskan;
Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian dalam putusan ini, maka
Majelis Hakim menunjuk kepada hal-hal yang tercantum dalam berita acara
persidangan perkara ini yang kesemuanya dianggap telah dimasukkan dan menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari putusan ini;

TENTANG HUKUMNYA

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan Gugatan Penggugat adalah seperti


tersebut di atas;
Menimbang, bahwa surat bukti P yang diajukan Penggugat berupa fotocopy
Kutipan Kutipan Akta Nikah Nomor : A1/153/23/VII/1988 yang dikeluarkan oleh
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarmasin Utara pada tanggal 25 Juli
1988, yang telah diberi meterai secukupnya dan telah dinazegelen di Kantor Pos, hal
mana sesuai dengan maksud Pasal 2 ayat (1) huruf a Undang-Undang No. 13 Tahun
1985 tentang Bea Meterai, maka surat bukti P tersebut harus dinyatakan sah dan
berharga karenanya dapat diterima sebagai alat bukti;
Menimbang, bahwa berdasarkan pengakuan Penggugat dan sebagaimana
ternyata dalam surat bukti P serta dikuatkan dengan keterangan para saksi di
persidangan harus dinyatakan terbukti bahwa antara Penggugat dengan Tergugat
telah terikat dalam perkawinan yang sah dan setelah akad nikah Tergugat
mengucapkan sighat taklik talak;
Menimbang, bahwa perkara ini merupakan tugas dan wewenang Pengadilan
Agama Martapura, karena Penggugat dan Tergugat beragama Islam dan telah
melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama, juga Penggugat bertempat
tinggal di wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama Martapura, oleh karenanya Gugatan
tersebut dapat diterima karena telah sesuai dengan ketentuan Pasal 49 ayat (1) dan (2)
jo. Pasal 73 Undang-Undang No. 7 Tahun 1989 sebagaimana telah diubah dan
ditambah dengan Undang-Undang No. 50 tahun 2009 jo. Pasal 63 ayat (1) Undang-
Undang No. 1 Tahun 1974 jo. Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun
1975 jo. Pasal 132 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam;

Hal. 5 dari 10 No. 0001


Menimbang, bahwa perkara Cerai Gugat adalah termasuk sengketa perdata
yang wajib lebih dahulu diupayakan penyelesaikan melalui perdamaian dengan
bantuan Mediator, dan Majelis telah menunjuk seorang hakim mediator untuk
mengupayakan perdamaian, oleh karena itu apa yang dikehendaki pasal 4 Peraturan
Mahkamah Agung Nomor 1 tahun 2008 tentang prosedur mediasi di Pengadilan telah
terpenuhi;
Menimbang bahwa berdasarkan laporan hakim mediator tanggal 21 Pebruari
2011 yang menyatakan usaha perdamaian jalur mediasi telah gagal, maka cukup
alasan bagi Majelis untuk meneruskan pemeriksaan perkara ini;
Menimbang, bahwa berdasarkan gugatan Penggugat dan tidak adanya eksepsi dari
Tergugat, maka gugatan Penggugat dapat diterima karena telah sesuai dengan maksud
pasal 73 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama.
Menimbang, bahwa selama proses persidangan Majelis Hakim telah berusaha
mendamaikan Penggugat agar tidak meneruskan gugatannya akan tetapi tidak
berhasil, oleh karena itu apa yang dikehendaki pasal 154 R.Bg jo pasal 39 ayat (1)
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan pasal 82 Undang-Undang Nomor 7 Tahun
1989 jo pasal 31 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo pasal 115
Kompilasi Hukum Islam telah terpenuhi.

Menimbang, bahwa karena Tergugat hanya hadir pada persidangan pertama


sedangkan pada persidangan selanjutnya Tergugat tidak hadir di persidangan tanpa
alasan yang sah, dan tidak pula menyuruh orang lain untuk menghadap sebagai
kuasanya meskipun pengadilan telah memanggilnya secara patut dan sah serta
gugatan tersebut tidak melawan hukum dan beralasan, maka gugatan Penggugat dapat
diputus dengan contradictoar;

Menimbang, bahwa berdasarkan gugatan Penggugat dan keterangan saksi-


saksi yang saling bersesuaian serta dikuatkan pula dengan alat bukti (P1) harus
dinyatakan terbukti antara Penggugat dengan Tergugat telah terikat dalam
perkawinan yang sah dan setelah akad nikah Tergugat mengucapkan sighad taklik
talak.
Menimbang, bahwa Penggugat mendasarkan alasan gugatannya tentang
sering terjadi perselisihan dan pertengkaran antara Penggugat dangan Tergugat dan
Tergugat telah meninggalkan dan membiarkan (tidak memperdulikan) serta tidak
memberikan nafkah wajibnya selama hampir 4 bulan berturut-turut kepada
Penggugat, adalah sesuai menurut pasal 39 (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974
jo pasal 19 (f) Peraturan pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo pasal 116 (f) dan (g)

Hal. 6 dari 10 No. 0001


Kompilasi Hukum Islam, oleh karenanya gugatan Penggugat formal dapat diterima
untuk diperiksa lebih lanjut.
Menimbang, bahwa berdasarkan ketarangan para saksi yang saling
bersesuaian, Majelis telah menemukan fakta bahwa Tergugat telah meninggalkan
dan membiarkan (tidak memperdulikan) Penggugat selama 4 bulan berturut-turut dan
selama itu pula Tergugat tidak pernah mengajak rukun serta tidak pernah
memberikan nafkah wajibnya kepada Penggugat.
Menimbang, bahwa Penggugat telah membayar uang iwadh Rp 10.000
(sepuluh ribu rupiah), dengan demikian syarat taklik talak telah terpenuhi, hal ini
sesuai maksud janji Tergugat (vide shigat taklik talak) yang diucapkannya setelah
akad nikah.
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta tersebut Majelis berpendapat alasan
perceraian yang diajukan Penggugat harus dinyatakan terbukti dan telah memenuhi
apa yang dikehendaki oleh pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam jo. sighat
taklik talak nomor 2, hal ini sesuai pula dengan maksud dalil syar'i yang diambil alih
sebagai pendapat Majelis sebagai berikut :
1. Al-Qur'an Surah Al-Maaidah ayat 1 yang berbunyi :

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad ( perjanjian ) itu.
2. Hadits Rasulullah SAW yang berbunyi :

Artinya : Orang Islam terikat pada perjanjian yang dibuatnya (Hadits).


3. Pendapat Pakar Hukum Islam dalam kitab Syarqawi Ala At-Tahrir juz II
halaman 302 yang berbunyi :

Artinya : Dan barang siapa menggantungkan talak dengan suatu keadaan, maka
jatuhlah talak itu dengan adanya keadaan tersebut sesuai dengan bunyi
lafazhnya.
4. Kitab Al-Bajuri juz II halaman 354 yang berbunyi sebagai berikut :

Artinya : Apabila Penggugat mempunyai bukti/saksi, maka hakim menerima


gugatannya.

Hal. 7 dari 10 No. 0001


Menimbang, bahwa oleh karena alasan perceraian berdasarkan pelanggaran
taklik talak telah terbukti, maka alasan yang lainnya tidak lagi dipertimbangkan dan
harus dikesampingkan.
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas
Majelis berpendapat semua syarat taklik talak telah terpenuhi, oleh karena itu
gugatan Penggugat a quo dapat dikabulkan dengan menjatuhkan talak satu khul'i.
Menimbang, bahwa untuk memenuhi ketentuan Pasal 84 Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang
Nomor 3 Tahun 2006, maka Pengadilan Agama perlu memerintahkan Panitera
Pengadilan Agama Martapura untuk mengirim salinan putusan perkara a quo yang
telah berkekuatan hukum tetap kepada PPN yang mewilayahi tempat tinggal
Penggugat dan Tergugat dan kepada PPN ditempat pernikahan dilangsungkan guna
didaftar/dicatat dalam daftar yang disediakan untuk itu, dan akan dinyatakan dalam
amar putusan ini;

Menimbang, bahwa berdasarkan pasal 89 ayat (1) Undang Undang Nomor 7


Tahun 1989, maka biaya perkara dibebankan kepada Penggugat;
Mengingat, segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan hukum Syara'
yang berkaitan dengan perkara ini;
MENGADILI
Memutuskan :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat;
2. Menetapkan jatuh talak satu khul'i Tergugat (TERGUGAT ) terhadap
Penggugat (PENGGUGAT) dengan iwadl Rp. 1.000,- (seribu rupiah);
3. Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Agama Martapura untuk
mengirimkan salinan putusan ini setelah berkekuatan hukum tetap kepada
Pegawai Pencatat Nikah yang wilayahnya meliputi tempat kediaman
Penggugat dan Tergugat dan Pegawai Pencatat Nikah di tempat perkawinan
Penggugat dan Tergugat dilangsungkan untuk dicatat dalam daftar yang
disediakan untuk itu;
4. Membebankan biaya perkara sebesar Rp. 401.000,- ( empat ratus satu ribu
rupiah) kepada Penggugat;

Demikian putusan ini dijatuhkan pada hari Senin tanggal 21 Maret 2011 M.
bertepatan dengan tanggal 16 Rabiul Tsani 1432 H., oleh kami Drs.H.MAHBUB
A, M.H.I sebagai Hakim Ketua, Ir. SYAHRIAN NOOR, S.Ag dan NANA, S.Ag,
masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana pada hari itu juga diucapkan
oleh Ketua dalam sidang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh Hakim-hakim

Hal. 8 dari 10 No. 0001


Anggota tersebut dan SYARKAWI, BA sebagai Panitera Pengganti serta dihadiri
pula oleh Penggugat tanpa hadirnya Tergugat;

Hakim Ketua,

ttd

Drs.H.MAHBUB A, M.H.I

Hakim Anggota, Hakim Anggota,

Ttd ttd

Ir. SYAHRIAN NOOR, S.Ag NANA, S.Ag


T
Panitera Pengganti,

ttd

SYARKAWI, BA

Perincian Biaya Perkara :


1. Biaya Pendaftaran Rp. 30.000,-
2. Biaya Admnistrasi Rp. 50.000,-
3. Biaya Panggilan Rp. 310.000 ,-
4. Redaksi Rp. 5.000,-
5. Meterai Rp. 6.000,-
Jumlah Rp. 401.000 ,-
( rupiah)

Hal. 9 dari 10 No. 0001


Hal. 10 dari 10 No. 0001