Anda di halaman 1dari 11

Case: Unitron Corporation

UNIVERSITAS INDONESIA

Tugas Matakuliah Akuntansi Manajemen dan Biaya

Kelompok 1

DESI SELVIA 1606963014

FANDI SYAPUTRA 1606963084

NADHIRA NAYUNDA 1606963260

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI

JAKARTA

2017
STATEMENT OF AUTHORSHIP

Saya/Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/ tugas terlampir
adalah murni hasil pekerjaan saya / kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/ kami
gunakan tanpa menyebut sumbernya.

Materi ini tidak/ belum pernah disajikan/ digunakan sebagai bahan untuk makalah/ tugas pada
mata ajar lain kecuali saya/ kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/ kami menyatakan
menggunakannya.

Saya/ kami memahami bahwa tugas yang saya/ kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme

Mata Ajaran : Akuntansi Manajemen dan Biaya

Judul Makalah/ Tugas : Case: Unitron Corporation

Tanggal : 3 Maret 2017

Dosen : Thomas Honggo Secokusumo S.E., MBA

Nama NPM Tandatangan

DESI SELVIA 1606963014

FANDI SYAPUTRA 1606963084

NADHIRA NAYUNDA 1606963260


Unitron Case

Kasus ini terjadi pada tahun 1974 di Boston dimana perusahaan berteknologi tinggi dimana
menjadi pionir di solid state komponen elektronik yang berbasis untuk komputer generasi
ketiga dan hampir mendekati sirkuit modern yang terintegrasi. Dasar dari isu yang terjadi
adalah dilema klasik joint cost . Pada tahun 1974, perusahaan Unitron yang baru berjalan 20
tahun, tapi telah dengan sukses memposisikan perusahaannya sebagai penghasil komponen
elektronik berkualitas tinggi.Yang termasuk hasil produk perusahaannya adalah rectifiers,
thyristors, zeners, diodes, dan peralatan high-voltage lainnya.

Pembuatan silicon sandwich yang dilakukan oleh Unitron menciptakan komponen dengan
karakteristik elektrik yang berbeda dan karena itu membedakan nilai penjualan, tetapi biaya
produksi adalah biaya bersamajoint cost sehubungan dengan batch-nya. Dengan kata lain,
tidak ada cara untuk secara khusus dapat menemukan biaya pada masing masing komponen
yang diproduksi dalam satu batch. Intinya dapat dikatakan bahwa beberapa biaya tertentu terjadi
bila memproduksi batch yang mengandung rectifiers yang memiliki karakteristik yang beragam.

Permasalahan Bisnis

Helen Barnes, lulusan MBA baru baru ini, menjalani pelatihan 6 bulan pertamanya
sebagai asisten manajer penjualan, Jim Jacoby. Di suatu pagi, Jim memanggil Helen untuk
memperhatikan sebuah pesanan 6,000 unit rectifiers seri 401 yang baru saja tiba. Sementara
banyak produk lain yang tidak memiliki persediaan, rectifiers biasanya punya jumlah persediaan.
Meskipun begitu, sangat sedikit unit 401 yang tersedia di persediaan saat ini.Untuk memenuhi
kebutuhan konsumen, order tersebut harus diganti dengan unit yang menyamai atau bahkan
melebihi spesifikasi produk yang dipesan. Pelanggan pasti akan mau menerima rectifiers yang
karakteristik performa-nya melebihi tingkat minimum yang ditentukan, tapi tentunya tanpa biaya
tambahan untuk kualitas ekstra tersebut.

Jim Jacoby menanyakan pada Helen mana yang menurutnya akan lebih baik untuk
Unitron:

1. Memenuhi pesanan tersebutdengan rectifiers seri 402,

2. Memacu laju produksi agar dapat memenuhi pesanan dengan seri 401, atau
3. Menolak pesanan tersebut karena mengalami kehabisan stock.

Jika produksi tambahan dilakukan, tingkat persediaan untuk unit lain juga akan
meningkat. Jacoby memikirkan hal ini karena kinerjanya dievaluasi secara berkala berkaitan
dengan laba yang dihasilkan produk-produk rectifiers setelah dikurangi biaya pemeliharaan
persediaan. Tingkat persediaan yang lebih tinggi membutuhkan uang yang lebih banyak. Jacoby
menanggung biaya pemeliharaan 2% pada semua persediaan setiap bulannya. Dia sering
menjaga agar persediaan tidak lebih dari penjualan sebulan, karena dia berpikir bahwa rasio
perputaran sebesar 12 kali adalah kompromi yang baik antara risiko stockout dan kelebihan
investasi.

Setelah mendiskusikan order ini, Jacoby juga meminta Barnes untuk memberi
pendapatnya mengenai tawaran yang baru-baru ini diterima dari sebuah perusahaan boneka lokal
untuk membeli 4,000 unit produk seconds seri 400 setiap bulannya dengan harga $0.15
perunit. Perusahaan boneka tersebut bersedia menanda-tangani kontrak pembelian sebesar
48,000 unit pada tahun berikutnya. Jacoby berkata manajer produksi menolak hal ini karena
menurutnya ini adalah suatu harga cuma-Cuma. Menurut manajer produksi, harga $0.15
bahkan tidak cukup untuk menutupi pengeluaran per unit sebesar $0.32 dan tidak ada satu pun
manusia waras yang akan mengikatkan diri mereka pada kontrak jangka panjang pada tingkat
harga yang bahkan tidak menutupi biaya variabelnya. Meskipun begitu, Jacoby terganggu
dengan akumulasi pertumbuhan persediaan produk seconds walaupun unit ini persediaannya
dianggap berjumlah nol. Dia bertanya apakah Helen setuju dengan manajer produksi bahwa
Jacoby naf jika menganggap $0.15 sebagai laba murni hanya karena nilai persediaan nol yang
dikenakan pada unit-unit ini oleh departemen kos akuntansi.

Masalah lain yang dipikirkan oleh Jacoby berkaitan dengan permintaan Departemen
Pertahanan berupa tawaran untuk 100,000 unit rectifiers seri 404. Permintaan tersebut meminta
penawaran kos tambah, tapi Jim tidak yakin kos apa yang dimaksud. Dia merasa yakin
pemerintah berharap dapat menawar di bawah daftar harga Unitron yaitu sebesar $0.80 per
unit.Kemungkinan harga senilai $0.75 adalah kemungkinan harga yang mendekati penawaran
pemerintah per unitnya.Pengiriman barang dijadwalkan selama 18 bulan dengan perincian 5,500
unit per bulannya.
Unitron tidak ingin terlalu bergantung kepada bisnis dengan pemerintah dan berusaha keras
sehingga pada tahun 1974 menghasilkan persentase bisnis 75% bisnis komersial dan 25% bisnis
dengan pemerintah. Tetapi penawaran ini berguna untuk penggarapan sistem pertahanan yang
baru yang tentunya bisa menaikkan reputasi Unitron, tentunya jika tingkat harga dan besar
kosnya dapat dibereskan.
Jawaban Kasus:

1. Pada periode yang dimulai dengan jumlah persediaan yang 0, bagaimana seharusnya Unitron
menetapkan Output produksi (400.000 unit) dari 20 Batch untuk order penjualan sebanyak
400.000 unit ?

Persediaan Nol

Penjualan Unit Output Produk

100.000 401 90.000 90.000 401

402 10.000

120.000 402

140.000 402 110.000

403 30.000

90.000 403

100.000 403 60.000

404 40.000

60.000 404

40.000 404 20.000

405 20.000

40.000 405

20.000 405 20.000

Total 400.000 400.000


2. Hitung biaya per unit dari item rectifiers seri 400, dengan metode rata rata dan metode
biaya relatif :

Produk 401 402 403 404 405 Total

Sales Order 100.000 140.000 100.000 40.000 20.000 400.000

Production Unit 90.000 120.000 90.000 60.000 40.000 400.000

Price/Unit 0,4 0,6 0,7 0,8 1,0

Biaya Rata - Rata 401 402 403 404 405

Total Biaya 200.000

Total Produksi 400.000 unit

Biaya per Unit 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5

Keuntungan per Unit (0,1) 0 0,2 0,3 0,5

Biaya Relative

401 402 403 404 405 Total

Sales 40.000 84.000 70.000 32.000 20.000 246.000

Sales Percentage 16% 34% 28% 13% 8% 100%

Cash Alocation 32.520 68.293 56.911 26.016 16.260 200.000

Cost/UNIT 0,361 0,569 0,632 0,434 0,407

Profit/Unit 0,04 0,03 0,07 0,37 0,59

%Profit/unit 10% 5% 10% 46% 59%


3. A. Berapa penerimaan, biaya dan keuntungan jika pesanan untuk 6000 buah seri 401 diterima
untuk segera dikirim:
Berdasarkan sistem biaya per unit fisik
Berdasarkan sistem biaya relative sales value

Apabila unitron ingin segera menyelesesaikan pesanan 401, maka cara yang paling cepat
addalah dengan mengganti kekurangan persediaan dengan rectifiers yang setara, atau
lebih baik. Berdasarkan metode peru unit fisik dan relative sales value, produk yang lebih
baik dan memiliki biaya produksi yang paling rendah adalaha 402.
Meningkatkan kapasitas produksi tidak disarankan, karena juga akan meningkatkan
produksi produk lainnya, sehingga meningkatkan biaya penyimpanan produk.

Metode biaya per unit fisik


Metode ini digunakan jika dari satu proses produksi bersama dihasilkan beberapa produk
dengan kualitas yang berbeda, dan produk bersama yang dihasilkan diukur dalam satuan
yang sama. Penentuan biaya untuk setiap produk dihitung sesuai dengan proporsi
kuantitas masing-masing produk yang dihasilkan.

Biaya produksi

Produk Pesanan Biaya per unit Alokasi Biaya Bersama

401 3.000 0,5 $ 1.500

402 3.000 0,5 $ 1.500

Penerimaan

Produk Kuantitas Harga jual per unit Total penjualan

401 3.000 0,4 $ 1.200


Produk Kuantitas Harga jual per unit Total penjualan

402 3.000 0,4 $ 1.200

Keuntungan

Keuntungan penjualan = Total penjualan - Alokasi Biaya Bersama

= $ 2400 - $ 3.000

= $ 600 (rugi)

Metode biaya relative sales value

Metode biaya relative sales value adalah teknik yang digunakan untuk mengalokasikan
biaya gabungan berdasarkan harga di mana produk akan dijual. Berdasarkan tabel
sebelumnya, diketahui cost perunit untuk produk 401 adalah $ 0,36 dan produk 402
adalah $ 0,57

Biaya produksi

Produk Pesanan Biaya per unit Alokasi Biaya

401 3000 0,36 $ 1.080

402 3000 0,57 $ 1.710

Penerimaan

Produk Kuantitas Harga jual per unit Total penjualan

401 3000 0,4 $ 1200

402 3000 0,4 $ 1200


Keuntungan

Keuntungan penjualan = Total penjualan - Alokasi Biaya

= $ 2400 - $ 2.790

= $ 390 (rugi)

B. Apa yang harus direkomendasikan oleh Helen Barnes kepada Jim Jacoby terkait
penawaran ini? Kenapa?
Jim Jacoby sebaiknya menolak pesanan tersebut. Berdasarkan perhitngan diatas, baik
dengan metode biaya per unit fisik dan metode biaya relative sales value kedua pesanan
tersebut akan menimbulkan kerugian bagi unitron.

4. Apa yang harus direkomendasikan terkait dengan penawaran dari perusahaan mainan?

Unitron sebaiknya menerima tawaran tersebut. Seri 400 adalah by-product, sehingga memiki
kualitas yang rendah dan sulit di jual. Produk ini juga di produksi dengan jumlah yang besar,
yaitu 5000 unit setiap proses produksi.

Dengan menerima tawaran tersebut, pada harga terendah, yaitu $ 0,15 perusahaan dapat
memperoleh pendapatan $ 7.200. Selain itu dengan menjual produk tersebut, perusahaan
dapat mengurangi biaya penimpanan persediaan produk 400 ini.

Selain itu, persediaan produk ini dianggap nol. Artinya biaya untuk menghasilkan produk
sampingan ini dialokasikan ke produk utama, sehingga dengan menjual produk tersebut
meskipun dengan tingkat harga yang rendah, perusahaan tetap mendapatkan keuntungan.

5. Metode mana yang sebaiknya digunakan oleh Unitron dalam pengalokasian joint cost?
Metode mana yang dapat menghasilkan data yang lebih baik untuk pengambilan keputusan?
Pertimbangkan implikasi perilaku dalam pendekatan tersebut

Metode yang sebaiknya digunakan oleh Unitron adalah Relative Sales Value. Hal ini
dikarenakan:
a. Dengan menggunakan metode Relative Sales Value maka pembebanan joint cost akan
lebih adil bila dibandingkan dengan metode fisik karena cost yang dialokasikan sesuai
dengan masing-masing produk
b. Masing-masing produk memiliki persentase profit yang berbeda-beda sehingga
berikutnya perusahan dapat membuat strategi sesuai dengan profit yang didapat

6. Pemerintah menyewa agen untuk melakukan pembelian produk 404 sebanyak 100.000 unit.
Didalam kontrak dijelaskan bahwa pemerintah menawarkan harga $0,75 dengan profit
margin 10%. Asumsikan kapasitas yang berlebih dapat terjadi. Apakah kita akan
rekomendasikan kontrak ini? Jika ya, pada harga berapa?

Harga yang ditawarkan = $0,75

Profit Margin = 10%

Cost = $0,75 ($0,75 x 10%) = 0,675

Metode Fisik Metode Relative Sales Value


Cost/Unit 0,5 0,43
Cost 0,675 0,675
Selisih 0,175 0,245

Lebih besar menggunakan metode relative sales value, sehingga minimal harga dari tiap
produk adalah $0,43 + ($0,43 x 10%) = $0.473

Dengan minimal harga $0,473, maka sebaiknya Unitron mengambil tawaran dari pemerintah
dengan harga $0,75.