Anda di halaman 1dari 5

TIPS MERAWAT AKSES CIMINO PASIEN HEMODIALISA

Dr. Hj. Wikan Tyasning, SpPD FINASIM

Akses vaskular cimino (fistula) merupakan akses yang paling direkomendasikan bagi
pasien hemodialisis. Akses vaskular cimino yang berfungsi dengan baik akan berpengaruh
pada adekuasi dialisis.

Beberapa tips dibawah ini dapat membantu pasien hemodialisis merawat akses
vaskularnya agar tetap berfungsi dengan baik untuk jangka waktu yang lama.

Pastikan daerah sekitar akses selalu dalam keadaan bersih.


Cuci dengan sabun anti bakteri sebelum digunakan untuk terapi dialisis.
Kommunikasikan dengan tim medis apabila akses anda terasa hangat, berwana
kemerahan, bernanah, atau anda menderita demam.
Pelajari adanya vibrasi dan suara dengung yang khas di akses anda. Adanya perubahan
pada vibras maupun suara dengung di akses anda dapat menandakan adanya sumbatan
yang mengganggu aliran darah di akses cimino anda.
Hindari adanya tekanan pada akses cimino saat tidur.
Latih akses cimino anda dengan menggunakan bola karet agar aliran darah bertambah
kuat.
Jangan melakukan pemeriksaan tekanan darah pada tangan dimana akses cimino berada.
Jangan membebani tangan dimana akses cimino berada untuk mengangkat benda benda
yang terlalu berat.

I. VASKULER AKSES

A. AKSES VASKULER PADA TERAPI GINJAL PENGGANTI

1. Pengertian Vasculer Akses

Vasvular access adalah istilah yang berasal dari bahasa inggris yang berarti jalan untuk
memudahkan mengeluarkan darah dari pembuluhnya untuk keperluan tertentu, dalam
kasus gagal ginjal terminal adalah untuk proses hemodilisis

2. Alasan Pemasangan Vaskuler Akses

Pemasangan Vaskular diharapkan dapat memudahkan dokter dan perawat untuk


melakukan akses atau penusukan sehingga lebih mudah dan mengurangi resiko dari
penusukan yang dilakukan pada tempat lain seperti area femoral.

3. Bentuk Vaskular Akses Untuk Terapi Ginjal Pengganti


a. sejenis alat berupa saluran atau kanula ( kateter ) yang dimasukan kedalam lumen
pembuluh darah seperti sub clavia dan jugular

Wikan Tyasning 1
b. Berupa pembuluh darah vena atau pembuluh darah buatan ( politetrafluroetilen
nama dagang : gerotek ) yang disambungkan ( anstomosis ) dengan arteri ( AV-
shunt/Brecia cimino)
(Ronco, 2004 : 53)

B. VASKULAR AKSES DENGAN METODE ANASTOMOSIS ARTERI DENGAN VENA (AV


SHUNT)

1. Pengertian AV Shunt
AV-shunt adalah penyambungan pembuluh darah vena dan arteri dengan tujuan untuk
memperbesar aliran darah vena supaya dapat digunakan untuk keperluan hemodialisis

2. Teknik Penyambungan atau Anastomosis Pada AV-Shunt


a. Side ( sisi ) to End ( ujung ) adalah teknik penyambungan dengan menyambungkan
pembuluh darah vena yang dipotong dengan sisi pembuluh darah arteri.
b. Side ( sisi ) to side (Sisi ) adalah teknik penyambungan dengan menyambungkan sisi
pembuluh darah vena dengan sisi pembuluh darah arteri.
c. End ( ujung ) to End ( ujung ) adalah teknik penyambungan dengan menyambungkan
pembuluh darah vena yang dipotong dengan pembuluh darah arteri yang juga di potong
d. End ( ujung ) to side ( sisi ) adalah teknik penyambungan dengan menyambungkan
pembuluh darah arteri yang dipotong dengan sisi pembuluh darah vena.

3. Waktu terbaik untuk AV-Shunt

Waktu terbaik untuk AV Shunt adalah pada masa awal setelah penderita dinyatakan
menderita gagal ginjal tahap akhir. Keuntungannya adalah memudahkan ahli bedah untuk
melakukan operasi karena kualitas pembuluh darah belum terkena terauma penusukan dan
komplikasi lain dari penyakit yang menyertai gagal ginjal seperti penyakit yang
menyebabkan terjadinya arterosklerosis atau hiperpalsia sel pembuluh darah.

4. Komplikasi AV-Shunt
a. Trombotic occlusion
b. Non Trombotic occlusion
i. Bleeding Early complication ( 8 mg/dl, Trombosit dalam batas normal,Gula
Darah Sewaktu dalam batas normal untuk pasien tanpa riwayat DM dan untuk
pasien dengan DM harus dikonsultasikan lagi dengan ahli bedahnya
(berdasarkan pengalaman GDS dibawah 200 mg/dl bisa di lakukan operasi AV-
Shunt )
ii. Penting untuk perawat untuk menghindari akses vaskular ( outlet ) pada tangan
yang akan dilakukan operasi.
iii. Lakukan program free heparin sebelum dilakukan operasi,menurut literatur
sebaiknya heparin tidak diberikan 6-8 jam sebelum operasi dan diharapkan tidak
diberikan kembali setelah 12 jam post operasi atau dikondisikan sampai luka
operasi mengering.
iv. Latihan dibutuhkan pada pasien yang mempunyai pembuluh darah yang sangat
kecil saat di insfeksi atau palpasi.

Wikan Tyasning 2
v. Sebelum operasi perawat HD bisa melakukan palpasi pada arteri radialis dan
ulnaris untuk merasakan kuat tidaknya aliran darah arterinya kemudian
dilaporkan ke ahli bedah.bila salah satu arteri (a.radilis/a.ulnaris ) tidak teraba
dan tidak ditemukan dengan alat penditeksi ( dopler ) maka kontra indikasi untuk
dilakukan AV-Shunt. ( Ronco : 2004, Sumer DS, 1987, Suzane C,2002 )

C. KAPAN AV-SHUNT DIGUNAKAN PERAWAT

1. Penggunaan AV-Shunt biasanya di rekomendasikan oleh ahli bedahnya


2. Sebagai pertimbangan bahwa pernyembuhan pembuluh darah yang lengkap atau
sempurna terjadi pada akhir minggu ke lima atau 35 hari setelah operasi, sedangkan luka
jaringan kulit sudah kering mulai 2 hari post operasi dan penyembuhan epitel luka kulit
terjadi pada akhir minggu ke dua
3. Apabila setelah waktu yang ditentukan ( direkomendasikan ) ahli bedah perawat belum bisa
atau belum cukup berani menggunakan AV-Shunt yang biasanya disebabkan oleh : aliran
darah vena ( bruit/tril ) masih kecil, pembuluh darah vena belum nampak saat di
inspeksi,palpasi dan pembengkakan, maka laporkan ke ahli bedah dan sarankan pasien
untuk kembali melakukan latihan diantarnya dengan mengepal-ngepalkan tangan dan
digunakan untuk aktivitas biasa.
4. .Berdasarkan Penelitian dari Prof.Hendro S.Y dr.Sp.B-KBV.Ph.D dan dr.Marven dalam
Skripsi S-2 Kedokterannya menunjukan bahwa penggunaan AV-Shunt untuk HD kurang dari
7 hari setelah operasi dibandingkan dengan lebih dari 7 hari setelah operasi secara statistik
menunjukan perbedaan yang tidak nyata dalam hal terjadinya komplikasi
tromboisi,perdarahan dan infeksi. Berdasarkan penelitian tersebut maka AV-Shunt dapat
digunakan sesegeramungkin untuk HD apalagi untuk pasien dengan kedua femoral yang
sudah bengkak dan tidak terpasang sub clavia dengan pertimbangan lain yang disebutkan
sebelumnya.
( Ronco. 2004, Sumer DS. 1987, Suzane C.2002,Yuwono HS. 2008 1-10, Doengoes.2000,
Capernito.1998 )

D. BAGAIMANA AKSES ANDA BEKERJA

Sebuah hemodialisis akses, atau akses vaskular, adalah cara untuk mencapai darah
untuk hemodialisis. Memungkinkan akses untuk melakukan perjalanan darah melalui tabung
lembut ke mesin dialisis dibersihkan di mana saat melewati filter khusus, yang disebut dialyzer.
Akses ditempatkan oleh operasi kecil. Sebagai pasien hemodialisis, akses Anda adalah salah
satu dari berikut ini:

a. A. Fistula akses yang dibuat oleh bergabung arteri dan vena di lengan Anda.
b. A cangkok, akses yang dibuat dengan menggunakan sepotong tabung lembut untuk
bergabung dengan sebuah arteri dan vena di lengan Anda
c. Sebuah kateter, tabung lembut yang ditempatkan dalam pembuluh darah besar,
biasanya di leher

Jika akses adalah fistula atau cangkok, perawat atau teknisi akan menempatkan dua
jarum ke akses di setiap awal pengobatan. Jarum ini tersambung ke tabung lunak yang masuk
ke mesin dialisis. Darah Anda pergi ke mesin melalui salah satu tabung, akan dibersihkan

Wikan Tyasning 3
dalam dialyzer, dan kembali ke Anda melalui tabung lain. Jika Anda adalah kateter akses, dapat
dihubungkan langsung ke tabung dialisis tanpa menggunakan jarum.

Suatu fistula harus dianggap sebagai pilihan pertama bagi akses Anda karena umumnya
berlangsung lebih lama dan memiliki lebih sedikit masalah seperti infeksi dan pembekuan
darah. Namun, beberapa pasien mungkin tidak dapat menerima fistula karena pembuluh darah
mereka tidak cukup kuat. Sebuah korupsi dianggap sebagai pilihan kedua untuk jalur akses.
Kateter biasanya digunakan sebagai akses sementara, tapi kadang-kadang mereka adalah
permanen. Kadang-kadang, mungkin ada kemungkinan untuk beralih ke fistula dari jenis lain
akses. Jika Anda tidak memiliki fistula, tanyakan kepada tim perawatan dialisis jika sebuah
tombol akan mungkin bagi Anda.

Caring For Your Access


Apakah akses anda adalah fistula, cangkok atau kateter, Anda harus memastikan untuk
mengurusnya baik. Tim perawatan dialisis Anda akan mengajarkan anda langkah-langkah
perawatan akses yang baik. Bagan di bawah ini memberikan anda beberapa tips umum tentang
perawatan akses sehari-hari dan bagaimana mencegah masalah.

Fistula atau Graft

a. Cucilah dengan sabun antibakteri setiap hari, dan selalu sebelum dialisis. Jangan
menggaruk kulit Anda atau pilih berkeropeng
b. Periksa kemerahan, perasaan kelebihan kehangatan atau awal dari sebuah jerawat di
bidang apapun akses Anda
c. Tanyakan kepada tim perawatan dialisis untuk memutar jarum ketika Anda memiliki
perawatan dialisis

Kateter

a. Simpanlah kateter berpakaian bersih dan kering


b. Pastikan area akses sudah dibersihkan dan ganti diubah oleh tim
c. Perawatan Anda pada setiap sesi dialisis.
d. Simpanlah sebuah kit ganti darurat di rumah Jika anda perlu mengubah rias antara
perlakuan
e. Jangan pernah membuka kateter ke udara.

Menjaga Akses Anda Bekerja

Tim perawatan dialisis Anda akan memeriksa akses Anda sering untuk memastikan bekerja
dengan baik. Akses yang tidak bekerja dengan baik dapat mengurangi jumlah dialisis yang
Anda terima. Tim perawatan dialisis Anda akan mengajarkan anda bagaimana untuk memeriksa
fistula atau korupsi di rumah setiap hari. Berikut adalah beberapa tips Anda harus mengikuti
untuk membantu menjaga fistula atau cangkok bekerja lagi:

a. Periksa aliran darah beberapa kali setiap hari dengan perasaan getaran, juga disebut
denyut nadi atau getaran. Jika Anda tidak merasa ini, atau jika ada perubahan, hubungi
dokter atau pusat dialisis Anda
b. Jangan memakai pakaian ketat atau perhiasan di lengan akses Anda

Wikan Tyasning 4
c. Jangan membawa barang-barang berat atau melakukan apa pun yang akan
memberikan tekanan pada akses
d. Jangan tidur dengan kepala di lengan yang memiliki akses Anda
e. Jangan biarkan orang menggunakan alat pengukur tekanan darah di lengan akses Anda
f. Jangan biarkan orang mengambil darah dari lengan akses Anda.
g. Jangan takut untuk meminta tim perawatan dialisis Anda untuk memutar jarum situs
h. Terapkan hanya tekanan lembut untuk situs akses setelah jarum dihilangkan. Terlalu
banyak tekanan akan menghentikan aliran darah melalui akses.
i. Jika Anda memiliki terobosan pendarahan setelah Anda dialisis, berlaku lembut tekanan
untuk situs jarum dengan handuk bersih atau kain kasa pad. Jika pendarahan tidak
berhenti dalam 30 menit, hubungi dokter atau pusat dialisis Anda

Jika terjadi masalah akses

Kadang-kadang, bahkan ketika Anda sangat hati-hati, akses Anda mungkin gumpalan
atau menjadi terinfeksi. Jika terjadi infeksi, dokter akan memesan antibiotik untuk Anda. Jika
Anda mengembangkan suatu gumpalan akses, Anda mungkin perlu untuk pergi ke rumah sakit
untuk perawatan. Mengeluarkan bekuan biasanya dapat dilakukan pada pasien rawat jalan
dasar, dan Anda tidak perlu menginap

Wikan Tyasning 5